Showing posts with label Youth Over Flowers. Show all posts
Showing posts with label Youth Over Flowers. Show all posts

Friday, April 8, 2016

Youth Over Flowers in Iceland Episode 7 (Final) Part 2


Selama di Iceland, four stones menghabiskan banyak sekali waktu di mobil, tapi nggak bikin bosen yang nonton soalnya mereka nggak bisa diem, haha. These four love singing so much, even it’s a very weird song. Mereka inget waktu nyanyi lagu aneh karangan Jung Woo, dan waktu nonton Jung Woo baru sadar kalo waktu itu kepalanya kosong, hahaha.


Nggak cuma nyanyi, mereka bikin berbagai acara di mobil. Mulai dari ‘Taxi’-nya tvN, sampai berbagai acara radio yang dibawakan bergantian sama mereka. Oh ya, ini ada acara radio balasan yang Sang Hoon hyung jadi bintang tamu, dan Jung Suk jadi pendengar yang nelpon.


“Ini siapa? Di mana?” tanya Jung Woo si pembawa acara.

“Aku Kim Bong Pal dari Jungnang,” jawab Jung Suk dengan suara lucu.

Jung Woo: “Ya Kim Bong Pal-ssi, kamu penggemar Sang Hoon?”

Jung Suk: “Aku berharap dia bisa enyah! Enyah sana!” Semua langsung ngakak, Jung Suk-nya balas dendam aja doong, hahaha.


Another game on the car. Di hari ketiga (perjalanan ke Gulfoss) sebelum Ha Neul datang, mereka main tebak lagu setelah dengar intronya. Jung Suk usul lagunya lagu tahun 90-an karena mereka generasi itu, semua setuju. Aturannya, kalau tau jawaban angkat tangan sambil sebut nama karakternya (Jung Suk – Napdeuki, Sang Hoon – Tsingtao, Jung Woo – Jjanggu).

 
 

Lagu pertama, jawaban Tsingtao benar! Lagu kedua, Jjanggu yang benar! Jung Suk langsung minder, “Aku tidak pintar main ini.” HAHA. Jung Woo refleks ngakak dan bilang lagu berikutnya harus Jung Suk yang jawab. Barulah di lagu ketiga akhirnya Napdeuki benaar! Haha, girang banget lho Jung Suknya! Dan final round juga Jung Suk jawab bener lagi. Kelar itu langsung deh mereka nyanyi sambil jejogetan nggak karuan di mobil, hahaha.


Nggak cuma jago nebak lagu, Jung Suk bareng Sang Hoon hyung juga suka nyiptain lagu random. Contohnya ‘stinky song’, jadi ceritanya di malam pertama mereka sampai Reykjavik, Sang Hoon hyung sama Jung Suk kan lagi ngobrol. Nah, tau-tau Sang Hoon hyung kentut busuuk banget. Jung Suk langsung kabur, even Sang Hoon hyung juga menyingkir karena kentunya terlalu bau, haha. Balik sambil ngakak, eh malah Sang Hoon hyung mulai bersenandung ‘stinky song’, duet bareng Jung Suk. Kentut pun bisa jadi inspirasi lagu, huahaha.


They’re just so multitalented! Bahkan akting makan samgyeopsal di meja yang berantakan tanpa makanan pun mereka bisa, and that feels so real (aktingnya, bukan animasinya)!


Di antara mereka berempat, Sang Hoon hyung yang paling juara lawaknya! He makes fun almost about everything, yang lain tinggal ngikutin flow-nya Sang Hoon hyung aja. Kayak pas Sang Hoon hyung mau masak makan malem dan akting jadi ahjumma pelayan restoran, dan Jung Woo jadi pelanggan yang ganggu banget... and it’s seems so fun! Jung Suk yang cuma nonton sampe ngakak nggak karuan.

 
 

Btw hotel mereka di Vik ternyata punya buku tamu khusus buat para tamu nulis kesan pesannya selama liburan di Iceland. Mereka buka-buka bukunya dengan excited, penasaran apa ada tulisan orang Korea di antara tulisan berbagai bahasa. Dan ternyata ada! Tanggalnya ternyata belum lama, 11 November 2015, beberapa minggu sebelum mereka datang. Mereka makin excited buat nulis juga di bukunya.


