Sunday, October 20, 2013

An Observation: Dani Pedrosa

Bosan dengan fakta soal Dani Pedrosa yang ditemukan waktu googling? I’ll give you an additional info, based on my observation and opinion tapi loh ya ini. Jadi ya kalo nggak valid dan subyektif harap dimaklumi, haha.. *ditimpuk samurai*

·         Dani Pedrosa adalah pembalap terganteng di MotoGP sepanjang masa. Really? Yeah, because i only see him in my eyes. Love is blind, right? :p

Jangan gitu ah, Dif! Jadi malu..
·         Dani Pedrosa adalah orang yang setia. Buktinya setiap race Dani selalu pakai helm dengan desain yang sama. Arai dengan warna biru di atasnya dan logo samurai kebanggaan Dani di bagian belakang. Vettel aja hampir tiap race desain helmnya ganti terus. Dan soal ehm, pacar *tadinya mau denial*, Dani juga setiaaaa banget. Sudah beberapa tahun *kabarnya dari 2004*, Dani menjalin hubungan dengan Yvette Amescua, atau yang akrab dipanggil mpok Ipet (yang ini jangan dipercaya). Pernah waktu Dani ketemu fans setianya yang masih anak-anak, namanya Dylon, Dani ditanya punya pacar berapa? Dani sambil senyum jawab, only one, sementara Dylon menyombongkan diri dan bilang kalo pacarnya banyak, haha. Meskipun untuk sekarang masih nggaknya cuma Dani yang tau, soalnya sampe sekarang nggak pernah liat ada di paddock pas race sih. Ada yang penasaran Yvette itu cantik atau nggak? Liat aja di youtube yang “Dani Pedrosa life away from track”, ada Yvette di rumahnya Dani di Swiss, omo omo!

Itu helmnya Dani, cakep yak?
·         Dani Pedrosa adalah satu-satunya pembalap di grid saat ini yang sama sekali nggak mau pake UG (umbrella girl). Dani lebih memilih selalu dipayungi sama mekanik timnya, Emanuel Buchner, yang bertangan kekar dan berbulu, jauh dari kata seksi. Meskipun tampaknya si om Buchner nggak menikmati tugasnya, habis ekspresinya serem mulu, beda jauh sama mbak-mbak UG yang selalu tersenyum, hahaa. Awalnya semua berpikir kalo Dani takut konsentrasinya terganggu, tapi dari salah satu interview baru-baru ini di motogp Australia, baru terungkap kalau sebenernya jaman dahulu kala, UG butuh akses ke grid yang berarti special pass dan Dani harus memilih diantara memberikannya ke mekanik yang bisa membantu kalo ada sesuatu yang salah, atau seorang gadis. Jadi, Dani dan timnya berpikir lebih penting seorang mekanik. Sekarang peraturannya sudah berubah, tapi Dani nggak tau, dia baru tau di beberapa race yang lalu *lha kok isoo??*. Haha, dan Dani lagi nyari UG loh. Posisi bergengsi, kata Dani “You know I haven’t had one for so many years, the first one has to be perfect!”. Waaa, mau ngelaamar jadi UGnya Dani aaah! *Dif, bangun Dif!*. Jadi penasaran kalo akhirnya Dani pake UG gimanaa ya? Pasti kita nggak akan ketemu muka masam om Buchner lagi di grid :p

Dani dan Om Buchner yang setia setiap saat
·         Dani Pedrosa punya BFF alias best friend forever yang sama-sama ganteng, namanya Raul Jara. Sahabat yang juga jadi kru timnya. Dan sekarang, om Raul-lah yang bertugas sebagai manajer Dani menggantikan om Alberto Puig yang sekarang disibukkan dengan Asia Talent Cup.


