Monday, July 20, 2015

Sinopsis Oh My Ghost Episode 4

NOTE: Bacanya ntar aja ya, postingan ini belum selesai, tapi episode selanjutnya udah keburu dibuat.. :p 

Suara aneh di lantai bawah restorannya membuat Sun Woo penasaran. Hantu yang dilawan Bong Sun mendadak menghilang karena kedatangan Sun Woo. Bong Sun juga buru-buru sembunyi di bawah meja. Sekeliling restoran sudah disenteri Sun Woo, tapi tak ada yang aneh. Bong Sun yang lega keluar dari persembunyiannya, tapi Sun Woo yang baru mau naik melihat dan menangkap basah dirinya.

Berusaha tampak menyedihkan, Bong Sun beralasan ia butuh tempat untuk tidur malam ini. Ia diusir dan tak ada tempat lain untuk pergi. Bong Sun tak punya uang, tak punya teman, tak bisa pergi ke motel sendirian tanpa seorang pria. Jadi Bong Sun berusaha membujuk Sun Woo dengan cute-nya agar diijinkan tidur di hall restoran sehari saja. Sun Woo yang dari awal sudah menolak, malah makin menolak dengan marah gara-gara aegyo Bong Sun. Jadilah Bong Sun terusir dari restoran dengan segerombol barang bawaan dan pedang besar pengusir hantu, tengah malam.

Setelah cap cip cup untuk menentukan arah kemana harus pergi, Bong Sun berjalan dan melewati restoran ayah Soon Ae. Di dalam, ayah sedang minum soju sendirian. Bong Sun ingin masuk, tapi urung karena bawaannya terlalu banyak dan khawatir merepotkan.

Akhirnya Bong Sun ke sauna atau jimjilbang. Di sana Bong Sun malah bisa enak makan lalu tau-tau menyelinap tidur di dekat pria yang berbaring sendirian. Sayang, nggak lama pacar pria itu datang dan mereka pergi meninggalkan Bong Sun yang terpaksa terus pura-pura tidur. Hahaa.

Di sauna yang sama terjadi sebuah kehebohan, seorang gadis makan telur banyak sekali sampai menarik perhatian orang-orang. Bong Sun ikut melihat, dan langsung tau penyebab keanehan gadis itu. Ia sedang dirasuki temannya yang bertengkar dengannya saat mereka berkumpul terakhir kali. Isyarat dari Bong Sun membuat temannya terpaksa keluar dari tubuh gadis itu dan mengikutinya.

Mereka bicara berdua di ruang uap sauna yang tertutup. Bong Sun alias Soon Ae menyindir temannya yang sama saja sepertinya, suka merasuki orang lain. Temannya beralasan ia tak punya pilihan lain, makanan jamuan untuk mereka yang sudah mati makin jarang dan masih harus bersaing dengan hantu-hantu lain. Jadi terpaksa ia melakukannya karena lapar.

Tapi temannya tertawa karena Soon Ae keadaannya tidak lebih baik, yang disambut erangan Soon Ae kalau ia terjebak di tubuh itu. Temannya terkejut dan memperingatkan kemungkinan terburuk Soon Ae tak bisa keluar selamanya. Soon Ae tau itu, tapi kembali menjadi manusia untuk sesaat rasanya menyenangkan. Ia bertemu lagi dengan ayahnya dan sebagian besar memorinya telah kembali.

Temannya tetap khawatir kalau Soon Ae menginginkan tubuh itu selamanya. Soon Ae menyangkal, ia sudah tau kalau setelah 3 tahun ia akan jadi roh jahat. Tapi ia harus menyelesaikan dulu dendam menjadi perawannya agar bisa pergi dengan tenang. Sayangnya menemukan pria penuh vitalitas itu seperti meminta bulan alias sulit sekali.

Soon Ae masih asik bicara berdua tanpa sadar di luar orang-orang berkerumun memperhatikannya yang bicara sendiri sejak 2 jam lalu. Jelas saja Bong Sun dikatai gila, haha.

Masih pagi sekali saat Bong Sun menuju restoran dengan gembolan barang bawaannya. Ia mengeluh tak bisa tidur nyenyak karena pasangan yang ada di dekatnya. Sedang mengomel sendiri, Sung Jae yang pulang dari shift malam menyapanya. Tentu Sung Jae heran melihat barang-barang yang dibawanya, jadi Bong Sun berdalih ia mendapatkannya dari mesin permainan. Sung Jae yang baik hati membantu membawakan barang-barang itu dan berjalan ke arah yang berlawanan dengan tujuannya tadi. Bong Sun jelas kegirangan.