Jung Woo giliran pertama. Tapi dia nggak pede dengan tulisannya yang jelek banget menurutnya, jadi berkali-kali kertas yang baru sedikit ditulisi Jung Woo robek. Setelah dua lembar kertas tak bersalah jadi korban, Jung Woo akhirnya cukup pede dengan tulisannya dan selesai.


Ha Neul yang jadi giliran kedua menulis dengan lancar (dan dipuji Jung Woo tulisannya bagus). Sang Hoon hyung juga selesai dengan cepat. Mereka semua menulis tentang aurora.

 
 

Sementara Jung Suk, dia pake mikir sambil bertopang dagu dulu sebelum mulai nulis. Lamaa banget dia mikirnya. Tapi begitu mulai nulis.. nggak bisa berhenti. Tulisannya sampe sehalaman penuh! Hahaha. Intinya perjalanan ke Iceland jadi lebih menyenangkan karena dia bersama teman-temannya.

Pertanyaan terakhir dari PD Na, “Bagaimana perubahanmu atau pemikiran yang kamu dapat selama perjalanan ini?”


Jung Woo yang pertama menjawab. Baginya, selama ini dia tak pernah tidur dengan sangat nyaman, dan Jung Woo biasanya nggak bisa tidur di tempat asing. Tapi di Iceland, hampir tiap malam dia tidur persis seperti orang pingsan. Bisa dibilang Jung Woo di Iceland ini complete reversal dari apa yang dia bilang ke PD Na.


Jung Woo bilang ia susah tidur di tempat baru, tapi nyatanya dia tidur nyenyak dengan gampangnya. Jung Woo bilang dia nggak suka foto-foto karena liat aja udah cukup, tapi nyatanya he took a loooooot of photos (salahkan Iceland yang terlalu cantik). Dan dia bilang nggak suka minum, tapi dong tiap malam di sana dia minum wine, hahaha.


Jung Woo sendiri nggak ngerti kenapa dia melakukan itu. Mungkin karena dia merasa sangat nyaman. Tak ada seorangpun yang membuatnya gugup. Dia suka semua makanan yang mereka makan. Dan yang terpenting, dia sangat bahagia.


Jung Woo usia 20-an banyak sekali ikut audisi, dan ditolak itu selalu sulit pada awalnya, membuatnya terus berpikir aktingnya kurang bagus. Tapi selangkah demi selangkah, Jung Woo melalui masa-masa sulit dan bertahan selama 13 tahun sampai akhirnya mencapai karirnya yang sekarang (berkat Oppa-ya!).


Jung Woo pernah bilang kalau meskipun sekarang dia punya lebih banyak fasilitas dibandingkan dulu, dia nggak suka traveling. Alasannya? Dia selalu merasa gugup dan gelisah walau ingin liburan. Jung Woo ini tipe yang nggak suka lewat jalan yang asing dan cenderung bergaul hanya dengan orang yang dia tau. Tapi selama di Iceland, sama sekali nggak tampak kalau dia gugup atau semacamnya, he looks so happy! And he knows that if he go alone, even with the magical scenery of Iceland, he won’t be as happy as now.


Menurut Jung Woo, bukan soal tempatnya, yang terpenting adalah siapa yang pergi bersamamu. Yes, i do agree! Jung Suk juga setuju. Ha Neul juga, dia pengen bilang itu sejak tadi. Trip ini membuat Ha Neul makin menyukai teman-temannya dan membuatnya makin merasa dekat dengan mereka, dibanding sebelum mereka pergi bersama.


Jung Woo bilang Ha Neul selalu sama dan nggak pernah berubah, itu membuatnya jadi teman yang sempurna. Trip ini juga membuat mereka lebih mengenal Ha Neul yang selalu positif dan ceria. Dulu, meskipun pernah project bareng di musikal Spring Awakening, Jung Suk nggak tau kesulitan Ha Neul yang selalu sibuk dengan pekerjaan paruh waktunya. 


Jung Suk pikir Ha Neul nggak merasa nyaman di dekat seniornya makanya jarang ikut makan atau minum bareng mereka. Padahal Ha Neul paling suka minum dengan seniornya dibandingkan siapapun. Hanya saja dia merasa terlalu muda untuk mendekati mereka, ia belum berhasil dan masih banyak hal yang ingin ia lakukan.

