Sunday, May 29, 2016

Enaknya Nonton MotoGP Sepang




Setelah dua tahun berturut-turut nonton MotoGP di Sepang, dan tahun ini insya Allah move on ke Motegi, langsung berasa kalau mau nonton MotoGP emang paling enak di Sepang.

Sebagai WNI (warga negara Indonesia.red) yang MotoGP masih belum jelas nasibnya di negara sendiri, kita punya 3 pilihan terdekat yang masih wilayah Asia. Sepang, Malaysia. Motegi, Jepang. Dan Phillip Island, Australia. Dan yang jadi pilihan sebagian besar penggila MotoGP nggak lain dan nggak bukan.. Sepang, Malaysia. Alasannya simpel, karena itu yang terdekat dan relatif terjangkau. Tanpa persiapan khusus juga bisa. Kalau dibandingkan sama Jepang dan Australia yang jauh, mahal, dan butuh visa.. jelas kenapa orang-orang lebih milih Sepang.

Coba kita jabarkan satu-satu alasannya.

Murah
Bisa dibilang ini alasan utamanya. Tiket pesawat murah. Tiket race murah (FYI, main grandstand Sepang sekitar 700 ribuan, sementara tiket di rumput-rumput Motegi yang paling murah hampir sejuta). Akomodasi relatif murah. Transport murah. Makan juga murah. Cost total untuk sekitar 5 hari antara 3 – 5 juta gaya backpacker (meskipun tetep bakalan variatif). Bandingkan dengan cost total ke Jepang yang angkanya bikin sesak napas, karena sekalian liburan.

Nggak perlu visa
Malaysia masuk negara ASEAN, jadi asal kamu punya paspor yang masa berlakunya sampai enam bulan ke depan, tinggal lenggang kangkung aja keluar imigrasi tanpa perlu visa. Belum punya paspor? Buruan gih urus, sekalian yang e-passport lebih oke, biar kalau mau move on ke Motegi tinggal urus visa waiver dan nggak perlu bayar visa lagi.

Tiket race murah

View Main Grandstand, garasi Dani di depan mata!
Untuk tahun 2016, harga normal tiket Main Grandstand 212 RM, Marc Marquez tribune 265 RM, VR46 tribune169,6 RM, K1 Grandstand 116,6 RM, F Grandstand 84,8 RM, C2 Hillstand 42,4 RM (beli pas early bird bisa lebih murah). Anggap aja 1 RM = Rp 3.400,- berarti tiket Main Grandstand Cuma sekitar Rp 720.000,-. Murah kaan? Itu tribun yang persis di depan start/finish lho, bisa liat pembalap kesayangan langsung di depan mata! Belinya pun relatif gampang, bisa via online di situs macam motogp.com, sepangcircuit.com, gpticketshop.com. Mau lebih gampang? Cari di travel agent di kota besar, macam tx travel karena bebas ribet dan kita sudah pegang tiket fisik sebelum berangkat ke Sepang.

Tiket pesawat murah
Meskipun pilihannya nggak cuma satu, thanks to AirAsia yang bikin perjalanan ke luar negeri jauh lebih terjangkau daripada rute dalam negeri. Kalau lagi promo, sekian ratus ribu udah dapet tiket PP Kuala Lumpur. Kalaupun nggak lagi promo, harganya bisa dibilang masih masuk akal. Dan lagi banyak kota besar di Indonesia yang punya rute langsung ke Kuala Lumpur. Enak, nggak perlu transit segala. Sementara kalau ke Jepang, perlu hoki gede untuk dapat tiket maskapai budget di bawah 3 juta, dan full service di harga 5 juta. Ke Australia jelas lebih mahal lagi.

Akomodasi banyak dan tinggal pilih
Sepang memang letaknya di pinggiran Kuala Lumpur, tapi transportnya yang gampang memudahkan kita bebas mau nginep di daerah mana pun yang dimau. Mau deket sirkuit? Bisaa! Bisa nginep deket bandara yang jaraknya cuma 10 – 15 menit ke sirkuit. Bisa nginep di daerah Enstek atau Nilai juga. Tapi saran, jangan mepet cari-carinya karena peminat hotel dekat sirkut lebih banyak, jadi cepet naik harga dan full booked. Nah, kalau mau sekalian jalan-jalan keliling Kuala Lumpur, mending ambil daerah pusat kota yang pilihannya super banyak dan bervariasi berapapun budget yang kalian mau, plus nggak perlu takut kehabisan. Kebanyakan orang akan pilih daerah KL Sentral atau Bukit Bintang. Posisi shuttle bis ke SIC yang di KL Sentral mungkin bisa jadi pertimbangan untuk sedikit menghemat ongkos LRT kalau kita nginep di daerah KL Sentral. Meskipun kalau mau milih daerah Bukit Bintang yang selalu ramai pun nggak masalah.