·         Dani Pedrosa belum lama ini join twitter, akunnya @26_DaniPedrosa. Sudah follow? Kalo belum buruan gih follow. Sebenernya Dani sama sekali nggak suka sosial media, ini juga doi terpaksa kayaknya. Demi kita fansnya, muahahaa, jadi nggak enak. Jadi awalnya ada akun yang ngaku-ngaku akun resminya Dani dan repsol honda memutuskan bikin akun twitter buat Dani biar fans nggak bingung, kalo sewaktu-waktu Dani berminat bisa langsung dipake. Dan untunglah Dani mau make itu akun twitter. Akhirnya Dani twitteran juga, yay! Tapi ya gitu, Dani updatenya jarang-jarang. Jadi tiap nemu twitnya Dani di timeline bawaannya yang excited banget. Tapi sih Dani nggak pernah ngetwit soal kehidupan pribadinya, pasti yang berhubungan sama MotoGP, padahal sini kan kepo Dani lagi ngapain aja, hohoo. :p
·         Dani Pedrosa selalu mengupdate blognya setiap Senin sore waktu Eropa. Kadang molor, apalagi kalo Dani dalam perjalanan ke race berikutnya, tapi dalam seminggu selalu ada 1x update. Dani absen ngeblog kalo lagi summer break, atau winter break (a.k.a selang antara musim selesai sampai musim tahun berikutnya). Belum pernah baca blognya Dani? Kesini aja http://blogs.repsol.com/competition/dani_pedrosa/, jangan lupa comment dan semangatin Dani yaa! J
·         Dani Pedrosa selalu make jam tangan di tangan kanannya dan menghadap atas. Jam merek CVSTOS yng didesain sendiri oleh Dani, warna hitam dengan garis orange di sisi kanan kirinya. Keren ih, bikin pengen punya juga. Jam kesayangan yang kayaknya nggak pernah lepas dari tangan Dani. FYI, jam Dani ini mahal banget lho, yah seharga CRV gitu deh.
·         Dani hobi banget main sepeda. Atau kalau nggak nonton balap sepeda. Dani sering cerita soal balap sepeda yang lagi diikuti di blognya, yang mana aku tak mengerti satupun. Maklum lah, tontonanku kalo nggak MotoGP ya F1.
·         Dani Pedrosa is a very kind hearted man. Baik banget. Nggak pendendam. Kalo dia dirugikan, dia akan kesal, tapi ya udah, dia akan memaafkan.
·         Dani Pedrosa kalo pas dishoot kamera di paddocknya lebih sering cuek dan cool dibandingkan liat ke arah kamera dan senyum. Rasanya jadi pengen njawil dan manggil, “Dani, Dani, noleh dan senyum ke kita doong?”

Tuh kan, doi cuek aja
·         Dani Pedrosa jarang pake celana pendek, seringnya pake jeans biru panjang dan bajunya *selalu baju dengan buanyak logo sponsor* lebih sering pake kaos repsol warna putih yang berkerah di area sirkuit, untuk press conference misalnya. Atau kalo untuk yang lebih santai,  Dani suka pake kaos Alpinestars warna hitam semacam ini. *Well, ini kayaknya tergantung suasana deh, macam di Sepang yang panas banget, Dani pake celana pendek juga ding*

Foto yang diupload Dani pertama kali di twitternya
·         Dani Pedrosa kalo lagi nggak pake baju sponsor, tampaknya lebih nyaman dengan style baju-baju berwarna gelap.

·         Dani Pedrosa adalah rider yang nggak suka bikin selebrasi aneh-aneh kalo menang. He’s a simple man. Paling ngangkat motor, ngepalkan tangan, sama senyum super lebar di parc ferme dan podium.

His super happy face is priceless
·         Dani Pedrosa itu pemalu, sama kayak aku. Tapi sih katanya sekarang udah mendingan dibandingkan dia waktu umur 20an awal. Dan semakin lama semakin tampak mendingan, he's getting funnier day by day. Aslinya, Dani itu lucu lho, cuma imagenya aja tampak serius. Jurnalis yang bertahun-tahun ngeliput MotoGP pun bisa merasakan perbedaan kalo Dani tampak lebih santai dan less serious. Dulu, Dani paling males diinterview dan jawab pertanyaan pun seadanya, tapi sekarang Dani malah jadi salah satu orang paling menyenangkan di paddock MotoGP. Fans pun bisa kok lihat kalo Dani emang beneran berubah, makin lucu dan nggemesin, uwuwuu..