Semua punya kenangan di usia 20-an mereka. Saat mereka latihan bareng, maen gitar bareng yang kalau diingat-ingat semua merindukan masa-masa itu. Meskipun nggak punya uang, tapi kebersamaan mereka bikin semua rasanya cukup.

 
 
 

Ha Neul speechless karena semua terus memujinya, jadi dia minta 30 detik ‘Yaja Time’ untuk menjawab pujian mereka. “BEEEEEEPP!” makian Ha Neul bikin semua ngakak dan nantang Ha Neul untuk maki PD Na juga biar mereka lebih dekat. Ha Neul ketawa-ketawa nolak, tapi dilakukannya juga dan... BEEEEEEPP! *sensor lagi* PD Na sih langsung ngakak, tapi Ha Neul yang khawatir bilang, “PD Na, saranghaeyo!” HAHAHA.

 
 

Balik ke pertanyaan PD Na soal perubahan atau pemikiran yang didapat selama perjalanan ini, Jung Suk bilang kalau di kepalanya banyak sekali hal yang ingin dia lakukan. Salah satunya adalah liburan, dia selalu bilang ingin pergi, tapi nggak pernah dilakukan. Tapi tiba-tiba saja dia pergi, dan itu membuat Jung Suk sadar kalau liburan ternyata sangat berharga. Jung Suk bahkan beli peta dunia agar bisa menandai negara yang pernah ia datangi. Peta itu akan dia pasang di dinding, dan Iceland bisa dicoret dari sana. Mulai sekarang Jung Suk nggak akan ragu melakukan apa yang dia inginkan.


Saat ditanya ada penyesalan apa nggak dari trip ini, Jung Suk awalnya bilang nggak ada. Tapi terus dia ragu dan diem, sambil ketawa malu dia bilang, dia nggak menyesali apapun, kecuali.. gitar. Lucunya, kru bilang kalau Jung Suk bisa beli 5 sampai 6 gitar dengan sisa uang mereka. Hahaha.


Mereka janji mau pergi bareng ke tempat yang dekat. Dan buat awalnya, Jung Suk sama Sang Hoon hyung ketemuan dan gitaran bareng. Jung Suk yang main gitar, dan Sang Hoon yang nyanyi dengan lirik spontan tentang Iceland. Song that sums up their journey (meskipun liriknya mendadak nggak nyambung dan bikin ngakak, haha). Btw, Sang Hoon hyung pake kaos ‘MAD’ yang dibeliin Jung Suk lhoo, aaw!


PD Na punya hadiah sebagai bentuk terimakasih dan semua langsung excited. “Tiket pesawat ya?” tebak Ha Neul ngarep yang langsung di-cut PD Na, “Bisa kemana si pengantin baru ini?” Hahaha. PD Na mulai bagiin hadiahnya, dan begitu dibuka semua akan tau itu buat siapa.


Kado pertama dibuka dan jeng jeng.. isinya piyama couple! Buat siapa lagi kalau bukan Jung Woo? Aaaaww!


Kado kedua yang besar dan berat selanjutnya dibuka bareng dan isinya.. sosis banyaaak banget buat Sang Hoon hyung! Semua refleks ketawa, dan Sang Hoon hyung yang baik hati siap bagi-bagi sosisnya buat mereka semua, haha.


Kado selanjutnya, tanpa dibuka udah langsung diulurkan ke Jung Suk karena dari bentuknya langsung ketauan. Yak, isinya gitaar! Gitar mungil yang langsung ditaksir Jung Suk begitu dia masuk di toko gitar di Reykjavik. Gitar yang dulu dipegangnya lama sekali, sekarang beneran ada di tangannya. Jung Suk yang happy langsung testing gitarnya, dan berterimakasih.. kamsahamnidaa!


Kado terakhir untuk Ha Neul menurut PD Na sangat mewakili orangnya. Ha Neul jadi deg-degan, tapi begitu dibuka.. isinya ternyata kantung plastik bermerk. Ha Neul speechless, dan yang lainnya ngakak. Meskipun kadonya aneh sendiri, Ha Neul tetap berterimakasih. Hahaha, kasiaaan! Jung Suk langsung merasa bersyukur dia dapet gitar.