Transportasi gampang
Harus diakui transportasi massa kita masih kalah banget dibandingkan Kuala Lumpur. KL punya LRT, KTM Komuter, RapidKL, Aerobus, dan lain-lain.. yang intinya gampang banget mau kemana-mana! Tinggal menclok di KL Sentral, pusat transportasinya KL, gampang deh mau kemana juga. Ke sirkuit yang jaraknya sekitar 1 jam 15 menit dari KL Sentral juga gampang. Shuttle bis ke SIC ready setiap 30 menit, one way 18 RM, return 30 RM. Males nunggu dan kebetulan banyak duit? Naik taksi aja kalo gitu.

Pitlane walk gratis


Hah, gratis? Emang ada pitlane walk yang bayar? Oh, ada! Di Motegi kalau mau ikutan pitlane walk kudu bayar 2100 yen, lumayan itu sekitar Rp 250.000. Jadi bersyukurlah buat yang ke Sepang karena pitlane walk-nya gratis. Pitlane walk MotoGP Sepang biasanya diadakan hari Jum’at sore, setelah Free Practice 2 buat 1000 orang pertama. Jangan lupa sedia payung sebelum gosong, eh, sebelum hujan ya.

Rider’s Autograph session nggak ribet
Di Sepang, untuk ikut sesi Rider’s Autograph yang biasanya diadakan Sabtu siang setelah Free Practice 3, kita tinggal datang sepagi mungkin biar dapat antrian depan, terus nunggu deh sampe sesinya dimulai. Agak lama memang nunggunya, tapi begitu mulai, kira-kira 10 rider sekaligus akan duduk berderet per sesi (ada 2 sesi) dan kita akan dapat tandatangan semua rider. Memang nggak boleh foto bareng, dan cuma boleh satu barang untuk ditandatangani mengingat antrian yang super panjang, tapi liat pebalap kesayangan duduk persis di depan mata kayaknya lebih dari cukup. Apalagi pake bonus disenyumin, bisa nggak tidur semaleman!

Coba bandingkan dengan Motegi, kita harus sangat sangat beruntung untuk bisa ikutan dan berjodoh dengan pebalap kesayangan. Di sana sistemnya lotre, kita nggak tau bisa ikut atau nggak dan kita nggak tau pebalap mana yang bakalan kita temui nanti yang sedihnya cuma seorang. Seribu orang yang beruntung akan dibagi jadi beberapa antrian, dan masing-masing antrian akan ketemu satu pebalap yang bisa jadi bukan pebalap kesayangan, tanpa bisa milih. It’s purely depends on your luck! Bikin kzl kan?

Makanan halal banyak dan murah
Enaknya pergi ke Malaysia yang penduduknya juga mayoritas muslim, kita nggak usah bingung soal makan karena kebanyakan halal dan harga relatif terjangkau. Makan di pinggir jalan, 5 RM juga udah kenyang plus minum. Cari makan di sirkuit juga nggak usah bingung, harganya emang agak mahal, tapi masih masuk akal lah.

Rame!


Wait, kita kan ke sirkuit.. ya jelas rame lah? Iyaa, tapi rame di sini adalah kita akan ketemu beraneka macam fans dari belahan dunia yang berbeda. Muka-muka Asia (terutama Indonesia) memang paling mendominasi, tapi bule juga banyak. Dan ketemu sesama fans, mau itu dari Indonesia atau negara lain, rasanya menyenangkan! Dan yang buat ragu-ragu mau pergi karena nggak ada temennya, yakin deh nggak akan ada masalah, karena di sirkuit kita akan ketemu banyak! Atau cari kenalan sesama fansclub buat meet up di sana juga oke.

Informasi bertebaran
Sama sekali nggak sulit mengumpulkan informasi soal MotoGP Sepang, browsing sedikit sudah muncul berbagai macam cerita mereka-mereka yang pernah nonton MotoGP di Sepang (meskipun banyak juga yang nongol promo paketan tur :p). Orang Indonesia yang pernah kesana banyaaaak dan yang rajin ngeblog juga lumayan. Beda cerita soal Motegi, susaaaah banget cari informasi, kayak orang Indonesia yang pernah kesana cuma seorang doang. Lebih parah lagi Australia, sampe sekarang belom nemu postingan soal itu sama sekali.


Jadi gimana, kira-kira enak nggak nonton MotoGP di Sepang?

Menurutku, minus panasnya yang nggak karuan dan gosongnya yang tak terhindarkan, nonton MotoGP di Sepang is the best option. Meskipun terbang nggak nyampe 3 jam juga nyampe, feel keluar negerinya dapet (yaiyalah, kan emang keluar negeri haha).

