Showing posts with label Sebastian Vettel. Show all posts
Showing posts with label Sebastian Vettel. Show all posts

Sunday, March 29, 2015

Sebastian Vettel First Win for Ferrari


Yes baby, Seb is winning again! Ferrari is winning again! You don’t believe it? Yeah me too. Even Seb too, dia sampe super speechless dan bikin yang nonton ikutan speechless. Gilaaaaa, brilliant performance from Seb and Ferrari! Siapa sih yang mikir kalo bakalan ada pemenang lain selain pembalap Mercedes setelah mereka finish 1 – 2 di GP Australia dengan gap lebih dari 30 detik? Secepat ini?

But, ternyata ada. Orang itu Sebastian Vettel. Our four times world champion.

Cheering for Seb as he is crossing the finish line
Inhale... Exhale... This really not a dream! After 56 laps, Seb crossing the finish line F1 GP Malaysia first, hampir 9 detik di depan Hamilton. Yes, Seb finish in front of the two superior Mercedes car. Two Mercedes. Can you imagine?

No?

Okay it’s normal. Tahun lalu Seb dan Ferrari sama-sama terpuruk. Dan sejujurnya musim ini aku nggak berekspektasi apapun. Seb naik podium di Australia aja rasanya udah seneng banget. Rasanya kayak Seb yang menang. So i think P2 atau P3 is good enough. But hard work is always paid off, right?

Kemenangan pertama Seb dan Ferrari bukan keberuntungan, tapi hasil kerja keras mereka. Seb nyaris meraih pole di sesi kualifikasi yang terpaksa berjalan di lintasan basah. Dia cuma beda 0,074 detik dari Hamilton yang ada di posisi 1. Isn’t that amazing?

Pas race lebih amazing lagi. Seb menang karena mobilnya simply faster, strategi lebih oke, dan Ferrari relatif lebih tahan sama panasnya Sepang dibandingkan Mercedes.

Speechless Seb 
 

Seb said this is one of his best win. Indeed. His dream comes true, winning with Ferrari. Speechlessnya Seb sama persis waktu dia menang juara dunia 2013 di F1 GP India. This is joy for everyone. Absolutely for Seb and Ferrari. For F1. And for fans.

This is literally jumping in joy!
Seneng banget akhirnya ada yang berhasil mengalahkan dominasi Mercedes. Memang musim masih panjang. Mercedes mungkin masih akan banyak menang di race-race selanjutnya, tapi selalu ada kesempatan kan? Dan aku percaya Seb pasti bisa.


So, congrats my jjang jjang man, Sebastian Vettel! Wohoo, that finger is back!

HAPPINESS EVERYWHERE!

 
 
 
 
Red hugs!
Grazie Seb.
Grazie Eva.
Grazie Arivabenne.
Grazie Ferrari.


FORZA SEB!


Sunday, March 15, 2015

Selamat Datang F1 2015


Finally, after a very long wait, F1 is back on track this weekend in Melbourne.. with a big big difference for me. Why? Because my Sebastian Vettel is now on red! All red from head to toe! Haha, something that even hard to imagine before. I mean, for over 5 years we’ve seen him on the same blue overall, but now.. he’s racing for Ferrari! The prancing horse team that i never liked before.

Kepindahan Seb dari Red Bull ke Ferrari sebenernya bukan sesuatu yang mengejutkan. Sejak pertengahan musim lalu aku udah ikhlas kalo Seb pindah tim karena performa Red Bull yang turun drastis dan aku nggak tega liat Seb frustasi terus gitu. Dan bener kejadian, mulai musim ini Seb masuk ke Ferrari menggantikan Fernando Alonso. Sejujurnya, aku cenderung nggak suka Ferrari sebagai tim, tapi demi Seb.. i’ll learn.