Abaang, bannya jangan dicolong please! :p

So far sepertinya ini dulu, nanti kalo ada ide ditambah lagi. Salam manis dari abang ganteng Dani Pedrosa! J


Wednesday, October 16, 2013

Very Happy Weekend: Dani Pedrosa and Sebastian Vettel Win!


Hari Minggu kemarin bener-bener jadi salah satu hari paling menyenangkan. Kenapa? Soalnya my very favorite rider and driver, Dani Pedrosa dan Sebastian Vettel menaang! Dani menang di motogp Sepang, Vettel menang di F1 Suzuka, di hari yang sama, hoho. I’m full of joy, tidurku bahkan jadi nyenyaak banget.

Karena F1 tayang lebih dulu, aku bahas F1 Suzuka dulu yaa? Sepanjang minggu mungkin Vettel nggak terlalu tampak mendominasi. Vettel cuma tercepat di free practice 2. Pas FP3 dan kualifikasi Vettel lumayan terganggu dengan masalah KERS di mobilnya. KERS sempat kembali di QP2 dan Vettel jadi yang tercepat, tapi di saat krusial QP3, KERSnya kembali bermasalah. Jadilah Vettel menjalani penentu kualifikasi tanpa KERS, tapi tanpa KERS pun Vettel dapet posisi 2, cuma selisih sedikit dari rekan setimnya, Webber, yang menjalani kualifikasi nyaris tanpa gangguan. He’s really fast! Tapi ini untuk pertama kalinya dalam musim ini Webber meng-outqualified Vettel. Vettel sendiri nggak terlalu mempermasalahkan posisi startnya, dan aku suka kata-katanya setelah kualifikasi, ”We had an issue in qualifying, but i’m not a big fan of thinking that without this, with this, if this, you know... it’s always unknown.” Yeah, bener juga! Kadang kita terlalu sering berandai-andai.

Race dimulai jam 15.00 waktu Jepang atau 14.00 WITA. Posisi grid terdepan Webber,Vettel, Hamilton. Start Vettel agak kurang oke, jadi doi turun ke posisi 3 di belakang Grosjean dan Webber. Vettel malah sempat nyenggol ban depan Hamilton. Sempat khawatir ada masalah sama front wingnya Vettel, tapi ternyata aman-aman aja. Yang nggak aman Hamilton, senggolan sama Vettel menyebabkan tire puncture dan terpaksa Hamilton harus retire di lap ke 6. Di awal race aku nggak berpikir kalo Vettel bakalan menang, soalnya pacenya Webber tampak lebih bagus. Tapi perbedaan strategi pit stop menguntungkan Vettel, jadi Vettel dengan 2 pit stop dan Webber 3 pit stop. Nah, strategi ini yang kemudian jadi drama dan diperbincangkan buanyak orang. Ada yang bilang ini sengaja biar Vettel menang, ada yang bilang kalo ini strategi briliant dan bikin RedBull finish 1-2. Christian Horner sendiri mengklarifikasi kalo pemakaian ban Webber terutama di lap2 awal lebih boros dari Vettel, jadilah Webber dengan 3 pit stop. Sementara Vettel lebih jago menghemat ban, jadi cukup dengan 2 pit stop.

Tapi ya bukan F1 kalo tanpa drama. Race 53 lap berakhir dengan Vettel yang melintasi garis finish pertama, diikuti Webber dan Grosjean. Kemenangan Vettel di GP Suzuka ini merupakan kemenangan kelima Vettel berturut-turut dan kemenangan keempat Vettel dari 5 race yang sudah digelar di Suzuka. Vettel memang belom mengunci gelar juara dunia di Jepang, tapi selisih poinnya dengan Alonso sudah sampai 90 poin. Dan race berikutnya Vettel cukup finish kelima untuk memastikan gelar juara dunianya. Ditanya soal ini, komentar Vettel, “Why is it that people always underestimate races? Nothing is easy – not even P5 – and nothing comes for free. There is always a huge amount of work involved. And it is never our style to say, “well, let’s focus on finishing fifth”. We always attack as such as we can – it is in the DNA of the team”. Oke, harus diakui kalo Vettel ini keren, pembalap yang selalu kerja keras.