Pokoknya buat first timer, Sepang ini udah jadi pilihan yang paling enak. Buat yang pernah pun, dijamin pengen balik lagi dan lagi (seriusan, Sepang ini nagih).



Yuk ah, yang udah punya niat buruan dieksekusi! Denger raungan mesin MotoGP, ketemu pebalap kesayangan langsung di depan mata, hebohnya atmosfer pas race bakalan jadi pengalaman tak terlupakan! So, why would you wait?

Monday, May 16, 2016

Dani Pedrosa and Repsol Honda: (Unsurprising) Two Years More!

Berita tidak mengejutkan itu pun akhirnya datang malam ini, Honda Racing Corporation mengumumkan perpanjangan kontrak dengan Dani Pedrosa sampai akhir tahun 2018, bahkan sebelum mereka mengamankan kontrak dengan pebalap utama mereka. Padahal dua tahun lalu, perpanjangan kontrak baru dilakukan bulan Juli. Yap, apalagi penyebabnya kalau bukan desas desus silly season yang lumayan heboh musim ini.

Rumornya, Dani akan pindah tim ke Yamaha menggantikan posisi Lorenzo, padahal Vinales yang sebelumnya digadang-gadang akan masuk. Rumor yang nggak bisa diremehkan karena asalnya dari media terpercaya. Semua pihak langsung kelimpungan. Manajemen Vinales bersikeras mereka masih bicara serius dengan Yamaha dan keputusan ada di tangan mereka. Pihak Honda bilang Dani nggak pernah bilang apa-apa soal ini, dan prioritas mereka tetap Dani. Sementara Dani cenderung malas menjawab rumor.

Rumor yang terlanjur bikin aku berharap. Aku sudah membayangkan seandainya Dani betul-betul pindah ke Yamaha. Aku sudah membayangkan Dani yang akhirnya berani keluar dari zona nyaman dan mencoba tantangan baru di tim lain, meskipun dia harus meninggalkan tim yang membesarkan namanya selama 11 tahun di MotoGP. Aku yang sudah membayangkan Dani yang punya semangat baru. Aku yang sudah membayangkan akan mendatangi Dani di paddock tim lain.

Tapi seakan tau kalau ini benar-benar cuma rumor, karena di salah satu wawancaranya Dani bilang kalau prioritasnya tetap Honda, aku mulai menata ekspektasi. Aku mencoba untuk nggak terlalu berharap lagi. Dari hari ke hari aku makin sadar kalau probabilitas Dani ke Yamaha makin rendah.

Dan benar, hari ini Honda memperpanjang kontrak lagi dengan Dani. Harapan yang tadinya masih ada, walaupun kecil, akhirnya menguap ke stratosfer.

Iya, aku tau sebagai fans harusnya aku dukung keputusan Dani, apapun alasannya. Tapi jujur aku nggak bisa jingkrak-jingkrak kegirangan, a part of me feel dissapointed and i can’t deny it. Aku tau ini pilihan teraman buat Dani karena Vinales kabarnya sudah tandatangan kontrak dengan Yamaha. Tapi, tetep aja sedih kakaaak..

Aku cuma bisa berharap ini tahun terakhir Honda with their crappy engine. Semoga dua tahun kedepan, Honda bisa memberi package yang lebih oke untuk Dani, yang nggak menyulitkan Dani lagi.

So abang sayang, congrats for your renewal! I sincerely mean it. Meskipun harus datang ke garasi yang sama tiap tahunnya, aku lega karena berarti aku masih bisa ketemu om Emanuel Buchner lagi. *wait, gimana gimana, Dif?*

One thing for sure, i’m amazed with your relationship with Honda.. 13 tahuuuuun! Bok, itu dari Dani jaman masih kinyis-kinyis, sampe sekarang... juga masih kinyis-kinyis sih. Hahaa. Semua pihak sama-sama super setia. I hope this extended relationship will bring more sweet and enjoyable future for him. Nggak kalah lah pokoknya kalau seandainya Dani ke Yamaha *lah, balik lagi*. :p


FIGHTING, DANI!!

Wednesday, May 4, 2016

Dani Pedrosa ke Yamaha?

Oh, please. Please. PLEASE.

Memang baru rumor sih, tapi mikirinnya aja udah bikin happy. I really didn’t see this coming! I mean, segala desas desus silly season belum ada yang menyangkutpautkan Dani sampe kemaren tau-tau om Motomatters share news dari MCNsports. Intinya Vinales mungkin stay di Suzuki dan Dani ke Yamaha? Iyak, pake tanda tanya karena yaah namanya juga rumor.

