Wednesday, October 16, 2013

Very Happy Weekend: Dani Pedrosa and Sebastian Vettel Win!


Hari Minggu kemarin bener-bener jadi salah satu hari paling menyenangkan. Kenapa? Soalnya my very favorite rider and driver, Dani Pedrosa dan Sebastian Vettel menaang! Dani menang di motogp Sepang, Vettel menang di F1 Suzuka, di hari yang sama, hoho. I’m full of joy, tidurku bahkan jadi nyenyaak banget.

Karena F1 tayang lebih dulu, aku bahas F1 Suzuka dulu yaa? Sepanjang minggu mungkin Vettel nggak terlalu tampak mendominasi. Vettel cuma tercepat di free practice 2. Pas FP3 dan kualifikasi Vettel lumayan terganggu dengan masalah KERS di mobilnya. KERS sempat kembali di QP2 dan Vettel jadi yang tercepat, tapi di saat krusial QP3, KERSnya kembali bermasalah. Jadilah Vettel menjalani penentu kualifikasi tanpa KERS, tapi tanpa KERS pun Vettel dapet posisi 2, cuma selisih sedikit dari rekan setimnya, Webber, yang menjalani kualifikasi nyaris tanpa gangguan. He’s really fast! Tapi ini untuk pertama kalinya dalam musim ini Webber meng-outqualified Vettel. Vettel sendiri nggak terlalu mempermasalahkan posisi startnya, dan aku suka kata-katanya setelah kualifikasi, ”We had an issue in qualifying, but i’m not a big fan of thinking that without this, with this, if this, you know... it’s always unknown.” Yeah, bener juga! Kadang kita terlalu sering berandai-andai.

Race dimulai jam 15.00 waktu Jepang atau 14.00 WITA. Posisi grid terdepan Webber,Vettel, Hamilton. Start Vettel agak kurang oke, jadi doi turun ke posisi 3 di belakang Grosjean dan Webber. Vettel malah sempat nyenggol ban depan Hamilton. Sempat khawatir ada masalah sama front wingnya Vettel, tapi ternyata aman-aman aja. Yang nggak aman Hamilton, senggolan sama Vettel menyebabkan tire puncture dan terpaksa Hamilton harus retire di lap ke 6. Di awal race aku nggak berpikir kalo Vettel bakalan menang, soalnya pacenya Webber tampak lebih bagus. Tapi perbedaan strategi pit stop menguntungkan Vettel, jadi Vettel dengan 2 pit stop dan Webber 3 pit stop. Nah, strategi ini yang kemudian jadi drama dan diperbincangkan buanyak orang. Ada yang bilang ini sengaja biar Vettel menang, ada yang bilang kalo ini strategi briliant dan bikin RedBull finish 1-2. Christian Horner sendiri mengklarifikasi kalo pemakaian ban Webber terutama di lap2 awal lebih boros dari Vettel, jadilah Webber dengan 3 pit stop. Sementara Vettel lebih jago menghemat ban, jadi cukup dengan 2 pit stop.

Tapi ya bukan F1 kalo tanpa drama. Race 53 lap berakhir dengan Vettel yang melintasi garis finish pertama, diikuti Webber dan Grosjean. Kemenangan Vettel di GP Suzuka ini merupakan kemenangan kelima Vettel berturut-turut dan kemenangan keempat Vettel dari 5 race yang sudah digelar di Suzuka. Vettel memang belom mengunci gelar juara dunia di Jepang, tapi selisih poinnya dengan Alonso sudah sampai 90 poin. Dan race berikutnya Vettel cukup finish kelima untuk memastikan gelar juara dunianya. Ditanya soal ini, komentar Vettel, “Why is it that people always underestimate races? Nothing is easy – not even P5 – and nothing comes for free. There is always a huge amount of work involved. And it is never our style to say, “well, let’s focus on finishing fifth”. We always attack as such as we can – it is in the DNA of the team”. Oke, harus diakui kalo Vettel ini keren, pembalap yang selalu kerja keras.

And Vettel, congrats and thanks for bring me the first happiness on my Sunday!