Thursday, March 13, 2014

Selamat Datang, F1 Musim 2014


Setelah menunggu selama 100 sekian hari, akhirnya salah satu tontonanku kembali. Besok, 14 Maret 2014, aku akan bisa nonton mobil-mobil F1 beradu kecepatan lagi di free practice hari pertama, yay! Balapan pertama di musim ini dihelat di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia tanggal 16 Maret 2014. Musim baru, dengan regulasi baru, dan driver line up baru (Seb dengan Daniel Ricciardo sekarang). Mulai musim 2014 ini, ada perubahan besar di F1, dimana mesin turbo V8 akan digantikan dengan mesin V6. Dan perubahan-perubahan kecil lain yang semakin sulit dimengerti, dan sempat jadi perdebatan, poin ganda di race terakhir misalnya.


Dengan perubahan regulasi yang bener-bener besar ini, semua tim, termasuk supplier mesin (Mercedes, Renault, Ferrari) berlomba-lomba memberikan awal yang menjanjikan. Desain mobil hampir semua berbeda, dan terus terang aja, desain mobil tahun ini bener-bener jelek, terutama hidungnya. So far, desain RB10 lah yang paling mendingan menurutku. Hmm, tapi gimana dengan kecepatan dan performanya?


Selama tes pra musim 2014, performa RB10 belum secantik desain mobilnya. Alias belum sesuai harapan. Alasan utama, Renault belum bisa memberikan mesin yang cukup andal. Reliabilitasnya masih dipertanyakan. Dalam beberapa hari tes, RB10 mungkin hanya mampu melahap 1/3 catatan lap yang dibuat oleh rivalnya, tim dengan mesin Mercedes atau Ferrari. Banyak sekali masalah di RB10. Ibaratnya selesai 1 masalah, muncul sekian masalah baru. Bahkan sampai tes pra musim terakhir di Bahrain, tampaknya masih banyak masalah yang belum terselesaikan.

Is it a bad sign? Bisa iya, bisa nggak. Tergantung. Vettel hatters pasti seneng banget liat Seb dan RBR yang menang terus-terusan 4 tahun berturut-turut akhirnya ada di titik terbawahnya. Malah ada yang udah memprediksi kalau tahun 2014 ini akhir kejayaan Seb. Prediksi yang aneh menurutku, musim 2014 bahkan belum dimulai. Ada jalan panjang sampai akhir musim, dan banyak hal masih bisa terjadi. Tes pra musim memang bisa jadi gambaran, tapi bukan berarti memberi jaminan gimana musim akan berlangsung.

Tapi ada juga yang berpikiran positif, kalau masalah seperti ini justru akan membuat Seb dan RBR makin kuat. Kenapa? Karena mereka akan berusaha berkali-kali lipat untuk kembali jadi yang terbaik. Dan ini yang aku percaya. Terus terang aja aku masih deg-degan nunggu free practice pertama besok pagi, but i have faith in Seb and RBR. Kombinasi maut.

Mungkin banyak yang melupakan fakta kalau sebelum Seb gabung di RBR, RedBull itu tim yang biasa-biasa aja dan belum pernah menang sekalipun. Dan sudah ada om Adrian Newey yang diagung-agungkan sebagai jenius di balik kesuksesan RBR saat itu. Tapi, RBR mulai berubah jadi winning car saat Seb mulai bergabung di tahun 2009. Bahkan di musim pertamanya bersama RBR, Seb keluar sebagai runner up di akhir musim dan jadi juara dunia termuda untuk pertama kalinya di musim 2010.

Di musim 2013 lalu, saat Seb menang sampai 9 kali berturut-turut, Seb berkali-kali bilang ke timnya untuk enjoy this moment. Seb sepertinya sadar kalau kejayaan mereka nggak akan berlangsung selamanya. Dan yah, sepertinya nggak butuh waktu lama untuk membuktikan kekhawatiran Seb itu. Dengan hasil tes pra musim yang seperti itu, target Seb untuk race pertama di Melbourne nanti bahkan bukan buat menang, tapi buat finish. Astagaa, ini bukan Seb banget sumpah! Yes i know he’s trying to be realistic, but, no no no! Don’t worry, Seb! A true fighter like you wouldn’t give up this easy. Secepatnya, Seb dan RBR akan kembali ke jalan yang benar. Untuk tim yang terbiasa bekerja keras, itu pasti.


