Sunday, July 14, 2013

Sinopsis Itazura Na Kiss Love in Tokyo Episode 15

“Goodbye, Irie-kun”

Yuki sedang menikmati pancake sarapannya saat Naoki masuk ruang makan dan menyadari hanya ada Yuki sendirian di meja makan. Mama Irie muncul dengan sepiring pancake untuk Naoki dan memberitahu kalau Kotoko-chan sedang berkencan hari ini. “Kencan?”, tanya Naoki sedikit terkejut. Yuki yang menjawab, dia berdandan sangat cantik dan pergi. Kamera beralih meng-close up ekspresi Naoki yang tertegun dan teringat perkataan Kin-chan malam itu, “Jangan ganggu kami. Aku yakin kau paham karena kau punya seorang gadis yang akan kau nikahi. Jika dia sangat penting untukmu, Kotoko sangat penting untukku. Aku tak tahan melihat Kotoko begitu menderita


Pada akhirnya Naoki hanya bergumam, “Aku mengerti, pria itu pasti memiliki selera buruk”. Mama Irie bertanya apa Naoki yakin soal ini? Naoki tak tampak yakin, karena ia bahkan kehilangan selera makannya dan hanya mengambil secangkir kopi untuk dibawa ke kamar *yahh, padahal pancakenya tampak enak, sini buatku aja :p*. Mama Irie setengah berteriak memanggilnya. Naoki meminta maaf, ia harus membaca beberapa dokumen untuk meeting hari Senin, sambil melangkah meninggalkan ruang makan. Mama Irie dan Yuki hanya bisa memandangi Naoki yang pergi.



Di kamarnya, Naoki terhenti saat melihat sinar matahari yang menyinari dokumen yang sedang dibacanya. Naoki membuka sedikit tirai jendelanya sambil menerawang, sepertinya penasaran dengan apa yang sedang Kotoko lakukan di luar sana.

Hoo, di luar sana, Kotoko dan Kin-chan baru saja keluar bioskop sambil membicarakan film yang baru mereka tonton dengan semangat. Keduanya benar-benar tampak gembira. Kin-chan, “Hari ini semua stressmu akan hilang, apa kau mau lanjut bermain?”. Kotoko menjawab dengan semangat, aku mau! Aku mau! Aku mau!

Mereka pergi ke arena permainan dan bermain dengan gembira. Narasi Kotoko, “Waktu yang kuhabiskan bersama Kin-chan lebih menyenangkan dari yang kubayangkan, untuk sesaat aku bisa melupakan Irie-kun


Besoknya saat di kampus, Jinko dan Satomi kaget dan kompak berteriak saat Kotoko memberitahu soal kencannya dengan Kin-chan. Kotoko berkata ia dan Kin-chan sudah berteman sejak sma, tapi setelah kupikirkan, itu pertama kalinya aku pergi hanya berdua dengan Kin-chan. Jinko dan Satomi bertanya dengan semangat bagaimana kencannya. Kotoko tak langsung menjawab, dan dari ekspresi Kotoko, Satomi beranggapan kalau Kin-chan buruk dalam hal itu. Kotoko menyangkalnya, sebenarnya itu lebih menyenangkan dari yang kubayangkan, waktu berputar sangat cepat.


Jinko dan Satomi semakin excited, lalu? Kotoko teringat saat Kin-chan mengantarnya pulang dan Kotoko berterimakasih pada Kin-chan atas hari yang menyenangkan. Saat Kotoko melangkah masuk, Kin-chan memanggilnya, “Kotoko, bisakah kau pergi denganku lagi? Aku akan menemukan tempat yang menyenangkan lagi. Jangan anggap terlalu serius, pikirkan saja kau ingin keluar untuk menghilangkan stress, dan aku akan menjadi orang itu denganmu”. Kotoko terkejut, tapi kemudian mengiyakan, “baiklah, mari kita berkencan lagi, Kin-chan”. Gantian Kin-chan yang kaget.

Back to now, Kotoko masih asyik dengan bayangannya saat Jinko dan Satomi memanggil-manggil namanya, menyadarkannya. Kotoko akhirnya menjawab kalau sebenarnya mereka berjanji untuk berkencan lagi. Jinko yang super kaget tanpa sadar menyodok perut Satomi dengan sikunya sampe Satomi kesakitan, “apa ini perubahan besar?”. Kotoko hanya menjawab, ”ini bukan seperti itu”. Satomi yang senang berkata kencan atau pesta itu tidak penting, sambil menyuruh Kotoko duduk, “kalau kau bisa melupakan heartless Irie meskipun hanya sedetik dan menikmati hidupmu, itu bagus, kau tak perlu terburu-buru menemukan pacar, jangan terburu-buru memberikan jawabanmu, saat ini kau hanya harus bersenang-senang dengan siapapun yang ada, meskipun itu Kin-chan”. Jinko membenarkan, jika itu bisa membuatmu senang, itu yang penting. Kotoko merasa ini kejam untuk Kin-chan. “Kalau kau berpikiran seperti itu, meskipun sedikit, itu berarti kau mencintai Kin-chan, itu benar! Kau peduli padanya lebih dari kau peduli pada dirimu sendiri, itu wujud cintamu padanya”, ujar Satomi sok tau. 


Jinko yang excited bertanya apa Kotoko benar mencintai Kin-chan? Kotoko tertawa, bingung harus menjawab apa,”aku tak tau soal itu, tapi... Kin-chan... benar-benar orang yang baik”. Jinko dan Satomi merasa ini antiklimaks, “kau baru menyadari itu??”


Naoki dan Sahoko baru selesai menonton konser Stravinsky. Menurut Sahoko, Stravinsky mirip dengan Naoki, karena Stravinsky mengganti gayanya tergantung pekerjaan, kau misterius seperti musiknya, kupikir itu pesonamu. Naoki merasa itu berlebihan. Sahoko merasa terganggu karena orang yang berada persis di depan mereka tertidur tepat setelah konser dimulai, kalo orang tidur sambil duduk kan tanpa sadar kepalanya goyang kemana-mana tu, Sahoko terganggu dengan itu.



Nah, si Naoki malah ngebayangin dia nonton konser sama Kotoko dan Kotoko yang mengantuk akhirnya mendarat di bahunya dan tertidur nyenyak. Naoki tak bisa menahan tawanya saat membayangkan itu, dan Sahoko yang masih asik ngoceh sendiri, bingung liat Naoki. Naoki berkata bukan apa-apa, dan mengajaknya segera pergi, restoran yang akan mereka datangi memainka musik opera, apa kau menyukai opera? Sahoko menjawab tentu saja, kau mungkin akan menyukai Tristan. *kencan mereka ini kok membosankan sekali ya? Pameran seni, konser, opera, ckck.*

Mama Irie sedang menunggu dengan tak sabar saat Naoki akhirnya pulang, “Onii-chan, kau terlambat.” Naoki berkata ia sudah bilang akan terlambat karena menonton konser dengan Sahoko-san. Mama Irie membenarkan, tapi berapa lama kau butuh waktu mendengarkan musik? Naoki menjawab, ia juga sudah bilang kalau ia tidak butuh makan malam karena ia pergi dinner dengan Sahoko setelah konser. Mama Irie khawatir, “Onii-chan kau belum melakukan kontak fisik dengannya kan?” Naoki kesal, “kontak fisik apa maksudnya? Aku bukan anak smp, kami berkencan dengan mempertimbangkan pernihakan di masa depan, sisanya terserah imajinasi mama”. Mama Irie panik, tapi aku tak pernah memberimu izin. “Ayah mengatakannya, aku harus menentukan sendiri siapa yang akan kunikahi, aku melihatmu mengangguk”, jawab Naoki. Mama Irie membenarkan, tapi kupikir yang dimaksud adalah Kotoko-chan. Naoki berkata ia tak akan ragu untuk membuat keputusan soal pernikahannya. 


