Sunday, December 22, 2013

Review Reply 1994: Who is The Husband?


Familiar dengan Reply 1997 yang tayang tahun kemarin dan bikin penasaran bahkan sampe episode terakhir? Nah, Reply 1994 meskipun bukan dimaksudkan sebagai sekuelnya, tapi drama ini mengusung formula yang sama. Alurnya maju mundur dan terasa gelap, bukaan, bukan dramanya suram, maksudnya banyak hal yang nggak tertebak di drama ini. Tokoh utama drama ini, Sung Na Jung yang berusia 20an, fangirlnya Lee Sang Min, seorang pemain basket. Nah, pertanyaan utama drama ini adalah siapakah suami Na Jung? Reply 1994 sudah berjalan 17 episode dari 21 episode yang direncanakan, tapi sampai saat ini belum terkuak siapa sebenarnya suami Na Jung. Klunya, nama asli suami Na Jung adalah Kim Jae Joon.

Ada 5 kandidat utama. Ssereki Oppa. Chilbongie. Haitai. Bingguere. Sam Cheon Po. Masalahnya, semua kandidat ini namanya nama panggilan atau julukan semua.

Kandidat pertama, Sam Cheon Po, sudah bisa dicoret dari daftar karena ia ternyata suami Yoon Jin. Cute couple ini udah pacaran sejak 1994 dan lucunya, meski mereka sering pake kaos couple, orang lain suka mengabaikan kalo mereka pasangan. Masa pas Sam Cheon Po sama Yoon Jin ngunjungin Haitai yang lagi wamil, seniornya Haitai malah ngira Yoon Jin pacarnya Haitai dan Sam Cheon Po dikira gurunya Haitai, hahaa, mukanya Sam Cheon Po boros banget sih padahal dia lebih muda dari Yoon Jin lho. Di tahun 2013, Sam Cheon Po dan Yoon Jin yang udah punya 4 anak pun masih tetap mesra. Dan ternyata, nama asli Sam Cheon Po adalah Kim Sung Gyun.

Kandidat kedua, Bingguere, juga bisa dicoret dari daftar. Dari awal Bing2 memang nggak tampak bakal ada hubungan sama Na Jung sih, dan banyak yang mengira kalo Bing2 gay karena tampaknya tertarik sama Ssereki Oppa. Ssereki Oppa jelas bukan gay dan menganggap Bing2 dongsaengnya. Jangankan kita, Bing2 aja bingung sama perasaannya. Tapi untunglah Bing2 akhirnya sama noona Die Die, sunbaenya di kampus, menikah dan hidup bahagia. Legaa banget liat pasangan ini, kasian aja gitu kalo Bing2 ternyata gay. Dan tau nggak siih, yang jadi cameo pasangan Bing2 itu yang jadi Im Meahri! Suka ih, setelah Yoon Ahjussi, ternyata Im Meahri jadi cameo juga. Ah, btw nama asli Bingguere adalah Kim Dong Joon.

Kandidat ketiga, Haitai, belum bisa dicoret sepenuhnya dari daftar sih. Tapi feelingku, sama sekali bukan Haitai. Haitai akan punya loveline sendiri. Awalnya sih kayaknya Haitai memang tertarik sama Na Jung, tapi akhirnya dia memutuskan jadi teman yang baik untuk Na Jung. Great chingu! Akhir-akhir ini tapi porsi Haitai kecil sekali sejak dia masuk wamil. Tapi sebentar lagi Haitai bakal kelar wamil dan sepertinya cerita akan mulai berfokus ke dia. Dari yang udah terungkap sih, Yoon Jin bilang kalo Haitai sama pasangannya saat ini udah 15 tahun. Na Jung malah bilang kalo lebih dari itu. Naah, kira-kira Haitai sama siapa yaa? Ada yang bilang kemungkinan Haitai bakalan sama cinta pertamanya, Ae Jung. Tapi kita liat aja nanti! Oh ya, nama Haitai yang sebenarnya kayaknya belum terungkap.

