Thursday, January 2, 2014

Sinopsis Prime Minister and I Episode 7 Part 2


Di rumah PM, In Ho terkejut mendengar Da Jung pergi dengan Yul dari ahjumma. Ahjumma bilang sejak kejadian kemarin PM merasa kurang baik, sangat baik kalau istrinya menemaninya. In Ho kemudian keluar dan tak sengaja menabrak Woo Ri sampai ponsel Woo Ri terjatuh. In Ho mengambil ponsel Woo Ri dan komentar kalau ini bener-bener antik (masih model flip bo!). Woo Ri berkata dengan ketus kalau itu bukan urusannya. Tapi gara-gara itu In Ho jadi curiga dan mengawasi Woo Ri dari CCTV dan melihat Woo Ri dengan smartphonenya. Jangan-jangan Woo Ri....


Da Jung pergi minum berdua dengan Yul, well nggak berdua juga sih, ada serombongan pengawal di meja sebelah. Da Jung minum dengan nikmat dan Yul berkomentar mereka pergi bukan untuknya, tapi Da Jung yang ingin. Da Jung tak menyangkal, ini seperti membunuh dua burung dengan satu batu, kita mendapatkan udara segar dan snack tengah malam, berdiam di rumah membuatku merasa seperti terkurung. Yul kaget dan bertanya apa Da Jung merasa terkurung? Da Jung berkata sedikiit, ia adalah orang yang biasanya selalu bepergian (namanya juga reporter).


Da Jung menawari Yul segelas soju, semua bebanmu akan hilang jika meminum ini, siapa tau kau akan bisa tertidur. Yul tak menyambutnya dan bertanya, “Nam Da Jung-ssi, mengapa kau begitu baik kepadaku?” Da Jung malah balik bertanya, ”Baik? Kapan aku seperti itu?”


Yul menyebut saat konfirmasi penunjukan, saat pertunjukan Man Se, hadiah natal, dan sekarang kau mentraktirku minum, lalu apa yang harus kulakukan untukmu?

“Jurnal harian, bebaskan aku dari jurnal!”, Da Jung merasa kalau itu tak akan dikabulkan dan melanjutkan, “Bukankah sudah jelas bahwa aku menghibur suamiku ketika ia mengalami kesulitan? Seperti yang kau katakan aku adalah istri dari PM Kwon Yul.” Yul malah teringat perkataan mantan istrinya dulu, “aku istri Gubernur Kwon Yul.


Karena Yul tak mau minum, Da Jung mencoba menyuapi blood sausage pada Yul. Yul menolak, ia alergi, jika ia memakannya ia akan muntah sepanjang malam, kau tidak akan tau tentang itu. Da Jung mulai kesal, kau tak ingin minum, kau tak ingin makan blood sausage, aku tak tau kesenangan apa yang kau butuhkan, aah aku akan memakan semuanya sendirian.

Tiba-tiba Da Jung tersedak saat melihat dua rekannya dari Scandal News masuk ke restoran yang sama dan mereka masih kesal karena Da Jung menolak wawancara PM dengan mereka. Da Jung memberitahu Yul kalau mereka harus segera pergi dari sini, kau tak mau kan ada sebuah artikel mengatakan “PM minum karena dewan menteri”. Tentu saja Yul tak mau dan setuju untuk pergi. 


Saat Yul membayar, Da Jung yang panik malah memanggilnya dengan sebutan Jongri-nim, jadi semua menyadari kalau PM ada di sini, termasuk Scandal News. Yul dan Da Jung langsung lari diikuti para pengawal. Da Jung tertinggal di belakang, jadi Yul menggenggam tangannya dan menariknya terus berlari. Mereka berhasil mengecoh Scandal News, dan juga para pengawal. 


Yul dan Da Jung berlari lagi, dengan senyum mengembang di wajah mereka. Omo, they’re look so happy! Dan urri Da Jung, dia selalu melihat ke arah Yul dengan bahagia saat berlari. Aw.


Di rumah, pengawal PM berpesan kalau Jongri-nim dan Nyonya kedepannya tak boleh lari tanpa kami. Da Jung tersenyum dan meminta maaf. Saat melangkah masuk, pengawal berkomentar kalau mereka sangat manis saat bersama. Da Jung dan Yul yang mendengarnya langsung tertawa.


Da Jung terpana melihat Yul, “Jongri-nim, apa kau menyadarinya? Kau tampak sangat bagus saat tersenyum. Tersenyumlah lebih sering, benar-benar bagus melihatmu ketika tersenyum.” Dan gantian Yul yang terpana liat senyum Da Jung. Da Jung bertanya mengapa Yul melihatnya seperti itu? Yul menyangkal, berhentilah mengatakan hal-hal yang tak berguna seperti itu, cepat masuk dan pergi tidur. Da Jung kesal, “Aissh, dia selalu pergi seperti itu.”


In Ho datang dan memberikan kado natal untuk Da Jung, sebuah pulpen yang diinginkan Da Jung. In Ho mengingat impian Da Jung untuk menjadi penulis seperti Jane Austen. Da Jung berkata kalau ia sudah menyerah pada mimpinya itu, ia akan menggunakannya untuk menulis jurnal harian. Da Jung menjelaskan kalau PM menyuruhnya membuat laporan harian anak-anak.

“Da Jung-ssi, tidakkah sulit untuk hidup dengan PM?” Da Jung mengiyakan, kau sudah tau itu dan mulai ngomel soal Yul. In Ho berpikir kalau Da Jung tak harus melakukannya sejauh itu. Da Jung membenarkan dan mengingatkan In Ho sudah waktunya untuk pergi, tapi In Ho berkata masih ada satu hal yang ingin ia bicarakan.


Di kamar, Da Jung sudah siap-siap tidur sementara Yul masih sibuk di meja kerjanya. Da Jung bertanya apa Yul tak pergi tidur? Yul meminta Da Jung jangan mengkhawatirkannya, pergi tidur saja sendiri.

Da Jung: “Jika karena kau tak dapat tertidur, aku bisa membacakan...”