Naoki sedang melangkah naik ke kamarnya saat Kotoko pulang. Mama Irie bertanya, kau juga terlambat Kotoko chan, apa kau juga berkencan? Kotoko heran,” juga? Jadi Irie-kun berkencan?” Tanyanya sambil menoleh ke arah Naoki. Naoki menjawab kalau mereka pergi ke konser. Kotoko mengangguk-angguk. Mama Irie masih tampak penasaran, jadi Kotoko menjelaskan kalau ia tidak berkencan, mulai hari ini ia membantu di restoran ayahnya. “Kotoko-chan, apa kau akan menjadi chef?”, tanya mama Irie. Kotoko tertawa,”tentu saja tidak. Itu tak mungkin.” Naoki dengan sinis berkata itu bagus, orang yang akan sakit berkurang. Kotoko kesal, “mungkin aku tak bisa memasak, tapi aku bisa membersihkan meja, aku sedang mencoba belajar. Kin-chan akan mengajariku di restoran.” Naoki bergumam kalau itu seperti kencan.

Kotoko, “aku tidak mencampuradukkan percintaanku dan pekerjaan seperti yang dilakukan seseorang”

“Itu tergantung siapa yang kau bicarakan”

“Beraninya kau. Kau harus meminta maaf pada Kin-chan”

“Lihat? Aku benar”

“Meskipun kau benar, ini bukan urusanmu”

“Benar. Aku tak tertarik pada dengan siapa percintaanmu dimulai”


Mama Irie menghentikan mereka berdua, dan sadar, oh my, kalian bertengkar sepeti pasangan yang sudah menikah.

“Tidak seperti itu!”, sangkal Kotoko dan Naoki bersamaan. Mama irie kecewa. Naoki naik dan berkata besok ia tidak makan malam di rumah lagi. “Apa kau berkencan lagi?”, tanya mama Irie. “itu bukan urusanmu”, sahut Naoki yang lanjut naik ke kamarnya. Mama Irie menoleh dengan khawatir pada Kotoko yang memandangi Naoki. Kotoko juga ijin naik untuk menyiapkan kelas besok, dan aku juga tidak perlu makan malam lagi, aku akan makan di restoran mulai sekarang. Kotoko mengucapkan selamat malam dan naik ke kamarnya. Tinggal mama Irie sendiri.


Di rumah sakit, mama Irie curhat pada papa kalau Naoki tetap akan menikahi Sahoko-san dan sepertinya Kotoko-chan sedang berkencan dengan chef muda itu, Kin-chan, dan tak hanya itu, ia juga membantu di restoran, jarak antara Kotoko dan anak itu semakin dekat dan dekat. Papa Irie tampak ragu sebelum mengatakan kalau Kanamori (asistennya di kantor) menelepon kemarin dan berkata Chairman Oizumi akan mengatur acara pertunangan segera setelah aku pulang dari RS. Mama Irie terkejut dan tak bisa berkata apa-apa.



Naoki sedang berjalan di koridor RS saat mendengar seorang dokter mengabarkan pada seorang anak kecil kalau ia sudah boleh pulang. Anak itu senang, benarkah? “Ya, itu karena kau melakukannya dengan baik”, jawab si dokter. “Itu karena kau melakukan yang terbaik untuk operasiku, dokter, terimakasih”. Naoki tertegun dan mengingat pembicaraannya dengan Kotoko di taman, saat Kotoko bertanya apa Naoki akan menyerah pada keinginannya untuk menjadi dokter.


Naoki berjalan dan berpapasan dengan seorang dokter. KYAAA, TAKASHI KASHIWABARA!! Naoki berbalik dan memandangi sosok yang berjalan pergi itu, merasa kenal tapi tak yakin. Hey, he is the old you, Naoki baka!

Naoki masuk kamar rawat papanya dan bertanya untuk apa memintanya datang. Papa Irie, kau tau aku akan pulang akhir minggu ini kan? Naoki mengiyakan. Papa lanjut berkata kalau jantungnya sebenarnya tidak terlalu baik, sewaktu-waktu aku membutuhkan operasi, aku tau walau kau tak mengatakannya, aku bisa mengerti apa yang mamamu pikirkan dengan hanya melihat wajahnya,tapi sebelum aku dioperasi, aku akan kembali ke perusahaan dan mengatasi semua masalah perusahaan dengan tanganku sendiri, lalu operasi. Tapi menurut Naoki, kalau papa kembali bekerja, jantungmu akan stress lagi.


Papa Irie, “Meskipun begitu, aku tak bisa membiarkan kau menikah dengan orang yang tak kau cintai”. “Orang yang tak kucintai? Jangan berasumsi seperti itu”, sahut Naoki. Papa Irie berkata bijak, ”Naoki, kau anakku, lebih dari perusahaan atau apapun, kebahagiaanmu yang terpenting untukku, karena itu...”

“Kau tak perlu memberitahuku, aku menentukan pilihan hidupku sendiri, jadi jangan memikirkan hal yang tak penting, Pa. Dan tolong fokus agar segera membaik”, sahut Naoki tak yakin.

Naoki masuk ke kamarnya yang gelap, hanya menyalakan lampu meja dan mengambil buku-buku tentang kedokteran dari rak. Naoki mengumpulkannya dalam satu tas dan meletakkannya di sudut ruangan. Mencoba melupakan mimpinya.


Kotoko di restoran sedang membersihkan meja dan membawa baki berisi piring kotor saat ayah memintanya mengantar makanan ke meja 3. Kin-chan yang melihat Kotoko tampak kerepotan mengambil baki yang dibawa Kotoko dan memintanya mengantarkan makanan saja. 


Senior Kin-chan berkata pada papa Aihara kalau mereka tampak cocok bersama. Papa Aihara hanya diam.


Papa Irie akhirnya pulang ke rumah. Semua menyambut dengan gembira sambil menyalakan confetti, Papa Irie terkejut dan memegang dadanya. Semua panik. Etapi ternyata boong, Papa Irie cuma bercanda! Aku merasa sangat baik, sahut Papa Irie sambil bergerak dengan semangat, haha. Semua lega. Papa Aihara berkata ini menunjukkan kalau Iri-chan benar-benar membaik  sekarang. Semua kemudian masuk untuk merayakan kepulangan Papa Irie. Papa Irie ini lucu lho, pas dirawat di RS juga bajunya piyama unyu-unyu, gambar gajah coba.. heran deh kenapa Naoki jadi dingin begitu, padahal papa mamanya ekspresif dan cerah ceria. Yuki sih mendingan, tapi karena role modelnya Naoki jadi ya gitu deh.

Papa Aihara menyajikan berbagai masakan di meja, semua kesukaan Papa Irie. Semua tampak kagum. Papa Irie gembira, masakan di rumah sakit benar-benar tak ada rasanya. Tapi Naoki mengingatkan kalau Papa belum sehat sepenuhnya, Papa harus menghindari alkohol, rokok, makanan yang berminyak dan manis. Papa Irie berargumen, “Apa kau tak tau seberapa banyak aku bertahan dengan makanan rumah sakit?” Semua tertawa. Naoki berkata kalau bukan itu intinya. Mama Irie menengahi, sudah sudah, Naoki benar, Papa, lakukan saja dengan mudah. Papa Irie terpaksa mengangguk. 


Mama Irie mengajak mereka merayakan kepulangan papa dari RS, semua berdiri dengan minuman masing-masing, Mama Irie meminta Papa mengatakan sesuatu.

“Ini sangat tiba-tiba aku harus tinggal di RS, maafkan aku telah membuat kalian khawatir dan membuat masalah. Tapi, terimakasih untuk semuanya, aku membaik dan bisa meninggalkan RS. Aku sangat mengapresiasi....” , kata Papa Irie sambil akting sedih, tapi sedetik kemudian ceria lagi dan langsung berkata CHEERS!