Empat gelar juara dunia berturut-turut nggak diraih semudah membalikkan telapak tangan. Semua hasil dari kerja keras. Seb dan RBR pasti akan berusaha ratusan kali lebih keras dari biasanya. The good thing is.. makin deket ke race pertama, Seb makin positif dan makin tenang-tenang aja.

Seb: “Formula One racing is something that i love and i can’t wait to get going. It’s fair to say that we’re not the favorites to win, but we’ll do our best with the great people that we have working for the team

So, fighting Seb! Semoga besok Suzie jadi anak baik, berhasil finish, dan bonus berhasil naik podium.


See you tomorrow morning, Seb! I’m sooooo excited with this new season. Bring us back your trademark finger! *Oops, it’s already back! :p*


And officially, selamat datang F1 musim 2014! 

Wednesday, December 11, 2013

Sebastian Vettel is going to be a Daddy... soon?


Yesterday, i feel like i were ride a rollercoaster! Pagi, aku dikejutkan dengan berita soal permanen number driver F1 (no big deal, i’m just curious what number Seb will choose, apart from number 1 :p) dan double points for last race in Abu Dhabi (silly move from FIA dan hampir sebagian besar fans F1 menentang, Seb bahkan bilang kalo itu absurd, semoga aja FIA disadarkan ya). Siang, ngakak-ngakak nonton Frozen. Sore, waktu habis nonton dapet telpon soal masalah di rumah sakit yang lumayan bikin shock. Tapi ternyata itu belum ada apa-apanya dibanding kejutan di malam harinya. Aku nyaris nggak percaya waktu @F1grid ngetweet “Congrats to Sebastian Vettel, he’s going to be a father!”. I’m super duper shock,is that true? Really true??  It’s soooo hard to believe, aku speechless.... Seb kan belom nikah?? Itu satu-satunya yang mengganjal. Well, di luar negeri sono sih hal semacam ini udah biasa dan memang banyak yang bilang Congrats soal ini, dan lagi Seb dan Hanna udah pacaran lamaaaa banget, dari SMA. Tapiiiiiiii.... aku kan bukan orang luar negeri. Aku orang Timur yang menganggap kalo... that’s not right. He should be marry first. Lain cerita kalo Seb udah nikah, pasti aku dengan suka cita ikut berbahagia denger kabar ini. Jujur aja, ini sedikit mengubah pandanganku soal Seb. He’s not flawless, but Seb ini termasuk pembalap yang paling nggak neko-neko di grid.

Bittersweet moment, happy happy gimanaaa gitu. Jadi semalam akhirnya aku pergi tidur masih rada-rada ada yang ngganjel dan penasaran juga sebenernya Hanna udah hamil berapa bulan ya? Pantesan pas Prize Giving Gala kemaren nggak keliatan, padahal tahun sebelumnya Hanna setia mendampingi Seb.

Dan sore ini kejutan selanjutnya datang, menurut BILD (media Jerman) kehamilan Hanna ternyata sudah masuk 9 bulan dan kira-kira melahirkan 4 minggu lagi. OMOO!! That’s even shocking! Seb pinter banget ya nyembunyiin ini. Yaah, nggak heran sih, Seb kan emang nggak pernah mengumbar kehidupan pribadinya. Dan ternyata ini jawaban kenapa Hanna seolah nowhere to be seen this year. Waktu Seb sah jadi juara dunia 4 kali berturut-turut di India, Hanna nggak keliatan, padahal tahun kemarin nongol pas final race di Interlagos. Pas race Abu Dhabi pas orangtua Seb nonton, Hanna juga nggak ada. Hmm, ternyata si mbaknya lagi pregnant. Semalem kupikir hamilnya masih yang trimester pertama gitu, jadi aku yang, untung Seb lagi winter break, jadi bisa ndampingi Hanna pas mual-mual atau ngidam gitu. Eeeh, ternyata udah mau lahiran.

