Friday, May 1, 2015

Sinopsis Falling for Innocence Episode 8 Part 2


Paginya, Ji Hyun datang dan langsung mengomeli Min Ho yang berani-beraninya melewatkan pertemuan penting. Min Ho hanya menjawab kalau itu terjadi begitu saja. Ji Hyun tak mengerti apa yang Min Ho pikirkan. Lagi-lagi Min Ho menjawab tanpa minat kalau semua berjalan baik tanpanya, jadi tak apa. Ji Hyun sampai harus menahan marah, terpaksa ia memberitahu Chairman kalau Min Ho sakit jadi Min Ho harus memberi jawaban yang sama. Chairman akan mengunjungi pabrik 3 jam lagi, dan Min Ho tak boleh terlambat. Ji Hyun yang kesal lalu pergi begitu saja.


Sebelum berangkat kerja, Joon Hee menyiapkan surprisenya untuk Soon Jung. Anggur, bunga, lilin, balon, cincin, juga sesuatu di dinding.


Di ruang ganti, Soon Jung yang masuk kerja mengagetkan Sekretaris Yoo, tapi Soon Jung tak punya pilihan karena harus ada di meeting hari ini. Sekretaris Yoo mengomel teganya Gold Partner menyewa gangster seperti itu, tapi Sekretaris Oh tak setuju, bisa saja mereka dari perusahaan ini. Rumor yang ia dengar, Direktur Yoon yang mengirim pria-pria itu ke pabrik. Jika itu benar, dia pasti tak melakukannya sendirian karena Chairman Lee Joon Hee dan direksi bekerja sama dengan Gold Partner dan melakukan pekerjaan-pekerjaan kotor untuk mereka. Soon Jung tentu kaget mendengarnya.


Joon Hee bertanya apa ada yang terluka dari kejadian kemarin? Direktur Yoon berkata kalau itu tak terelakkan karena mereka harus menakuti para pekerja, dan ia dengar ada beberapa orang dari kantor pusat juga yang terluka. “Orang dari kantor pusat?” tanya Joon Hee. Direktur Yoon mengiyakan, Sekretaris Kim ada di sana. Dan sekarang gantian Joon Hee yang kaget.

 
 

Ia menelpon sambil mencari Soon Jung, tapi yang dicarinya hanya berjalan memandangi ponselnya yang berdering, tanpa bermaksud mengangkat. “Soon Jung-ah, seberapa parah kau terluka?” tanya Joon Hee khawatir. Soon Jung melangkah mundur setiap Joon Hee mendekat, “Kenapa kau tak bertanya bagaimana aku terluka?” Joon Hee terdiam.


Bukannya bergegas ke pabrik, Min Ho malah menemui dokter Jo. Dokter Jo menyapanya, bertanya apa Min Ho merasa sakit lagi? “Ahjussi, bagaimana aku harus hidup mulai sekarang?” tanya Min Ho bingung. Ada keputusan penting yang harus ia ambil hari ini, tapi hati dan pikirannya tak menyuruhnya melakukan hal yang sama. Min Ho tak tau keputusan apa yang harus ia ambil. 


Awalnya ia membenci perasaan asing yang ia miliki, juga kelakuan anehnya. Tapi anehnya, pada wanita yang membuat hatinya bergetar dan jantungnya berdetak kencang, ia ingin jadi orang yang baik untuknya. Min Ho ingin hidup berbagi mimpi yang sama dengannya. Tapi, Min Ho merasa ini bukan dirinya. Ini hanya gejala fisik. Min Ho yakin kalau ini bukan dirinya.


Dokter Jo yang sedari tadi diam mendengarkan berkata kalau ia percaya campur tangan Tuhan, dan ia percaya kalau jantung itu memilih Min Ho juga bagian dari rencana Tuhan. “Ahjussi..” potong Min Ho. Dokter Jo menggeleng, situasi sudah berubah sekarang, orang yang menjadi target balas dendam sudah tak ada sekarang. Min Ho punya jantung baru, orang-orang baru, dan dunia baru. Min Ho hanya perlu memutuskan bagaimana menjalani hidup.


“Hati ini milikmu. Otakmu juga milikmu. Kau putuskan seperti apa hidup yang Kang Min Ho inginkan,” saran Dokter Jo bijak.


Di ruangan Joon Hee, Soon Jung berkata soal orang-orang yang mengatakan hal aneh, jadi beritahu ia kalau itu tak benar. “Mereka bilang kau yang mengirim pria-pria itu ke pabrik, itu hanya rumor aneh kan?” tanya Soon Jung tak percaya. Tapi Joon Hee membenarkan, ia yang menyuruh mereka. Soon Jung benar-benar tak mengerti, “Untuk alasan apa kau melakukan hal itu? Banyak orang terluka, banyak orang kehilangan harapan karena itu. Apa kau bahkan sadar apa yang sudah kau lakukan?”