Nggak lama setelah race dan selebrasi F1 Suzuka beres, aku lanjut ke tontonan berikutnya.. jeng jeng, MotoGP Sepang! Dani start dari posisi 5. Meskipun sepanjang minggu Dani tampak very strong dengan menguasai 3 sesi free practice, tapi pas kualifikasi Dani agak terkendala sama kondisi sirkuit yang sedikit basah karena hujan yang sebelumnya turun. Grid terdepan jadi milik Marquez, Rossi, dan Crutchlow. Tapi sih aku nggak khawatir meskipun Dani harus start dari grid kedua, because he’s a great starter.

Race start. Sesuai dugaan Dani langsung menyodok ke depan, berebut posisi pertama sama Lorenzo, tapi Lorenzo yang menang *harus diakui dua orang ini paling jago startnya di motogp*. Posisi lap-lap awal Lorenzo, Dani, Marquez, Rossi, Crutchlow. Dani sabar membuntuti Lorenzo, sampai akhirnya di trek lurus akhir lap ke 5, Dani berhasil menyalip Lorenzo untuk posisi pertama. Begitu Dani berhasil, Marquez ikut langsung melancarkan serangannya dan nyalip Lorenzo juga. Tapi Lorenzo nggak mau kalah, disalipnya balik itu anak. Dan selanjutnya kita disuguhi adegan salip-salipan Lorenzo Marquez, nggak cuma sekali dua kali, tapi banyak kali, meskipun akhirnya Marquez yang menang. Perebutan posisi kedua yang sengit ini membuat Dani bisa perlahan-lahan membuat gap dan mengamankan posisi pertamanya. Marquez sendiri sadar terlalu beresiko untuk mengejar Dani, dan dia cukup puas dengan posisi kedua. Sementara Lorenzo dan Rossi tampak kepayahan untuk mengejar duo Honda, dan memilih puas dengan posisi 3 – 4.

Dan akhirnya, chequered flag! Dan Dani melintasi garis finish pertama kali. Omo omo, akhirnyaaa Dani menang lagi setelah terakhir menang pertengahan Mei lalu! Sepanjang minggu aku berusaha menekan ekspektasiku, takut sedih berkepanjangan lagi, pas race juga yang harapannya yang penting Dani finish. Tapi ternyata saat kita nggak terlalu berharap, kita dikasih kejutan! Aaakk, ini benar-benar pengobat yang sempurna setelah heartbreaking di Aragon lalu. Dani looks very very happy! Makes me super duper happy!

And Dani, congrats and thanks for bring me the most happiness on my Sunday!
Ichiban Vettel! Flacco Dani!
Semoga minggu-minggu berikutnya semenyenangkan ini! :')

Note: Pict menyusul! Mau upload gambar tapi susaahnya minta ampun, sinyal internetnya ngek ngok nii..

Tuesday, October 1, 2013

Happy Birthday, Dani Pedrosa!


29 September 2013, ulang tahun ke 28, pembalap MotoGP no 26 kesayanganku, Dani Pedrosa. Seharusnya banyak hal menyenangkan terjadi di hari ulang tahun seseorang. Tapi entah kenapa rasanya semesta begitu kejam justru di hari spesial Dani. Bukan Dani kalau dia akan berlama-lama larut. Dia kesal, kecewa, tapi kemudian memaafkan. He has the biggest heart, bagaimana bisa aku berhenti mendukung Dani? So universe, pleasee be nice to that super kind hearted man, semoga gelar juara dunia MotoGP akhirnya bisa diraihnya, he deserves it. It's his biggest hope, my biggest hope, and our biggest hope. Amin.

Feliz cumpleanos, Dani! I love you more and more, champeon!
 

Monday, September 30, 2013

The Game is Over?

Am i too early saying this? Bukannya berhenti berharap, tapi sepertinya kemungkinan Dani untuk jadi juara dunia tahun ini semakin tipis, setipis HVS 60 gram. Setelah kecelakaan di race Aragon yang sedihnya bertepatan dengan hari ulang tahunnya, selisih poin Dani dengan Marquez 59, dengan Lorenzo 20 poin. Semua mungkin memang masih bisa terjadi, meski dengan bantuan keajaiban. Entahlah, semakin aku berharap, justru aku semakin kecewa. Setiap kali aku berpikiran positif Dani pasti menang race dan memperpendek selisih poin sama Marquez, yang terjadi justru selisih poin mereka semakin lebar. Posisi Dani bahkan tergusur ke posisi 3 karena Lorenzo tampil lebih meyakinkan.