And Vettel, congrats and thanks for bring me the first happiness on my Sunday!

Nggak lama setelah race dan selebrasi F1 Suzuka beres, aku lanjut ke tontonan berikutnya.. jeng jeng, MotoGP Sepang! Dani start dari posisi 5. Meskipun sepanjang minggu Dani tampak very strong dengan menguasai 3 sesi free practice, tapi pas kualifikasi Dani agak terkendala sama kondisi sirkuit yang sedikit basah karena hujan yang sebelumnya turun. Grid terdepan jadi milik Marquez, Rossi, dan Crutchlow. Tapi sih aku nggak khawatir meskipun Dani harus start dari grid kedua, because he’s a great starter.

Race start. Sesuai dugaan Dani langsung menyodok ke depan, berebut posisi pertama sama Lorenzo, tapi Lorenzo yang menang *harus diakui dua orang ini paling jago startnya di motogp*. Posisi lap-lap awal Lorenzo, Dani, Marquez, Rossi, Crutchlow. Dani sabar membuntuti Lorenzo, sampai akhirnya di trek lurus akhir lap ke 5, Dani berhasil menyalip Lorenzo untuk posisi pertama. Begitu Dani berhasil, Marquez ikut langsung melancarkan serangannya dan nyalip Lorenzo juga. Tapi Lorenzo nggak mau kalah, disalipnya balik itu anak. Dan selanjutnya kita disuguhi adegan salip-salipan Lorenzo Marquez, nggak cuma sekali dua kali, tapi banyak kali, meskipun akhirnya Marquez yang menang. Perebutan posisi kedua yang sengit ini membuat Dani bisa perlahan-lahan membuat gap dan mengamankan posisi pertamanya. Marquez sendiri sadar terlalu beresiko untuk mengejar Dani, dan dia cukup puas dengan posisi kedua. Sementara Lorenzo dan Rossi tampak kepayahan untuk mengejar duo Honda, dan memilih puas dengan posisi 3 – 4.

Dan akhirnya, chequered flag! Dan Dani melintasi garis finish pertama kali. Omo omo, akhirnyaaa Dani menang lagi setelah terakhir menang pertengahan Mei lalu! Sepanjang minggu aku berusaha menekan ekspektasiku, takut sedih berkepanjangan lagi, pas race juga yang harapannya yang penting Dani finish. Tapi ternyata saat kita nggak terlalu berharap, kita dikasih kejutan! Aaakk, ini benar-benar pengobat yang sempurna setelah heartbreaking di Aragon lalu. Dani looks very very happy! Makes me super duper happy!

And Dani, congrats and thanks for bring me the most happiness on my Sunday!
Ichiban Vettel! Flacco Dani!
Semoga minggu-minggu berikutnya semenyenangkan ini! :')

Note: Pict menyusul! Mau upload gambar tapi susaahnya minta ampun, sinyal internetnya ngek ngok nii..

Tuesday, October 1, 2013

Happy Birthday, Dani Pedrosa!


29 September 2013, ulang tahun ke 28, pembalap MotoGP no 26 kesayanganku, Dani Pedrosa. Seharusnya banyak hal menyenangkan terjadi di hari ulang tahun seseorang. Tapi entah kenapa rasanya semesta begitu kejam justru di hari spesial Dani. Bukan Dani kalau dia akan berlama-lama larut. Dia kesal, kecewa, tapi kemudian memaafkan. He has the biggest heart, bagaimana bisa aku berhenti mendukung Dani? So universe, pleasee be nice to that super kind hearted man, semoga gelar juara dunia MotoGP akhirnya bisa diraihnya, he deserves it. It's his biggest hope, my biggest hope, and our biggest hope. Amin.