Joon Hee hanya berkata kalaupun bukan dirinya, orang lain juga akan melakukan hal itu. Soon Jung makin tak percaya, “Joon Hee-ya, kenapa kau berubah begitu banyak?” Joon Hee berkata ia harus berubah agar bisa bertahan di dunia ini. Yang terbaik adalah pekerja pabrik harus mencari pekerjaan lain secepatnya, karena perusahaan ini sudah tak ada harapan dan akan segera terjual. Mereka harus menerima kenyataan dan menemukan jalan lain untuk hidup.


“Karena itu kau menghukum mereka dengan cara seperti itu? Mereka memberikan segalanya untuk bertahan hidup,” sahut Soon Jung marah. Ia pikir ia mengenal Joon Hee dengan baik, tapi sekarang Joon Hee justru membuatnya takut. Joon Hee tak ingin Soon Jung mengatakan hal seperti itu, ia tak bisa menahannya kalau Soon Jung seperti itu padanya. Dari semua orang, ia hanya berharap Soon Jung yang bisa mengerti dirinya. Soon Jung tak bisa, dan dengan bahasa formal ia memberitahu kalau ia sudah menyiapkan pertemuan direksi dan acara pengangkatan karena itu pekerjaannya. Tapi, ia tak bisa memberi selamat, jadi jangan mengharapkan itu darinya.


Min Ho akhirnya mengambil keputusan dan menyuruh Woo Shik putar balik. Woo Shik menurut, meski tak mengerti kemana Min Ho ingin pergi padahal Chairman sudah menunggunya.


Saat Joon Hee, Direktur Yoon, dan direksi lainnya menuju ruang meeting, Min Ho yang sudah ada di sana menyapa mereka. Joon Hee tak suka melihat keberadaan Min Ho, kenapa kau ada di sini? Tentu saja ia datang untuk memberikan suara berharganya. Direktur Yoon mengingatkan soal pertemuan Min Ho dengan Chairman Gold Partner. Tapi dengan entengnya Min Ho berkata ia sudah membatalkan pertemuan itu. Joon Hee akan tau tujuannya saat meeting dan Min Ho melangkah masuk duluan, sambil menepuk pundak Direktur Yoon sok akrab.

 
 

Saat Min Ho masuk, Soon Jung sempat bengong dulu sebelum memberitahu di mana Min Ho harus duduk. Min Ho tersenyum lebar sambil menirukan tugas yang harus dilakukan Soon Jung. Direktur Yoon yang baru masuk balas menepuk pundak Min Ho dengan sengaja.


Pertemuan untuk voting CEO baru dimulai, dan kandidat saat ini hanya Lee Joon Hee. Sekedar basa basi Direktur Yoon bertanya apa ada kandidat lain yang akan diusulkan? Min Ho berdeham di mic-nya. Direktur Yoon balas berdeham, ia sudah mau memulai voting saat Min Ho menginterupsi. Ia ingin mengusulkan satu kandidat lagi, dirinya sendiri. Ia juga ingin mencalonkan diri sebagai CEO. Soon Jung yang mencatat notulen sampai berhenti mengetik. Joon Hee tampak kaget, dan Direktur Yoon hanya tertawa.

 
 

“Kenapa? Apa ada alasan aku tak bisa?” tanya Min Ho. Joon Hee tak takut kalah atau terintimidasi, tapi ia hanya tak bisa menebak maksud Min Ho di balik ini. Min Ho berkata kalau tujuannya adalah menyelamatkan perusahaan ini. Joon Hee tertawa dan memberi selamat Min Ho yang sudah gila. Min Ho berpikir dirinya juga sudah gila, setelah melihat hal mengerikan di pabrik kemarin ia jadi benar-benar gila.


Joon Hee tak tampak khawatir, Min Ho hanya sementara di sini, dan lagi siapa yang mau memilihmu? Tapi Min Ho berkata mereka tak akan memilih hari ini dan menerbangkan kertas yang sedari tadi dimainkannya ke arah Joon Hee. Kertas yang berisi proposal pemilihan CEO pada dewan direksi.


Min Ho bangkit dan dengan yakinnya berkata kalau ia memegang semua saham pamannya, dengan kata lain ia pemegang saham terbesar Hermia. Direktur Yoon menyahut kalau Hermia bangkrut semua itu tak ada gunanya, kau tak akan mendapat sepeser pun. Min Ho hanya menjawab tenang kalau perusahaan belum bangkut, dan kreditor tak akan bisa melakukan apapun sebelum benar-benar bangkrut.