Itadakimasu! Semua lanjut menikmati hidangan dengan semangat. Papa Irie merasa lega, rumah memanglah yang terbaik. Mama Irie juga merasa sangat menyenangkan makan bersama keluarga dan sangat rileks hanya bersama anggota keluarga. Lalu tiba-tiba, TING TONG! Semua heran, siapa yang datang? Aneh, kita sedang makan bersama keluarga hari ini, aku tak mengundang orang lain, mama Irie bertanya-tanya. Naoki yang daritadi pura-pura nggak tau apa-apa berkata kalau ia yang mengundang mereka. Semua penasaran,bahkan mama Irie punya perasaan buruk soal ini. Dan ternyata yang datang Chairman Oizumi bersama Sahoko. Chairman Oizumi memberi selamat atas kepulangan Papa Irie dan berkata Naoki yang mengundang mereka. Papa Irie berterimakasih, tapi mama Irie langsung mendekati Naoki dan berbisik, “aku sudah bilang perayaan hari ini hanya untuk keluarga”. Naoki justru berkata karena itulah ia mengundang mereka, OMO. Naoki mengenalkan Sahoko pada Papa Irie. Papa Aihara mempersilahkan mereka duduk, ruang keluarga langsung penuh, Kotoko sampai kebingungan nggak kebagian tempat duduk, sampai akhirnya ia mengambil kursi meja makan untuknya sendiri. *sumpah, nggak tega liatnya*


Papa Irie memperkenalkan istrinya dan Yuki. Sahoko memberikan bungkusan yang dibawanya. Begitu dibuka, Papa Mama Irie dan Kotoko takjub melihatnya. Tentu saja Kotoko dengan ekspresi kaget khasnya. Papa Irie menikmati makanannya dan memuji Sahoko, ini lebih dari sekedar enak. Kotoko yang mendengarnya merasa kecil hati. Mama Irie meminta papa berhenti melebih-lebihkan, kita sudah punya makanan dari chef professional, tapi ekspresi mama Irie langsung berubah begitu mencicipi masakan Sahoko, tapi tak mau mengaku kalau menyukainya. Papa Aihara bahkan juga memuji keahlian Sahoko dalam memilih bahan makanan yang tepat untuk kondisi papa Irie. 

Papa Irie memberitahu Chairman Oizumi kalau papa Aihara memiliki restoran Jepang yang sangat populer. Sahoko merasa minder. Papa Aihara, “jangan begitu, aku harap kau bisa membantuku di restoran”. Kotoko yang sedari tadi hanya mendengarkan makin kecil hati, apalagi saat tau kalau Sahoko belajar memasak dari ibunya. Yuki bahkan juga memuji masakan Sahoko. Kotoko cuma bisa manyun dan sibuk dengan makanannya. 



Chairman Oizumi menebak Kotoko adalah gadis yang tinggal bersama dengan mereka. Kotoko tertawa sopan dan menyapa dengan mulut penuh makanan. Chairman Oizumi menatap Kotoko yang masih asik mengunyah sampai akhirnya sadar dan meminta maaf, “kudengar Mrs. Irie benar-benar menyukainya, jadi aku sangat penasaran”. Sahoko berkata tidak sopan Kakek memandangi Kotoko seperti itu *hooh, kesannya ngece tenan*. Chaiman Oizumi mengelak  dan berkata Kotoko sangat cute jadi ia tak bisa berhenti memandanginya. Btw, Naoki diem aja loh daritadi.


Sahoko mengajak Kotoko berbicara di luar. Sahoko meminta maaf soal kakeknya yang tak sopan. “Jangan khawatir, itu tak menggangguku”, jawab Kotoko menenangkan.

Sahoko, “Sejujurnya aku dan kakek cemburu padamu”. Kotoko kaget. “karena kau tinggal dengan Naoki-san lebih dari dua tahun dan mama Naoki menyukaimu juga, itulah kenapa kami iri padamu Kotoko-san”

Kotoko tampak ragu, tapi ia bertanya alasan Sahoko menyukai Naoki.


“Hari dimana kakekku memintaku datang ke perusahaan untuk memberitahu sesuatu yang penting, sebenarnya itu soal pertemuan pernikahan dengan Naoki-san. Aku bertemu seorang pria gentleman dan baik hati di lift, aku jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi aku tak pernah menyangka pria itu adalah Naoki-san. Jadi aku sangat terkejut saat bertemu lagi dengannya di pertemuan. Kurasa ini takdir”

Dalam hati Kotoko,”aku juga, jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Irie-kun. Aku memiliki cinta satu sisi selama dua tahun sejak itu. Dan kita tiba-tiba tinggal di rumah yang sama, tapi aku tak pernah memiliki kesempatan untuk merasa kalau itu adalah takdir. Waktu berlalu tanpa ada kemajuan apapun dalam hubungan kami”. Tanpa sadar Kotoko berkata, “aku berharap aku bertemu dengannya dengan cara sepertimu”.

Sahoko, “kau berharap bertemu dengannya?” Kotoko sadar dan meralat, “tidak, kuharap aku akan bertemu seseorang”.

Sahoko berkata sebenarnya ia ingin menolak pernikahan yang diatur, rasanya terlalu cepat karena ia masih sekolah, tapi kakek meminta setidaknya bertemu dengan Naoki. Sahoko benar-benar tidak menyangka ini akan terjadi, “hidup ini sangat aneh kan?”. Kotoko membenarkan.

“Tapi...aku takut. Semakin baik Naoki-san padaku, aku merasa Naoki yang sebenarnya semakin jauh, aku tak tau yang sebenarnya ia pikirkan. Aku kehilangan percaya diriku. Ini aneh, kan?” *yak Sahoko, Naoki baka itu nggak pernah menunjukkan dirinya yang sebenarnya di depanmu*

Kotoko menenangkan, ini terjadi karena kau sungguh mencintai Irie-kun. Sahoko terkejut. Kotoko menjelaskan, “saat kau mencintai seseorang, kau akan merasa seperti itu. Meskipun kau memutuskan untuk tak menyerah, kau akan kehilangan percaya diri karena hal kecil. Kau cantik dan tenang, jika wanita sempurna sepertimu merasa seperti itu, wanita biasa akan jauh lebih khawatir. Lalu, jika dia baik padamu meski hanya sedikit, kau akan sangat bahagia dan berharap sesuatu yang lebih terjadi, kau akan menjadi orang paling bahagia di seluruh dunia. Tapi, jika ia dingin padamu lagi, kau akan takut dan berpikir ia membencimu. Ini lingkaran yang tak pernah berakhir. Kau pikir kau akan mencoba melakukan yang terbaik, tapi perasaanmu selalu naik dan turun”. Kotoko tersenyum mengingat apa yang sudah ia lalui bersama Naoki. Sahoko yang mengamati Kotoko dari tadi merasa kalau Kotoko juga mencintai seseorang. Kotoko menyangkal, tapi Sahoko tak tampak yakin.


“Tapi..aku tau Irie-kun benar-benar mencintaimu, Sahoko-san”, ujar Kotoko sok tau. Sahoko tetep nggak yakin dan bertanya apa Kotoko yakin soal itu? Kotoko tak tau dan tak bisa menjawabnya, tapi meminta Sahoko untuk lebih tenang.


Malam harinya, Chairman Oizumi dan Sahoko berpamitan pulang. Chairman Oizumi meminta papa Irie tidak bekerja terlalu keras. Papa Irie mengiyakan dan berkata akan mengunjunginya setelah kembali bekerja. Chairman Oizumi mengingatkan tentang acara pertunangan, kita akan membicarakan jadwalnya nanti. Sahoko berkata kalau ia ingin berjalan sebentar dengan Naoki. Chairman Oizumi meminta Naoki menjaga Sahoko dan pulang duluan.


Mama dan papa Irie masuk ke rumah, Mama Irie berkata ia sangat lelah dan akan menaburkan garam untuk menstarilkan rumah ini. Papa Irie meminta mama tidak melakukan itu *hahaa*. Mama Irie bertanya apa papa yakin soal ini? Dengan berat hati Papa menjawab, Naoki telah membuat keputusan, kita tak bisa membantu. Mama Irie hanya bisa mendengus kesal.