Puncaknya kemarin, di hari super spesialnya, di ulang tahunnya yang ke 28, di balapan home race, dengan dukungan penuh dari keluarga dan fansnya, Dani pasti punya motivasi lebih. Wajar dong sebagai fans ikut mengharapkan hadiah ultah dengan kemenangan Dani. Tapi our birthday boy harus kembali menelan pil pahit, Dani jatuh di saat balapan masih berjalan 6 lap. Awalnya aku pikir Dani jatuh sendiri, tapi ternyata nggak. Jatuhnya Dani disebabkan minor contact dengan Marquez, entah benar-benar Marquez penyebabnya atau bukan, aku jadi semakin sebel sama Marquez. Padahal dari kecepatannya, Dani tampak meyakinkan kalo dia bakal menang di Aragon.

Sedih tak terkira. Nyeseknya sama kayak pas Dani jatuh di Phillips Island tahun kemarin. Balapan krusial, sebelum race Dani masih punya kesempatan untuk ngejar poin Lorenzo, tapi Dani bahkan jatuh di lap pertama. So the game is over at Phillips Island last year. Saat itu aku masih berpikir, oke mungkin tahun ini masih belum takdirnya Dani. Mungkin kita harus coba lagi tahun depan.

Tahun ini, di awal musim Dani tampak punya kesempatan untuk itu. Dani memimpin klasemen setelah menang di Le Mans. Tapi ternyata lagi-lagi nasib buruk hinggap, Dani jatuh di Sachsenring, cedera collarbone dan absen satu race. Is a bad sign? Maybe. Race berikutnya di Laguna Seca, Dani membalap dengan kondisi tidak 100% dan finish kelima. Summer break selama 3 minggu setelah Laguna Seca cukup membantu Dani memulihkan kondisi. Tapi, lagi-lagi apa yang diharapkan nggak terjadi. Aku sudah selalu berpikiran positif, Dani juga pasti lebih-lebih, tapi sepertinya semesta belum berkonspirasi untuk itu.

Dan dengan insiden kemarin, banyak hal berkecamuk di pikiranku. Serius, mungkin kedengarannya berlebihan, tapi aku bener-bener sedih semalam. Sekaligus super sebel sama Marquez, he’s ruining his teammate birthday party. Rasanya semesta benar-benar kejam. I always thinking positive, and hoping the universe will be nice to him. Tapi kenapa Dani jadi sial begini? Hiks.

Aku bahkan bertanya-tanya, is the law of attraction really exist? I do believin it, i knew that positive mind can leads to positive way and positive result, tapi saat apa yang diharapkan nggak terjadi rasanya ada lubang kecil di hati. Sepertinya konsep the law of attraction bertentangan dengan konsep harapan dan kenyataan. Saat harapan kita lebih tinggi dari kenyataan, maka efeknya adalah rasa tidak puas atau kecewa. Gimana caranya biar nggak kecewa? Lower your expectation. Aku sudah mencoba cara ini, mencoba untuk nggak berharap apa-apa biar nggak terlalu kecewa, apapun yang terjadi i’ll accept it. But its not really work. The law of attraction is an optimism and konsep harapan-kenyataan is a pesimism. So what should i do? Should i put my mind on a zero state, not in a positive or negative way?

But no matter what, i still adoring and supporting that super kindhearted man, Dani Pedrosa. I hope this bad luck is gone far far away, and the good things finally come!


And is the game really over? I hope not, selalu ada jalan untuk orang yang mau berusaha dan pantang menyerah. FIGHTIIIIING, DANI!!! 

Monday, September 23, 2013

F1 GP Singapore 2013


Aah,setelah sekian lama akhirnya aku menggerakkan jariku lagi untuk bikin postingan after race. Ini aja perlu usaha keras buat mulainya, haha. Hal yang bikin semangat dari race kemarin adalah Vettel yang berturut-turut menang di 3 balapan terakhir setelah summer break, Vettel yang berturut-turut menang 3 tahun terakhir di Marina Bay Street Circuit, dan karena ini GP Singapore, i have some excitement setelah April kemaren maen-maen ke Singapur. Jadi berasa penasaran aja, ini sirkuitnya jalanannya pernah aku lewatin nggak ya dulu? Dan balapan malem di Singapur yang pemandangan malemnya asik abis bikin betah nongkrongin tv. Semua sesi weekend aku ikuti, mulai dari FP1, FP2, FP3,Q1, Q2, Q3, and of course, RACE!