Kandidat keempat, Chilbongie, sama sekali belum bisa dicoret dari daftar. Seperti kata Chilbong, “It’s ain’t over until it’s over”. Chilbong yang ganteng dan pantang menyerah ini menarik banyak orang untuk masuk ke #TeamChilbong, yang sayangnya nggak begitu realistis. Haha, kejam ya? Ya gimana, udah episode segini belom ada tanda-tanda kalo Na Jung bakalan berpaling ke Chilbong dan Chilbongnya lagi jauh gitu di Jepang. Dan nama Chilbong sebenarnya belum terungkap.

Kandidat kelima sekaligus utama, Ssereki Oppa! Dan sebagai #TeamOppa aku yakin 94% kalo Oppa suami Na Jung. Yang 6% buat jaga-jaga kalo writer-nimnya tau2 trolling with us. Dari awal Na Jung cuma suka sama Oppa. Oppa sih awalnya nggak jelas suka Na Jung juga apa nggak, tapi akhirnya Oppa ngaku juga kalo dia juga suka Na Jung. Haha, suka banget liat lovey dovey pasangan ini. Dan di episode 17 kemarin, Ssereki Oppa udah ngelamar Na Jung, di tahun 1997. Sementara Na Jung baru nikah di tahun 2002, nah kalo kata penggemar Reply 1994 di soompi, tahun 1998 mungkin keluarga Na Jung kena dampak dari krisis moneter di tahun 1998 terus habis itu Oppa pergi wamil, baru deh nikah sama Na Jung. Haha, semoga saja bener begitu ya, masa Na Jung udah nerima lamaran Oppa malah nikah sama yang lain. Dan nama asli Oppa, Kim .... Joon. Hoho.


Tapi ya, mengingat di Reply 1997 semuanya baru terungkap di episode terakhir, aku khawatir Reply 1994 akan bernasib sama. Banyak yang mulai bosan dengan alur cerita yang dianggap melambat dan pengen cepet-cepet terungkap siapa suami Na Jung biar selanjutnya bisa fokus ke masing-masing karakter dan banyakjuga yang membandingkan sama Reply 1997 yang alurnya terasa lebih cepat. Well, kalo aku sih yang penting Ssereki Oppa suami Na Jung, mau terungkap kapan juga nggak masalah. Lebih cepat lebih baik, tapi feelingku sih ini bakalan fokus ke masing-masing karakter dulu, setelah minggu kemarin jatahnya Binggeure, minggu ini sepertinya jatahnya Haitai. Dan aku juga penasaran Chilbongie akhirnya sama siapa, semoga saja dia akhirnya berbahagia meskipun itu bukan Na Jung (hidup #TeamOppa!! :p). Dan kalo dibandingkan sama Reply 1997 yang terasa lebih cepat, ya episodenya lebih sedikit dan per episode bervariasi dari 30-45 menit, baru beberapa episode terakhir yang sampe 1 jam. Sementara Reply 1994, 1 episodenya bisa sampe 1,5 jam ya wajar lah kalo rasanya lebih lambat.

Dan kejutannya, semua pemain inti Reply 1997 jadi cameo di Reply 1994. Wohoo, kita ketemu lagi sama Shi Won, Yoon Jae, Joon Hee, Yoo Jung, Hak Chan, dan Sung Jae! Haha, ceritanya Ssereki lagi magang di RS di Busan di tahun 1997 dan ketemu sama geng itu di bis. Ssereki malah cari gara-gara sama Shi Won soal H.O.T, akibatnya Ssereki luka parah sampe harus pake penyangga leher dan tangan. Salahmu sendiri, Ssereki Oppa! :p. Dan di tahun 2013, ternyata apartemen Na Jung tetanggaan sama apartemen Shi Won dan Yoon Jae dan papa Sung ketemu sama papa Sung satunya lagi, hahaa, lucu bingitss! Pemeran papa sama mamanya Na Jung kan sama kayak papa mamanya Shi Won.