Dan setelah diingat-ingat, Seb ngomong gini pas habis race Abu Dhabi dan ada orangtuanya nonton, “I think I learned a lot of good things from them and one day if I had kids I want to pass exactly these things on”. Naah, it’s a clue right? Waktu itu sih mikirnya kok tumben Seb suddenly ngomong gitu, eh ternyata he’s preparing to be a good Daddy!

Jadi sebagai fans Seb, dan masih akan tetap ngefans sampe bosen nonton F1, i’m going to accept that and trying to heal the small hole in my heart. Congrats, Seb and Hanna! Can’t wait to see Vettel Jr! Semoga aja ntar kayak Stoner yang sering didampingi istri dan anaknya yang lucu di trek. Tapi mengingat ini Seb, kayaknya itu hampir nggak mungkin, haha!


Be a good Daddy, papa Vettel! 

Sunday, November 10, 2013

Fangirling Seb


 Sebastian Vettel is the only one F1 driver i ever supported, tapi sejujurnya aku nggak pernah nyari tau tentang doi, sama sekali. I khow he is a great driver, but i didn’t even know about his life or his personality at all. Sampai akhirnya waktu berita soal Seb lagi gencar-gencarnya jelang GP Jepang dan kemungkinan dia bakal mengunci gelar juara dunia keempatnya di Suzuka, aku mulai benar-benar tertarik dan baca semua berita yang berkaitan dengan doi, sampai sekarang. Nggak semua menyenangkan untuk dibaca, terutama komen-komen dari hatersnya yang buanyak sekali. Tapi semakin banyak aku mencari tau, aku semakin ngefans dan menemukan banyak hal menarik dari seorang Seb.

Aku baru tau kalo Seb berteman akrab sama Kimi Raikkonen. Wow menakjubkan, Kimi kan kayaknya orangnya yang nggak peduli sekitarnya gitu, kok bisa yaa? Kimi malah pernah bilang kalo di F1, satun-satunya driver yang dia tau cuma Seb, Kimi nggak tau soal driver lain atau apa yang mereka lakukan dan dia nggak tertarik untuk mencari tau soal itu. Aww, so Seb is your only one, Kimi? Hahaa. Padahal kepribadian mereka keliatannya bertolak belakang gitu ya? :o

Aku baru tau kalo Seb tinggal di Ellighausen, Switzerland dan bukan di kota asalnya Heppenheim, Jerman. Jadi Seb tinggal senegara sama Dani doong? Tapi mah Dani di Geneva, dan Seb (kayaknya) di Zurich dan kelihatannya itu jauh di peta. Zurich lebih dekat ke Jerman, jadi kalo mau mudik deket, ya kan Seb? Nah, Seb ternyata tetanggaan sama Raikkonen. Makanya mereka semakin akrab dan sering main badminton bareng, tapi katanya Kimi mulu yang menang. Hahaa, ternyata Seb punya kelemahan, badminton! Tapi kata Kimi sekarang Seb udah pindah agak jauhan, jadi mereka terakhir main badminton akhir tahun kemaren, huhu, kayaknya Kimi sedih gitu L

Aku baru tau kalo di paddock Seb selalu bareng sama personal trainernya, Heikki Houvinen. Yah, kayak Dani sama Raul Jara gitu lah. Saking deketnya Seb sama Heikki, aku jadi berpikir jangan-jangan mereka pacaran lagi. Hahaa, ngaco abis! Bukan, bukaan seperti itu! Seb masih normal, hoho.

Karna nggak lama setelah itu aku baru tau kalo Seb punya pacar, namanya Hanna Prater. Mau tau mereka mulai pacaran dari kapan? Dari SMA! Anggap aja itu dari tahun 2004 ya, jadi sampe sekarang mereka udah pacaran 9 tahun, hampir 10 tahun malah. Dan jelas Seb masih baik-baik aja sama Hanna, karena Seb mendedikasikan titel juara dunia keempatnya buat Hanna, yang selalu mendukung di setiap up and down. Aww, how sweet! Jadi, Dani sama Seb ini orangnya sama-sama setia gitu :’). Dan mereka bukan tipe yang suka memamerkan pacarnya di muka umum. Makanya Hanna jarang banget keliatan di paddock. They keep their private live stay private.