Feliz cumpleanos, Dani! I love you more and more, champeon!
 

Monday, September 30, 2013

The Game is Over?

Am i too early saying this? Bukannya berhenti berharap, tapi sepertinya kemungkinan Dani untuk jadi juara dunia tahun ini semakin tipis, setipis HVS 60 gram. Setelah kecelakaan di race Aragon yang sedihnya bertepatan dengan hari ulang tahunnya, selisih poin Dani dengan Marquez 59, dengan Lorenzo 20 poin. Semua mungkin memang masih bisa terjadi, meski dengan bantuan keajaiban. Entahlah, semakin aku berharap, justru aku semakin kecewa. Setiap kali aku berpikiran positif Dani pasti menang race dan memperpendek selisih poin sama Marquez, yang terjadi justru selisih poin mereka semakin lebar. Posisi Dani bahkan tergusur ke posisi 3 karena Lorenzo tampil lebih meyakinkan.

Puncaknya kemarin, di hari super spesialnya, di ulang tahunnya yang ke 28, di balapan home race, dengan dukungan penuh dari keluarga dan fansnya, Dani pasti punya motivasi lebih. Wajar dong sebagai fans ikut mengharapkan hadiah ultah dengan kemenangan Dani. Tapi our birthday boy harus kembali menelan pil pahit, Dani jatuh di saat balapan masih berjalan 6 lap. Awalnya aku pikir Dani jatuh sendiri, tapi ternyata nggak. Jatuhnya Dani disebabkan minor contact dengan Marquez, entah benar-benar Marquez penyebabnya atau bukan, aku jadi semakin sebel sama Marquez. Padahal dari kecepatannya, Dani tampak meyakinkan kalo dia bakal menang di Aragon.

Sedih tak terkira. Nyeseknya sama kayak pas Dani jatuh di Phillips Island tahun kemarin. Balapan krusial, sebelum race Dani masih punya kesempatan untuk ngejar poin Lorenzo, tapi Dani bahkan jatuh di lap pertama. So the game is over at Phillips Island last year. Saat itu aku masih berpikir, oke mungkin tahun ini masih belum takdirnya Dani. Mungkin kita harus coba lagi tahun depan.

Tahun ini, di awal musim Dani tampak punya kesempatan untuk itu. Dani memimpin klasemen setelah menang di Le Mans. Tapi ternyata lagi-lagi nasib buruk hinggap, Dani jatuh di Sachsenring, cedera collarbone dan absen satu race. Is a bad sign? Maybe. Race berikutnya di Laguna Seca, Dani membalap dengan kondisi tidak 100% dan finish kelima. Summer break selama 3 minggu setelah Laguna Seca cukup membantu Dani memulihkan kondisi. Tapi, lagi-lagi apa yang diharapkan nggak terjadi. Aku sudah selalu berpikiran positif, Dani juga pasti lebih-lebih, tapi sepertinya semesta belum berkonspirasi untuk itu.

Dan dengan insiden kemarin, banyak hal berkecamuk di pikiranku. Serius, mungkin kedengarannya berlebihan, tapi aku bener-bener sedih semalam. Sekaligus super sebel sama Marquez, he’s ruining his teammate birthday party. Rasanya semesta benar-benar kejam. I always thinking positive, and hoping the universe will be nice to him. Tapi kenapa Dani jadi sial begini? Hiks.

Aku bahkan bertanya-tanya, is the law of attraction really exist? I do believin it, i knew that positive mind can leads to positive way and positive result, tapi saat apa yang diharapkan nggak terjadi rasanya ada lubang kecil di hati. Sepertinya konsep the law of attraction bertentangan dengan konsep harapan dan kenyataan. Saat harapan kita lebih tinggi dari kenyataan, maka efeknya adalah rasa tidak puas atau kecewa. Gimana caranya biar nggak kecewa? Lower your expectation. Aku sudah mencoba cara ini, mencoba untuk nggak berharap apa-apa biar nggak terlalu kecewa, apapun yang terjadi i’ll accept it. But its not really work. The law of attraction is an optimism and konsep harapan-kenyataan is a pesimism. So what should i do? Should i put my mind on a zero state, not in a positive or negative way?