Tinggal 4 episode tersisa, semoga saja endingnya memuaskan dan writer-nim cepet udahan main tebak-tebakannya. Dan semoga suaminya Na Jung beneran Ssereki Oppa! :D 

Note: Sebenernya tulisan ini sudah selesai beberapa hari sebelum episode 18 dan 19 tayang, tapi terkendala sinyal jadi malah nggak diposting2 dan mau ngupdate lagi males, haha. Belum nonton juga episode minggu ini, kayaknya sih heartbreaking buat Na Jung – Oppa, jadi minggu ini libur streaming dulu deh. Spoiler: siapa suami Na Jung belom ketebak juga sampe episode 19.

Wednesday, December 11, 2013

Sebastian Vettel is going to be a Daddy... soon?


Yesterday, i feel like i were ride a rollercoaster! Pagi, aku dikejutkan dengan berita soal permanen number driver F1 (no big deal, i’m just curious what number Seb will choose, apart from number 1 :p) dan double points for last race in Abu Dhabi (silly move from FIA dan hampir sebagian besar fans F1 menentang, Seb bahkan bilang kalo itu absurd, semoga aja FIA disadarkan ya). Siang, ngakak-ngakak nonton Frozen. Sore, waktu habis nonton dapet telpon soal masalah di rumah sakit yang lumayan bikin shock. Tapi ternyata itu belum ada apa-apanya dibanding kejutan di malam harinya. Aku nyaris nggak percaya waktu @F1grid ngetweet “Congrats to Sebastian Vettel, he’s going to be a father!”. I’m super duper shock,is that true? Really true??  It’s soooo hard to believe, aku speechless.... Seb kan belom nikah?? Itu satu-satunya yang mengganjal. Well, di luar negeri sono sih hal semacam ini udah biasa dan memang banyak yang bilang Congrats soal ini, dan lagi Seb dan Hanna udah pacaran lamaaaa banget, dari SMA. Tapiiiiiiii.... aku kan bukan orang luar negeri. Aku orang Timur yang menganggap kalo... that’s not right. He should be marry first. Lain cerita kalo Seb udah nikah, pasti aku dengan suka cita ikut berbahagia denger kabar ini. Jujur aja, ini sedikit mengubah pandanganku soal Seb. He’s not flawless, but Seb ini termasuk pembalap yang paling nggak neko-neko di grid.

Bittersweet moment, happy happy gimanaaa gitu. Jadi semalam akhirnya aku pergi tidur masih rada-rada ada yang ngganjel dan penasaran juga sebenernya Hanna udah hamil berapa bulan ya? Pantesan pas Prize Giving Gala kemaren nggak keliatan, padahal tahun sebelumnya Hanna setia mendampingi Seb.

Dan sore ini kejutan selanjutnya datang, menurut BILD (media Jerman) kehamilan Hanna ternyata sudah masuk 9 bulan dan kira-kira melahirkan 4 minggu lagi. OMOO!! That’s even shocking! Seb pinter banget ya nyembunyiin ini. Yaah, nggak heran sih, Seb kan emang nggak pernah mengumbar kehidupan pribadinya. Dan ternyata ini jawaban kenapa Hanna seolah nowhere to be seen this year. Waktu Seb sah jadi juara dunia 4 kali berturut-turut di India, Hanna nggak keliatan, padahal tahun kemarin nongol pas final race di Interlagos. Pas race Abu Dhabi pas orangtua Seb nonton, Hanna juga nggak ada. Hmm, ternyata si mbaknya lagi pregnant. Semalem kupikir hamilnya masih yang trimester pertama gitu, jadi aku yang, untung Seb lagi winter break, jadi bisa ndampingi Hanna pas mual-mual atau ngidam gitu. Eeeh, ternyata udah mau lahiran.

Dan setelah diingat-ingat, Seb ngomong gini pas habis race Abu Dhabi dan ada orangtuanya nonton, “I think I learned a lot of good things from them and one day if I had kids I want to pass exactly these things on”. Naah, it’s a clue right? Waktu itu sih mikirnya kok tumben Seb suddenly ngomong gitu, eh ternyata he’s preparing to be a good Daddy!