Yul langsung menghentikan Da Jung yang akan bangkit mendekati Yul, “Sekali saja cukup, kau bilang akan membacakan untukku, lalu kau mendengkur ketika tidur. Kau tidur saja sudah membantuku”


Da Jung terpaksa mengiyakan dan kembali berbaring. Tapi baru memejamkan mata sebentar, Da Jung kembali melihat ke arah Yul dan memperhatikan Yul yang sibuk dengan pekerjaannya.


Yul merasa ada sesuatu di kursinya dan mengambilnya, ternyata itu baju dalam Da Jung. Da Jung menghampiri dengan panik dan bertanya apa yang Yul lakukan, mengapa kau menyentuh baju dalamku? Yul bangkit dan balik bertanya, “siapa yang meninggalkannya dengan ceroboh seperti ini? Baiklah, aku ingin mengatakan sesuatu, Nam Da Jung-ssi mengapa wanita begitu kotor?” Da Jung kesal dan tak percaya. “Di kamar, kau meninggalkan pakaian, handuk dan semuanya ada di situ, dan sekarang baju dalammu?”

Da Jung malu dan menyembunyikan baju dalamnya, lalu menyalahkan mereka yang harus berbagi kamar, jika kita tidak sekamar, tidak akan masalah aku menaruhnya sembarangan atau tidak.

Yul membalas, kau pikir aku mau berbagi kamar denganmu? Da Jung usul kalau mereka bisa menggunakan kamar yang berbeda, pasangan sungguhan akan pisah kamar saat mereka bertengkar, kau pikir mata-mata tidak akan tau itu?

“Ah, itu adalah hal terpintar yang pernah kudengar darimu Nam Da Jung-ssi. Aku sangat suka itu. Segeralah pergi!”

“Itu yang kutunggu dari tadi. Aku akan tidur di kamar Man Se”, Da Jung mengambil bantalnya dan pergi dengan kesal. Di luar kamar, Da Jung memarahi baju dalamnya, “Apa kau gila? Mengapa kau sampai tertangkap Jongri-nim disana?” Da Jung benar-benar malu. Hahaa.


Yul menikmati kamarnya yang sekarang kosong, dan tiba-tiba teringat soal Da Jung yang akan membacakan buku hingga ia tertidur. Yul tertawa meremehkan, tapi kemudian ia melihat tumpukan buku di meja samping kasur, mengambilnya satu dan membacanya.


Di kamar Man Se, Da Jung berbaring sambil mengingat ia yang berlari dengan bahagia bersama Yul tadi, tapi kemudian Da Jung sadar kalau ia benar-benar gila, mengapa ia memikirkan Yul saat ia sedang kesal dengannya? Man Se terbangun dan bertanya mengapa Da Jung ada di kamarnya. Da Jung bilang kalau ia ingin tidur dengan Man Se. Man Se tersenyum senang dan Da Jung menepuk-nepuknya untuk tidur lagi.


Sementara itu, Yul tertidur di kamarnya dengan buku yang belum selesai dibacanya. Well, it’s really work, Jongri-nim?


Di kantor PM, para menteri meminta maaf pada Yul tentang pertemuan dewan dan menyebutkan berbagai alasan. Yul tersenyum dan berkata kalau proposal pelabuhan internasional masih ada di meja mereka dan Yul menunggu laporan mereka nanti. Para menteri diam, tak berani membantah.


Hye Joo mengadakan konferensi pers dan mengkonfirmasi kalau PM tau rumor tentangnya dan meminta maaf pada publik. Scandal News bertanya apakah PM pergi berkencan dengan istrinya sehari setelah itu dan mereka berada di restoran biasa? Hye Joo menjawab dengan tenang, tak ada masalah dengan itu dan ini bukan tempat untuk menyebarkan gosip dan mengakhiri konferensi pers.


Saat keluar ruangan, Ketua Go memanas-manasi reporter Byun yang ketinggalan berita sampai reporter Byun kesal setengah mati.


Yul akan pulang, Hye Joo mendekatinya dan bertanya apa benar PM pergi minum dengan Nam Da Jung? Yul mengiyakan. Hye Joo kesal, Nam Da Jung-ssi benar-benar tidak tau levelnya dan membawa PM minum ke tempat seperti itu. Yul berkata itu bukan salah Da Jung, ia yang menginginkannya, “Kau pasti khawatir tentang wartawan, tapi jangan khawatir, apa yang salah dengan pasangan pergi keluar minum bersama?”

Hye Jo mengingatkan kalau Yul dan Da Jung bukan pasangan sebenarnya, anda nampaknya memikirkan Nam Da Jung secara khusus, aku hanya penasaran dengan alasannya. Yak, ada yang cemburu! #pukpukHyeJoo

Yul masuk ke rumahnya dan teringat perkataan Hye Joo tadi, dan pertanyaannya pada Da Jung, mengapa ia begitu baik padanya. Yul mengingat semua yang sudah dilakukan Da Jung untuknya dan tampak bimbang.


Da Jung masuk ke kamar Woo Ri karena kecurigaan In Ho soal Woo Ri yang mempunyai dua ponsel dan meminta Da Jung mengeceknya. Da Jung menemukan smartphone berikut pamflet pertunjukan band Woo Ri. Da Jung bingung apa yang harus ia lakukan. Woo Ri masuk ke kamarnya dan merebut ponselnya dengan kesal. Da Jung bertanya dari mana Woo Ri mendapatkannya? Siapa yang membelikannya untukmu? Jongri-nim tidak mungkin membelikannya untukmu, apakah menteri Park Joon Ki? Woo Ri membenarkan, kenapa apa tidak boleh?

Sedikit panik, Da Jung bertanya apa kau mata-mata itu? Berada di band tanpa sepengetahuan PM ia masih bisa menyembunyikannya, tapi menjadi mata-mata bukanlah hal yang benar Woo Ri-ah.


Tiba-tiba terdengar suara Yul, “Apa yang kau katakan?” Da Jung bingung harus menjawab apa. Yul meminta smartphone yang disembunyikan Woo Ri dan bertanya dari mana Woo Ri mendapatkannya. Kesal dan marah,Woo Ri menjawab ia tak tau dan tak ingin memberitahu dan berlari keluar.