 
 

“Aku dan kau. Kau dan aku. Mari bertarung untuk posisi CEO di pertemuan pemegang saham tahunan,” tantang Min Ho. Joon Hee bangkit, bertanya alasan Min Ho melakukan ini. Min Ho menatap Soon Jung sebelum menjawab kalau ia tak tau kenapa ia harus menjalani hidup seperti yang dulu ia lakukan, tapi tak ada bahagia yang setengah-setengah dan kau tak bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan dalam hidup. Jadi Min Ho memutuskan jalannya, tak peduli apapun, ia akan menyelamatkan perusahaan ini.


Pertemuan bubar, dan di luar Joon Hee masih mengkonfrontasi Min Ho, “Kenapa kau tiba-tiba berubah sekarang?” Min Ho justru berterimakasih, berkat Joon Hee ia menyadari sesuatu kemarin, hal-hal yang harus ia lindungi sendiri.. perusahaan ini dan Kim Soon Jung.

 
 

Joon Hee tak suka merasa kalah, tapi Min Ho tak akan membiarkannya memiliki perusahaan ini atau Kim Soon Jung. Jadi Min Ho menyarankan Joon Hee jangan sampai melewatkan makan, karena mereka akan bertarung keras mulai sekarang.

 
 

Min Ho yang tadi tampak meyakinkan bahkan harus menenangkan diri di ruangannya. Soon Jung masuk, baru menyebut namanya, Min Ho sudah menyuruh Soon Jung tak mengatakan apapun. Soon Jung tersenyum dan benar-benar berterimakasih. Min Ho malah menyalahkannya, semua menjadi salah saat ia bersama Soon Jung. Apa yang akan Soon Jung lakukan sekarang? Sekarang hidupnya kacau, dan sejujurnya ia takut menghadapi apa yang akan ada di hadapannya. Min Ho merasa berat dan sangat takut.


Soon Jung mengingatkan kalau ia sudah berkata akan melindungi Min Ho. Ia akan membantu dengan semua kekuatannya. Sampai Min Ho bisa menjadi pemimpin yang baik seperti ayahnya, ia akan selalu ada di samping Min Ho. Ia akan membantunya.


Perkataan itu dan Soon Jung yang terus tersenyum padanya membuat Min Ho memeluk Soon Jung tanpa berpikir. Saat sadar Min Ho kaget sendiri, tapi ia tak melepaskan pelukannya, “Aku meminta ini karena hatiku sakit sepanjang hari, biarkan aku bersandar padamu selama beberapa menit. Dan karena kau sudah ada di pelukanku, bisakah kau menepuk punggungku?”

 
 

Soon Jung agak ragu, tapi melakukannya juga. Ia menepuk-nepuk punggung Min Ho. Bahu Min Ho yang tadinya tegang langsung lega, wajahnya juga benar-benar lega. Haha sumpah ya ekspresi Min Ho itu lhooo! Jung Kyung Ho jagonya bikin ekspresi aneh macam itu..


Joon Hee tak bisa menahan amarah dan melampiaskannya pada benda-benda tak bersalah di ruangannya. Direktur Yoon berusaha menenangkan, tapi Joon Hee menyuruhnya segera menelpon Direktur Han dan jadwalkan pertemuan. Ia tak bisa tenang karena orang itu James Kang, orang yang ingin balas dendam pada pengkhianat ayahnya dan orang itu ingin menjadi CEO. Kalau Direktur Yoon ingin tetap di posisinya, ia harus melakukan  apa yang Joon Hee perintahkan sekarang juga. Direktur Yoon akhirnya buru-buru pergi sebelum Joon Hee makin marah.


Min Ho mengantar Soon Jung pulang, meski Soon Jung merasa itu agak canggung dan Min Ho tak perlu melakukannya. Tapi Min Ho malah menyuruh Soon Jung istirahat selama 3 hari. Soon Jung bilang akan membantunya, jadi ia harus istirahat dan memulihkan diri. Soon Jung mau menolak, tapi Min Ho langsung berkata itu perintah. Barulah Soon Jung mengiyakan.

 
 

“Dan juga, maaf. Kau terluka karena aku, maafkan aku,” ucap Min Ho tulus yang membuat Soon Jung menatapnya haru.


Woo Shik senang sekali karena Min Ho memberinya tiket pesawat kelas bisnis ke Amerika. Tapi sebelum ia pergi, ia ingin tau apa yang membuat Min Ho berubah. “Jantungku, dan Kim Soon Jung,” jawab Min Ho terang-terangan. Tadinya ia takut menjalani hidup yang berbeda dari yang biasa ia jalani, tapi sepertinya ia sudah menemukan kekuatan. Woo Shik berdecak tak percaya dan berkata Min Ho benar-benar idiot. Min Ho malah minta maaf. Dan yang terjadi selanjutnya, ia merobek tiket kelas bisnis milik Woo Shik menjadi kepingan kecil-kecil. Ia harus membereskan segalanya di sini baru kembali.