Mereka mampir makan ramen di minimarket karena Sung Jae tak bisa makan itu di rumah. Eun Hee tak suka melihatnya makan ramen, jadi ia mengajak Bong Sun makan diam-diam seperti ini. Mendengar Eun Hee disebut, Bong Sun tak bisa menahan diri untuk bertanya soal Sung Jae dan istrinya, apa Sung Jae mencintainya? Siapa yang mengejar terlebih dahulu? Sung Jae yang tak menyangka ditanya begitu menjawab dengan kurang meyakinkan. Ia menanyakan apa Eun Hee yang dimaksud sebelum berkata ‘sepertinya’ ia mencintainya, sambil menambahkan kalau tentu saja ia yang mengejar duluan. *well, ini mencurigakan, sampe pada berspekulasi kalo Sung Jae kerasukan juga, tapi masa iya sih?*

Bong Sun tampak kecewa sampai mengacak-acak rambutnya. Melihat rambut Bong Sun yang berantakan, Sung Jae malah berinisiatif merapikannya. Bong Sun sampai membatin kalau begini caranya bagaimana bisa ia melupakannya?

Di restoran, Eun Hee menyetel lagu klasik dan itu mengingatkannya akan masa-masa menjadi balerina, saat ia masih sehat. Bong Sun baru sampai dan langsung melihat Eun Hee dengan wajah bete. Padahal Eun Hee tak bertanya apapun, tapi Bong Sun menjelaskan dengan ketus kalau pedang besar itu ia dapatkan dari mesin permainan. Belum lagi ia masih mengomel soal ramen. Ramen tetap saja makanan, dan orang yang biasa dengan makanan organik malah gampang sakit. Omelan Bong Sun membuat Eun Hee yang tak tau apa-apa jelas jadi bingung.

Min Soo terlalu banyak minum semalam sampai ia rasanya mau muntah terus dan bau alkohol masih menyengat dari mulutnya. Bong Sun baru bergabung dan minta maaf ia sedikit terlambat. Karena Min Soo mengomelinya tak disiplin, Bong Sun langsung bermuka manis dan memanggilnya Oppa. Min Soo tentu tak suka, kapan ibunya melahirkan Bong Sun? Ia tak percaya pernah menyuruh Bong Sun memanggilnya Oppa, perkataan orang mabuk harusnya tak dianggap serius.

Sun Woo bergabung, disambut muka cemberut Bong Sun yang membuat Sun Woo sengaja menghindarinya. Haha, dendam gara-gara nggak dibolehin nginep.

Sun Woo akhirnya mendekati Eun Hee yang tertawa-tawa melihat foto bayi temannya di ponsel. Sun Woo tak suka bayi atau binatang, tapi Eun Hee yakin kakaknya akan sayang sekali pada keponakannya nanti. Eun Hee sangat menginginkan bayi, dan itu membuatnya berpikir karena itu ia belum diberi sampai sekarang.

Sun Woo mau mengambilkan kopi untuk Eun Hee saat So Hyung menelponnya, memintanya datang ke stasiun TV untuk membuat preview, dan Bong Sun juga harus diajak. Sun Woo enggan, tapi Bong Sun yang mendengar namanya tau-tau muncul dan menunjuk-nunjuk dirinya kesenangan.

Terpaksalah Sun Woo mengajaknya. Di mobil, Bong Sun bergumam kalau ia tidur di sauna semalam, tapi ia tak tahan karena terlalu banyak pasangan. Sun Woo balas bergumam kalau ia tak tanya, hahaha. Bong Sun yang kesal lalu mengungkit soal burnt rice pollack-nya dan semua orang yang berpikir kalau itu ide Sun Woo. Sun Woo yang tau arah pembicaraan langsung berkata Bong Sun tak bisa menggunakannya untuk mengancamnya agar boleh tidur di restorannya, karena semua sudah selesai. Jelaslah Bong Sun makin kesal.

Di stasiun TV, So Hyung menjelaskan soal teknis syuting hari ini dengan hanya Sun Woo yang memperhatikan, sementara Bong Sun tampak bosan dan sibuk sendiri.



No comments:

Post a Comment