Ponsel Woo Ri yang dipengang Yul berbunyi, Joon Ki menelepon. Begitu diangkat, Joon Ki bertanya ia harus pergi kemana, Yul yang menjawabnya dan berkata mereka harus bertemu. Joon Ki mengiyakan, menutup telponnya dan berbicara pada orang di sebelahnya, mereka akan menyelesaikan urusan mereka nanti. 


Dan orang itu adalah... In Ho. Dang, Kang In Ho, what are you doing here with him? Are you the... spy?


Yul marah pada Da Jung, kau tau semuanya dari awal kan? Da Jung meminta maaf. “Woo Ri bermain band tanpa sepengetahuanku, dan memiliki smartphone, kau tau segalanya tapi tak bilang padaku?” Da Jung membela diri, ia tau Yul akan keberatan, jadi ia ingin Woo Ri menyelesaikan penampilannya dan membantunya memberitahumu.

“Nam Da Jung-ssi, apakah kau ibu mereka? Untuk semua yang kau lakukan untukku dan anak-anak, aku berterimakasih. Tapi, kau pikir siapa kau?”


Da Jung tak bisa menjawab.

“Kupikir kau benar-benar keliru, kau bukan ibu kandung anak-anakku dan kau juga bukan istri sungguhan. Tapi kenapa kau tetap melibatkan dirimu dalam masalah keluarga kami?” Yul meminta Da Jung jangan melakukan hal seperti ini lagi dan melewati batas, ini sudah cukup. Yul pergi, tapi berhenti setelah beberapa langkah, merasa kalau ia terlalu keras pada Da Jung. Tapi Yul tak berbalik, dan meninggalkan Da Jung. Ah, heartbreak!

Da Jung duduk sendirian dan sedih, merasa ia memang sudah melewati batas, itu semua bukan urusannya dan bertanya-tanya mengapa ia jadi seperti ini.


Na Ra berlari memanggil Da Jung dan hampir menangis saat memberitahu kalau Woo Ri kabur dari rumah.


Yul bertemu dengan Joon Ki yang menganggap Yul terlalu sensitif, apa tak boleh seorang paman membelikan keponakannya smartphone? Yul bertanya apa hanya itu.

“Tentu saja masih ada lagi, kau tidak tau bahwa Woo Ri memiliki bakat musik seperti Na Young kan? Dia ingin bermusik, jadi aku memberinya ruang praktek dan membelikannya gitar. Dan ia ada pertunjukan hari ini, aku meneleponnya karena aku akan pergi kesana”

Yul heran, pertunjukan? Joon Ki berkata Yul tak tau apa-apa tentang Woo Ri, kau mendapatkan apa yang pantas kau dapatkan, pembatalan sidang kabinet dan membuat anakmu semakin menjauh. Yul tak peduli apa yang dilakukan Joon Ki terhadapnya, kau hanya paman dari pihak ibu anakku, lain kali jangan bawa Woo Ri ke dalam urusanmu dan aku, jika sesuatu terjadi lagi, hal itu tidak akan berakhir mudah seperti ini.

Woo Ri tak konsen latihan dan diprotes teman-temannya. Da Jung datang dan tersenyum. Woo Ri keluar dan dengan kesal bertanya mengapa ia ada disini? Setelah pertunjukan Man Se, kau ingin bilang ini giliranku?


Tidak, Da Jung ingin mencegahnya kabur dari rumah. Woo Ri bertanya jadi apa yang akan Da Jung lakukan. Da Jung meminta Woo Ri lakukan pertunjukannya dan pulang ke rumah, berbicara pada Jongri-nim dan menyelesaikan yang perlu diselesaikan, bagaimana? Woo Ri menganggap Da Jung terlalu ikut campur, ia akan benar-benar pergi. Da Jung menariknya dan bertanya mengapa Woo Ri melakukan ini? Apa kau berpikir bagaimana kecewanya Jongri-nim sekarang karenamu?

“Ahjumma, siapa kau sampai ikut campur?”

Da Jung terkejut, “Apa?”

“Kau pikir kau ibuku? Kau bahkan bukan ibu kandungku, tapi kenapa kau seperti ini terhadapku? Apa alasannya?”

Woo Ri melepaskan tangannya dari Da Jung dan berlari pergi.

Da Jung: “Apa alasanku melakukan ini? Aku bahkan bukan ibu mereka, bahkan aku bukan istri sungguhan. Tapi mengapa aku melakukan ini?

Da Jung mengejar Woo Ri dan bertanya pada dirinya sendiri alasannya, “Kami bahkan tidak mencintai satu sama lain, tapi alasan mengapa aku melangkah masuk. Alasan mengapa tangannya terasa begitu hangat. Alasan mengapa hatiku sakit dan menderita saat melihatnya. Alasan mengapa tanpa sadar aku meneteskan air mata. Alasannya adalah... alasannya adalah...



Da Jung yang mengejar Woo Ri tak sadar kalau lampu lalu lintas berubah merah dan sebuah truk besar mendekat ke arahnya. Da Jung shock tak dapat bergerak, dan seseorang menyelamatkannya.. Kwon Yul. Mereka berguling ke sisi jalan dan tangan Yul menahan tubuh Da Jung. Saat menatap Yul, Da Jung menemukan jawabannya, “Alasannya adalah karena... dia


Komentar:
Kasian Da Jung, semua orang memperingatkannya kalau dia bukan ibu anak-anak dan bukan istri sungguhan Yul. Tapi gara-gara itu Da Jung jadi sadar kalau dia sudah jatuh cinta sama Yul, aak! Senin masih lama ya?