 

Woo Shik tertawa stress melihat tiketnya yang tak berbentuk dan akhirnya berkata ia akan tinggal di sini bersama Min Ho. “Kau akan melakukannya?” tanya Min Ho santai sambil tetap sibuk dengan komputernya. Woo Shik mengiyakan, lagipula ia tak punya tiket, tapi hiduplah dengan normal!

“Hidup normal?”

“Kau harus berteman seperti yang orang normal lakukan dan berkencanlah dengan Soon Jung,” jelas Woo Shik. Min Ho tertawa, berkencan? Ia terlalu sibuk kerja dan tak punya waktu untuk cinta-cintaan. Menurut Woo Shik Min Ho salah, “Kau terlalu sibuk mencintai seseorang sampai tak ada waktu untuk pekerjaan. Untukku, tujuan utama dalam hidup adalah bertemu seseorang yang kau cintai dan hidup bahagia dengan orang itu.”


Min Ho berusaha menyangkal, tapi Woo Shik tak ingin mendengarnya. “Kau dan Soon Jung di sisi yang sama sekarang, tak ada alasan untuk tak mencintai.” Min Ho tertegun mendengarnya, sementara Woo Shik masih menyesali tiketnya yang disobek, setidaknya ia bisa dapat refund, hahaa.


“Tak ada alasan untuk tak mencintai?” ulang Min Ho sebelum pergi tidur dengan wajah leganya. Oh my, his face.. mau dong jadi bantalnya *eh


Joon Hee pulang, kejutannya sama sekali gagal. Dan ia hanya diam menatap gambar Soon Jung yang besar di dindingnya. Ponsel Joon Hee berdering, ayahnya menelpon. Ia mendengar kabar dan bertanya apa Joon Hee baik-baik saja? Joon Hee tak mau kelihatan lemah, ia yakin akan diangkat secara resmi sebagai CEO akhir bulan ini. Ayah lega selama Joon Hee baik-baik saja dan menyuruh anaknya istirahat lalu menutup telponnya.

 
 
 

Saat Ayah Joon Hee mengambil baju ganti di lemari, sebuah ponsel terjatuh.. ponsel milik Dong Wook. Flashback, ayah Joon Hee mengambil ponsel Dong Wook yang berdering saat kejadian tabrak lari itu. Anehnya, tak tampak niatannya untuk mengecek kondisi Dong Wook. Ingatan itu membuat Ayah terguncang. Wait, apa hubungannya ayahnya Joon Hee sama kematian Dong Wook? Nggak mungkin pelakunya kan? :o

Di hari terakhir liburnya, Ahjussi Ma meminta Soon Jung datang ke pabrik, ia menemukan dompet Soon Jung. Soon Jung berkata ia juga ada hal yang ingin dikatakan dan akan segera datang.


Min Ho menyiapkan buket lollipop untuk Soon Jung, dan ia langsung diceramahi Woo Shik, “Kau harusnya memberikan apa yang ia sukai!” Min Ho tak peduli dan minta Woo Shik jangan mengganggunya karena ini hari libur terakhir Soon Jung. Tapi telepon yang diterima Woo Shik membuatnya menghentikan Min Ho yang bahkan belum menyalakan mobilnya. Min Ho membuka kaca mobilnya kesal, tapi Woo Shik berteriak heboh kalau mereka menemukannya!


“Menemukan apa?” tanya Min Ho bingung. “Kita menemukan keluarga donor jantungmu. Aku menemukannya!” ujar Woo Shik bersemangat.

Kebetulan ia tinggal di Incheon, namanya Ma Tae Sook. Kau menerima jantung anaknya. Tapi Kau tak boleh memberitahunya siapa dirimu. Cukup lihat dia dari kejauhan dan sembunyikan dirimu. Kau harus sangat hati-hati! Sangat hati-hati!

 
 

Min Ho datang ke alamat yang diberikan padanya. Ia baru akan menekan bel saat seseorang memanggilnya... Soon Jung. Soon Jung heran melihat Min Ho, begitupun Min Ho, sampai ia melihat Ahjussi Ma yang datang bersama Soon Jung. “Apa yang kau lakukan di luar rumahku?” tanya Ahjussi Ma.


“Rumahku?” tanya Min Ho tak percaya. Ahjussi Ma mengiyakan, ini rumahku. Min Ho melihat nama ‘Ma Tae Sook’ di baju Ahjussi Ma dan itu membuatnya tertegun.




Komentar:
Omo, a lot of things happen in one episode! Kiss, hug, Min Ho's turning point, hpnya Dong Wook ada di ayahnya Joon Hee, dan.. Min Ho tau siapa donor jantungnya. Oh my, semoga itu nggak bikin Min Ho goyah sama perasaannya.