Dengan kepindahan Lorenzo ke Ducati, posisi Yamaha memang masih lowong untuk jadi teammate Valentino Rossi yang dari awal musim udah perpanjang kontraknya. Gosip awalnya, Vinales yang akan masuk. Tapi gosip lainnya lagi, Vinales minta harga di atas yang Yamaha mau. Dan Suzuki sanggup ngasih lebih dari yang berani dikasih Yamaha. Well, nggak aneh sih kalo Yamaha nggak mau bayar mahal untuk pembalap yang potensinya belum bener-bener keliatan, secara Vinales di Suzuki juga masih baru banget.

Menggaet Dani Pedrosa sepertinya jadi the safest bet. Dani ini orangnya nggak neko-neko, easy going, dan one of the best personality in the paddock. Dani akan jadi perfect teammate buat Rossi dan bisa dipastikan dua sisi garasi akan adem ayem *uhuk uhuk*. Soal talent sudahlah nggak usah dibahas, dan banyak yang bilang riding style Dani akan cocok banget sama Yamaha. Om Cal bahkan bilang kalau dari dulu Dani di Yamaha, mungkin sekarang ini dia udah jadi multiple world champion.

Tapi mari kita lihat seberapa besar probabilitas Dani ke Yamaha.

Yamaha mengindikasikan kalau Dani akan cocok dengan motor mereka. Berarti mungkin mereka beneran tertarik sama Dani. Nah, plot twistnya, Livio Suppo terang-terangan bilang kalau prioritas mereka adalah mempertahankan Marquez dan Dani.

(Padahal kalo boleh jujur, aku udah mikir tahun depan Dani mungkin udah nggak di Honda lagi karena yaah.. mereka terlalu Marquez centered)

Terus gimana dengan Daninya?

Nah ini yang misteri dan masih harus nunggu komentar yang bersangkutan. Tapi menurutku sebagai fans yang kurang setia, kalau seandainya bener Yamaha nawarin Dani untuk masuk tim mereka, Dani harus ambil. Kenapa? Dani butuh suasana baru, tantangan baru. Untuk sukses, orang harus berani keluar dari zona nyaman. Kalau Honda selama ini jadi zona nyaman Dani, maka saatnya untuk pindah and see the world with different vision.

Jelas nggak gampang, karena di kelas MotoGP aja Dani udah 11 tahun sama Honda, belum itungan dari dia mulai di 125 cc. Dan pembalap di kelas utama dengan tim yang sama selama itu nggak ada lagi selain Dani. Dani memang belum berhasil jadi juara dunia dengan Honda, tapi kontribusinya di tim nggak main-main. Dan kalau memang Dani pindah, Honda jelas akan kelimpungan nyari pengganti yang sekaliber Dani, dan yang perlu digarisbawahi.. yang minim konflik dengan Marquez. That won’t be easy!

Belum lagi soal sponsor. Dani ini anak RedBull. Pindah ke Yamaha berarti Dani harus lepas dari RedBull dan pindah ke Monster. Tapi Movistar yang jadi sponsor utama Yamaha pasti akan menerima Dani dengan senang hati, Dani kan pembalap Spanyol. Syaratnya mereka memang karena Lorenzo out, penggantinya kudu pembalap Spanyol. Mungkin akan agak tricky, karena long relationship Dani dengan Repsol juga.

Apapun bisa terjadi, tapi deep in my heart aku beneran pengen Dani ke Yamaha. Meskipun aku geli membayangkan Dani pake baju balap Yamaha, kalo rumor ini beneran kejadian mungkin aku akan jingkrak-jingkrak kesenengan. Aku beneran pengen Dani dapet motor yang kompetitif dan sesuai sama riding stylenya dia, karena kayaknya makin lama Honda makin too difficult to handle. Aku nggak tega liat Dani struggling terus sama motornya yang powernya jauh lebih besar dari badannya yang mungil.

Dua tahun lalu mungkin aku menganggap bayangan Dani berganti warna rasanya aneh. Tapi sekarang i’m really hoping for it.

So Dani, it’s all up to you. But we really would like to see you take a new challenge. And with the best bike available on the grid? That’s beyond my imagination.

Semoga ini bukan sekedar rumor.

Dear universe, please make it happen!



Friday, April 29, 2016

Happy 5 Juta Pageviews!


Haha, apaan sih Dif beginian aja dibikin postingan? But really, aku beneran nggak nyangka blog remah-remah rotiku bisa melewati angka 5 juta pageviews. Mungkin buat mereka yang mengkhususkan diri di ranah K-drama angka segini beneran nggak ada apa-apanya, tapi buatku angka segini banyak banget!