Sinopsis Prime Minister and I Episode 7 Part 1


Da Jung yang niatnya membacakan cerita dari buku 1001 malam agar Yul tertidur malah tertidur lebih dulu dari Yul. Yul hanya bisa tertawa dan mengambil bukunya perlahan dari Da Jung. Yul lanjut membacanya sendiri, “Tidak ada kebencian yang dapat menghapus kemalangan, tidak ada yang bisa menghentikan kemarahan. Maka dari itu, kau adalah orang yang menyelamatkanku. Kau datang kepadaku yang tak bisa tertidur..” Pluk, kepala Da Jung jatuh tepat di bahu Yul saat Yul membaca “Scheherazade ku..” Yul memandangi Da Jung dan berusaha membetulkan posisi tidurnya, tapi Da Jung malah terbangun dan dengan kaget bertanya apa yang sedang Yul lakukan. Yul menjelaskan kalau dia hanya membantu Da Jung untuk tidur lebih nyaman. Da Jung tak percaya.


Yul kesal, “Jika kau tak ingin mempercayaiku, maka jangan! Kau bilang kau akan membacakannya kepadaku hingga aku tertidur.” Da Jung tetap tak percaya dan menuduh Yul adalah seorang serigala. Yul benar-benar kesal dan pergi keluar kamar dan berpesan agar Da Jung tidak mendekatinya. 


Di luar kamar Yul masih ngomel-ngomel sendiri, “Apa, serigala? Apakah dia tidak tau seperti apa serigala itu?”



Yul melangkah ke kamar yang tergembok rapat dan kekesalannya berubah menjadi kesedihan. Yul teringat pertanyaan Da Jung sebelumnya, “Jungri-nim, mengapa kau tak bisa tertidur?” Yul melangkah pergi, tapi kemudian diperlihatkan sebuah foto wanita cantik di ruangan yang selalu tergembok itu, istri Perdana Menteri. Dari fotonya, kelihatannya istri PM pemain piano yaa..


Paginya, Yul mencari Da Jung tapi tak  tampak di kamarnya. Yul masuk dan geleng-geleng liat kamar yang berantakan. Baju-baju berserakan dimana-mana, tapi mata Yul tertuju pada buku yang Da Jung bacakan semalam dan terus memandanginya. 


Da Jung yang baru selesai mandi kaget melihat Yul ada di kamar. Yul juga kaget dan mengalihkan pandangan ke arah lain, dan mulai mengomel karena Da Jung menggunakan kamar mandinya, ia meminta Da Jung menggunakan kamar mandi lain mulai sekarang. Da Jung menjawab kalau anak-anak harus memakai kamar mandi itu. “Ini adalah punyaku. Jangan gunakan kamar mandiku”, Yul kekeuh (dan tetep nggak memandang Da Jung). Yul memberi waktu 5 menit untuk Da Jung bersiap-siap ke konferensi parlemen. Yul keluar kamar dan masih lanjut ngomel sendiri soal Da Jung yang make kamar mandinya, haha..


Park Joon Ki dan sekretarisnya berjalan menuju tempat pertemuan dengan para menteri lain, dan sepertinya dia merencanakan sesuatu untuk Yul. Salju kembali turun, dan Joon Ki teringat percakapannya dengan Hye Joo saat malam natal, “Hal yang Kwon Yul lakukan dengan baik dengan pernikahaannya adalah untuk membuatmu sadar dan mengerti, kau pikir itu benar.ini terlihat lenih baikbagimu untulmenyendiri dan sedih, daripada mengejar Kwon Yul seperti anak anjing.” Hye Joo meminta Joon Ki untuk tidak bertengkar dengannya, ini malam natal. Joon Ki malah menggoda Hye Joo dengan meraih dahan pohon di atasnya dan salju langsung berjatuhan. Hye Joo mengeluh dingin, dan Joon Ki membantu membersihkan salju di mantel Hye Joo.

Joon Ki berharap, “Tidak apa-apa jika kau menyumpahiku atau mengabaikanku, tapi jangan membenciku apapun yang terjadi.” Hye Joo hanya diam memandanginya dengan heran.

Di mobilnya, In Ho mendapat telepon dari Hye Joo. Tak lama, Da Jung yang ditelepon In Ho. Yul selesai bersiap-siap dan dengan hati-hati akan keluar kamar (bajunya Da Jung berserakan dimana-mana gitu loh), tapi pintu kamarnya tak mau terbuka. Dicoba berkali-kali, tetap tak terbuka. Di luar kamar, Da Jung menahan pintunya setengah mati karena pesan In Ho yang memintanya menahan PM selama setengah jam.


Da Jung: “Jongri-nim, maafkan aku tapi aku tak bisa membuka pintunya”


Sementara itu kantor PM sangat sibuk, banyak menteri yang tidak akan hadir di sidang kabinet. Hye Joo kesal dan tau ini perbuatan Joon Ki untuk mempermalukan PM. Mereka berusaha mengurus ini sebelum PM tau.

Setelah berusaha keras, pintu mulai terbuka (buset Da Jung Kuat amat ya ternyata??) dan Yul terkejut menemukan Da Jung yang menahan pintunya. Da Jung langsung melompat dan keduanya terjatuh di lantai. Yul bertanya apa yang Da Jung lakukan dan berusaha bangun. Da Jung menarik Yul lagi dan menahannya di bawahnya, berkata ada sesuatu yang ingin dia bicarakan. Yul bangkit lagi dan Da Jung menahannya lagi. Ahjumma pengurus rumah malah mendapati mereka yang sedang dalam posisi err.. hot, langsung shock dan menutup pintu kamar, huahahaa.


Ahjumma benar-benar shock, dan langsung mencegah Man Se yang ingin masuk kamar mencari Da Jung dan berkata kalau Da Jung sedang sibuk, ia yang akan mengantar Man Se sekolah. Man Se nggak mau, sampai Ahjumma harus menyeretnya pergi.


Yul bangkit dan memperingatkan Da Jung, “aku tak punya waktu, aku akan pergi sekarang. Tapi tentang perilaku gilamu, aku akan menegurmu setelah pulang nanti. Bersiap-siaplah.” Da Jung tetap menahan Yul keluar, “Kau tak dapat pergi sekarang! Ketua Kang bilang kau tak bisa...” Yul heran dengan apa yang Da Jung bicarakan.