Bisa dibilang ini weekend yang sempurna untuk Vettel. FP1 memang bukan milik Vettel, tapi semua sesi sisanya dibabat habis. Vettel has an incredible speed  and pace here. Pas race, Vettel bisa lebih cepat 2 detik dari pembalap terdekat tiap lapnya. Meski safety car keluar dan memangkas jarak yang tadi udah lumayan jauh, begitu safety car cabut Vettel langsung tancap gas dan kembali tak terkejar, waktu masuk pitstop jarak Vettel dengan Alonso di belakangnya udah 30 detik aja, jadilah keluar pit masih tetap di posisi 1. Tancap gas lagi, dan akhirnya finish pertama dengan jarak 32 detik dari Alonso, wow!

Satu yang mengacaukan kesempurnaan weekend ini buat Vettel, fans booing at the podium interview. Ganggu, tapi Vettel sepertinya take it easy dan malah bercanda soal itu. Banyak yang menganggap booing is so negative, yeah so true! Pas race 2 minggu lalu di Monza, Italia yang jelas-jelas kandang Ferrari sih masih bisa dimengerti soalnya semua dukung Alonso. Tapi ternyata fans Alonso tersebar rata di seluruh dunia with the same attitude (--,). Sudahlah, sirik tanda tak mampu :p.

Menang di tiga balapan terakhir, Vettel semakin kokoh di puncak klasemen dengan selisih 60 poin dari Alonso. Dan feelingku selisih poin akan terus melebar, soalnya Vettel – RBR is a perfect combination! Tapi yang namanya semakin tinggi pohon, semakin kencang juga anginnya. Banyak yang meragukan Vettel dan berpikir semua ini faktor mobil. Stupid, car doesn’t drive themselves right? Vettel and Webber have the “same” car, but why Webber can’t win? For me, Vettel is a brilliant driver. Dia bahkan meraih kemenangan pertamanya di F1 tahun 2008 pas masih di Toro Rosso, bayangin aja ya, Toro Rosso! So, there’s a driver that maximize the car until the limit. Bosen ya Vettel menang terus? Haha, dia berusaha keras untuk itu lho, nggak mengandalkan keberuntungan atau mengharapkan pihak lawan sial, kayak seseorang. :p

Ah, sedikit highlight race kemarin. Danier Ricciardo crash. Paul Di Resta juga crash. Romain Grosjean out karena masalah mobil. Kimi yang start dari posisi 13 berhasil finish di posisi 3 padahal lagi didera back pain. Webber terpaksa retire di lap terakhir karena lost water pressure. Webber kemudian nebeng Alonso balik ke pitlane, tapi ternyata kejadian ini malah nambah kesialan Webber. Doi dan Alonso dianggap membahayakan pembalap lain karena Webber melintas di track dan Alonso parkir di racing line. Webber dihukum penalti 10 grid start untuk GP selanjutnya, sementara Alonso baru dapet peringatan soalnya ini pertama kalinya Alonso dapet reprimand, dan Webber udah yang ketiga kalinya. Podium finish Vettel – Alonso – Raikkonen, dan untuk kombinasi Vettel – Alonso udah terjadi di 3 balapan terakhir. Dan yang terakhir, aku jadi pengen nonton langsung ke Singapur, pengen merasakan euforianya. Semoga tahun depan bisa yaa, amin.

Okay, thats all! See you again at F1 GP Yeongam, Korea. Yah, nggak janji bakal nulis lagi sih tapi :p

Tuesday, September 10, 2013

I’m done with 58 episodes of Ojakgyo Brothers


Mungkin agak telat ya aku baru nonton drama ini sekarang, secara ini drama tahun 2011, Joo Won bahkan udah makin terkenal dan udah ngelarin beberapa drama lagi, Gaksital, 7th Grade Civil Servant, sama Good Doctor yang lagi on going. Tapi nggak apa-apa lah ya telat, setidaknya aku sudah membuktikan sendiri kalo Ojakgyo memang bagus seperti kata orang-orang.