Blog ini emang isinya macem-macem, tapi yang berkontribusi banyak jelas dari postingan drama Korea. Aku emang nggak bisa setelaten dulu bikin sinopsis drama, tapi aku berusaha banget biar tiap bulan tetep ada postingan. Tulisanku juga belum bagus, masih acakadut dan kadang nggak ngerti sendiri aku ini nulis apa, tapi terimakasih banyak buat semua yang meluangkan waktu dan mampir di sini. Buat yang ninggalin komen apalagi, for sure that means a lot! Dan buat yang bilang tulisanku bagus, semoga kalian nggak bercanda *anaknya nggak pede-an, haha*.

THANK YOU!

KAMSAHAMNIDAA!

GOMAWOOO!!


SARANGHAE!!!

Marriage Contract: A Heartwarming Family (Melo) Drama


Setelah sekian kali dikecewakan ending drama Korea belakangan ini, akhirnya ada juga yang endingnya nampol, yang justru dari drama yang kutonton tanpa ekspektasi apapun.

Marriage Contract. Yak, dari judulnya udah kebayang betapa klisenya drama ini. Dan tumor otak? Oh my, udah klise makjang lagi. Formula weekend drama, yang kali ini nggak berepisode panjang, tapi cukup 16 episode saja. Tapi tema semacam ini entah kenapa selalu jadi magnet yang bikin tertarik nonton, meskipun mungkin udah ada puluhan drama dengan tema serupa.


Ternyata aku nggak salah, Marriage Contract bener-bener makin bagus dari episode ke episode. Dan puncaknya di episode terakhir.. kita disuguhi ending yang realistis. Bukan sesuatu yang menjual mimpi. Apa sih yang diharapkan jadi akhir cerita kalau tokoh utamanya divonis tumor otak yang nyaris mustahil dioperasi dan makin hari kondisinya makin parah?

Happy ending di mana si tokoh utama dapat keajaiban dan they live happily ever after?

Atau sad ending di mana kita dilihatkan akhir perjuangan tokoh utama sekaligus kesedihan mereka yang ditinggalkan?

Nggak akan ada yang memilih sad ending, tapi di sisi lain, kita juga nggak berani mengharapkan happy ending. Dan drama ini memilih jalan tengah, yaitu open ending. Penonton bebas berimajinasi kelanjutan dramanya. Berapa lama lagi Hye Soo, sang pemeran utama, menikmati hidup bahagianya dengan Ji Hoon dan Eun Sung. Sehari? Seminggu? Sebulan? Setahun? Satu dekade? Semua terserah kita.

Open ending biasanya nggak memberi akhir yang jelas, tapi drama ini justru untuk pertama kalinya bisa bikin banyak orang puas dan sadar.. ini akhir yang realistis. Nggak semua orang berkesempatan dapat keajaiban dalam hidup, tapi gimana caranya kita memaknai semua sisa waktu yang kita punya itu yang terpenting. Selama kita punya cinta, dicintai dan mencintai.. everything will be fine.


Hye Soo: “Every person dies. Everyone’s day are numbered. So there’s no need to ever be sad or worry. The person who lives dashingly is the best!


Ji Hoon: “If someone is to ask me when was the happiest moment in my life, my answer is always the same. It’s the moment here and now. I don’t know how much time is granted to us. It could be a year. It could be a month. It’s possible that it could be tomorrow, too. But as for me, I will live without the likes of regret anymore. Hence, there’s only thing I can do now. I love you, Hye Soo-ya. I love you. I love you. Without a minute or a seconds rest, I love you.”


Aaaaaahh, that’s a sweet closure, right? We didn’t get a clear happy ending, but this kind of ending is really satisfying. Their smile and happines as a family is everything. I love them so much!

 
 
 

Rasanya nggak sia-sia aku menghabiskan dua bulan full bersama Lee Seo Jin. He’s jjang! UEE juga jjang! Dan little Eun Sung, she’s a super cute kitten fairy! Akting mereka yang bikin drama ini berkali-kali lipat nampolnya. Dan age gap? Apa itu age gap? Liat mereka saling tatap aja rasanya hati ini mak nyess, dan liat adegan romantis mereka bikin pengen tutup mata saking takutnya ganggu. Chemistry mereka bener-bener ampun daah, sampe semua pengen Dispatch buruan reveal kalo Seo Jin sama UEE beneran dating, hahaha *semoga Choi Ji Woo nggak cemburu :p*


Aku selalu suka drama yang intinya tentang how love make people change. Ji Hoon berubah jadi very much better person karena perkataan Hye Soo yang sepele kalau.. he’s a good person. Hye Soo yang tadinya menanggung semua beban sendirian, akhirnya mau membagi semuanya dengan Ji Hoon. Dan Eun Sung yang awalnya benci setengah mati sama Ji Hoon, malah lama-lama nggak terpisahkan.