But no matter what, i still adoring and supporting that super kindhearted man, Dani Pedrosa. I hope this bad luck is gone far far away, and the good things finally come!


And is the game really over? I hope not, selalu ada jalan untuk orang yang mau berusaha dan pantang menyerah. FIGHTIIIIING, DANI!!! 

Monday, September 23, 2013

F1 GP Singapore 2013


Aah,setelah sekian lama akhirnya aku menggerakkan jariku lagi untuk bikin postingan after race. Ini aja perlu usaha keras buat mulainya, haha. Hal yang bikin semangat dari race kemarin adalah Vettel yang berturut-turut menang di 3 balapan terakhir setelah summer break, Vettel yang berturut-turut menang 3 tahun terakhir di Marina Bay Street Circuit, dan karena ini GP Singapore, i have some excitement setelah April kemaren maen-maen ke Singapur. Jadi berasa penasaran aja, ini sirkuitnya jalanannya pernah aku lewatin nggak ya dulu? Dan balapan malem di Singapur yang pemandangan malemnya asik abis bikin betah nongkrongin tv. Semua sesi weekend aku ikuti, mulai dari FP1, FP2, FP3,Q1, Q2, Q3, and of course, RACE!

Bisa dibilang ini weekend yang sempurna untuk Vettel. FP1 memang bukan milik Vettel, tapi semua sesi sisanya dibabat habis. Vettel has an incredible speed  and pace here. Pas race, Vettel bisa lebih cepat 2 detik dari pembalap terdekat tiap lapnya. Meski safety car keluar dan memangkas jarak yang tadi udah lumayan jauh, begitu safety car cabut Vettel langsung tancap gas dan kembali tak terkejar, waktu masuk pitstop jarak Vettel dengan Alonso di belakangnya udah 30 detik aja, jadilah keluar pit masih tetap di posisi 1. Tancap gas lagi, dan akhirnya finish pertama dengan jarak 32 detik dari Alonso, wow!

Satu yang mengacaukan kesempurnaan weekend ini buat Vettel, fans booing at the podium interview. Ganggu, tapi Vettel sepertinya take it easy dan malah bercanda soal itu. Banyak yang menganggap booing is so negative, yeah so true! Pas race 2 minggu lalu di Monza, Italia yang jelas-jelas kandang Ferrari sih masih bisa dimengerti soalnya semua dukung Alonso. Tapi ternyata fans Alonso tersebar rata di seluruh dunia with the same attitude (--,). Sudahlah, sirik tanda tak mampu :p.

Menang di tiga balapan terakhir, Vettel semakin kokoh di puncak klasemen dengan selisih 60 poin dari Alonso. Dan feelingku selisih poin akan terus melebar, soalnya Vettel – RBR is a perfect combination! Tapi yang namanya semakin tinggi pohon, semakin kencang juga anginnya. Banyak yang meragukan Vettel dan berpikir semua ini faktor mobil. Stupid, car doesn’t drive themselves right? Vettel and Webber have the “same” car, but why Webber can’t win? For me, Vettel is a brilliant driver. Dia bahkan meraih kemenangan pertamanya di F1 tahun 2008 pas masih di Toro Rosso, bayangin aja ya, Toro Rosso! So, there’s a driver that maximize the car until the limit. Bosen ya Vettel menang terus? Haha, dia berusaha keras untuk itu lho, nggak mengandalkan keberuntungan atau mengharapkan pihak lawan sial, kayak seseorang. :p