Kotoko sedang mencuci piring di dapur dan mama Irie meminta Kotoko melakukannya besok saja. Kotoko berkata tak apa-apa, aku belum mengantuk dan akan segera selesai, Obasama pasti lelah karena hari yang sibuk ini, pergilah tidur. Mama Irie merasa tak enak dan tak segera beranjak. Kotoko meyakinkan, ia baik-baik saja, sedikit lagi. Kotoko berusaha tampak ceria seperti biasanya


“Kotoko-chan, maafkan aku. Sungguh, maafkan aku”. Kotoko kaget melihat mama Irie yang meminta maaf sambil membungkukkan badan. “aku selalu berkata kalau kami akan memilikimu menikah ke keluarga kami. Tapi ini terjadi. Aku mencoba berharap pada kalian berdua, tapi akhirnya malah menyakitimu. Aku merasa sangat bersalah atas apa yang terjadi”  

Kotoko diam sejenak dan berkata ini bukan salah anda, Obasama. Mama Irie, “Aku tetap tak bisa menyerah tentangmu, Kotoko-chan”. Kotoko berterimakasih,” aku sangat bahagia anda memikirkanku seperti itu, aku memikirkan anda sebagai ibuku yang sebenarnya, selalu dan selamanya,tak peduli siapapun yang dinikahi Irie-kun”. 


Mama Irie menangis memegang tangan Kotoko, tapi tak tahan dan pergi sambil menangis. Kotoko yang berusaha tersenyum daritadi, kembali bersedih.


Naoki pulang saat Kotoko keluar dari dapur. Naoki melihat rumah sudah sepi dan menanyakan kedua orangtuanya, apa mereka sudah tidur? Kotoko mengiyakan. Keduanya terdiam sesaat, dan Naoki melangkah naik ke kamarnya, tapi Kotoko memanggilnya dan berkata Sahoko-san benar-benar orang yang luar biasa.


“Dia cantik kan? Masakannya juga mengagumkan”, ujar Naoki menabur garam di luka Kotoko *busetdah bahasanya diif :p*. Kotoko mencoba tersenyum, “tak hanya itu, saat aku berbicara dengannya aku bisa tau kalau dia benar-benar mencintaimu, jika seseorang sepertinya mencintaimu, tak mungkin kalau kau tak jatuh cinta padanya”. Kotoko tak dapat menahan perasaannya dan berbalik. Naoki memandangi Kotoko dan berkata, “Kau harus menemukan pacar yang baik juga”. Naoki meninggalkan Kotoko dan naik ke kamarnya. Kotoko tak tahan lagi dan menangis sendirian di rumah yang sepi.



Paginya Kotoko mencoba ceria saat datang ke restoran. Hanya ada papa Aihara. Kotoko bertanya dimana Kin-chan dan Odawara-san? Papa Aihara menjawab kalau mereka keluar untuk membeli beberapa barang. Kotoko kembali tak bersemangat dan berkata akan segera membersihkan restoran. Papa Aihara memanggilnya dan mengajak Kotoko berbicara. Kotoko heran, “ada apa, Ayah?”. Papa Aihara merasa mereka harus pindah dari rumah Iri-chan, “kau menyadarinya kemarin kan? Naoki serius akan pernikahannya, tak tepat jika kita tetap di rumah itu, Oizumi-san juga akan merasa tak nyaman, jika kita tetap disana mereka mungkin tak bisa menikah. Jadi, mari menemukan rumah baru dan segera pindah, tak masalah jika itu tua atau kecil”. Kotoko yang hanya diam mendengarkan setuju, tapi tak bisa menahan air matanya. Papa Aihara tau betapa menyakitkan ini. Kotoko berkata, “tidak, aku sangat bodoh kan? Tak peduli berapa banyak aku terluka, aku berjanji pada diriku kalau aku akan selalu mencintai Irie-kun, tapi sekarang....”


”Sangat penting untuk tau kapan harus berhenti. Kesempatan yang bagus untuk membuat Naoki berpikir kau adalah wanita yang atraktif”, hibur papa Aihara. Tapi Kotoko tetap sedih, papa Aihara juga mau ikut nangis, aku juga, huhuu.. “Sebaiknya kau segera melupakan Naoki”, pinta papa Aihara. Kin-chan yang ternyata sudah datang mendengarkan semua.


Malam harinya saat berjalan pulang ke rumah, Kotoko melihat bintang jatuh dan berpikir, “aku bertanya-tanya berapa banyak permintaan yang kubuat pada bintang jatuh. Tapi mulai sekarang, aku harus berhenti membuat permintaan”. Kotoko sedih lagi.

Hari acara pertunangan Naoki. Papa Irie meminta mama tidak memasang muka sedih. Mama Irie berkata ia tak bisa, ini hari pertunangan Onii-chan, ini hari terburuk dalam hidupku. “Mama, aku tak ingin membuatmu lebih depresi, tapi masih ada upacara pernikahan dan resepsi”. Mama Irie berteriak tak mau mendengarnya. Naoki turun dan mengajak papa mamanya segera pergi. Kotoko memandangi kepergian mereka dari dapur. Kotoko kembali ke dapur dan memandangi foto Sahoko yang ditempel di pintu kulkas, dan melepasnya.



Papa, mama, dan Naoki sampai di tempat acara, tapi mama Irie enggan untuk masuk. Naoki memanggil mamanya, baru mama Irie mau masuk.


Rupanya Kotoko juga punya acara sendiri pagi itu, ia melangkah tanpa semangat ke tempat pertemuannya dengan Kin-chan. Kin-chan yang sudah datang mengagetkan Kotoko dari belakang dengan ceria, tapi reaksi Kotoko datar-datar aja. Kin-chan sampe salting dan buru-buru mengajak Kotoko pergi.


Di tempat lain, acara pertunangan Naoki – Sahoko dilangsungkan dan hanya dihadiri kedua orangtua dan Chairman Oizumi. Naoki tak tampak bahagia.


Kotoko mencoba tersenyum saat bersama Kin-chan, tapi saat melihat gaun pengantin di sebuah bridal shop, Kotoko berhenti dan memikirkan Naoki yang sedang melangsungkan pertunangannya. Kin-chan menyadari itu dan bertanya apa Kotoko baik-baik saja? Kotoko mencoba kembali ceria dan berkata kalau ia ingin ke arena permainan lagi, “sebenarnya ada boneka yang aku ingin kau dapatkan untukku. Itu benar-benar cute, dengan topi merah dan ceri kecil”.

“Ayo kita menikah”

Kotoko terkejut dan berbalik.


“Ayo kita menikah”, ulang Kin-chan sambil menyodorkan boneka yang persis seperti deskripsi Kotoko barusan, dengan topi merah dan ceri kecil, wow! Kotoko kaget melihat boneka itu, “Ini..bagaimana kau bisa tau?” Kin-chan berkata ia tau apa yang Kotoko pikirkan.

“Aihara Kotoko-san, maukah kau menikah denganku?”, tanya Kin-chan lantang sambil berlutut dan mengacungkan boneka yang dipegangnya.


Kotoko tak bisa bereaksi apapun. Sementara Naoki ada di tempat pertunangan dengan muka datar.

Komentar:
Too much yang kupikirkan, episode ini bener-bener menyedihkan buat Kotoko, nggak tega liat Kotoko sediih. I’m crying aloud for her. Semua gara-gara Naoki baka! Btw, serius itu Kassy cuma numpang lewat doang? Astagaa, berubah banyak sih doi, tapi tetap tampak jejak-jejak Irie Naoki yang tampan itu.

Satu episode tersisa, dan karena episode ini masih gini-gini aja, semua klimaksnya masih kudu nunggu minggu depan. Hiks, semakin sempitlah kesempatan kita melihat momen manis Kotoko – Naoki. Jadi aku berpikiran positif kalo pasti ada season kedua. Pertanyaannya, kapan? Haha.