PD Na minta mereka ngasih pesan ke korban selanjutnya, cast Reply 1988 yang baru pulang dari Afrika. Pesan Jung Suk, jangan terlalu irit dan.. diskusinya jangan lama-lama. HUAHAHAA, emangnya four stones!

 
 
 
 
 
 

And... our trip to Iceland is officially ended! Thank you for the superb journey and the great laugh, our loveable four stones! *sediiiiiih*

I LOVE ICELAND! Someday i’ll go to every places they’ve ever visited here. Amin.


Monday, March 28, 2016

Youth Over Flowers in Iceland Episode 7 (Final) Part 1


Suatu hari, setelah perjalanan ke Iceland berakhir, four stones kembali berkumpul di Korea dan membicarakan perjalanan mereka.


Sang Hoon hyung yang datang pertama. Sembari menunggu teman-temannya, Sang Hoon hyung menyentuh piring kosong di depannya dan mulai berakting makan. Tak lama Jung Suk tiba. “Kamu makan sesuatu, hyung?” tanyanya.

 
 

Sang Hoon hanya senyum dan melanjutkan (akting) makannya. Jung Suk cuma bisa ngakak. Waktu Jung Woo datang, Sang Hoon hyung yang sibuk mengunyah langsung ngajak Jung Woo makan. “Kamu sudah makan? Apakah rasanya enak?” tanya Jung Woo lalu duduk dan mengambil garpunya untuk mencicipi makanan Sang Hoon hyung.


Tapi lalu ia tertawa, minta Sang Hoon hyung berhenti akting, hahaha. But no, of course they’re not really stopped! Jung Woo mengambil gelas kosong di depannya, bersulang dengan teman-temanya dan minum seolah itu gelas isinya bir. Caption: ‘Mereka bisa berpura-pura makan tanpa makanan’, hahaha.

 
 

Sebuah benda berkilauan tampak mencolok di jari Jung Woo. He’s a married man now! Aaw, chukae Trash Oppa! Ha Neul yang baru datang (sambil teriak ‘hyuung!’ 3x dan meluk mereka satu-satu), langsung nyanyi selamat buat Jung Woo yang baru aja nikah.


Rupanya selama jalan bareng di Iceland mereka sama sekali nggak ada yang tau Jung Woo mau nikah. Jung Woo cuma bisa ketawa, itu jadi kayak bachelorrete trip-nya sebelum jadi pria beristri.

Pertanyaan dari PD Na, “Orang-orang bilang apa setelah acara ditayangkan?”


Jung Woo, “Kami bodoh.” HAHAHA, semua langsung ngakak. Ha Neul menambahkan, ada yang bilang lesung pipi Sang Hoon hyung seksi. Haha, semua ngakak lagi.

 
 

Btw, PD Na sengaja mempertemukan mereka di restoran sosis, dan mereka boleh pesan apapun yang mereka mau. Four stones mulai yang waah-waah, Jung Suk bahkan merasa rancangan interior restoran mirip gaya Eropa Utara. Sang Hoon hyung langsung tak setuju, menurutnya ini lebih seperti kamar mandi. HAHAHAHA, bener juga! Ruangannya sempit dan dikeramik sampe setengah dinding, persis kamar mandi!


Mereka mulai mengamati menu dengan seksama dan bertanya-tanya apa ada sosis yang rasanya seperti yang mereka makan di Iceland? Hasilnya.. semua hening. Nggak di Iceland nggak di Korea tetep aja mereka bingung milih menu. Setelah berdiskusi (as always), mereka pilih menu sausage party, salad, bir. Dan andalan Jung Woo, “Ayo pesan satu atau dua hidangan terbaik.” HAHAHA.


Padahal lho tadi mereka dibolehin pesen sesuka mereka, buat apa pake diskusi? Haha, mereka terlalu terbiasa diskusi. Jung Suk bercanda kalau diskusi-diskusi mereka itu tanda kejeniusan (habis bilang gitu dia ngakak sampe nggak bisa ngangkat mukanya, haha).


Mereka diskusi kapanpun, dimanapun, dan tentang apapun. Mau beli kentang? Bagaimana dengan wortel? Tiga ramen mau kujadikan empat porsi? Kita lewat mana? Mau terus mendaki atau tidak? They’re practically disscuss about everything! Udah kelar diskusi dan ada keputusannya, juga masih bisa diskusi lagi, hahaha. Kru sampe udah apal kalo mereka udah di mobil tapi nggak mulai-mulai jalan, berarti lagi diskusi, haha. But untunglah arah pikiran mereka sama, jadi outcome diskusi bisa disetujui semua orang.