Ah, sedikit highlight race kemarin. Danier Ricciardo crash. Paul Di Resta juga crash. Romain Grosjean out karena masalah mobil. Kimi yang start dari posisi 13 berhasil finish di posisi 3 padahal lagi didera back pain. Webber terpaksa retire di lap terakhir karena lost water pressure. Webber kemudian nebeng Alonso balik ke pitlane, tapi ternyata kejadian ini malah nambah kesialan Webber. Doi dan Alonso dianggap membahayakan pembalap lain karena Webber melintas di track dan Alonso parkir di racing line. Webber dihukum penalti 10 grid start untuk GP selanjutnya, sementara Alonso baru dapet peringatan soalnya ini pertama kalinya Alonso dapet reprimand, dan Webber udah yang ketiga kalinya. Podium finish Vettel – Alonso – Raikkonen, dan untuk kombinasi Vettel – Alonso udah terjadi di 3 balapan terakhir. Dan yang terakhir, aku jadi pengen nonton langsung ke Singapur, pengen merasakan euforianya. Semoga tahun depan bisa yaa, amin.

Okay, thats all! See you again at F1 GP Yeongam, Korea. Yah, nggak janji bakal nulis lagi sih tapi :p

Tuesday, September 10, 2013

I’m done with 58 episodes of Ojakgyo Brothers


Mungkin agak telat ya aku baru nonton drama ini sekarang, secara ini drama tahun 2011, Joo Won bahkan udah makin terkenal dan udah ngelarin beberapa drama lagi, Gaksital, 7th Grade Civil Servant, sama Good Doctor yang lagi on going. Tapi nggak apa-apa lah ya telat, setidaknya aku sudah membuktikan sendiri kalo Ojakgyo memang bagus seperti kata orang-orang.

Ojakgyo brothers ini merupakan weekend drama, tayangnya tiap Sabtu – Minggu, dan sudah jadi ciri khas kalo drama yang tayang di slot itu adalah drama keluarga *tontonan ajumma-ajumma* dengan episode super panjang. Rata-rata 50 episode, berarti dengan masa tayang kira-kira 6 bulan. Nah, makanya aku sempet ragu sebelum mulai nonton drama ini, apa iya sanggup nonton sampe tamat? Yang cuma 20 episode aja kadang males nontonnya.

Tapi ternyata aku sanggup, aku mampu melahap 58 episode utuh tanpa skip. Aku nggak bilang tanpa ketiduran lho ya, akhir-akhir ini hampir tiap malam aku ketiduran pas nonton :p. It tooks  time more than three weeks to watch, tapi toh akhirnya selesai juga. Pencapaian yang membanggakan. Agak lebay tapi biarin lah ya.

Now lets talk about the drama. Ojakgyo Brothers menceritakan sekeluarga yang tinggal di Ojakgyo Farm. Ada nenek, ayah (Hwang Chang Sik), ibu (Park Bok Ja), dan empat anak laki-lakinya, Hwang Tae Shik, Hwang Tae Bum, Hwang Tae Hee, dan Hwang Tae Pil. Sudah formula weekend drama pasti anggota keluarganya banyak, biar konfliknya banyak. Masing-masing tokoh punya ceritanya masing-masing, nggak usah diceritain lah ya, terlalu panjang. Semacam sinetron Indonesia, tapi dengan eksekusi jauuuuuuuh lebih baik. Ceritanya juga lebih realistis. Akhir-akhir ini terlalu banyak drama yang terlalu imajinatif tapi endingnya kurang kreatif. Jadi, daripada kecewa mending nonton drama yang realistis aja.

My favorite part of this drama is Hwang Tae Bum – Cha Soo Young’s story. Suka juga sama Hwang Tae Hee – Baek Ja Eun sih. Apalagi Joo Won yang jadi Tae Hee ternyata ganteng ya? Apalagi kalo lagi senyum, aak. Mendadak ngefans, hoho.