Btw, skinship Min Ho - Soon Jung di episode ini menurutku hubungan aksi reaksi. I mean, liat aja tatapan Soon Jung gitu, makanya Min Ho dan jantungnya yang lemah (baca: berdebar keras tiap di dekat Soon Jung) nggak tahan dan akhirnya terjadilah itu skinship, hahaa..

Sinopsis Falling for Innocence Episode 8 Part 1


Meskipun merasa akan mengacaukan semuanya, Min Ho mengaku kalau ia menyukai Soon Jung. Setiap melihat Soon Jung hatinya berdebar keras dan sakit. Setiap melihat Soon Jung ia merasa memalukan. Setiap melihat Soon Jung, ia ingin menjadi orang yang baik, dan pria yang lebih baik.


“Hari ini aneh kan?” tanya Min Ho. Soon Jung sedari tadi hanya diam, tapi pandangannya tak lepas sedetik pun dari Min Ho. Itu membuat Min Ho mendekat dan mencium Soon Jung. Kali ini tak ada tamparan. Soon Jung menerima ciuman Min Ho sampai truk derek yang berguncang menginterupsi mereka. Soon Jung refleks melepaskan diri, dan suasana langsung canggung.

 

Joon Hee selesai memilih cincinnya, tapi Ok Hyun dan ahli forensik masih sibuk memeriksa mobilnya. Tapi nihil, tak ada jejak darah di sana. Ok Hyun tak percaya, tapi mereka harus segera pergi sebelum Joon Hee kembali ke mobil.

 
 

Soon Jung sangat terpengaruh dengan kejadian tadi sampai-sampai kakinya lemas dan ia jatuh terduduk di lantai kamarnya. Min Ho juga, jantungnya berdetak sangat kencang.


Joon Hee datang ke kantor dengan penyambutan layaknya CEO. Tanggal untuk pertemuan direksi sudah ditentukan. Semua mendukungnya, jadi Joon Hee tinggal menunggu upacara resmi pengangkatannya menjadi CEO. Saat melihat Soon Jung, Joon Hee terang-terangan berterimakasih padanya dan memintanya untuk datang ke ruangannya dan menjadi sekretarisnya.

 
 

Sementara itu, Min Ho masih saja memikirkan kejadian semalam, sampai Ji Hyun datang dan memilihkan setelan baru untuk Min Ho. Besok ada pertemuan penting yang harus dihadiri Min Ho, Chairman Gold Partner akan datang ke Korea. Ia akan memilih perusahaan untuk menjual Hermia. Min Ho terkejut, tapi hanya berkomentar kalau Hermia belum bangkrut, tak ada gunanya mencari pembeli secepat ini. Ji Hyun yakin kalau bagaimanapun Hermia akan segera bangkrut, dan Gold Partner akan mencari CEO baru dalam 2 bulan. Min Ho adalah kandidat terkuat, jadi penting untuk membuat Chairman terkesan. Min Ho tak tampak senang mendengarnya.


Saat makan siang, Soon Jung yang merasa dirinya sudah gila karena apa yang terjadi dengan bosnya sendiri duduk di tempat yang salah. Dua temannya sedang membicarakan hal yang persis seperti yang persis dialami Soon Jung, tapi si pria rekan kerja seorang playboy. Ia dipecat dari tempat kerja sebelumnya karena menggoda wanita yang sudah menikah. Jadi abaikan saja dia seolah tak ada yang terjadi. Soon Jung daritadi hanya terdiam mendengarkan mereka sampai lupa untuk makan.


Baru mau makan, Joon Hee dengan nampan makanannya datang dan duduk di meja Soon Jung. Dua temannya tau diri dan permisi dari situ, tinggal Soon Jung yang merasa tak enak. Semua orang mengamatinya. Ia sudah bicara dengan bahasa super resmi, tapi Joon Hee cuek dan mengajaknya mengobrol seperti biasa, bahkan mau menyuapkan makanan ke Soon Jung. Terpaksa Soon Jung bangkit dan mendelik kesal ke Joon Hee, meski tetap bicara dengan sopan.


Saat Woo Shik membicarakan penjualan Hermia, Min Ho yang pikirannya masih entah dimana hanya berkomentar meskipun pamannya mengacaukannya, tapi perusahaan bisa sangat menguntungkan. Tapi Woo Shik bingung bagaimana bisa mobil Min Ho sampai separah itu saat Min Ho pergi bersama Soon Jung. Karena Soon Jung disebut-sebut, Min Ho jadi bertanya sesuatu. Ini bukan dirinya, tapi ada seorang gadis yang menganggapmu aneh dan membencimu, tapi lalu dia mabuk dan menciummu, apa yang harus dilakukan setelah itu?