Yul akhirnya sampai di kantor PM dan banyak wartawan menunggunya. Hye Joo dan In Ho berusaha mencegah Yul masuk ke ruangan sidang, tapi Yul tetap membuka pintu ruangan lebar-lebar dan mendapati hanya ada 2 menteri disana. Well, sepertinya ini ada hubungannya dengan pemboikotan pembangunan pelabuhan internasional..


Da Jung yang sedang menyiapkan snack berpikir soal permintaan In Ho tadi pagi dan mengingat soal ia yang melompat ke atas Yul. Da Jung merasa ia benar-benar gila.


Da Jung mengantarkan snack untuk Na Ra yang sedang asik dengan laptopnya. Da Jung mengira Na Ra bermain terus dengan laptopnya, dengan sinis Na Ra berkata kalau ia sedang belajar. Da Jung tak percaya dan mengintip laptopnya, dan ups, Na Ra beneran lagi belajar. Da Jung tertawa malu dan menyuruh Na Ra lanjut belajar.


Da Jung ganti mengantarkan sandwich untuk Man Se di kamarnya. Man Se berkata dengan riang kalau ia sangat menyukai boneka kataknya. Da Jung senang dan berterimakasih. “Tapi, kenapa tidak ada apa-apa disini?”, tanya Man Se sambil menunjuk tangan kiri si katak dan meminta 1 sandwich lagi untuk kataknya. Da Jung cuma bisa mengeluh, kenapa ia meminta yang tersulit dari semua sandwich. Hahaa, itu kan tangan kanan kataknya megang sandwich, Man Se mau tangan satunya megang juga..


Da Jung masuk kamar Woo Ri dan mengeluh, ruangan ini selalu saja kotor meski ia membersihkannya. Saat mulai membersihkan, Da Jung menemukan sebuah kunci tergeletak di lantai dan penasaran.


Yul termenung di kantornya, mengingat semua kejadian tadi. Sementara menteri-menteri lain dan Park Joon Ki menertawakan Yul, tapi khawatir akan nasib mereka di media. Joon Ki menenangkan kalau tak akan ada yang terjadi.


Hye Joo datang dan langsung menampar Joon Ki. Joon Ki hanya tertawa maklum dan berkata seharusnya Kwon Yul datang secara pribadi. Hye Joo kesal dan menganggap ini sudah terlalu jauh, Joon Ki sudah berubah begitu banyak dan ia tak akan membencinya, tapi ia akan menganggapnya menyedihkan.



Yul pulang ke kediamannya dan mendengar suara piano. Ternyata Da Jung yang memainkannya untuk Na Ra dan Man Se. Na Ra menganggap lagu yang Da Jung mainkan terlalu mudah dan membosankan, “apa hanya ini yang bisa kau mainkan?” Da Jung tak mau direndahkan, ia bermain semua bagian dalam “40 latihan Czerny” (buku piano). Da Jung mulai memainkan lagu lain saat Yul mendekat dengan tergesa. 



Yul terpana dan seperti melihat mantan istrinya yang memainkan piano dengan gembira. Yul tersenyum kecil, sampai akhirnya ia sadar dengan apa yang dilihatnya. 


Da Jung berhenti bermain saat melihat Yul. Na Ra menjelaskan dengan panik kalau ia dan Man Se tak punya niat untuk datang, tapi Da Jung yang mulai untuk bermain. Man Se meralat, noona yang menyuruhnya untuk mencoba dan... Na Ra langsung menutup mulut Man Se dan menyeretnya pergi.

Da Jung menjelaskan pada Yul kalau ia datang karena pintunya terbuka dan ia penasaran. Yul yang masih terkejut hanya diam dan pergi.

Dari ahjumma, Da Jung baru tau kalau piano itu milik mantan istri Yul. Ahjumma mengomel, itu sebabnya aku memintamu tak masuk ke ruangan itu, dan kau hanya menganggapnya omong kosong? Ponsel Da Jung berbunyi, ayah meneleponnya dan bertanya tentang keadaan Yul. Da Jung bingung dan baru tau soal sidang kabinet yang dibatalkan.


Yul masih merenung di ruang kerjanya saat Da Jung masuk dan membawakan minuman, hot chocolate denga marshmallow di atasnya. Yul bertanya apa itu? Da Jung bilang kalau ia ingin Yul meminum minuman yang manis.

“Apa kau membuat ini untukku?”

“Ya, minum sesuatu yang manis untuk menyemangatimu. Minumlah selagi hangat.”

Da Jung keluar dan membiarkan Yul sendiri. Sampai jam 3 dinihari, Yul masih terjaga, bukan karena kejadian di kantor PM, tapi soal Da Jung yang mengingatkannya pada mantan istrinya. Yul yang stress mengkonsumsi pil tidurnya, lebih dari biasanya.

Pagi harinya, Da Jung kesiangan bangun dan saat sadar Yul tak ada di kamar, yang ada dipikirannya pertama kali adalah, “Apakah Jongri-nim terbangun semalaman?”    


Da Jung mengetuk ruang kerja Yul, tak ada jawaban. Da Jung masuk dan panik melihat Yul yang terkapar di kursi dan pil tidurnya yang berserakan di lantai. Da Jung menepuk bahu Yul untuk membangunkannya, tak berhasil. Da Jung akhirnya menepuk pipi Yul berkali-kali, dengan keras, memaksa Yul bangun dengan panik. Saat Da Jung mau menepuk pipi Yul lagi, tangan Yul tau-tau ada di pipinya. Yul membuka mata dan bertanya berapa lama kau akan menamparku? Pfiuuh, sama seperti Da Jung aku juga ikutan lega.


Yul terlambat dan berkata pada In Ho kalau ia akan keluar rumah dalam 5 menit. Da Jung bertanya apa Yul baik-baik saja?

“Kau kira aku baik-baik saja? Aku kira mukaku akan rusak. Apa yang kau pikirkan hingga kau menamparku begitu keras?”, omel Yul.

Da Jung mengira ini semua karena sidang kabinet sehingga Yul meminum banyak obat tidur. Yul tanya apa Da Jung berpikir kalau ia mencoba bunuh diri?