Dan siapa yang nggak mau punya sahabat paling pengertian macam Jo Yeon atau Ho Joon? Dan dua ibu mertua yang sama-sama baiknya. Di drama ini bahkan villain dapat hukuman yang pas, ayah Ji Hoon harus menghabiskan sisa hidupnya sendirian, tanpa siapapun di sisinya. And that’s the scariest thing in live. Live without love.

 
 

So, i have to admit that this drama is seriously good! It’s worth your times, smiles, and even... tears. Drama melo yang bisa bikin nangis sekaligus senyum. And oh, who wouldn’t automatically smile when those dimples appear? I mean, DIMPLES SHOW OFF EVERYTIME AND EVERYWHERE IS LOOOOVE!


Dear Hye Soo-ya, Ji Hoon Oppa, and Eun Sung-ie.. thank you for this wonderful and heartwarming journey. You’ll be happily ever after in my heart!



P.S: I lost count how many times i rewatch this drama. Really can’t get enough of those dimples! :p 

Friday, April 8, 2016

Youth Over Flowers in Iceland Episode 7 (Final) Part 2


Selama di Iceland, four stones menghabiskan banyak sekali waktu di mobil, tapi nggak bikin bosen yang nonton soalnya mereka nggak bisa diem, haha. These four love singing so much, even it’s a very weird song. Mereka inget waktu nyanyi lagu aneh karangan Jung Woo, dan waktu nonton Jung Woo baru sadar kalo waktu itu kepalanya kosong, hahaha.


Nggak cuma nyanyi, mereka bikin berbagai acara di mobil. Mulai dari ‘Taxi’-nya tvN, sampai berbagai acara radio yang dibawakan bergantian sama mereka. Oh ya, ini ada acara radio balasan yang Sang Hoon hyung jadi bintang tamu, dan Jung Suk jadi pendengar yang nelpon.


“Ini siapa? Di mana?” tanya Jung Woo si pembawa acara.

“Aku Kim Bong Pal dari Jungnang,” jawab Jung Suk dengan suara lucu.

Jung Woo: “Ya Kim Bong Pal-ssi, kamu penggemar Sang Hoon?”

Jung Suk: “Aku berharap dia bisa enyah! Enyah sana!” Semua langsung ngakak, Jung Suk-nya balas dendam aja doong, hahaha.


Another game on the car. Di hari ketiga (perjalanan ke Gulfoss) sebelum Ha Neul datang, mereka main tebak lagu setelah dengar intronya. Jung Suk usul lagunya lagu tahun 90-an karena mereka generasi itu, semua setuju. Aturannya, kalau tau jawaban angkat tangan sambil sebut nama karakternya (Jung Suk – Napdeuki, Sang Hoon – Tsingtao, Jung Woo – Jjanggu).

 
 

Lagu pertama, jawaban Tsingtao benar! Lagu kedua, Jjanggu yang benar! Jung Suk langsung minder, “Aku tidak pintar main ini.” HAHA. Jung Woo refleks ngakak dan bilang lagu berikutnya harus Jung Suk yang jawab. Barulah di lagu ketiga akhirnya Napdeuki benaar! Haha, girang banget lho Jung Suknya! Dan final round juga Jung Suk jawab bener lagi. Kelar itu langsung deh mereka nyanyi sambil jejogetan nggak karuan di mobil, hahaha.


Nggak cuma jago nebak lagu, Jung Suk bareng Sang Hoon hyung juga suka nyiptain lagu random. Contohnya ‘stinky song’, jadi ceritanya di malam pertama mereka sampai Reykjavik, Sang Hoon hyung sama Jung Suk kan lagi ngobrol. Nah, tau-tau Sang Hoon hyung kentut busuuk banget. Jung Suk langsung kabur, even Sang Hoon hyung juga menyingkir karena kentunya terlalu bau, haha. Balik sambil ngakak, eh malah Sang Hoon hyung mulai bersenandung ‘stinky song’, duet bareng Jung Suk. Kentut pun bisa jadi inspirasi lagu, huahaha.


They’re just so multitalented! Bahkan akting makan samgyeopsal di meja yang berantakan tanpa makanan pun mereka bisa, and that feels so real (aktingnya, bukan animasinya)!


Di antara mereka berempat, Sang Hoon hyung yang paling juara lawaknya! He makes fun almost about everything, yang lain tinggal ngikutin flow-nya Sang Hoon hyung aja. Kayak pas Sang Hoon hyung mau masak makan malem dan akting jadi ahjumma pelayan restoran, dan Jung Woo jadi pelanggan yang ganggu banget... and it’s seems so fun! Jung Suk yang cuma nonton sampe ngakak nggak karuan.

