Baliiii, akhirnya aku ke Bali!
It’s like a dream comes true. Maklum lah, seumur hidup baru ini aku
menginjakkan kaki di tanah Dewata setelah sekian lama pengen tau Bali itu kayak
apa. Rencana tak terduga. Karena sebenernya tahun ini aku berencana ke Lombok,
tapi gagal, semesta belum mengijinkan. Batavia air pailit beberapa bulan
sebelum aku berangkat. Waktu itu aku sempat curhat ke Papa, “Pa, Difa nggak
jadi ke Lombok, huhu”. Papa jawab, “nggak apa2, nanti liburan sama Papa aja”.
Jawaban yang menenangkan, tanpa tau sebenernya semesta berkonspirasi untuk itu.
Ya, aku ke Bali ikut acaranya Papa Mama yang kebetulan membolehkan
masing-masing mengajak 1 orang lagi, jadilah aku dan adek ikutan. Love you, Pa, Ma :*
Liburan super singkat, karena
Sabtu berangkat dan Senin udah pulang lagi. Nggak kepikir buat extend, niatnya
kan yang penting liat Bali aja, lagian males kudu arrange liburan sendiri,
haha.
Sabtu pagi selepas subuh kita
berangkat ke Balikpapan, flight ke Surabaya jam 10 pagi. Flight langsung ke
Bali pake Garuda belom ada belom ada, jadi pake connecting flight di Surabaya.
Dan setelah sekian lama nggak menginjakkan kaki di Bandara Juanda, Surabaya,
aku takjub. Sumpah keren banget sekarang. Terakhir ke Bandara Juanda itu jaman
belum ada flight langsung ke Jogja, jadi selalu turun di Juanda baru lanjut
naik travel ke jogja, dan dulu bandaranya biasa aja. Sekarang besar, pake
garbarata jadi gatenya banyak dan ruang tunggu jadi nggak terlalu penuh kayak
terminal. Free wifi di seantero bandara, galon aqua di sudut ruang tunggu buat
yang haus, dan yang paling penting, ada colokan! :D
Bunga di Bandara Juanda ini asli lho |
Menurut jadwal, flight ke Bali
kita jam 1 siang. Tapi, kelar keliling-keliling bandara, kita dapet konfirmasi
dari Garuda kalo pesawat yang jam 1 siang nggak berangkat karena rusak, dan
kita dialihkan ke penerbangan jam 3
sore. Waduh, kalo sesore itu baru berangkat, bisa telat nyampe tempat acara.
Untungnya staf customer service Garuda di bandara very helpful, kita dicarikan
alternatif waktu penerbangan terdekat di maskapai lain, dapetlah Wings Air yang
boarding jam 12.30. Mepet, tapi daripada telat, jadi kita ambil juga. Dan aku
baru tau kalo pindah flight ternyata nggak seribet yang dibayangkan, tanpa
tambahan biaya apapun, mana pake dianterin check in segala. Pokoknya tinggal
terima beres aja.
Sampe ruang tunggu udah hampir
jam 12.30, tapi belom ada tanda-tanda mau boarding, maklumlah namanya juga naik
Wings yang satu grup sama Lion Air. Jam 1an, baru kita dipanggil untuk boarding,
dan begitu sampe pesawatnya aku shock. Pesawatnya kok kecil? Kok
baling-balingnya ada di samping? Kok bannya kayak kempes? Kok pas mau masuk
pesawat hawa di samping pesawat kok panas banget? Pas masuk, kok sempit gini?
Aku langsung nyesel ganti Garuda dengan Wings Air dan deg2an sepanjang
perjalanan. Tapi alhamdulillah perjalanan lancar dan kami sampai Bali dengan
selamat sentosa. Nambah pengalaman juga, aku jadi pernah naik Wings Air, haha.
Oya, aku sempat mengamati satu hal dan menyimpulkan kalo pramugari2 Garuda
melayani dengan hati makanya kita juga enak liatnya, sementara pramugari Wings
ekspresi mukanya yang “why i’m trapped in this small plane??”, makanya cemberut.
Haha.
Sampai Bandara Ngurah Rai yang
ternyata lagi di renovasi, kita langsung menuju hotel yang ada di daerah Kuta,
yang ternyata cuma sepelemparan batu dari Ngurah Rai, deket banget! Kita nginep
di hotel Bintang Kuta, bintang 4 loh ini. Berasa naik kelas banget setelah
liburan terakhir ke Singapura nginepnya cuma di hostel. Hotel yang bagus di
lokasi paling terkenal di Bali menyadarkanku kalo, liburan ala koper
dimulaaaaaii!
Acara malem cuma gala dinner di
pinggir kolam renang. Dari menginjakkan kaki di Bali sebenernya aku udah pengen
cabut cari pantai, sampai bapak-bapak yang semeja di gala dinner ngasih tau
kalo pantainya ada di belakang kita. Hah, aku yang penasaran langsung ke arah
yang dimaksud, tapi gelap banget, nggak keliatan apapun dan nggak kedengeran
suara ombak, jadi ragu. Besok paginya aku kesana lagi, dan ternyata emang beneran
pantai. Yay, finally ketemu pantai! Masih area pantai Kuta, dan memang nggak
berombak, makanya pas malem nggak denger suara ombak. Cuma bentar liat pantai
terus balik hotel buat sarapan and then ngumpul depan hotel, siap berangkat
trip hari ini!