Ojakgyo brothers ini merupakan weekend drama, tayangnya tiap Sabtu – Minggu, dan sudah jadi ciri khas kalo drama yang tayang di slot itu adalah drama keluarga *tontonan ajumma-ajumma* dengan episode super panjang. Rata-rata 50 episode, berarti dengan masa tayang kira-kira 6 bulan. Nah, makanya aku sempet ragu sebelum mulai nonton drama ini, apa iya sanggup nonton sampe tamat? Yang cuma 20 episode aja kadang males nontonnya.

Tapi ternyata aku sanggup, aku mampu melahap 58 episode utuh tanpa skip. Aku nggak bilang tanpa ketiduran lho ya, akhir-akhir ini hampir tiap malam aku ketiduran pas nonton :p. It tooks  time more than three weeks to watch, tapi toh akhirnya selesai juga. Pencapaian yang membanggakan. Agak lebay tapi biarin lah ya.

Now lets talk about the drama. Ojakgyo Brothers menceritakan sekeluarga yang tinggal di Ojakgyo Farm. Ada nenek, ayah (Hwang Chang Sik), ibu (Park Bok Ja), dan empat anak laki-lakinya, Hwang Tae Shik, Hwang Tae Bum, Hwang Tae Hee, dan Hwang Tae Pil. Sudah formula weekend drama pasti anggota keluarganya banyak, biar konfliknya banyak. Masing-masing tokoh punya ceritanya masing-masing, nggak usah diceritain lah ya, terlalu panjang. Semacam sinetron Indonesia, tapi dengan eksekusi jauuuuuuuh lebih baik. Ceritanya juga lebih realistis. Akhir-akhir ini terlalu banyak drama yang terlalu imajinatif tapi endingnya kurang kreatif. Jadi, daripada kecewa mending nonton drama yang realistis aja.

My favorite part of this drama is Hwang Tae Bum – Cha Soo Young’s story. Suka juga sama Hwang Tae Hee – Baek Ja Eun sih. Apalagi Joo Won yang jadi Tae Hee ternyata ganteng ya? Apalagi kalo lagi senyum, aak. Mendadak ngefans, hoho.


Nonton drama ini itu rasanya konfliknya nggak kelar-kelar, belum selesai satu masalah, udah muncul masalah lainnya. Yang jadi ayah-ibunya bisa-bisa hipertensi ini, marah-marah mulu, hahaa. Tapi aku tetap semangat lanjut ke episode2 selanjutnya,sampe tamat. So, this drama is so worth to watch. Heartwarming. I love it. I have no regret watching this so damn long drama, haha. Nggak percaya? Monggo ditonton sendiri.. :p

Thursday, August 22, 2013

Halo, pemalas!

Hallo! Sudah hampir sebulan aku membiarkan blog ini teronggok tak ada yang menengok. Entahlah, aku lagi malas-malasnya connect internet ke laptop. Aku malas streaming good doctor, padahal udah sempet nonton sampe episode 3, tapi rasanya lost of interest gini. Aku malas bikin postingan apapun, ide sih padahal ada aja, tapi karena dibiarkan mengendap yaudah idenya menguap sampe langit ketujuh. Aku bahkan udah 2 postingan di blognya Dani nggak komen sama sekali, parah parah. Dan sebenernya aku pengen ikutan kuisnya blog repsol yang bikin tulisan tentang Dani Pedrosa, tapi rasanya kok males ya nyusun kata-kata dalam bahasa inggris. Nulis postingan dengan bahasa acakadut aja males, apalagi kudu meres otak nulis panjang-panjang in English. Mian Dani, aku memang fans yang pemalas, tapi tenang aja aku nggak pernah males mendukungmu jadi juara dunia kook.

Yang aku lakukan cuma twitteran, browsing baca sinopsis lewat hp juga rada-rada males. Paling nonton drama korea hasil ngopi di jogja kemaren. Itu juga pake jurus skip skip skip, jadi deh kelar nonton 58 episode Ojakgyo Broters dalam beberapa hari. Kalo ditonton semua taun depan juga belom tentu kelar kayaknya, tapi  karena terlalu banyak yang diskip jadi i don’t even get the main conflict, hahaa. Nontonnya cuma bagian Hwang Tae Bum sama Cha Soo Young, my favorite coupe di Ojakgyo. Masih banyak drama korea lain, yang kayaknya nasibnya bakalan sama (diskip mulu), lumayan lah ya daripada nggak ditonton :p.