“Kau tidak bangun-bangun meski aku menamparmu dengan keras. Itulah sebabnya aku tak ingin kau meminum obat-obatan seperti itu. Aku sudah bilang akan membacakan buku untukmu, tapi kenapa kau masih meminum obat-obatan itu?”


Yul berkata, jadi itu alasannya dan beranjak pergi. Da Jung memanggilnya dan meminta maaf soal kemarin, ia yang salah. Yul tanya apa yang salah?

“Tanpa berpikir aku pergi keruang piano.”

“Dan apa lagi?”

“Aku bermain piano tanpa seijinmu”

“Dan apa lagi?”

Da Jung mulai bingung dan tak yakin. Yul bertanya lagi, kau tak tau? Da Jung tiba-tiba teringat dan berkata takut-takut, tentang aku melompat ke atasmu kemarin. Yul tertawa dan berkata ia sudah melupakan hal itu, jika kau tau kau salah lakukanlah refleksi. Yul kemudian pergi. Tinggal Da Jung yang merasa aneh karena Yul tidak marah dan bertanya-tanya apa hal lain yang ia lakukan dengan salah?

Yul: “Hal terbesar yang Nam Da Jung-ssi lakukan salah, mengingatkanku dengan orang itu. Dia membuatku memikirkan istriku


Da Jung keluar dan bertemu rekannya dari Scandal News. Temannya berkata sebagai istri PM seharusnya ia membantunya. Da Jung tampak berpikir, haruskah aku membantunya? Tapi mereka ternyata ingin membuat berita tentang PM. Da Jung menolak, ia tau suaminya tak akan mengijinkan, meski aku yang berkata... ia akan membunuhku. Ketua Go kesal ditolak dan berkata kau dan PM akan habis ditanganku. Da Jung mencoba mencegah mereka pergi, tapi ia malah kepikiran soal membantu suami.


Yul di kantornya, Hye Joo berkata kalau sebaiknya mereka mundur soal isu Guk Jang Ma. Tapi In Ho berkata kalau itu bukan cara PM untuk mengatasi masalahnya, dengan prinsip dan keyakinan, bukankah itu metode PM? Hye Joo mengingatkan In Ho soal semua tanggung jawab politik yang harus diambil PM untuk ini. Yul merasa sudah cukup mendengar pendapat keduanya, tinggal ia yang memutuskan.

Di luar, Hye Joo bertanya mengapa In Ho mendorong PM saat kita harus menghentikannya? Apa kau tau siapa dia? In Ho balik bertanya, apa kau yakin tau segalanya tentang PM? Apa Pmbahkan tak pernah membuat keputusan yang salah? Hye Joo bingung. In Ho berkata kalau ia hanya ingin tau pilihan PM karena ia lebih tertarik dengan keputusan yang dibuat Kwon Yul sebagai manusia daripada sebagai PM.

Yul termenung lagi di halaman rumahnya dan mengingat semua perkataan orang-orang, termasuk perkataan Da Jung dulu, “harap menjadi PM yang dapat mendukung orang-orang biasa seperti saya. Orang yang tidak berada pada sisi orang –orang yang kuat dan mengabaikan orang-orang lemah. Berjanjilah padaku bahwa kau akan menjadi PM seperti itu.


Da Jung datang dan berkata kalau ia punya perasaan kalau Yul ada disini. Yul berkata kalau ada yang harus ia pikirkan. Da Jung bertanya apa ia sudah memutuskan? Yul tak tau.

Da Jung menenangkan, “Lupakanlah yang terjadi kemarin, kau dapat melakukan hal yang lebih baik besok”. Yul berkata, tak sesederhana itu dan terus terang ia tak yakin keputusan apa yang tepat.

“Aku tak tau banyak tentang politik, aku bahkan tak tau keputusan apa yang harus kau buat, tapi aku tau itu. Kau bilang sebelumnya bahwa kau akan menjadi PM yang melayani warga. Aku percaya bahwa kau akan menjaga kata-katamu, karena kau orang seperti itu”


Yul mulai tersenyum dan berkata kalau Da Jung mampu membuat masalah rumit menjadi sesuatu yang sederhana. Da Jung membanggakan kalau itulah pesonanya, dan sebagai warga yang baik ia akan mentraktir Jongri-nim minum dan menariknya pergi.

Bersambung Part 2

Note:
Sejak selesai nulis sinopsis beberapa episode terakhir Itazura Na Kiss Love in Tokyo berbulan-bulan lalu, aku bertanya-tanya, drama seperti apa yang bisa menggerakkan aku untuk nulis lagi? Ternyata, drama ini jawabannya. Drama romcom seperti ini emang cheesy, tapi entahlah, aku justru jatuh cinta sama Prime Minister and I. Heartwarming, itu kata kuncinya. Drama winter yang terasa sangat hangat. I just love it!

Sunday, December 22, 2013

Review Reply 1994: Who is The Husband?


Familiar dengan Reply 1997 yang tayang tahun kemarin dan bikin penasaran bahkan sampe episode terakhir? Nah, Reply 1994 meskipun bukan dimaksudkan sebagai sekuelnya, tapi drama ini mengusung formula yang sama. Alurnya maju mundur dan terasa gelap, bukaan, bukan dramanya suram, maksudnya banyak hal yang nggak tertebak di drama ini. Tokoh utama drama ini, Sung Na Jung yang berusia 20an, fangirlnya Lee Sang Min, seorang pemain basket. Nah, pertanyaan utama drama ini adalah siapakah suami Na Jung? Reply 1994 sudah berjalan 17 episode dari 21 episode yang direncanakan, tapi sampai saat ini belum terkuak siapa sebenarnya suami Na Jung. Klunya, nama asli suami Na Jung adalah Kim Jae Joon.

Ada 5 kandidat utama. Ssereki Oppa. Chilbongie. Haitai. Bingguere. Sam Cheon Po. Masalahnya, semua kandidat ini namanya nama panggilan atau julukan semua.