I wanna go to the beach! |
Pantai Kuta persis di belakang hotel |
Jam setengah 9 pagi, bus
berangkat meninggalkan hotel dan langsung ke Krisna, tempat oleh-oleh khas
Bali. Waktu dibatasi 1 jam, dan semakin mendekati batas waktu, ibu-ibu peserta
trip semakin kalap saja. Belanjaan yang banyak sampe kudu dipak di kardus besar,
termasuk belanjaannya Mama, haha.
Oleh-olehnya, diborong-diborong! |
Jam 10, perjalanan lanjut ke
Bedugul, lumayan jauh karena Bedugul letaknya ada di tengah pulau Bali,
sementara kita start dari selatan pulau. Kira-kira 1 jam perjalanan, bisa buat
istirahat dulu, tapi entahlah, sayang rasanya buat mejam. Bali ternyata enak
buat diamati, bangunannya khas, feelnya mirip sama Jogja. Suasananya khas dan
menyenangkan.
Gloomy Danau Beratan |
Tepat jam makan siang, kita
sampai di Bedugul. Jadi Bedugul ini tempat yang mirip Ketep gitu, ada di
dataran tinggi, dan objek wisata utama di sini adalah Danau Beratan. Kita makan
siang di bangunan lantai 2 sebuah resto yang pemandangannya langsung ke danau.
Suasana siang agak mendung dan berkabut. Kelar makan, kita berpindah ke Pura
Ulun Danu yang ternyata deket banget sama resto tadi. Tanpa disadari, semua
mungkin udah familiar sama Pura Ulun Danu, soalnya pura ini yang ada di uang 50
ribuan, dan emang beneran persis.
Pura Ulun Danu, Danau Beratan, Bedugul, Bali |
Another view of beautiful Pura Ulun Danu |
Puas foto-foto di Pura Ulun
Danu, kita meninggalkan Bedugul dan menuju Pura Alas Kedaton, tempat yang
banyak monyetnya. Sempat horror takut monyetnya aneh-aneh, tapi untunglah
monyet disini kalem-kalem, mungkin beda cerita kalo ke Sangeh ya? Katanya
monyetnya ganas-ganas, kacamata bisa diambil dan nggak dibalikin, hii, bisa
kacau hidup kalo kacamataku sampe diambil monyet.
Alas Kedaton ini tempat yang
relatif sepi, dan waktu itu kebetulan cuma rame sama rombongan kita aja. Untuk
mengantisipasi serangan monyet, tiap 4 – 5 orang akan dapet 1 pemandu, ibu-ibu
yang nggak minta bayaran udah nemenin kita, tapi kelar muterin area pura kita
diminta mampir ke tokonya. Kalau beruntung kita bisa keluar dari tokonya tanpa
beli apapun, tapi kalo lagi sial kita terpaksa beli barang yang mahal dan susah
ditawar di tokonya. Yang unik dari toko-toko disini adalah semuanya kayak dikandangin,
biar aman dari monyet-monyet nakal. Jadi kesannya kayak tutup, baru dibuka pas
pemandunya bawa calon pembeli. Pas kita di dalem juga pintunya ditutup lagi,
beneran kayak dikandangin.. >.<
Oke, habis dari Alas Kedaton,
kita move on ke Tanah Lot, liat pura (lagi). Nah, beda sama Alas Kedaton yang
sepi, Tanah Lot rame banget. Dan akhirnya, aku ketemu pantai lagiii! Meskipun
sebenernya pantai yang kayak gini di jogja juga banyak.
Tanah lot. Rame banget kan? |
Pantai Tanah Lot |
Sama Papa di Tanah Lot |
Sebelum hari benar-benar gelap,
bis rombongan meninggalkan Tanah Lot menuju Jimbaran yang merupakan destinasi
terakhir trip hari ini. Jadi kita akan makan malam di Jimbaran, persis di
pinggir pantai. Jam 8 kita sampai di Jimbaran. Kita dijamu set makanan lengkap,
mulai dari sup sebagai appetizer, lanjut main course yang terdiri satu piring
penuh hidangan seafood (ikan bakar, sate cumi, udang bakar, kerang bumbu) dan
masih bonus kepiting asam manis, sambelnya sambel matah yang cocok sama
seleraku, nggak pedes dan banyak bawangnya. Minumnya kelapa muda utuh sama aqua
botol kaca. Dessertnya sepiring buah-buahan.
Flowery girl at Jimbaran |
Subhanallah, it’s an
unforgettable dinner ever! Best food, best place, best atmosfer. Makan malem di
pinggir pantai ditemani suara ombak ternyata rasanya sulit dideskripsikan. Dari
seharian tour di Bali, rasanya ini penutup yang super menyenangkan.