Ooh ya, btw ada rekomendasi drama korea baru nii. Judulnya Puberty Medley, drama spesial KBS yang jumlahnya cuma 4 episode. Ceritanya tentang apa? Nonton sendiri aja lah ya, aku males nyeritainnya, yang jelas sih ceritanya  sweet dan lumayan menyegarkan, nggak rugi lah kuota yang kepake buat nontonnya. KBS udah mengupload 4 episode fullnya di youtube, yang mau nonton sila disearch “Puberty medley KBSworld”. Tadinya aku berniat kasih link, tapi nggak jadi, aku kan lagi males. Dan kalo mau tengok2 sinopsisnya bisa ke blognya Hazuki Airin di myls-koreanlover.blogspot.com, tapi baru sampe episode 2. Dan tadinya aku juga berniat ngasih link tapi karena aku malasnya konsisten, jadi browsing sendiri aja ya? Jangan pada males gitu ah! :p

Habis nonton puberty medley di youtube, aku menemukan kalo KBS juga mengupload drama spesial mereka yang lain. Aku akhirnya nonton “The Memory in my Old Wallet” yang cuma 1 episode. Yang main pasangan di MoonSun, yang jadi kakaknya Yeon Woo (lupa aku namanya, yang jadi Hwang Tae Bum juga) sama Putri Minhwa a.k.a Nam Bo Ra. Suka ih sama Nam Bo Ra, cantiknya imut dan seger gitu. Yang lagi iseng nggak ada kerjaan boleh juga ini drama ditonton, meskipun menurutku lumayan tapi kurang berkesan.


Okelah cukup postingan curhat tentang kemalasanku ini.  Aku mau lanjut malas-malasan lagi. Doakan semoga cepet sembuh malesnya  (susah sih kayaknya) dan ada drama yang bikin greget dan menggetarkan hati biar semangat bikin postingan lagi, haha.

Thursday, July 25, 2013

Itazura Na Kiss Love in Tokyo Again


Seseorang di tumblr menanyakan beberapa pertanyaan ini, dan berhubung aku masih dalam virus Itakiss Love in Tokyo, so here we go..

1. How did you started to watch Itazura na Kiss: Love in TOKYO?
Oke, untuk satu ini aku harus berterimakasih sama Hazuki Airin karena dia yang menyebarkan virus versi baru Itazura Na Kiss Love in Tokyo. Awalnya aku cukup puas dengan cuma baca sinopsisnya, tapi lama-lama streaming juga, dan episode pertama yang aku tonton adalah episode 4, yang pas Naoki sial banget gara-gara jimat Kotoko, haha this one is so funny.

2. Have you watched any previous adaptions before this? If you have watched the other adaptions please rank your top 4 (1 being the best)
Yap! Aku pernah nonton Itakiss 1996, but it’s been a looooong time ago, i can’t remember at all. ISWAK dan TKA belom pernah nonton. Playfull kiss pernah dan masih punya filenya di kompi sampe saat ini, meskipun subnya jadi ngaco, entah kenapa. Jadi urutannya cuma bisa begini:
1. Itazura Na Kiss Love in Tokyo
2. Playfull Kiss

3. Have you read the manga or watched the anime?
I’ve watched the anime, 25 episodes full and i want Itazura Na Kiss Love in Tokyo could be that long.

Favorites:
1. Your favorite scene from the whole season.
TOWEL SCENE! Memang mainstream banget, tapi ya gimana disitu keliatan banget sayangnya Naoki ke Kotoko, including his confession, hohoo.

2. Your least favorite scene from the whole season.
Waktu Kotoko sedih-sedih gara-gara Naoki tunangan sama Sahoko, hiks, heartbreaking. Dan semua scene kencan Naoki – Sahoko, membosankan.