 
 

Nggak lama kemudian pesanan mereka datang, semuaaanya sosis! Sang Hoon hyung mencicipi satu, dan menurutnya rasanya mirip dengan yang mereka makan di Iceland. Ia menyodorkan sosisnya ke teman-temannya, dan semua setuju.. rasanya mirip. Dan semua lalu sibuk dengan sosis masing-masing.


Jung Woo bilang selama di Iceland ada kali dia makan hotdog 5 kali, dan nggak pernah bosen. Hotdog di bandara. Hotdog sarapan pertama mereka. Hot dog world. Dan setiap ke Bonus, pasti beli berbungkus-bungkus sosis. Bisa dibilang mereka makan sosis hampir separuh dari makanan yang mereka makan di Iceland.


Nggak banyak makanan selain sosis yang mereka makan. Jung Woo nggak suka waktu nyicipin lamb soup punya kru, sukanya muffin coklat. Ada juga burger yang Jung Woo makan di malam terakhir di Reykjavik, burger yang dia nggak tau namanya (soalnya dia cuma pesen ‘best burger, you choose’, haha).


Sementara Jung Woo makan burger, Jung Suk rupanya masih penasaran sama steak dan kembali ke restoran yang tadi siang sempet bikin langkahnya terhenti. Katanya, dia nggak pernah makan daging sama sekali selama di Iceland. Jung Suk pun masuk restoran dan melihat menu dengan seksama (nggak kayak Jung Woo yang langsung minta dipilihin menu terbaik, haha). Jung Suk pesan menu yang dibacanya aja susah, filetto di manzo ai funghi a.k.a grilled beef tenderloin with baked potato and a creamy mushroom sauce. Dan dia pilih menu yang paling mahal, harganya 5450 Krona (wow, hampir 4x lipat makan siangnya tadi).

 
 

Steak bernama rumit yang tampak menggiurkan itu akhirnya sampai di meja Jung Suk. Jung Suk menikmati secara perlahan daging pertamanya di Iceland (kelihatannya enak, tapi ekspresi Jung Suk nggak tampak se-impressed pas makan mi tadi).

Back to Seoul. PD Na tanya, “Jika kamu bepergian lagi? Benda apa yang pasti akan kamu bawa?”


Sang Hoon hyung pilih bumbu ramen. Jung Suk pilih kamera bagus. Sementara jawaban Ha Neul, “Aku pilih teman-teman ini.”


Semua diam. Sang Hoon hyung tak percaya, Ha Neul disuruh memilih benda, tapi malah memilih mereka, pasti agar kelihatan baik. Tapi ternyata Sang Hoon hyung sendirian, karena Jung Suk suka jawaban Ha Neul. Sang Hoon sampai bilang kalau ia pilih bumbu ramen agar mereka bisa berbagi makanan, ia tidak mungkin bawa hanya hanya untuk dirinya sendiri.


Ha Neul tertawa dan merevisi jawabannya, ia akan bawa sepatu yang benar-benar anti air dan anti angin. Sepatu yang ia beli di sana sangat hangat, tapi sepatu vantofelnya dingin dan air masuk setelah beberapa waktu (haha, sepatu awardnya!).


Sementara Jung Woo, dia pilih bawa bantal lehernya lagi. Semua refleks ngakak. Dan Jung Woo juga setuju dengan jawaban Ha Neul tadi, selama kamu bepergian dengan orang yang cocok denganmu, kamu tidak perlu yang lainnya. Kamu bisa beli bumbu ramen di luar negeri, selama kamu bepergian dengan orang yang kamu suka, itu yang terbaik. Hahaha, bahkan jawaban Jung Woo ngikut Ha Neul! Semua kecuali Sang Hoon bilang teman yang paling penting. Sang Hoon hyung jadi kelihatan jahat sendirian, hahaha.