Ya, dengan berakhirnya tur
seharian, kelar juga liburan di Balinya. Super singkat, karena besoknya harus
kembali ke realita. Aku bahkan belum ketemu pantai bagus dengan pasir putih dan
air laut yang biru. Sepertinya harus diagendakan untuk kembali ke pulau ini
lain kali. But so far, i’m happy with this trip, meskipun cuma bentar,
setidaknya aku pernah ke Bali. Dan lagi, liburan ala koper ini menyenangkan. Semua
terjamin, hotel enak, makanan enak-enak. Beda ya liburan diarrange sendiri sama
ikut tur? Nggak bayar lagi. Kalo bayar sendiri bayangin aja, hotel semalemnya
1,3jt, belom makan prasmanan yang lengkap dan enak-enak itu, belum biaya
transport keliling Bali, belom lagi kita dikasih dinner di Jimbaran. Sempet penasaran,
biaya per orang buat dinner di Jimbaran, kata seorang sumber yang orang Bali,
seorang bisa sampe 200rb untuk set full menu. Sementara peserta tur jumlahnya 180an,
WOW, berapa habisnya??? Haha, sudahlah, sebagai peserta tinggal menikmati aja.
Thank you for this trip Pa, Ma. I’m
happy! :D
Rental Toyota Agya di Bali (self drive)
ReplyDeleteRp.200rb/hari, Rp.190rb/hari (rental minimal 3 hari), Rp.180rb/hari (rental minimal 1 minggu) hub.082145019560 pin bb.25da452d
Bali emang dream land
ReplyDeletetrimaksih gan thank bgt infonya ya :D
ReplyDeletesekedar info ajja bagi informasi buat agan" yang laagi bingung atau mengalami kesulitan dalam mengurus surat" penting seprti sim,stnk,dan sebagainya ane ada tempatnya nih mudah bgt tinggal pilih dibawah
biro jasa sim
biro jasa bpkb
biro jasa perizinan
biro jasa stnk
biro jasa sim
https://www.facebook.com/profile.php?id=100009325190444
ReplyDeleteVebby transport menyediakan harga murah untuk tour di Bali.
Dijamin nyaman dan AC dingin.
Hanya 400.000 per 12 jam dengan mobil Avanza Baru. silahkan pesan lewat watsap/sms/telp ke : 081339813300
Keren sekali artikelnya ..
ReplyDeletePengobatan Tradisional Penyakit Kulit Dermatitis
Salam kenal dari Bali, Terimakasih sudah berkunjung ke Bali.
ReplyDeleteKami menawarkan paket prewedding atau family photography (liburan di bali sambil photo prewedding atau family photo)
3 hari 2 malam hanya Rp. 5.000.000,-
Sudah termasuk :
• Menginap 3 hari 2 malam di Hotel atau bungalow di Bali (area Kuta, Seminyak, Sanur, Ubud) tergantung persediaan kamar pada hari pemesanan.
• Gratis penjemputan di Bandara Ngurah Rai ke hotel
• Biaya masuk ke lokasi pemotretan
• Makan siang atau makan malam “Halal Food” (sesuai dengan waktu pemotretan)
• free mineral water
• 2 atau 3 Photographer dan 1 assistant photographer
• Durasi pemotretan 8 – 10 Jam
• unlimited photo editing (fleksibel)
• Free slideshow
• Gratis 1 hari tour (durasi 10 H) mengunjungi objek wisata di bali
Silahkan hubungi kami di http://www.3daysphotography.com/
Mobile : 081238128654
Pin : 524E0631
pengalaman yang seru sekali
ReplyDeleteSeru banget kak liburannya, coba aktifitas anti mainstream di Bali juga deh kak
ReplyDeleteArtikelnya bagus bgt..bermanfaat jg buat saya yg suka liburan..thx ya..mampir jg yuk ke http://elementmtb.com/berani-hadapi-tanjakan-curam/
ReplyDeleteThx utk infonya..bermanfaat buat aku yg suka liburan.. mampir juga yu ke web kami http://elementmtb.com/gowes-di-kota-tua-kenapa-tidak/
ReplyDeleteayo gabung sini biar dapet penghasilan lebih KLIK KLIK KLIK
ReplyDeletePROMO BOOOMMM BOOOMMM AKHIR TAHUN 2018.. Bagi2 Promo Special..
ReplyDeletePESAN MOBIL DAIHATSU SEKARANG JUGA
DAIHATSU BALI BAGI BAGI PROGRAM PROMO MENARIK
Dapatkan special price dan diskon bulan ini
- Free astraworld 5 thn ( layanan emergency )
- Free accecoris
- Terima tukar tambah
- Cashback/Diskon tinggi
- Free jasa service sampai 30 bulan
- Ready stock gak perlu indent lama
- KRedit PASTI OKE!!!
- Gratis Cover Asuransi selama 14 hari pembelian cash
Promo Kredit
Great xenia
Dp.17jtan
New Ayla
Dp.16jtaan
All New Terios
Dp.33jtaan
INFO LEBIH LANJUT
A D H E A
082236353640 (WA/SMS/TLP)
www.daihatsubali.in