3. Your Favorite Kotoko scene
Zombie Kotoko is epic! Tapi entah kenapa aku suka sama episode 15 waktu Kotoko ngobrol sama Sahoko, terutama waktu Kotoko ngomong begini  "When you love someone you would feel that way. Even though you’re determined not to give up, you would lose your confidence over little things … Yet, if he is kind to you for just a little bit, you are overjoyed and hope for something more to happen. You become the happiest person in the whole world. But, when he is cold to you again, you get scared, thinking he hates you. It’s a never-ending cycle." Kotoko ini tegar banget, tetep baik sama Sahoko yang jelas-jelas saingannya.

4. Your Favorite Naoki scene
Semua tatapan Naoki ke Kotoko! Mau itu tatapan cemburu atau tatapan sayang, semuanya adorable. Tapi sih paling nggak tahan sama tatapan Naoki di episode 10, waktu dia ngeliatin Kotoko yang tidur di sampingnya, i’m perfectly melted!

5. Your Favorite Kin-chan scene
Episode 16, waktu Kin-chan sama Naoki jabat tangan dengan gentlenya, tapi habis itu Kin-chan shock dan heboh sendiri, Kin-chan bangeet!

6. Your Favorite Naoki-Kotoko scene
Semua sweet scene di episode 10 dan 16! Tapi kalo kudu milih salah satu, it will be goes to... TOWEL SCENE again. But, i love the wedding too, Naoki looks very very happy, jarang-jarang liat Naoki senyum lebar :D

7. Your favorite Kiss
Wedding Kiss! Why? Karena Naoki nggak berusaha melepaskan diri dari Kotoko, like Baek Seung Jo or other versions did. Naoki emang kaget, tapi akhirnya dia membalas ciuman Kotoko, it’s sweet..

8. Your favorite quote/line from the drama
It’s gonna be mainstream, but yeah i love Naoki’s line in the end of episode 16, it's show that he’s really love her, “The probability of getting hit by a shooting star is a ten-billionth. Meeting you was more of a miracle than that.
But, this one is epic too..

9. Your favorite drama picture (post the picture)




(Err, should i put all of my screencaps here? :p)

10. Your favorite Kotoko Imagination
Episode 10, imajinasi Kotoko soal 2nd kissnya! Because actually its real.

4. The scene you wish they had included in this adaptation
Aku nggak terlalu mempermasalahkan sih sebenernya, tapi setelah sekian panjang episode soal Naoki – Sahoko – perusahaan harusnya kita dikasih liat penyelesaiannya. Yah meskipun Sahoko cukup cerdas untuk tau Naoki cuma cinta Kotoko dan Papa Irie berjanji akan menyelesaikan semuanya, rasanya nggantung aja. Dan penasaraan sama gimana kagetnya Jinko dan Satomi waktu tau Kotoko mau nikah sama Naoki, pasti epic.

5. What you didn’t like in this adaptation
Setelah episode 11 yang alurnya terlalu lambat, sedikit banget sweet scene Naoki – Kotoko dan akhir episode 16 yang akhirnya terlalu cepat, i want more lovey dovey scene Naoki - Kotoko 

6. What you liked best in this adaptation (In terms of making the drama/actors)
I love the freshness of this drama. Menghidupkan kembali kecintaan sama Itakiss, meskipun garis besar ceritanya udah tau, tapi tetep bikin penasaran.

7. Your thoughts about Furukawa Yuki as Irie Naoki
Perfect! Best Naoki ever. Handsome, smart, pinter bahasa Inggris, semua tatapan matanya bikin meleleeeeh.. dan yang paling penting dia bisa menyampaikan sosok Naoki yang keliatannya aja dingin, tapi sebenarnya hatinya hangat dan cinta banget sama Kotoko.

8. Your thoughts about Miki Honoka as Kotoko Aihara
Super cute Kotoko! Heboh tapi nggak annoying. Meskipun mungkin agak terlalu muda, but i love her!

9. Your thoughts about Yamada Yuki as Ikezawa Kinnosuke
He’s great! Makes me kinda sad he can’t get Kotoko’s heart.

10. Would you like a 2nd season?
ABSOLUTELY YES!!

11 The scenes you like to be included on the 2nd season

Honeymoon scene. Keita (pengen liat Naoki jealous berat lagi). Kotoko hamil dan Naoki jadi lebih perhatian. Dan tentu saja, Irie Kotomi, lucu banget masa ibu sama anak saingan dapet perhatian Naoki, haha.

It's hard to say goodbye, but arigatou! See you soon Itakiss lovers..