“Apa yang kau rasakan padanya? Apa kau menyukainya?” tanya Woo Shik. Min Ho hampir menjawabnya, tapi lalu sadar dan berkata itu bukan dirinya. Woo Shik menggiyakan dan mengganti pertanyaannya, “Apa idiot itu menyukai si gadis?”. Sedikiit, jawab Min Ho. Kalau begitu jawabannya jelas, menempel padanya karena kau menciumnya sekali adalah hal terburuk. Min Ho dilema, apa yang harus ia lakukan? Eh maksudnya ia harus memberitahu apa pada pria itu? Woo Shik siap memberitahu jawabannya dan Min Ho langsung mendekat penasaran.


Soon Jung menemui Ahjussi Ma yang sengaja datang ke Seoul untuk memberikan proposal pengembangan produk baru. Ia ingin Soon Jung menunjukkannya pada Kang Min Ho, mereka melakukan ini karena kondisi perusahaan yang membuat frustasi dan tak ingin kehilangan pekerjaan. Ahjussi Ma sudah bicara pada Joon He, tapi kedengarannya direksi tak punya banyak kekuatan karena kontrol ada di Gold Partner sekarang. Ahjussi Ma yakin produk baru ini bisa menyelamatkan perusahaan jika mereka diberi kesempatan.


Soon Jung ragu, tapi ia mengatakan juga kalau tujuan mereka adalah menutup Hermia dan menjualnya, jadi Soon Jung tak yakin ini akan berhasil. Ahjussi Ma tadinya juga berpikiran begitu, ia tak akan mencobanya kalau itu orang lain, tapi ini perusahaan ayah direktur Kang Min Ho. Setidaknya mereka bisa memberitahu kalau dia bisa membuat perusahaan yang baik. Soon Jung akhirnya mengangguk, bersedia.


Ia datang ke rumah Min Ho, yang sepertinya sepi tak ada orang. Dan lagi Soon Jung masih merasa canggung kalau harus bertemu Min Ho. “Apa yang kau lakukan?” tanya Min Ho yang tau-tau muncul dari belakang. Soon Jung kaget sampai kehilangan keseimbangan dan jatuh ke pelukan Min Ho. Begitu sadar, Min Ho langsung melepaskan Soon Jung. Meski canggung, Soon Jung akhirnya berkata kalau ada yang ingin ia katakan.


Min Ho langsung ingat jawaban Woo Shik, ‘Bersikaplah tenang sebisa mungkin’. Misalnya seperti bertanya, “Oh, apa? Apa terjadi sesuatu kemarin? Kau tak merasa baik?” Min Ho tak setuju, itu sikap buruk dari seorang pria. Justru itu menurut Woo Shik, gadis akan lebih tertarik pada bad guy.  “Aku selalu menjadi bad guy, tapi tak ada gadis yang menyukaiku,” sahut Min Ho. Woo Shik tertawa sambil menepuk pundak Min Ho, “Bad guy berbeda dengan pria gila.” Muahahaa, bener kata orang-orang di soompi, dua orang ini kayak badut kalo lagi bareng, lucu banget!


Jadilah Min Ho berkata dengan cool kalau ia juga ingin mengatakan sesuatu dan menyuruh Soon Jung masuk. Di dalam, suasana masih super canggung sampai keduanya mulai bicara berbarengan. Meskipun tak sesuai dengan yang diharapkan, Min Ho mempersilahkan Soon Jung bicara duluan. Soon Jung menyodorkan berkas yang diberikan Ahjussi Ma, meminta Min Ho memberikan kesempatan sekali lagi bagi perusahaan. Ayah Min Ho sudah memberikan seluruh hidupnya untuk perusahaan, akan menyedihkan kalau harus ditutup seperti ini. Soon Jung meyakinkan kalau produk baru ini memiliki prospek yang bagus.


Min Ho minta Soon Jung berhenti bicara, “Kau datang kesini untuk mengatakan itu?” Min Ho tak habis pikir, ini pertama kalinya mereka bertemu sejak hari itu, tapi tak ada hal lain yang ingin Soon Jung katakan? Soon Jung yang berusaha tenang berkata lebih baik mereka tak membicarakan itu karena sepertinya mereka berdua membuat kesalahan.


Min Ho kesal, karena hari itu ia tulus dan setelah itu ia gelisah, gembira, dan nyaris berkata kalau ia merindukan Soon Jung. Tapi Soon Jung hanya datang membicarakan pekerjaan. Soon Jung merasa bersalah, ia tak ingin itu mengganggu pekerjaannya atau membuat Min Ho merasa tak nyaman. Min Ho merasa justru Soon Jung lah yang tak nyaman dengan situasi ini, jadi ia setuju membicarakan pekerjaan.


Tanpa melihat, Min Ho menyuruh Soon Jung membawa lagi berkasnya. Ia bekerja di merger dan akuisisi, apa menurut Soon Jung ia bisa dipengaruhi dengan pembicaraan sentimentil semacam ini? Tapi Soon Jung mengiyakan, ia merasa Min Ho sudah berubah sedikit demi sedikit. Min Ho diam-diam membantu pamannya, memiliki waktu yang sulit setelah ia meninggal. Menurut Soon Jung itu tanda kalau Min Ho mulai berubah.