Oh ya, kalau dipikir-pikir kayaknya Kin-chan cocok deh sama Sahoko. Di Itakiss anime, Kin-chan akhirnya sama Chris yang pernah jadi tunangan Naoki. Chris lebih cheerful dibanding Sahoko, tapi Sahoko yang sempurna dan tenang sepertinya bisa saling melengkapi sama Kin-chan yang ceria. Dua-duanya jago masak, dan papa Aihara juga pengen Sahoko membantu di restorannya. Ohoo, it will be a sign? *smirk*

Thursday, July 11, 2013

Tatapan Maut Irie Naoki

Ada nggak sih yang nggak klepek-klepek liat tatapan Naoki ke Kotoko? Aah, aku yang liat aja rasanya udah mau meleleh kayak coklat. Sayang, Kotoko nggak pernah nyadar, tapi ya namanya juga Kotoko, Naoki kasih isyarat kayak apa juga Kotoko belom tentu ngerti, hahaa.

Episode 1.
Waktu Kotoko pertama pindah ke rumah Naoki
Lirikan mungkin lebih tepatnya :p
 Episode 2.


Episode 3.
Ini emang bukan tatapan, tapi Naoki jadi begini setelah baca surat cinta Kotoko, fufufuu.. 
Pas Kotoko dihukum keliling lapangan, hahaa..
Ade ape bang lirik-lirik si eneng?
Episode 4.
Waktu Naoki nanya alasan Kotoko masuk universitas
Naoki nyusulin Kotoko yang mau kabur dari rumah, aww..
Episode 5.
Epic graduation photo :)
Ekspresi pas liat Kotoko - Kin chan
Ekspresi pas liat Kotoko - Kin chan (lagi)
"Serves you right"- Naoki nakal :p
 Episode 6.
Tatapan c.e.m.b.u.r.u.
Episode 7.


Episode 8.





Episode 9.
Naoki sebenernya pengen pamitan sama Kotoko, ya kan Irie-kun?
Naoki heran, "Astaga, dia bahkan tak melihatku?"
I'm waiting for you, don't run!
Senyum supeeer tipis Naoki pas liat Kotoko ceria lagi
 Episode 10.
Tatapan paling maut Irie Naoki! Aaak, aku meleleeeh...
Episode 11.

Aku akan mengabulkan permintaanmu, Kotoko #ngaranghore
Aaaahh, Irie Naoki kakkoi! Tatapannya maut semua kaan? Entahlah, Itazura Na Kiss versi ini Naokinya dapet banget, cool, jenius, ganteng, dan perasaan Naoki tersampaikan, sesuatu yang nggak aku dapet pas nonton Playfull Kiss. Dulu, aku merasa kalo Takashi Kashiwabara adalah Naoki terganteng. Tapi sekarang, Yuki Furukawa adalah Naoki terkeren menurutku. I love Irie Naoki even more!

Kotoko-chan, don't be sad.. We all know how much he loves you, Naoki aja yang nggak nyadar-nyadar kalo dia nggak bisa hidup tanpamu. Kotoko-chan, kalian akan segera berjalan di jalan yang sama, Ganbatte!

Monday, July 8, 2013

Sinopsis Itazura Na Kiss Love in Tokyo Episode 14


Naoki memutuskan menerima tawaran kakek Oizumi soal perjodohan dengan cucunya, Sahoko, demi menyelamatkan finansial perusahaan. Di rumah sakit, Irie mama kaget dengan keputusan Naoki. Irie papa menenangkan istrinya, dan bertanya pada Naoki, sangat tiba-tiba kau menerima pertemuan pernikahan dengan cucu Chairman? Apa yang terjadi?

Naoki, ”tidak ada”

“Jangan katakan kalau kau melakukan ini demi dukungan finansial?”. Naoki hanya diam.
Kotoko, Yuuki, dan papa Aihara yang bermaksud memberi kejutan dengan kunjungan mereka yang tanpa pemberitahuan, terhenti di depan pintu karena mendengar suara papa Irie yang marah. “Jangan meremehkan kami! Papa tak ingin melindungi perusahaan dengan mengorbankan hidupmu”. Irie mama membenarkan, kami tak akan mengizinkanmu untuk menikah. Yuki, Kotoko dan papa Aihara yang masih di depan pintu terkejut, menikah?

“Papa bangga pada diri papa yang membangun Pandai menjadi sebesar ini hanya dalam satu generasi, jadi jangan bawa kita ke jalan yang salah. Kau harus menikahi seseorang yang benar-benar kau cintai”

Naoki justru bilang kalau ia menyukainya, ia melihat fotonya, dia tipeku. *bohong!* Kotoko terkejut, Yuuki malah langsung buka pintu dan berteriak apa Naoki serius? Apa kau akan menikah? Irie mama terkejut melihat Yuuki, dan lebih terkejut lagi melihat Kotoko dan papa Aihara.


Kotoko masih shock, “Irie-kun, apa benar kau akan mendatangi pertemuan pernikahan?” Naoki membenarkan, namun karena papa Irie belum membaik, ini hanya pertemuan biasa. Naoki bangkit dari duduk dan meminta ibunya menemaninya nanti, kemudian pergi. Kotoko sulit mempercayai ini dan bingung apa yang harus ia lakukan.


Kotoko di kampus bersama Jinko, Satomi, dan Kin-chan, memberitahu soal Naoki yang akan mengikuti pertemuan pernikahan. Jinko heran, apa hal itu masih terjadi di jaman sekarang? Kotoko berkata ia tidak tau, Naoki bilang ia menyukai gadis itu. Kotoko bangkit dan berkata ia harus pergi. Jinko dan Satomi khawatir, sementara Kin-chan tampak menahan marah, aku tak akan memaafkan orang itu. Jinko setuju, sampai kapan Naoki akan mempermainkan Kotoko. Satomi berpendapat lain, sebenarnya Kotoko yang mempermainkan perasaannya sendiri. Kin-chan, “Lalu bagaimana dengaan perasaan Kotoko, ia selalu bekerja keras untuk Naoki, tapi Naoki akan pergi ke pertemuan pernikahan dengan gadis lain?” Satomi terkejut, Kin-chan tampak menginginkan Kotoko dan Irie menjadi pasangan. “Bukan seperti itu! Aku hanya ingin melihat Kotoko tersenyum”, sanggah Kin-chan lalu pergi.

Di rumah, Kotoko sedang mencuci piring sambil memikirkan pembicaraan terakhirnya dengan Naoki di taman (yang backhug itu loh). “Saat itu, aku merasa hati kami terhubung, tapi..” Kotoko yang mencuci piring sambil melamun tanpa sadar menjatuhkan panci yang dicucinya, membuat piring yang ada di bak cuci pecah. Kotoko mengambil pecahannya, tapi tangannya malah terluka. 


Mama Irie datang dan panik melihat Kotoko yang terluka. Mama Irie mengobati luka Kotoko. Kotoko meminta maaf. Mama Irie mengerti, “ini karena pertemuan pernikahan Naoki kan? Aku tak bisa mempercayainya. Tapi aku masih berpikir kau akan menjadi istri Naoki, Kotoko-chan”. Kotoko tertawa sopan, ”tapi itu adalah sesuatu yang sudah diputuskan Irie-kun”. Mama Irie menenangkan, bagaimanapun aku melihatnya, aku percaya kalau ia tidak mengatakan yang sebenarnya, aku merasa mengharapkan Naoki akan mengambil alih Pandai, tapi aku sudah melihatnya bekerja di perusahaan, aku merasa ada sesuatu yang salah, ini bukan apa yang Naoki ingin lakukan. *BINGO! Tebakanmu benar sekali mama Irie*



Kotoko yang mengetahui apa yang sebenarnya ingin dilakukan Naoki diam saja. Mama Irie berpikir Naoki merasa bertanggungjawab karena serangan yang dialami papa, itulah kenapa ia mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan perusahaan. Kotoko khawatir, apa Irie-kun akan benar-benar menikah? Mama Irie justru mengatakan kalau ia punya ide bagus. Hmm, apa itu?