Jadi sebagai fans Seb, dan masih akan tetap ngefans sampe bosen nonton F1, i’m going to accept that and trying to heal the small hole in my heart. Congrats, Seb and Hanna! Can’t wait to see Vettel Jr! Semoga aja ntar kayak Stoner yang sering didampingi istri dan anaknya yang lucu di trek. Tapi mengingat ini Seb, kayaknya itu hampir nggak mungkin, haha!


Be a good Daddy, papa Vettel! 

Tuesday, November 12, 2013

Tree of Happiness


“Mom, what kind of tree is it?”

“Tree of happiness, my son”

“Why? I think it is lollipop tree”

“Do you like lollipop?”

“Yes mom, i want some. No, i want all of them”

“Go grab it then!”

“But it is so high..”

“You can jump”

“But i’m not that tall, mom..”

“So you can jump higher”

“But, i can’t even reach them..”

“You can get the stairs”

“Mom, you are right! But, why is so hard to get them?”

“Happiness is not easy to get, my son. You have to jump and then fall. You rise up and jump higher. And if you fall again, you have to find another way. Until you reach them, the sweetest and colorful things”

“Something that makes me happy?”

“Yes, like that lollipop”

“I understand mom. I want to jump and be happy!”

“Yes, absolutely you can do it”

“You are so cool, mom! I love you!”

“I love you even more, my son. You are my tree of happiness, the sweetest and colorful thing in my life.”

-END-



#10HariNgeblog #Day7

Monday, November 11, 2013

Lost of Interest

Akhir-akhir ini aku kehilangan ketertarikan pada banyak hal. Drama Korea salah satu contohnya. Terakhir kali drama Korea yang aku ikutin banget itu apa ya?? *mikir lama*. Ah, Good Doctor! Itu juga nggak banget-banget, semangat streaming di episode awal kemudian hilang minat, dan akhirnya kembali mulai streaming di episode 13 sampai tamat. Tapi setelah itu, aku belum berminat streaming drama apapun lagi. Bahkan drama barunya Lee Min Hoo, Heirs. Well, i’m not into Lee Min Hoo juga sih emang. Jadi drama yang lagi ongoing sekarang, mulai dari Heirs, Mirae’s Choice, Reply 1994, nggak ada satupun yang kuikutin. Padahal sinopsis Heirs itu cepet banget loh keluarnya, tapi entah kenapa malas sekali ngeklik link dan baca sinopsisnya. Mirae’s Choice pun sebenernya tampak menarik. Dan Reply 1994, drama yang bermaksud mengulang kesuksesan Reply 1997 pun tampaknya selucu dan semenarik Reply 1997. Tapi entahlah, aku belum tergerak sama sekali.

Dulu, biasanya hampir tiap hari aku rutin ngecek blog-blog yang rajin bikin sinopsis drama, tapi sekarang aku bahkan nggak inget buat bukanya. Stok drama Korea di laptop pun lebih sering dianggurin. Gu Family Book, Protect the Boss, Greatest Love, Nine, My Daughter Soo Young, Can You Hear My Voice, I Miss You, semuanya cuma ditonton beberapa episode awal dan belum dilanjut sampe sekarang. I Miss You malah foldernya belom dibuka sama sekali.

Mungkin aku cuma jenuh, dan memang belum ada drama Korea yang benar-benar menarik hati. But, tetep aja ini aneh..

#10HariNgeblog #Day6


Sunday, November 10, 2013

Final Race: MotoGP Valencia 2013


Sudah hampir 7 tahun yang lalu saat titel juara MotoGP ditentukan di race terakhir, di tahun 2006 waktu Rossi dan Hayden bersaing untuk titel juara. Tahun ini, perebutan gelar kembali terjadi di race terakhir di Valencia, Marquez vs Lorenzo. Di atas kertas, peluang Marquez untuk jadi juara masih besar dengan keungulan 13 poin dari Lorenzo dan cukup finish di posisi 4, tapi tetap saja semua masih bisa terjadi. Kalo perkiraanku sih, Marquez yang akan juara mengingat konsistensinya sepanjang musim, asal nggak bikin kesalahan pas race, Marquez aman.