PD Na lalu bilang kalau kata yang paling sering terdengar adalah ‘bodoh’. Mereka awalnya three stones, setelah ada Ha Neul jadi four stones. Jung Woo ketawa, dari awal pun mereka sudah tampak bodoh. Waktu mereka pertama ketemu di restoran di Gangnam, udah pada ribut aja dong siapa yang paling bodoh, hahaha. Di awal waktu bagi tugas, Jung Suk usul Sang Hoon yang jadi bendahara. Jung Woo setuju, atau ia juga bisa, tapi itu Jung Suk yang nggak setuju (haha, kebayang kalo Jung Woo yang pegang duit).


Jadi tugas Sang Hoon jadi bendahara, Jung Suk jadi penerjemah, dan Jung Woo? Jung Woo sih menawarkan diri jadi errand boy atau yang bisa disuruh melakukan ini itu, tapi gimana lha Jung Woo nggak bisa bahasa Inggris, hahaha.


Btw, Sang Hoon hyung ini bilang dia yang paling bodoh tapi ternyata dia yang paling rajin baca buku tentang Iceland. Di pesawat ke Amsterdam aja lainnya tidur, Sang Hoon hyung masih asyik baca. Berkat rajin baca, Sang Hoon hyung kadang bisa ngasih informasi berguna buat mereka, jadi ala-ala pemandu tur mereka gitu deh, haha.

 
 

Menurut Sang Hoon hyung, mereka bisa lebih menikmati pemandangan jika tau latar belakangnya. Mereka terbantu dengan informasi Sang Hoon hyung yang kadang terdengar menakjubkan, tapi tetep aja ngakak karena Sang Hoon hyung yang ngomong, haha.


PD Na bilang kalau salah satu yang membuat mereka lucu adalah.. mereka nggak bisa bahasa Inggris. ‘Open the door’-nya Jung Woo aja bikin Ha Neul ketawa kenceng banget dan Jung Woo malu pas nonton siarannya.


Atau.. ‘I water, we are the water’ yang masih dari Jung Woo.


Ataaau.. ‘Can i help me?’-nya Jung Suk. Dan puncaknya, ‘Please hotdog world’. HAHAHA, ekspresi Jung Suk yang kayak habis dikhianati itu lucu banget! Even habis itu dia masih aja lho pake app translatornya, yang padahal makin lama nggak bisa diandalkan.


Nilai jual four stones justru di bahasa Inggris mereka yang seadanya. Kalo diurutkan dari yang paling ngaco, Jung Woo, Sang Hoon, Jung Suk, baru Ha Neul. Jung Woo hobi banget ngomong Inggris campur Korea campur bahasa tubuh. Pokoknya Jung Woo jagonya bikin bule bengong liatin dia ngomong dan nggak ada yang ngerti, hahaha.

 
 

Sang Hoon hyung kosakatanya nggak banyak, tapi dia yang paling pede ngajakin bule ngobrol alias paling nggak tau malu, haha. Kalo Jung Suk, dia sempet dipuji Jung Woo sama Sang Hoon hyung Inggrisnya bagus sih, padahal dia nggak sekolah bahasa Inggris dan jarang keluar negeri. Tapi menurut Jung Suk dia harus lebih banyak belajar.


Nah, Ha Neul sebenernya yang paling jago dan pronounciationnya paling oke, tapii dia nggak pede dan kebanyakan ngomong ‘sorry.’ Sampe dibilangin dia tukang minta maaf kalau pake bahasa Inggris, haha.


Next mereka bahas Ha Neul yang naik pesawat dengan jas awardnya. Tadinya ada di acara award dan mendadak ada di pesawat yang siap lepas landas sukses membuat Ha Neul bingung, tapi menurutnya itu seru dan menarik. Perjalanan spontan yang hanya berbekal satu kantong plastik tak masalah buat Ha Neul, traveler yang ingin melihat banyak hal.

 
 

Ini dia tips traveling ala Ha Neul. Satu, pahami petanya. Dua, jika tak tau letak suatu tempat, tanya tempat saingannya, saingan lokal pasti saling tau. Dan bener, Ha Neul tanya hotel yang dia tuju ke hotel lain, dan dikasih tau tuh (dasarnya orang Iceland mah baek-baek kali yaa..)