Kotoko sedang berjalan di kampusnya saat bertemu dengan Yukoyang sudah mengetahui soal perjodohan Naoki. Yuko kaget saat tau gadis itu adalah cucu dari Chairman Oizumi, yang mempunyai pengaruh besar dalam dunia finansial. Kotoko mengatakan kalau Naoki langsung menyukai gadis itu begitu melihat fotonya, Kotoko penasaran, gadis itu pasti cantik. Yuko tak bisa terima, mengapa gadis yang sempurna datang entah darimana untuk mengambil Irie-kun? Aku tak bisa membiarkannya. Kotoko mengiyakan, Obasama (mama Irie) pasti akan melakukan sesuatu. Yuko terkejut, Obasama? Kotoko lebih terkejut lagi, hampir saja membocorkan rahasia, “Tidak ada! Jangan dipikirkan!” Yuko tak percaya dan mendesak Kotoko. Kotoko tanpa sadar menjelaskan dengan semangat kalau mama Irie berencana mengacaukan pertemuan itu. “AH!” teriak Kotoko begitu sadar, hahaa. Yuko hanya bisa berkomentar kalau kalian berdua tak pernah berubah, tapi kali ini aku akan bergabung denganmu. Kotoko cuma bisa kaget dengan ekpresi mulutnya yang lucu.


Hari pertemuan pernikahan. Naoki datang dengan mamanya. Di ruangan sudah menunggu Chairman Oizumi, yang langsung meminta maaf karena mengadakan pertemuan ini saat ayah Naoki di RS dan meminta untuk mengadakan pertemuan formal dilain hari. Mama Irie hanya tertawa, “Oh my, aku bertanya-tanya apa hari itu akan datang.” Naoki mengingatkan ibunya.

Sementara itu, Kotoko dan Yuko datang bawa-bawa tangga dengaan kostum samaran ahjumma2 pembersih kebun, hahaa, Yuko kok mau-maunya? Yah, dia sebenernya nggak mau, soalnya dia nanya, ”Kenapa kita harus mengenakan ini?”. Kotoko menjawab kita tak punya pilihan lain, ini satu-satunya jalan agar kita tak tampak mencurigakan di taman ini. Haha, ada yang salah dengan jalan pikiran Kotoko-chan!

Kotoko dan Yuko menemukan tempat yang tepat untuk mengintai. Kotoko melihat keadaan dengan teropongnya. Yuko bertanya bagaimana penampilan cucu Chairman Oizumi? Kotoko berkata sepertinya gadis itu belum disini.

Di dalam, Chairman Oizumi berkata Sahoko sedang siap-siap sekarang, dia akan segera datang. Sahoko datang dan meminta maaf akan keterlambatannya. Mama Irie tampak terkejut melihat Sahoko. Dan Sahoko terkejut melihat Naoki yang tersenyum  padanya, ia mengenali kalau Irie pernah menolongnya di lift. Sahoko,”apa kau mengingatku?” Naoki menjawab ia tak pernah melupakan gadis yang cantik *whatt?? Who is this guy???*

Chairman Oizumi senang karena mereka ternyata pernah bertemu. Kotoko yang masih mengintip di balik teropongnya terkejut. Yuko yang penasaran merebut teropongnya dan ikut terkejut. Dan ternyata Yuko ikutan kaget, tapi ia menghibur Kotoko, ia mungkin cantik, tapi tanpa otak. Kotoko mengangguk-angguk dan mengajak Yuko mendekat, dengan cara super mencurigakan, masa pake merangkak-rangkak, lewat belakang jendela ruang pertemuan mereka pun.


Naoki bertanya hobi Sahoko. Sahoko menjawab tak ada sesuatu yang spesial, ia hanya bagus dimemasak, menjahit, dan membuat kerajinan, sangat membosankan. Mama Irie yang dalam rencana menggagalkan pertemuan ini membenarkan, sangat membosankan. Naoki melirik tajam. Sementara di luar Kotoko berteriak, bagus Obasama! Yuko sampe nyuruh Kotoko diam, mereka bisa mendengarmu. Kotoko sadar dan menutup mulutnya.

Chairman Oizumi berkata ada sesuatu yang harus ia katakan, tapi Sahoko adalah gadis yang tenang dan sempurna, dia seperti versi modern dari “old traditional Japanese women”. Naoki berkata sepertinya sangat bagus, aku menyukai wanita yang tenang. Tapi mama Irie justru berkata, “wow, old traditional Japanese women? Sangat tua. Tak heran kau tampak kehilangan masa mudamu.” Kotoko dan Yuko tertawa girang mendengar ini, kali ini tanpa suara.

Sahoko tampak tak enak, tapi kemudian bertanya apa yang suka Naoki lakukan? Naoki menjawab kalau ia suka membaca dan bermain tenis sesekali. “Sesekali? Kudengar kau memenangkan banyak pertandingan?”, tanya Chairman Oizumi. Sahoko kagum. Naoki berkata ia bisa mengajarinya lain waktu. Kotoko kaget dan mulutnya membentuk huruf O trademarknya. Sahoko senang, tapi ia sangat buruk, kau mungkin akan kesal denganku. “Aku yakin Naoki akan kesal”, mama Irie yang menjawab, “anakku memang begitu, dia memandang rendah orang yang tidak melakukannya dengan benar setelah dia mengajarinya sekali, dengan cara yang sangat jelas.” Naoki diam saja. Sahoko juga. Kotoko yang senang, kau luar biasa Obasama.

Chairman Oizumi memuji Naoki yang pintar dan tampan, aku yakin kau sangat populer diantara wanita. Naoki sedikit menunduk dan berkata tidak begitu. Mama Irie tidak setuju, ya, ia sangat populer, tapi tolong jangan khawatir, ia tak pernah berhubungan sekalipun dengan wanita. Chairman Oizumi tak percaya, Naoki pasti pemalu. “Ya, dia sangat pemalu, dia bahkan menolak surat cinta dari seorang gadis, gadis itu mengumpulkan keberaniannya untuk memberikan surat itu, tapi ia menolaknya di depan semua orang, dia benar-benar pemalu”, jelas Mama Irie sambil tertawa. Kotoko berwajah aneh mendengarnya, danYuko langsung bisa menebak kalau gadis yang dibicarakan adalah Kotoko, aku tak tau Naoki membencimu begitu banyak. Kotoko tertawa kecut.

Sahoko berkata tapi itu lebih baik dibanding pria yang selalu bermuka manis pada siapapun, kupikir pria lebih atraktif saat dia sedikit dingin. Chairman Oizumi tertawa membenarkan, dan kau tak perlu khawatir akan dibohongi.

“tapi, bukan berarti dia tak pernah memiliki seorang gadis didekatnya” , sanggah mama Irie, “sebenarnya, ada seorang gadis yang seumuran dengan Naoki, mereka tinggal bersama selama 3 tahun”. Naoki kesal, cukup, apa yang dimaksud dengan tinggal bersama? Ini disebut berbagi rumah. Mama Irie berkata itu sama saja. Naoki menjelaskan, Oizumi-san, ini ada alasannya. Mama Irie nggak mau kalah, “kita mungkin akan berakhir dengan memiliki cucu anda yang berharga menikah pada keluarga kami, kau harus mengerti keadaan kami juga, faktanya ada seorang gadis yang seumuran Naoki tinggal di rumah yang sama. Meskipun dia pemalu, dia masih muda, aku tak bisa menjamin tak ada yang terjadi di antara mereka”. Naoki yang nggak tahan lagi, berdiri dan mengajak Sahoko ke taman. Mama Irie akan ikut, tapi Naoki bilang hanya ia berdua dengan Sahoko.

Saat berjalan, Naoki meminta maaf atas perkataan ibunya yang tak sopan. Sahoko maklum, aku merasa mamamu menyukainya, gadis yang tinggal denganmu. “Dia adalah anak perempuan teman baik ayahku, keluarga kami dekat, karena itu ibuku berkata seperti itu. Tapi seseorang yang menyukainya bukanlah aku. Itu ibuku.” Sahoko sedikit terdiam, tapi ia berharap ibu Naoki bisa menyukainya, ah, tapi sebelum itu aku berharap kau menyukaiku, Naoki-san. “Apa itu berarti kalau kau menyukaiku?”, tanya Naoki. Sahoko malu-malu mengakui, sejak pertemuan pertama kita di lift. Naoki menganggap ini kebetulan, itu sama denganku. Sahoko terkejut dan tersenyum senang.