Nonton drama ini itu rasanya konfliknya nggak kelar-kelar, belum selesai satu masalah, udah muncul masalah lainnya. Yang jadi ayah-ibunya bisa-bisa hipertensi ini, marah-marah mulu, hahaa. Tapi aku tetap semangat lanjut ke episode2 selanjutnya,sampe tamat. So, this drama is so worth to watch. Heartwarming. I love it. I have no regret watching this so damn long drama, haha. Nggak percaya? Monggo ditonton sendiri.. :p

Thursday, August 22, 2013

Halo, pemalas!

Hallo! Sudah hampir sebulan aku membiarkan blog ini teronggok tak ada yang menengok. Entahlah, aku lagi malas-malasnya connect internet ke laptop. Aku malas streaming good doctor, padahal udah sempet nonton sampe episode 3, tapi rasanya lost of interest gini. Aku malas bikin postingan apapun, ide sih padahal ada aja, tapi karena dibiarkan mengendap yaudah idenya menguap sampe langit ketujuh. Aku bahkan udah 2 postingan di blognya Dani nggak komen sama sekali, parah parah. Dan sebenernya aku pengen ikutan kuisnya blog repsol yang bikin tulisan tentang Dani Pedrosa, tapi rasanya kok males ya nyusun kata-kata dalam bahasa inggris. Nulis postingan dengan bahasa acakadut aja males, apalagi kudu meres otak nulis panjang-panjang in English. Mian Dani, aku memang fans yang pemalas, tapi tenang aja aku nggak pernah males mendukungmu jadi juara dunia kook.

Yang aku lakukan cuma twitteran, browsing baca sinopsis lewat hp juga rada-rada males. Paling nonton drama korea hasil ngopi di jogja kemaren. Itu juga pake jurus skip skip skip, jadi deh kelar nonton 58 episode Ojakgyo Broters dalam beberapa hari. Kalo ditonton semua taun depan juga belom tentu kelar kayaknya, tapi  karena terlalu banyak yang diskip jadi i don’t even get the main conflict, hahaa. Nontonnya cuma bagian Hwang Tae Bum sama Cha Soo Young, my favorite coupe di Ojakgyo. Masih banyak drama korea lain, yang kayaknya nasibnya bakalan sama (diskip mulu), lumayan lah ya daripada nggak ditonton :p.

Ooh ya, btw ada rekomendasi drama korea baru nii. Judulnya Puberty Medley, drama spesial KBS yang jumlahnya cuma 4 episode. Ceritanya tentang apa? Nonton sendiri aja lah ya, aku males nyeritainnya, yang jelas sih ceritanya  sweet dan lumayan menyegarkan, nggak rugi lah kuota yang kepake buat nontonnya. KBS udah mengupload 4 episode fullnya di youtube, yang mau nonton sila disearch “Puberty medley KBSworld”. Tadinya aku berniat kasih link, tapi nggak jadi, aku kan lagi males. Dan kalo mau tengok2 sinopsisnya bisa ke blognya Hazuki Airin di myls-koreanlover.blogspot.com, tapi baru sampe episode 2. Dan tadinya aku juga berniat ngasih link tapi karena aku malasnya konsisten, jadi browsing sendiri aja ya? Jangan pada males gitu ah! :p

Habis nonton puberty medley di youtube, aku menemukan kalo KBS juga mengupload drama spesial mereka yang lain. Aku akhirnya nonton “The Memory in my Old Wallet” yang cuma 1 episode. Yang main pasangan di MoonSun, yang jadi kakaknya Yeon Woo (lupa aku namanya, yang jadi Hwang Tae Bum juga) sama Putri Minhwa a.k.a Nam Bo Ra. Suka ih sama Nam Bo Ra, cantiknya imut dan seger gitu. Yang lagi iseng nggak ada kerjaan boleh juga ini drama ditonton, meskipun menurutku lumayan tapi kurang berkesan.


Okelah cukup postingan curhat tentang kemalasanku ini.  Aku mau lanjut malas-malasan lagi. Doakan semoga cepet sembuh malesnya  (susah sih kayaknya) dan ada drama yang bikin greget dan menggetarkan hati biar semangat bikin postingan lagi, haha.