Kandidat pertama, Sam Cheon Po, sudah bisa dicoret dari daftar karena ia ternyata suami Yoon Jin. Cute couple ini udah pacaran sejak 1994 dan lucunya, meski mereka sering pake kaos couple, orang lain suka mengabaikan kalo mereka pasangan. Masa pas Sam Cheon Po sama Yoon Jin ngunjungin Haitai yang lagi wamil, seniornya Haitai malah ngira Yoon Jin pacarnya Haitai dan Sam Cheon Po dikira gurunya Haitai, hahaa, mukanya Sam Cheon Po boros banget sih padahal dia lebih muda dari Yoon Jin lho. Di tahun 2013, Sam Cheon Po dan Yoon Jin yang udah punya 4 anak pun masih tetap mesra. Dan ternyata, nama asli Sam Cheon Po adalah Kim Sung Gyun.

Kandidat kedua, Bingguere, juga bisa dicoret dari daftar. Dari awal Bing2 memang nggak tampak bakal ada hubungan sama Na Jung sih, dan banyak yang mengira kalo Bing2 gay karena tampaknya tertarik sama Ssereki Oppa. Ssereki Oppa jelas bukan gay dan menganggap Bing2 dongsaengnya. Jangankan kita, Bing2 aja bingung sama perasaannya. Tapi untunglah Bing2 akhirnya sama noona Die Die, sunbaenya di kampus, menikah dan hidup bahagia. Legaa banget liat pasangan ini, kasian aja gitu kalo Bing2 ternyata gay. Dan tau nggak siih, yang jadi cameo pasangan Bing2 itu yang jadi Im Meahri! Suka ih, setelah Yoon Ahjussi, ternyata Im Meahri jadi cameo juga. Ah, btw nama asli Bingguere adalah Kim Dong Joon.

Kandidat ketiga, Haitai, belum bisa dicoret sepenuhnya dari daftar sih. Tapi feelingku, sama sekali bukan Haitai. Haitai akan punya loveline sendiri. Awalnya sih kayaknya Haitai memang tertarik sama Na Jung, tapi akhirnya dia memutuskan jadi teman yang baik untuk Na Jung. Great chingu! Akhir-akhir ini tapi porsi Haitai kecil sekali sejak dia masuk wamil. Tapi sebentar lagi Haitai bakal kelar wamil dan sepertinya cerita akan mulai berfokus ke dia. Dari yang udah terungkap sih, Yoon Jin bilang kalo Haitai sama pasangannya saat ini udah 15 tahun. Na Jung malah bilang kalo lebih dari itu. Naah, kira-kira Haitai sama siapa yaa? Ada yang bilang kemungkinan Haitai bakalan sama cinta pertamanya, Ae Jung. Tapi kita liat aja nanti! Oh ya, nama Haitai yang sebenarnya kayaknya belum terungkap.

Kandidat keempat, Chilbongie, sama sekali belum bisa dicoret dari daftar. Seperti kata Chilbong, “It’s ain’t over until it’s over”. Chilbong yang ganteng dan pantang menyerah ini menarik banyak orang untuk masuk ke #TeamChilbong, yang sayangnya nggak begitu realistis. Haha, kejam ya? Ya gimana, udah episode segini belom ada tanda-tanda kalo Na Jung bakalan berpaling ke Chilbong dan Chilbongnya lagi jauh gitu di Jepang. Dan nama Chilbong sebenarnya belum terungkap.

Kandidat kelima sekaligus utama, Ssereki Oppa! Dan sebagai #TeamOppa aku yakin 94% kalo Oppa suami Na Jung. Yang 6% buat jaga-jaga kalo writer-nimnya tau2 trolling with us. Dari awal Na Jung cuma suka sama Oppa. Oppa sih awalnya nggak jelas suka Na Jung juga apa nggak, tapi akhirnya Oppa ngaku juga kalo dia juga suka Na Jung. Haha, suka banget liat lovey dovey pasangan ini. Dan di episode 17 kemarin, Ssereki Oppa udah ngelamar Na Jung, di tahun 1997. Sementara Na Jung baru nikah di tahun 2002, nah kalo kata penggemar Reply 1994 di soompi, tahun 1998 mungkin keluarga Na Jung kena dampak dari krisis moneter di tahun 1998 terus habis itu Oppa pergi wamil, baru deh nikah sama Na Jung. Haha, semoga saja bener begitu ya, masa Na Jung udah nerima lamaran Oppa malah nikah sama yang lain. Dan nama asli Oppa, Kim .... Joon. Hoho.


Tapi ya, mengingat di Reply 1997 semuanya baru terungkap di episode terakhir, aku khawatir Reply 1994 akan bernasib sama. Banyak yang mulai bosan dengan alur cerita yang dianggap melambat dan pengen cepet-cepet terungkap siapa suami Na Jung biar selanjutnya bisa fokus ke masing-masing karakter dan banyakjuga yang membandingkan sama Reply 1997 yang alurnya terasa lebih cepat. Well, kalo aku sih yang penting Ssereki Oppa suami Na Jung, mau terungkap kapan juga nggak masalah. Lebih cepat lebih baik, tapi feelingku sih ini bakalan fokus ke masing-masing karakter dulu, setelah minggu kemarin jatahnya Binggeure, minggu ini sepertinya jatahnya Haitai. Dan aku juga penasaran Chilbongie akhirnya sama siapa, semoga saja dia akhirnya berbahagia meskipun itu bukan Na Jung (hidup #TeamOppa!! :p). Dan kalo dibandingkan sama Reply 1997 yang terasa lebih cepat, ya episodenya lebih sedikit dan per episode bervariasi dari 30-45 menit, baru beberapa episode terakhir yang sampe 1 jam. Sementara Reply 1994, 1 episodenya bisa sampe 1,5 jam ya wajar lah kalo rasanya lebih lambat.