Kotoko dan Yuko yang nggak senang. Mereka mulai menjalankan rencana mereka. Rencana 1, menyalakan sprinkler saat Naoki dan Sahoko lewat, biar kimono Sahoko basah dan terpaksa pulang. Yang terjadi, remot spinkler ngadat saat Naoki dan Sahoko lewat, dipencet berkali-kali tetap nggak bisa. Pas Kotoko mendekat, baru spinklernya nyemprot, Kotoko ribut dan kebasahan, hahaa. Sahoko heran dengan keributan di belakangnya, tapi Naoki cuma bilang kalau itu malfungsi spinkler, dan mengajak Sahoko jalan lagi. Rencana 1, failed!

Rencana 2, Kotoko akan melempar ulat bulu persis saat Naoki dan Sahoko melintasi jembatan, biar Sahoko kaget, kehilangan keseimbangan, dan nyemplung kolam. Apa akan berhasil? Tentu saja tidak! Kotoko memang berhasil melempar ulat bulunya, hinggap di kimono Sahoko, Sahoko kaget dan malah jatuh ke pelukan Naoki, Naoki mengambil ulat bulu tadi dan melemparkannya, tepat kena muka Kotoko, Kotoko kaget dan akhirnya nyempung kolam berdua Yuko, MUAHAHAA, heboh banget! Sahoko heran dan menoleh ke arah kolam, berkata pada Naoki kalau sepertinya ada yang terjatuh ke kolam, tapi Naoki cuek dan menganggap mereka ahjumma pembersih taman yang sedang membersihkan kolam (woh, Naoki jahat!). Rencana 2, failed (again)!

Di rumah, Kotoko yang habis mandi bersin-bersin. Mama Irie kasihan pada Kotoko. “Kurasa ini hukumanku, aku melakukan hal buruk pada gadis secantik itu”, kata Kotoko. Mama Irie bertanya, kau membicarakan Sahoko kan? Itu benar, dia memang sedikit cantik, sambil mengeluarkan foto Sahoko dari sakunya. Kotoko kaget kapan mama Irie mengambil fotonya. “Tapi dia sama sekali bukan tipe Naoki, Naoki membutuhkan stimulasi di hidupnya, seorang gadis yang sangat sempurna dan tenang, aku tau dia akan segera merasa tak puas, aku tau itu”, kata mama Irie sambil menggerakkan tangannya penuh percaya diri. Kotoko menirukan gerakan mama Irie, “tapi mereka tampak menyukai satu sama lain”

Mama Irie menenangkan, ia telah membuat kesan yang jelek sebagai calon ibu mertua, Chairman Oizumi pasti akan kecewa dan tak akan memberikan cucunya yang berharga pada keluarga dengan ibu mertua sepertiku. Kotoko tampak senang mendengarnya.

Telepon berbunyi. Mama Irie senang, pasti telepon untuk memberitahu kita soal penolakan, dan bergegas mengangkatnya. Tapi, Naoki yang lebih dahulu mengangkat telepon, dari Chairman Oizumi, Naoki meminta maaf soal kejadian tadi, dan ia tak masalah soal itu (perjodohan). Begitu telepon ditutup, mama Irie bertanya dengan semangat, bagaimana? Apa mereka menolak?

“Dia bilang Sahoko-san menyukaiku, dan dia ingin untuk terus lanjut, jadi kukatakan padanya kita dapat lanjut”

“Onii-chan!”

“Aku menyukainya. Jadi tolong jangan mengacaukan seperti itu lagi... Ibu”, Naoki tak hanya menatap tajam ibu, tapi juga Kotoko,”Kau juga! Itu sangat jelas”. Kotoko garuk-garuk kepala pura-pura nggak tau, tapi terus minta maaf. Mama Irie kaget, ini serius, tak bisa dipercaya.

Kotoko berjalan bersama Yuko, menceritakan kelanjutan hubungan Naoki dan Sahoko, sejak itu, Sahoko-san sering menelepon Naoki, mereka berkencan beberapa kali dalam seminggu, Obasama frustasi karena Irie-kun pulang terlambat. Yuko hanya mendengarkan, aku mengerti, tak ada yang bisa kita lakukan. Kotoko bertanya apa Yuko menyerah?

“Well, kita berbicara tentang Sahoko Oizumi, tak ada cara agar aku bisa menang. Tapi, kalau aku harus menyerah soal Irie-kun untuk seseorang, kuharap itu kau”

Kotoko kaget.

“Karena jika itu kau, dia akan segera menyesal. Dia akan berpikir, seharusnya aku memilih Matsumoto saja” *gubrak!*

Kotoko cuma bisa meringis, apa kau menganggapku lucu? Yuko tertawa, aku merasa sepertinya aku kalah pada Sahoko yang sama sekali tak berjuang untuk itu, tapi untuk kasus ini, aku menghargai perjuanganmu, yang kau lakukan selama ini tak berarti, tapi kau mencoba selama itu mungkin, membuatku tertawa. Kotoko kesal, tinggalkan aku sendiri. “Aku tau..kau berciuman dengannya”, kata Yuko. Kotoko tertawa, bingung mau menjelaskan apa. Tapi Yuko justru tersenyum, ”aku berharap padamu”. Kotoko sampe shock, apa dia menyemangatiku? *aww, Yuko bisa baik gini sama Kotoko??*

Kotoko baru sampai rumah saat mendengar Naoki berbicara di telepon dengan Sahoko. Kotoko menyapa Naoki dan bertanya, “apa kau akanpergi dengan Sahoko-san besok? Aku hanya penasaran. Maafkan aku. Itu bukan urusanku kan?”

“Kami akan ke Omotesando, pertunjukan tunggal seniman yang disupport Chairman Oizumi, apa kau akan mengikutiku lagi? Apa kau akan berpura-pura membersihkan toilet di tempat pesta?”, tebak Naoki ngarep Kotoko bakal ngikutin dia lagi. Kotoko cuma bisa tertawa sedih.

Naoki masuk ke kamarnya yang gelap dan duduk termenung seakan beban seisi dunia ada di pundaknya *apa siih dif?*

Keesokan harinya, Kotoko yang ada di kantin kampus bersama Jinko dan Satomi memakan makanannya tanpa semangat. Kin Chan datang dan menyodorkan dessert yang tampak enak ke hadapan Kotoko *kayaknya kalo punya pacar kayak Kin Chan aku bisa gemuk deh, dikasih makanan enak terus :p*. Jinko menjelaskan kalau mereka sudah memberitahu Kin Chan soal perjodohan Naoki. Kotoko tampak sedih, Satomi segera meminta Kotoko mencicipi makanan yang Kin Chan bawa. Kotoko mencicipinya sedikit. Kin Chan: “Jika kau memakannya dengan ekspresi seperti itu, makanan enak pun akan terlihat mengerikan”. Kin Chan menghibur Kotoko, kau akan merasa membaik jika orang tanpa hati sepert Irie menikah. Jinko dan Satomi mengiyakan. Kotoko tampak sedih, “Mungkin ini hanya imajinasiku, tapi akhir-akhir ini aku merasa seperti jarak antara Irie-kun dan aku semakin dekat”. Kin Chan tertegun dan mengingat apa yang dilihatnya di malam natal.

Kotoko: “Itulah kenapa aku belum bisa menerima kenyataan”


Jinko berkata kalau ia pikir Kotoko dan Naoki pada akhirnya akan bersama. Satomi kesal, ini kejam mengatakan soal itu pada Kotoko sekarang, Irie akan bersama dengan gadis itu. Kotoko masih tampak sedih saat Satomi melanjutkan, sekarang tidak seperti sebelumnya, karena pernikahan yang diatur adalah antara dua keluarga, kau tak bisa hanya berkata “aku tak menyukainya”, dan  pergi. Jinko setuju, itu berarti dia mengerti soal itu dan tetap ingin lanjut. Kotoko mengiyakan dengan lesu. Satomi sadar dan meminta Kotoko makan lagi. Sementara Kin-chan tampak berpikir, Jinko dan Satomi menyemangati Kotoko.