Back to Seoul. Jung Woo yang nggak hati-hati mengambil makanan malah menjatuhkan roti dari piring. Semua langsung heboh, “Bungkus rotinya!” Hahaha, mereka yang irit banget sayang kalo sampe ada makanan kebuang. Selama di Iceland, Sang Hoon hyung yang bertanggungjawab pada keuangan mereka nggak bisa sembarangan usul makan di luar. Ia merasa seperti seorang ibu, kalau rencananya salah, mereka akan sial. Dan untungnya, mereka semua irit.


Sang Hoon hyung sampe inget kalau mereka sengaja makan sandwich cuma setengah dan setengahnya lagi dibungkus. Dan semuanya sama, nyimpen makanan buat dimakan lagi nanti. Empat manusia bodoh yang selalu menyimpan makanan.


Di akhir perjalanan, Jung Suk bahkan masih punya camilan dari Jung Woo di hari pertama mereka pergi di saku jaketnya. Jung Suk sengaja simpan kalau sewaktu-waktu dia lapar, sampe dia nggak habis pikir, “Kenapa kamu sangat hemat, Jung Suk-ah?” PD bahkan nggak mau waktu dikasih Jung Suk karena kayaknya udah nggak enak, dan bukannya dibuang, itu cemilan masuk saku lagi aja dong, hahaha.

 
 

Dan saking iritnya, di bandara Amsterdam mereka beli satu kopi large dan pinjam dua cangkir, dan voila mereka punya tiga gelas kopi! Di Vik bahkan mereka pesan dua cangkir kopi plus air panas, biar bisa dibagi empat! Astagaaa, mereka sampe ngakak nggak karuan waktu sadar mereka berlebihan iritnya dan nggak tau caranya berfoya-foya. Mereka selalu bilang, “Ayo berbagi!”, bukannya “Ayo makan!” HAHA.

 
 

Akibat irit dan sayang banget buang makanan, di awal perjalanan mereka cuma punya satu kantung plastik, dan makin lama kantung itu makin beranak pinak, padahal beberapa isinya makanan yang udah lamaa banget, haha.

 
 

PD Na lalu minta mereka menebak tiga adegan yang ratingnya paling tinggi, mulai dari peringkat ketiga. “Cahaya aurora?” tebak Ha Neul. Jung Woo tak setuju, aurora pasti yang pertama. “Gulfoss?” tebak Sang Hoon hyung. Dan benar, adegan peringkat ketiga adalah saat mereka ke Gulfoss dengan rating mencapai 11,95%. Jung Woo bilang awalnya dia nggak menyangka, tapi Gulfoss yang terbaik buatnya. Jung Woo berusaha menggambarkan perasaannya saat melihat Gulfoss, tapi yang keluar dari mulutnya cuma wuaah.. wuaah. He’s totally speechless, haha.

Dan yang kedua?

“Saat berbaring melihat bintang?” tebak Ha Neul. Salah!


“Hotdog world?” tebak Jung Woo. Masih salah! Karena nggak ada yang bisa nebak, PD Na ngasih tau kalo adegan juara dua yang dapat rating 12,9% adalah adegan saat Jung Suk pake kacamata. Jung Suk langsung ketawa, saat dia pake kacamata rating penonton naik. Ha Neul takjub, “Kacamatamu lebih menakjubkan dibanding Gulfoss, hyung!”


Dan sesuai dugaan, aurora ada di tempat pertama dengan rating 12,98%. Ha Neul makin takjub lagi, berarti kacamata Jung Suk sama menakjubkannya dengan aurora? Hahaha, iya ya selisih ratingnya cuma dikit! Jung Suk ketawa sampe air matanya keluar, hahaha, nggak percaya dia!


Ha Neul bilang kalau cahaya aurora itu cantik, tapi ia lebih suka melihat bintang. Berbaring sambil melihat bintang bersama teman-temannya itu favoritnya, karenanya ia paling ingat saat itu. Sementara menurut Jung Suk, aurora, air terjun, dan ombak di Reynisfjara semuanya indah, tapi saat ia melihat matahari terbit di perjalanan menuju Jokulsarlon sambil mendengarkan musik itu yang paling berkesan. Rasanya seperti memulai awal baru.

 
 

Mereka pergi bersama, tapi semuanya punya kenangan yang berbeda. Tempat yang mungkin biasa saja bagi penduduk sekitar, bisa menjadi sangat penuh kenangan bagi seorang traveler.

  


Bersambung ke part 2