Dan kejutannya, semua pemain inti Reply 1997 jadi cameo di Reply 1994. Wohoo, kita ketemu lagi sama Shi Won, Yoon Jae, Joon Hee, Yoo Jung, Hak Chan, dan Sung Jae! Haha, ceritanya Ssereki lagi magang di RS di Busan di tahun 1997 dan ketemu sama geng itu di bis. Ssereki malah cari gara-gara sama Shi Won soal H.O.T, akibatnya Ssereki luka parah sampe harus pake penyangga leher dan tangan. Salahmu sendiri, Ssereki Oppa! :p. Dan di tahun 2013, ternyata apartemen Na Jung tetanggaan sama apartemen Shi Won dan Yoon Jae dan papa Sung ketemu sama papa Sung satunya lagi, hahaa, lucu bingitss! Pemeran papa sama mamanya Na Jung kan sama kayak papa mamanya Shi Won.


Tinggal 4 episode tersisa, semoga saja endingnya memuaskan dan writer-nim cepet udahan main tebak-tebakannya. Dan semoga suaminya Na Jung beneran Ssereki Oppa! :D 

Note: Sebenernya tulisan ini sudah selesai beberapa hari sebelum episode 18 dan 19 tayang, tapi terkendala sinyal jadi malah nggak diposting2 dan mau ngupdate lagi males, haha. Belum nonton juga episode minggu ini, kayaknya sih heartbreaking buat Na Jung – Oppa, jadi minggu ini libur streaming dulu deh. Spoiler: siapa suami Na Jung belom ketebak juga sampe episode 19.

Wednesday, December 11, 2013

Sebastian Vettel is going to be a Daddy... soon?


Yesterday, i feel like i were ride a rollercoaster! Pagi, aku dikejutkan dengan berita soal permanen number driver F1 (no big deal, i’m just curious what number Seb will choose, apart from number 1 :p) dan double points for last race in Abu Dhabi (silly move from FIA dan hampir sebagian besar fans F1 menentang, Seb bahkan bilang kalo itu absurd, semoga aja FIA disadarkan ya). Siang, ngakak-ngakak nonton Frozen. Sore, waktu habis nonton dapet telpon soal masalah di rumah sakit yang lumayan bikin shock. Tapi ternyata itu belum ada apa-apanya dibanding kejutan di malam harinya. Aku nyaris nggak percaya waktu @F1grid ngetweet “Congrats to Sebastian Vettel, he’s going to be a father!”. I’m super duper shock,is that true? Really true??  It’s soooo hard to believe, aku speechless.... Seb kan belom nikah?? Itu satu-satunya yang mengganjal. Well, di luar negeri sono sih hal semacam ini udah biasa dan memang banyak yang bilang Congrats soal ini, dan lagi Seb dan Hanna udah pacaran lamaaaa banget, dari SMA. Tapiiiiiiii.... aku kan bukan orang luar negeri. Aku orang Timur yang menganggap kalo... that’s not right. He should be marry first. Lain cerita kalo Seb udah nikah, pasti aku dengan suka cita ikut berbahagia denger kabar ini. Jujur aja, ini sedikit mengubah pandanganku soal Seb. He’s not flawless, but Seb ini termasuk pembalap yang paling nggak neko-neko di grid.

Bittersweet moment, happy happy gimanaaa gitu. Jadi semalam akhirnya aku pergi tidur masih rada-rada ada yang ngganjel dan penasaran juga sebenernya Hanna udah hamil berapa bulan ya? Pantesan pas Prize Giving Gala kemaren nggak keliatan, padahal tahun sebelumnya Hanna setia mendampingi Seb.

Dan sore ini kejutan selanjutnya datang, menurut BILD (media Jerman) kehamilan Hanna ternyata sudah masuk 9 bulan dan kira-kira melahirkan 4 minggu lagi. OMOO!! That’s even shocking! Seb pinter banget ya nyembunyiin ini. Yaah, nggak heran sih, Seb kan emang nggak pernah mengumbar kehidupan pribadinya. Dan ternyata ini jawaban kenapa Hanna seolah nowhere to be seen this year. Waktu Seb sah jadi juara dunia 4 kali berturut-turut di India, Hanna nggak keliatan, padahal tahun kemarin nongol pas final race di Interlagos. Pas race Abu Dhabi pas orangtua Seb nonton, Hanna juga nggak ada. Hmm, ternyata si mbaknya lagi pregnant. Semalem kupikir hamilnya masih yang trimester pertama gitu, jadi aku yang, untung Seb lagi winter break, jadi bisa ndampingi Hanna pas mual-mual atau ngidam gitu. Eeeh, ternyata udah mau lahiran.

Dan setelah diingat-ingat, Seb ngomong gini pas habis race Abu Dhabi dan ada orangtuanya nonton, “I think I learned a lot of good things from them and one day if I had kids I want to pass exactly these things on”. Naah, it’s a clue right? Waktu itu sih mikirnya kok tumben Seb suddenly ngomong gitu, eh ternyata he’s preparing to be a good Daddy!

Jadi sebagai fans Seb, dan masih akan tetap ngefans sampe bosen nonton F1, i’m going to accept that and trying to heal the small hole in my heart. Congrats, Seb and Hanna! Can’t wait to see Vettel Jr! Semoga aja ntar kayak Stoner yang sering didampingi istri dan anaknya yang lucu di trek. Tapi mengingat ini Seb, kayaknya itu hampir nggak mungkin, haha!


Be a good Daddy, papa Vettel! 

Tuesday, November 12, 2013

Tree of Happiness


“Mom, what kind of tree is it?”

“Tree of happiness, my son”

“Why? I think it is lollipop tree”

“Do you like lollipop?”

“Yes mom, i want some. No, i want all of them”

“Go grab it then!”

“But it is so high..”

“You can jump”

“But i’m not that tall, mom..”

“So you can jump higher”

“But, i can’t even reach them..”

“You can get the stairs”

“Mom, you are right! But, why is so hard to get them?”

“Happiness is not easy to get, my son. You have to jump and then fall. You rise up and jump higher. And if you fall again, you have to find another way. Until you reach them, the sweetest and colorful things”

“Something that makes me happy?”

“Yes, like that lollipop”

“I understand mom. I want to jump and be happy!”

“Yes, absolutely you can do it”

“You are so cool, mom! I love you!”

“I love you even more, my son. You are my tree of happiness, the sweetest and colorful thing in my life.”

-END-



#10HariNgeblog #Day7