Naoki dan Sahoko pulang bersama dari suatu pesta sekaligus pameran, Naoki mengajak dinner dulu sebelum pulang karena tadi mereka hanya makan sedikit. Sahoko senang dan mengajak Naoki ke restoran Italia favorit kakeknya. Naoki memuji, restoran yang disukai Chairman Oizumi? Aku yakin pasti enak. *What? Bukan Naoki banget deh*

Di rumah, Kotoko dan mama Irie menunggu kepulangan Naoki yang terlambat. Kotoko berkata ia akan menyusulnya. Mama Irie tak setuju, berbahaya bagi seorang gadis keluar sendirian semalam ini. Tapi Kotoko berkata sepertinya ia tak akan bisa tidur, ia akan pergi keluar dan mampir toko untuk membeli jus. Mama Irie tak dapat mencegahnya, ”Kotoko-chan, apapun yang dia katakan, dia selalu peduli pada Naoki”

Naoki berjalan pulang ke rumahnya saat Kin-chan memanggilnya dan bertanya apa ia baru pulang kencan dengan gadis kaya itu? Naoki diam saja dan lanjut berjalan. Kin-chan berteriak memanggilnya, “lalu apa perasaanmu terhadap Kotoko?”. Naoki menjawab kalau itu bukan urusan Kin-chan. Kin-chan berteriak lagi, ya itu urusanku! Kau selalu membantu Kotoko, Kotoko adalah orang yang penting untukku, kau telah mempermainkan perasaan seseorang yang berharga untukku, bagaimana aku bisa tetap diam?

Kotoko yang berjalan mendengar suara Kin-chan dan berhenti, lalu bersembunyi di belakang pohon. Naoki bertanya pada Kin-chan, lalu apa yang akan kau lakukan?

Kin-chan: “Aku akan membawa Kotoko pergi darimu. Tidak, aku akan melindunginya”

Naoki diam saja.

“Jangan ganggu kami. Aku yakin kau paham karena kau punya seorang gadis yang akan kau nikahi. Jika dia sangat penting untukmu, Kotoko sangat penting untukku.”

Naoki masih diam.

“Aku tak tahan melihat Kotoko menderita karenamu”

Kin-chan tak sabar, “apa yang akan kau katakan?”

Kotoko yang bersembunyi di balik pohon dengan sedih berkata dalam hati, “Irie-kun, tolong katakan Kotoko mencintaiku. Kau harus mengatakan itu. Tolong.” Kotoko hampir menangis.

“Lakukan apapun yang kau mau”, jawab Naoki lalu berjalan pergi

“Ya, aku akan melakukan yang kumau. Jangan ikut campur lagi. Ini adalah janji diantara pria.”


Kotoko masih di tempatnya, shock dan menangis, “Saat ini, apa ini benar-benar berakhir? Untuk menyerah pada Irie-kun. Ini tak mungkin.”. *huwaaa, Naoki jahat! Kasian Kotoko*


Naoki tiduran di kamarnya, tampak super stress, dengan tangan memegang dahi. Yuuki masuk dan memanggilnya, “Onii-chan, apa kau benar-benar akan menikahi gadis dalam perjodohan itu?” Naoki menurunkan tangan dari dahinya, ada apa ini tiba-tiba? Yuuki minta Naoki memberitahunya, yang dijawab Naoki kalau itu mungkin akan terjadi.

“Apa Onii-chan benar-benar mencintainya?”

Naoki heran dan bertanya apa yang terjadi?

“Tolong jawablah pertanyaanku. Karena orang yang kau cintai adalah Kotoko, benarkan? Karena di rumah sakit, Onii-chan... mencium Kotoko”

“Lain kali aku akan mengenalkanmu dengan Sahoko-san. Dia cantik, dan pintar memasak. Kau pasti akan menyukainya. Dia pasangan yang cocok untukku. Aku yakin semua akan baik saja”, jawab Naoki sambil mengelus kepala Yuuki. Yuuki diam saja, tau kalau Onii-channya berbohong.

Kotoko berjalan di kampus, tak sadar melewati Kin-chan yang daritadi menunggunya. Kin-chan akhirnya menyapa Kotoko, selamat pagi, Kotoko! Kotoko sadar, hey, selamat pagi Kin-chan, apa kau akan ke kafetaria? Kin-chan mengiyakan dan meminta Kotoko untuk datang nanti, menu spesial hari ini chicken cutlet, kau menyukainya kan? Aku akan memberimu porsi ekstra diam-diam. Kotoko mengiyakan dan berterimakasih.

Kin-chan tampak ragu, tapi akhirnya bertanya, “besok Minggu, jika kau punya waktu apa kau mau keluar denganku? Aku punya tiket nonton film dari pelanggan di Aihara, mungkin kau bisa menikmatinya. Um, itu film action, kau akan merasa bergembira”, jelas Kin-chan bersemangat. “Lalu, kau tak mau keluar hanya kita berdua, huh?”

“Baiklah.”

Kin-chan yang berpikir akan mengajak Jinko juga, kaget.

“Baiklah. Ayo pergi, hanya kita berdua”


Kin-chan masih tak  percaya, “Itu berarti kita... kencan?” Kotoko mengiyakan dan berkata Kin-chan sudah banyak membantunya, ia ingin berterimakasih,jadi mari kita pergi kencan. Kin-chan girang banget. *kalau aku harus merelakan Kotoko untuk pria selain Naoki, so Kin-chan it is*

Di kantor, si bapak asisten Naoki datang dan memberi selamat soal ayah Naoki yang akan keluar RS minggu depan. Naoki berterimakasih. Soal pernikahan, setelah presiden sehat kembali, dengan kehadiran kedua keluarga, mereka ingin mengajak makan malam dan berbicara tentang rencana masa depan. Naoki merasa tak masalah dengan itu dan berterimakasih atas bantuan bapak asisten. Bapak asisten lega, Chairman Oizumi sudah menjanjikan bantuan yang sangat besar, sekarang perusahaan kita aman. Naoki tak tampak tenang.

Kotoko menyusuri lorong kampusnya yang sepi dan tampak memilih jalan mana yang akan ia lewati. Sementara Naoki duduk termenung di kantornya.


Kotoko: “Irie-kun dan aku akan mulai berjalan di jalan kita masing-masing, dan lebih lanjut.. aku bertanya-tanya masa depan seperti apa yang menunggu kita”

Pic source: tumblr

Komentar:
Aku nggak bisa menemukan Naoki yang biasanya di episode ini. Naoki yang dingin, tapi kita bisa merasakan kalo dia hangat di dalam, seperti dia memperlakukan Kotoko atau keluarganya. Naoki yang bersikap manis sama sekali asing buatku. Yah meskipun kita semua tau kalo Naoki cuma manis di mulut, tapi feel empty deep in his heart, dia cuma berusaha menyelamatkan perusahaan. Meskipun apa yang dilakukan Naoki sebenernya nggak perlu, papa Irie udah bilang Naoki nggak perlu mengorbankan hidupnya seperti ini. Tapi bener apa kata mama Irie, Naoki merasa bertanggung jawab atas kondisi papa yang tiba-tiba memburuk. Meski tindakan Naoki bikin Kotoko super sedih. Sama sekali nggak ada sweet scene Kotoko – Naoki di episode ini. Episode tersedih. Entah ini udah keberapa kalinya Kotoko bilang akan menyerah soal Naoki, tapi kali ini beda, Kotoko merasa semua bener-bener berakhir sekarang, aaahh, nggak tega liat Kotoko-chan sedih L

Ya, semua tau kalo akhirnya Kotoko bakalan sama Naoki, tapi episode ini bikin frustasi. Meski Kotoko-chan tetep bisa bikin ketawa gara-gara kedudulannya, i’m feelin sad for her. Nggak sabar ah nunggu minggu depan, sepertinya apa yang diharapkan bakalan kejadian, fufufuu. Tapi masih lama, seminggu lagi, yosh!