Min Ho jujur, ia khawatir dan takut akan segala kesulitan yang harus ia hadapi dengan melakukan hal bertentangan dari apa yang ia lakukan selama ini. “Tapi kau ingin aku membuat pilihan itu?” tanya Min Ho. Soon Jung ingin meyakinkannya, tapi Min Ho bangkit dan berteriak minta Soon Jung berhenti mengatakan hal yang tak masuk akal. Tak peduli apapun yang Soon Jung katakan, ia akan tetap hidup dengan cara yang sama seperti yang ia lakukan selama ini.

 
 

“Aku akan melindungimu,” ujar Soon Jung yakin. Ia akan membantu dan melindungi agar Min Ho tak merasa bingung atau takut, dan ia tulus. Min Ho hanya menatap tak percaya.


Joon Hee ingin Direktur Yoon membereskan masalah mogok kerja di pabrik pusat karena Chaiman Gold Partner akan datang ke Korea. Agendanya adalah bertemu calon pembeli Hermia dan juga mengunjungi pabrik pusat. Jika mereka bisa memastikan Hermia bangkrut, posisi mereka akan bertahan meskipun perusahaan dijual. Jadi masalah pemogokan kerja harus diselesaikan segera dan dengan diam-diam. Well, kayaknya cara Joon Hee dengan kekerasan, makanya Direktur Yoon agak gimana gitu meski akhirnya nurut juga.


Min Ho sudah siap pergi, tapi berkas yang ditinggalkan Soon Jung membuatnya berhenti. Semalam Soon Jung meyakinkan kalau ia akan melindungi dirinya yang hidup kembali setelah berada di ambang kematian. “Jika kau diberikan kesempatan kedua, tak bisakah kau menjalani hidup yang berbeda?” Soon Jung minta Min Ho memikirkan mereka yang paling terluka karena balas dendamnya, bukan pamannya atau mereka yang mengkhianati ayahnya, tapi mereka yang sudah bekerja keras di perusahaan. Dan lagi, mimpi ayahnya akan menghilang.


Min Ho sepertinya berubah pikiran karena ia minta Soon Jung datang dan menyuruhnya pergi ke pabrik pusat untuk mencari laporan keuangan yang hilang. Woo Shik tak bisa melakukannya karena harus menyambut Chairman Gold Partner yang datang. Soon Jung mengerti, dan bertanya apa Min Ho melihat berkas yang ditinggalkannya? Tentu saja tidak, jawab Min Ho. Ia malah senang karena Soon Jung bisa sekalian mengembalikannya karena akan pergi ke pabrik. Soon Jung hanya bisa mengiyakan sebelum Min Ho pergi dengan Woo Shik.

 
 

Di perjalanan, Soon Jung menelpon Ahjussi Ma yang ada di lokasi demo. Ahjussi Ma senang Soon Jung akan datang, berpikir kalau ini soal berkas yang ia berikan kemarin, tapi dari nada jawaban Soon Jung ia tau kalau itu tak berjalan baik. Ahjussi Ma minta Soon Jung tak khawatir, toh ia tak berharap banyak. Ia mengajak Soon Jung makan siang bersama saat sampai nanti. Soon Jung yang merasa bersalah hanya bisa mengiyakan.


Joon Hee memastikan kalau Direktur Yoon menyiapkan penyambutan Chairman dengan baik, dan juga jangan lupa tentang apa yang ia perintahkan. Direktur Yoon berkata ia sudah menyewa orang untuk itu, dan dalam satu jam mereka akan beraksi membereskan semuanya. Joon Hee ingin pabrik kembali normal saat Chairman datang, dan jangan sampai seorang pun tau tentang ini.


Min Ho siap pergi dengan Ji Hyun untuk menyambut Chairman, tapi ia kaget saat tau agenda mendatangi pabrik pusat besok. Ji Hyun mengiyakan, jadi Min Ho tak perlu datang ke pertemuan direksi, tapi menemani Chairman ke pabrik. Min Ho tak mengerti, mereka bahkan tak bisa masuk karena pemogokan. Ji Hyun minta Min Ho tak khawatir, mereka sudah mengatasinya, Joon Hee akan memberikan perlakuan khusus. Pemogokan akan berhenti hari ini, mereka sudah mengirim orang dan pabrik akan ‘bersih’ sebentar lagi. Itu justru membuat Min Ho khawatir, ia baru menyuruh Soon Jung pergi ke sana. Jadi tanpa pikir panjang Min Ho berbalik pergi meski Ji Hyun berteriak memanggilnya.


Soon Jung yang sibuk menyapa pekerja-pekerja pabrik yang dikenal baik olehnya tak mendengar sama sekali panggilan Min Ho. Min Ho panik dan hanya bisa menekan pedal gasnya lebih dalam.