Dan benar saja, di race yang berlangsung 30 lap, Marquez cenderung bermain aman. Duel seru malah terjadi antara Lorenzo vs Dani. Saat start, Lorenzo langsung melesat seperti biasa, diikuti Dani dan Marquez di belakangnya. Dani terus-terusan menyerang Lorenzo dan berkali-kali berhasil mengovertake, tapi berkali-kali juga Dani diovertake balik sama Lorenzo dan beberapa kali sempat senggolan. Sampai akhirnya entah di lap keberapa, waktu Dani berhasil overtake Lorenzo lagi, Lorenzo juga overtake balik lagi dan nyenggol Dani cukup keras sampai keduanya melebar hampir keluar lintasan di turn 2. Marquez mengambil keuntungan dan naik ke posisi 1, Lorenzo berhasil balik ke posisi 2, tapi Dani keburu disalip Rossi dan Bautista, jadi turun ke posisi 5. Well, Lorenzo beneran berlebihan kali ini. Oya, katanya overtake Lorenzo ke Dani mau diinvestigasi Race Direction after race, but i guess nothing gonna happen.

Selanjutnya, duel berganti jadi Marquez vs Lorenzo. Salip salipan kembali terjadi, tapi Marquez tampak nggak seagresif biasanya, jadi duelnya nggak seseru Dani Lorenzo tadi. Akhirnya Lorenzo kembali ke posisi terdepan setelah beberapa kali mengovertake Marquez. Sementara Dani pushing hard di belakang dan menyalip Bautista, dan kemudian Rossi untuk tempat ketiga. Posisi jadi Lorenzo – Marquez – Dani. Dani tampaknya nggak mau puas di posisi 3, jadi dia berusaha keras ngejar Marquez, memperkecil gap sedikit demi sedikit dan akhirnya berhasil mengovertake Marquez beberapa lap jelang finish. Tapi Lorenzo di depan sudah nyaris tak terkejar, jadi akhirnya posisi saat finish udah nggak berubah. Lorenzo – Dani – Marquez.

Dan dengan keunggulan 4 poin dari Lorenzo, resmilah sudah Marc Marquez jadi MotoGP World Champion 2013! The youngest ever dan memecahkan rekor milik Kenny Roberts di tahun 1978 dan jadi rookie yang langsung jadi juara dunia di tahun pertama. As i expected, so well done Marc, congrats!

Btw, meskipun nggak menang, tapi fighting spirit Dani di race terakhir ini mengagumkan, yakin! Bikin Lorenzo repot di lap-lap awal, many overtakes, pushing hard meski terlempar ke posisi 5 dan akhirnya bisa finish di posisi 2. Ini Dani yang selama ini kucari-cari! Seandainya Dani tampil begini mengagumkan sepanjang musim. But well, seperti kata Seb, “You can’t change what happened, but you can still change what will happen”. So Dani, please come back this strong or even stronger next year okay? Your happy moment is yet to come, but soon. Just believin yourself, Dani.  

And the hardest part is come, the final race is over, so its really over now? This season is over?? Oh God, welcome puluhan minggu yang membosankan tanpa Dani.

"Jangan sedih ya, Dif? Akunya istirahat dulu. Ketemu tahun depan!"
 #10HariNgeblog #Day5

Fangirling Seb


 Sebastian Vettel is the only one F1 driver i ever supported, tapi sejujurnya aku nggak pernah nyari tau tentang doi, sama sekali. I khow he is a great driver, but i didn’t even know about his life or his personality at all. Sampai akhirnya waktu berita soal Seb lagi gencar-gencarnya jelang GP Jepang dan kemungkinan dia bakal mengunci gelar juara dunia keempatnya di Suzuka, aku mulai benar-benar tertarik dan baca semua berita yang berkaitan dengan doi, sampai sekarang. Nggak semua menyenangkan untuk dibaca, terutama komen-komen dari hatersnya yang buanyak sekali. Tapi semakin banyak aku mencari tau, aku semakin ngefans dan menemukan banyak hal menarik dari seorang Seb.