 
 

Btw hotel mereka di Vik ternyata punya buku tamu khusus buat para tamu nulis kesan pesannya selama liburan di Iceland. Mereka buka-buka bukunya dengan excited, penasaran apa ada tulisan orang Korea di antara tulisan berbagai bahasa. Dan ternyata ada! Tanggalnya ternyata belum lama, 11 November 2015, beberapa minggu sebelum mereka datang. Mereka makin excited buat nulis juga di bukunya.


Jung Woo giliran pertama. Tapi dia nggak pede dengan tulisannya yang jelek banget menurutnya, jadi berkali-kali kertas yang baru sedikit ditulisi Jung Woo robek. Setelah dua lembar kertas tak bersalah jadi korban, Jung Woo akhirnya cukup pede dengan tulisannya dan selesai.


Ha Neul yang jadi giliran kedua menulis dengan lancar (dan dipuji Jung Woo tulisannya bagus). Sang Hoon hyung juga selesai dengan cepat. Mereka semua menulis tentang aurora.

 
 

Sementara Jung Suk, dia pake mikir sambil bertopang dagu dulu sebelum mulai nulis. Lamaa banget dia mikirnya. Tapi begitu mulai nulis.. nggak bisa berhenti. Tulisannya sampe sehalaman penuh! Hahaha. Intinya perjalanan ke Iceland jadi lebih menyenangkan karena dia bersama teman-temannya.

Pertanyaan terakhir dari PD Na, “Bagaimana perubahanmu atau pemikiran yang kamu dapat selama perjalanan ini?”


Jung Woo yang pertama menjawab. Baginya, selama ini dia tak pernah tidur dengan sangat nyaman, dan Jung Woo biasanya nggak bisa tidur di tempat asing. Tapi di Iceland, hampir tiap malam dia tidur persis seperti orang pingsan. Bisa dibilang Jung Woo di Iceland ini complete reversal dari apa yang dia bilang ke PD Na.


Jung Woo bilang ia susah tidur di tempat baru, tapi nyatanya dia tidur nyenyak dengan gampangnya. Jung Woo bilang dia nggak suka foto-foto karena liat aja udah cukup, tapi nyatanya he took a loooooot of photos (salahkan Iceland yang terlalu cantik). Dan dia bilang nggak suka minum, tapi dong tiap malam di sana dia minum wine, hahaha.


Jung Woo sendiri nggak ngerti kenapa dia melakukan itu. Mungkin karena dia merasa sangat nyaman. Tak ada seorangpun yang membuatnya gugup. Dia suka semua makanan yang mereka makan. Dan yang terpenting, dia sangat bahagia.


Jung Woo usia 20-an banyak sekali ikut audisi, dan ditolak itu selalu sulit pada awalnya, membuatnya terus berpikir aktingnya kurang bagus. Tapi selangkah demi selangkah, Jung Woo melalui masa-masa sulit dan bertahan selama 13 tahun sampai akhirnya mencapai karirnya yang sekarang (berkat Oppa-ya!).


Jung Woo pernah bilang kalau meskipun sekarang dia punya lebih banyak fasilitas dibandingkan dulu, dia nggak suka traveling. Alasannya? Dia selalu merasa gugup dan gelisah walau ingin liburan. Jung Woo ini tipe yang nggak suka lewat jalan yang asing dan cenderung bergaul hanya dengan orang yang dia tau. Tapi selama di Iceland, sama sekali nggak tampak kalau dia gugup atau semacamnya, he looks so happy! And he knows that if he go alone, even with the magical scenery of Iceland, he won’t be as happy as now.


Menurut Jung Woo, bukan soal tempatnya, yang terpenting adalah siapa yang pergi bersamamu. Yes, i do agree! Jung Suk juga setuju. Ha Neul juga, dia pengen bilang itu sejak tadi. Trip ini membuat Ha Neul makin menyukai teman-temannya dan membuatnya makin merasa dekat dengan mereka, dibanding sebelum mereka pergi bersama.


Jung Woo bilang Ha Neul selalu sama dan nggak pernah berubah, itu membuatnya jadi teman yang sempurna. Trip ini juga membuat mereka lebih mengenal Ha Neul yang selalu positif dan ceria. Dulu, meskipun pernah project bareng di musikal Spring Awakening, Jung Suk nggak tau kesulitan Ha Neul yang selalu sibuk dengan pekerjaan paruh waktunya. 


Jung Suk pikir Ha Neul nggak merasa nyaman di dekat seniornya makanya jarang ikut makan atau minum bareng mereka. Padahal Ha Neul paling suka minum dengan seniornya dibandingkan siapapun. Hanya saja dia merasa terlalu muda untuk mendekati mereka, ia belum berhasil dan masih banyak hal yang ingin ia lakukan.