 
 

Saat demo berlangsung, dua bis tak dikenal datang dan serombongan pria dengan pemukul di tangan turun menyerang mereka semua. Kekacauan langsung terjadi, pekerja panik menyelamatkan diri tapi pria-pria itu tanpa ampun memukuli mereka, tak terkecuali Ahjussi Ma. Soon Jung berlari ingin menyelamatkan Ahjussi Ma, tapi saat Min Ho yang baru sampai berteriak memanggil namanya.. seseorang memukul kepala Soon Jung. Darah langsung mengucur, dan membuat Soon Jung pingsan.


Semua korban dilarikan ke  UGD, termasuk Soon Jung. Untungnya Soon Jung hanya cedera kepala ringan, ia akan mual muntah selama beberapa hari, tapi setelah itu ia akan baik-baik saja. Melihat Min Ho, Woo Shik berkomentar kalau ia tampak lebih sakit dibandingkan Soon Jung dan itu mengkhawatirkan karena Min Ho bisa tiba-tiba kolaps. Min Ho hanya minta Woo Shik menunggui Soon Jung sebentar lalu ia keluar. 


UGD saat itu sibuk karena banyaknya pekerja yang jadi korban. Seorang dari mereka melihat Min Ho dan menganggap semua ini salahnya. Otomatis Min Ho mendapat teriakan dari segala penjuru yang menyalahkannya, sampai Woo Shik sibuk melindungi bosnya.


“Lalu kenapa kalian mogok kerja? Mengapa kalian mempertaruhkan hidup untuk sesuatu yang tak bisa diubah? Apa arti perusahaan kecil ini bagi kalian?” tanya Min Ho setelah mendengar amarah mereka.


“Karena kami ingin hidup seperti manusia!” teriak Ahjussi Ma, “Orang sepertimu yang bahkan bukan manusia, lebih buruk dari manusia jadi jangan perlakukan kami seperti manusia. Apa kau mengerti?” Min Ho tak mengerti, “Apa kejadian hari ini tak memberi pelajaran? Hidup kalian jadi percobaan.” Min Ho minta mereka menyerah, mereka tak akan bisa memenangkan pertarungan dengan monster. 


Ucapan Min Ho membuat amarah mereka makin tersulut sampai Soon Jung yang sudah bangun berteriak menghentikan mereka. Ia meyakinkan kalau Min Ho tak ada hubungannya dengan apa yang terjadi hari ini. Bukan ia yang mengirim orang-orang itu, ia tak akan datang ke sini jika ia yang melakukannya. Untuk apa ia datang kalau tau akan terluka? Soon Jung mohon agar mereka semua berhenti.


Chairman Gold Partner datang bersama Ji Hyun untuk makan malam bersama Joon Hee dan Direktur Yoon.


Min Ho tak mengerti dengan apa yang dilakukan Soon Jung. Soon Jung berkata kalau ia tak membela, ia hanya mengatakan kebenarannya. Meski Min Ho sama sekali tak menyangkal, Soon Jung tau kalau memang bukan Min Ho. Tak mungkin ia dikirim ke sana kalau tau dirinya akan terluka, Min Ho bukan tipe yang seperti itu. Min Ho tak suka Soon Jung bicara seperti tau segalanya, tapi Soon Jung sudah berjanji kalau ia akan melindungi Min Ho. “Hari ini, kau datang untuk menyelamatkanku kan?” tanya Soon Jung yakin dan berterimakasih.


Melihat dahi Min Ho yang masih berkerut-kerut, Soon Jung malah tertawa karena Min Ho goyah dengan mudahnya, bagaimana bisa kau hidup seperti orang jahat kalau kau seperti itu?


Min Ho: “Kau membuatku gila. Siapa aku sampai kau merasa berterimakasih padaku? Siapa aku sampai kau mau melindungi orang sepertiku? Semua makin terasa salah saat aku bersamamu. Hidupku jadi kacau karenamu.”

Hari ini hari yang penting, tapi ia mengacaukannya lagi karena Soon Jung. Min Ho sampai memohon agar Soon Jung membiarkannya bernapas.

 


Dan yang jelas, pemandangan di UGD dan pekerja yang membereskan kekacauan di pabrik membuat Min Ho goyah.


Bersambung ke Part 2

Note:
Yeah, me and my weird track record in recapping drama is back! Kali ini dari episode 8, hahaa. Kenapa episode 8? Soalnya aku suka banget episode ini, turning point Kang Min Ho is here. Perubahan Min Ho keliatan banget di sini. And i know, i'm not the only one who recapping this drama, but ini penyakit kalo lagi suka sama satu drama, pasti gatel pengen nulis, Semoga tetep ada yang baca ya.. Hehe.