Aku baru tau kalo Seb berteman akrab sama Kimi Raikkonen. Wow menakjubkan, Kimi kan kayaknya orangnya yang nggak peduli sekitarnya gitu, kok bisa yaa? Kimi malah pernah bilang kalo di F1, satun-satunya driver yang dia tau cuma Seb, Kimi nggak tau soal driver lain atau apa yang mereka lakukan dan dia nggak tertarik untuk mencari tau soal itu. Aww, so Seb is your only one, Kimi? Hahaa. Padahal kepribadian mereka keliatannya bertolak belakang gitu ya? :o

Aku baru tau kalo Seb tinggal di Ellighausen, Switzerland dan bukan di kota asalnya Heppenheim, Jerman. Jadi Seb tinggal senegara sama Dani doong? Tapi mah Dani di Geneva, dan Seb (kayaknya) di Zurich dan kelihatannya itu jauh di peta. Zurich lebih dekat ke Jerman, jadi kalo mau mudik deket, ya kan Seb? Nah, Seb ternyata tetanggaan sama Raikkonen. Makanya mereka semakin akrab dan sering main badminton bareng, tapi katanya Kimi mulu yang menang. Hahaa, ternyata Seb punya kelemahan, badminton! Tapi kata Kimi sekarang Seb udah pindah agak jauhan, jadi mereka terakhir main badminton akhir tahun kemaren, huhu, kayaknya Kimi sedih gitu L

Aku baru tau kalo di paddock Seb selalu bareng sama personal trainernya, Heikki Houvinen. Yah, kayak Dani sama Raul Jara gitu lah. Saking deketnya Seb sama Heikki, aku jadi berpikir jangan-jangan mereka pacaran lagi. Hahaa, ngaco abis! Bukan, bukaan seperti itu! Seb masih normal, hoho.

Karna nggak lama setelah itu aku baru tau kalo Seb punya pacar, namanya Hanna Prater. Mau tau mereka mulai pacaran dari kapan? Dari SMA! Anggap aja itu dari tahun 2004 ya, jadi sampe sekarang mereka udah pacaran 9 tahun, hampir 10 tahun malah. Dan jelas Seb masih baik-baik aja sama Hanna, karena Seb mendedikasikan titel juara dunia keempatnya buat Hanna, yang selalu mendukung di setiap up and down. Aww, how sweet! Jadi, Dani sama Seb ini orangnya sama-sama setia gitu :’). Dan mereka bukan tipe yang suka memamerkan pacarnya di muka umum. Makanya Hanna jarang banget keliatan di paddock. They keep their private live stay private.

Dan aku juga baru tau kalo Seb itu orang yang menyenangkan. He’s funny dan kadang bandel, keliatan abis direprimand FIA gara-gara donat di India, eeh di Abu Dhabi doi bikin donat lagi, tapi kali ini mobilnya sampai dengan selamat di parc ferme, jadi aman katanya, haha. He’s stay humble, meskipun nama Sebastian Vettel sudah disandingkan dengan pembalap-pembalap terhebat sepanjang masa. He’s praises his rivals well, meskipun pembalap lain ada yang berkomentar negatif soal doi, doi nggak pernah menjelek-jelekkan rivalnya, kalaupun rivalnya ternyata lebih baik, doi nggak segan memuji. He’s down to earth, meskipun statusnya sebagai pembalap F1, world champions lagi, yang kesannya glamour, Seb nggak pernah minta keistimewaan. Pernah waktu ada jurnalis yang barengan Seb antri imigrasi di Shanghai dan Seb diminta petugas untuk lewat jalur VIP (or yang cepetnya lah), Seb memilih tetap di tempatnya, alias tetep antri, meskipun akhirnya terpaksa ikut si petugas. Dan Seb, nggak seperti pembalap-pembalap top lain, doi nggak punya manager, jadi Seb mengatur sendiri semua jadwalnya. Misalnya, waktu undangan gala dinner, Seb cukup diberi tau waktu dan tempatnya, dan dia sendiri yang akan mengatur semuanya (sementara pembalap lain minta disediakan macem-macem) dan Seb akan tinggal sampai akhir acara untuk menghormati si pengudang. Dan Seb orangnya sangat ringan tangan, waktu Seb berhasil mengunci gelar keempatnya di GP India bulan lalu, Seb nggak segan membantu timnya untuk packing dan beres-beres garasi supaya mereka bisa cepet pergi ke pesta.