Semua punya kenangan di usia 20-an mereka. Saat mereka latihan bareng, maen gitar bareng yang kalau diingat-ingat semua merindukan masa-masa itu. Meskipun nggak punya uang, tapi kebersamaan mereka bikin semua rasanya cukup.

 
 
 

Ha Neul speechless karena semua terus memujinya, jadi dia minta 30 detik ‘Yaja Time’ untuk menjawab pujian mereka. “BEEEEEEPP!” makian Ha Neul bikin semua ngakak dan nantang Ha Neul untuk maki PD Na juga biar mereka lebih dekat. Ha Neul ketawa-ketawa nolak, tapi dilakukannya juga dan... BEEEEEEPP! *sensor lagi* PD Na sih langsung ngakak, tapi Ha Neul yang khawatir bilang, “PD Na, saranghaeyo!” HAHAHA.

 
 

Balik ke pertanyaan PD Na soal perubahan atau pemikiran yang didapat selama perjalanan ini, Jung Suk bilang kalau di kepalanya banyak sekali hal yang ingin dia lakukan. Salah satunya adalah liburan, dia selalu bilang ingin pergi, tapi nggak pernah dilakukan. Tapi tiba-tiba saja dia pergi, dan itu membuat Jung Suk sadar kalau liburan ternyata sangat berharga. Jung Suk bahkan beli peta dunia agar bisa menandai negara yang pernah ia datangi. Peta itu akan dia pasang di dinding, dan Iceland bisa dicoret dari sana. Mulai sekarang Jung Suk nggak akan ragu melakukan apa yang dia inginkan.


Saat ditanya ada penyesalan apa nggak dari trip ini, Jung Suk awalnya bilang nggak ada. Tapi terus dia ragu dan diem, sambil ketawa malu dia bilang, dia nggak menyesali apapun, kecuali.. gitar. Lucunya, kru bilang kalau Jung Suk bisa beli 5 sampai 6 gitar dengan sisa uang mereka. Hahaha.


Mereka janji mau pergi bareng ke tempat yang dekat. Dan buat awalnya, Jung Suk sama Sang Hoon hyung ketemuan dan gitaran bareng. Jung Suk yang main gitar, dan Sang Hoon yang nyanyi dengan lirik spontan tentang Iceland. Song that sums up their journey (meskipun liriknya mendadak nggak nyambung dan bikin ngakak, haha). Btw, Sang Hoon hyung pake kaos ‘MAD’ yang dibeliin Jung Suk lhoo, aaw!


PD Na punya hadiah sebagai bentuk terimakasih dan semua langsung excited. “Tiket pesawat ya?” tebak Ha Neul ngarep yang langsung di-cut PD Na, “Bisa kemana si pengantin baru ini?” Hahaha. PD Na mulai bagiin hadiahnya, dan begitu dibuka semua akan tau itu buat siapa.


Kado pertama dibuka dan jeng jeng.. isinya piyama couple! Buat siapa lagi kalau bukan Jung Woo? Aaaaww!


Kado kedua yang besar dan berat selanjutnya dibuka bareng dan isinya.. sosis banyaaak banget buat Sang Hoon hyung! Semua refleks ketawa, dan Sang Hoon hyung yang baik hati siap bagi-bagi sosisnya buat mereka semua, haha.


Kado selanjutnya, tanpa dibuka udah langsung diulurkan ke Jung Suk karena dari bentuknya langsung ketauan. Yak, isinya gitaar! Gitar mungil yang langsung ditaksir Jung Suk begitu dia masuk di toko gitar di Reykjavik. Gitar yang dulu dipegangnya lama sekali, sekarang beneran ada di tangannya. Jung Suk yang happy langsung testing gitarnya, dan berterimakasih.. kamsahamnidaa!


Kado terakhir untuk Ha Neul menurut PD Na sangat mewakili orangnya. Ha Neul jadi deg-degan, tapi begitu dibuka.. isinya ternyata kantung plastik bermerk. Ha Neul speechless, dan yang lainnya ngakak. Meskipun kadonya aneh sendiri, Ha Neul tetap berterimakasih. Hahaha, kasiaaan! Jung Suk langsung merasa bersyukur dia dapet gitar.


PD Na minta mereka ngasih pesan ke korban selanjutnya, cast Reply 1988 yang baru pulang dari Afrika. Pesan Jung Suk, jangan terlalu irit dan.. diskusinya jangan lama-lama. HUAHAHAA, emangnya four stones!

 
 
 
 
 
 

And... our trip to Iceland is officially ended! Thank you for the superb journey and the great laugh, our loveable four stones! *sediiiiiih*

I LOVE ICELAND! Someday i’ll go to every places they’ve ever visited here. Amin.