But, one thing that i adore so much from him is his hard work. His effort to understanding his car and make the best out is outstanding! Yes, he has natural talent, but his hard work that makes him on this stage right now, a youngest quadruple world champion ever. He’s ambitious, yang ada di pikirannya gimana caranya biar menang, menang, dan menang (sesuatu yang nggak aku liat di Dani). He doesn’t like look backward, and not too far think about the future. Pas ditanya apa target berikutnya, Seb langsung jawab, next race! Dan aku suka kata-kata Seb waktu post qualifying GP Jepang, “i’m not a big fan of thinking that without this, with this, if this, you know... it’s always unknown”. Ya, dia bukan tipe yang suka mengeluhkan problemnya, berapapun hasil yang didapat, yaudah dia terima tanpa banyak alasan.

Kalo kata Christian Horner, Seb ini kayak sponge, informasi apapun diserapnya dan dari awal om Horner udah terkesan sama ketertarikan Seb di dunia balap. Duluu, waktu baru dapet SIM, Seb langsung nyetir sendiri dari rumahnya di Jerman ke Milton Keynes dan jadi satu-satunya driver dari junior program RedBull yang berinisiatif memperkenalkan dirinya sendiri ke factory. Dan kata Helmut Marko, Seb jarang membuat kesalahan yang sama dua kali, karena berikutnya dia pasti udah belajar dari kesalahan. Syukurlah, dia bukan keledai! :p


Dan hasil dari fangirling ini adalah i’m adoring him much more! Yah, Seb memang nggak bisa bikin heboh dan terpesona kayak tiap liat Dani, tapi his big passion and his hard work was attracted me! Nggak salah deh dukung Seb dari dahulu kala..

#10HariNgeblog #Day4

Friday, November 8, 2013

Easy to Fall, Easy to Forget

Park Sun Woo!!
Joo Woon!!
Kang Ma Ru!!
Oh Soo Oppa!!
Enrique Geum!!

Sering banget aku begini, terkagum-kagum sama lead male drama Korea yang lagi kutonton. Berganti-ganti tergantung drama apa yang lagi kutonton. Pas nonton Ojakgyo Brothers aku kesemsem sama senyumnya Kim Tae Hee alias Joo Woon. Pas nonton Nice Guy aku tersepona sama gantengnya Kang Ma Ru alias Song Joong Ki. Pas nonton Flower Boy Next Door aku naksir sama Enrique Geum a.k.a Kkae Geum a.k.a Yoon Shi Yoon yang super cute. Pas nonton That Winter The Wind Blows, aku jadi pengen punya Oppa ganteng kayak Oh Soo alias Jo In Sung. Dan yang terkini, aku lagi tersihir sama Park Sun Woo, news anchor yang keren, gara-gara lagi nonton Nine.

Semuanya onsetnya cepet, durasinya cepet. Onset maksudnya waktu yang dibutuhkan dari pertama liat sampe naksir. Durasi maksudnya berapa lama aku naksirnya. Onset cepat karena aku bisa langsung suka begitu liat di episode 1. Durasi cepat karena aku suka mereka sebatas jumlah episode dramanya aja. Semuanya temporary, begitu dramanya kelar yaudah, i have no interest nyari tau soal si aktor-aktor ganteng itu. Atau dengan kata lain, aku mudah jatuh ke pesona mereka, tapi aku juga mudah melupakan mereka. Entahlah, mungkin kecenderunganku ke cowok Korea memang rendah, lebih besar ke cowok Spanyol, hahaa.


#10HariNgeblog #Day3