Dan aku juga baru tau kalo Seb itu orang yang menyenangkan. He’s funny dan kadang bandel, keliatan abis direprimand FIA gara-gara donat di India, eeh di Abu Dhabi doi bikin donat lagi, tapi kali ini mobilnya sampai dengan selamat di parc ferme, jadi aman katanya, haha. He’s stay humble, meskipun nama Sebastian Vettel sudah disandingkan dengan pembalap-pembalap terhebat sepanjang masa. He’s praises his rivals well, meskipun pembalap lain ada yang berkomentar negatif soal doi, doi nggak pernah menjelek-jelekkan rivalnya, kalaupun rivalnya ternyata lebih baik, doi nggak segan memuji. He’s down to earth, meskipun statusnya sebagai pembalap F1, world champions lagi, yang kesannya glamour, Seb nggak pernah minta keistimewaan. Pernah waktu ada jurnalis yang barengan Seb antri imigrasi di Shanghai dan Seb diminta petugas untuk lewat jalur VIP (or yang cepetnya lah), Seb memilih tetap di tempatnya, alias tetep antri, meskipun akhirnya terpaksa ikut si petugas. Dan Seb, nggak seperti pembalap-pembalap top lain, doi nggak punya manager, jadi Seb mengatur sendiri semua jadwalnya. Misalnya, waktu undangan gala dinner, Seb cukup diberi tau waktu dan tempatnya, dan dia sendiri yang akan mengatur semuanya (sementara pembalap lain minta disediakan macem-macem) dan Seb akan tinggal sampai akhir acara untuk menghormati si pengudang. Dan Seb orangnya sangat ringan tangan, waktu Seb berhasil mengunci gelar keempatnya di GP India bulan lalu, Seb nggak segan membantu timnya untuk packing dan beres-beres garasi supaya mereka bisa cepet pergi ke pesta.

But, one thing that i adore so much from him is his hard work. His effort to understanding his car and make the best out is outstanding! Yes, he has natural talent, but his hard work that makes him on this stage right now, a youngest quadruple world champion ever. He’s ambitious, yang ada di pikirannya gimana caranya biar menang, menang, dan menang (sesuatu yang nggak aku liat di Dani). He doesn’t like look backward, and not too far think about the future. Pas ditanya apa target berikutnya, Seb langsung jawab, next race! Dan aku suka kata-kata Seb waktu post qualifying GP Jepang, “i’m not a big fan of thinking that without this, with this, if this, you know... it’s always unknown”. Ya, dia bukan tipe yang suka mengeluhkan problemnya, berapapun hasil yang didapat, yaudah dia terima tanpa banyak alasan.

Kalo kata Christian Horner, Seb ini kayak sponge, informasi apapun diserapnya dan dari awal om Horner udah terkesan sama ketertarikan Seb di dunia balap. Duluu, waktu baru dapet SIM, Seb langsung nyetir sendiri dari rumahnya di Jerman ke Milton Keynes dan jadi satu-satunya driver dari junior program RedBull yang berinisiatif memperkenalkan dirinya sendiri ke factory. Dan kata Helmut Marko, Seb jarang membuat kesalahan yang sama dua kali, karena berikutnya dia pasti udah belajar dari kesalahan. Syukurlah, dia bukan keledai! :p


Dan hasil dari fangirling ini adalah i’m adoring him much more! Yah, Seb memang nggak bisa bikin heboh dan terpesona kayak tiap liat Dani, tapi his big passion and his hard work was attracted me! Nggak salah deh dukung Seb dari dahulu kala..

#10HariNgeblog #Day4

Tuesday, November 5, 2013

Sebastian Vettel: A Youngest Quadruple World Champion


Sesuai dugaan semua orang, Vettel benar-benar mengunci gelar juara dunia keempatnya secara berturut-turut di Buddh International Circuit, New Delhi, India hari minggu lalu. Gelar keempat yang diraih di umur 26 tahun 123 hari, menjadikan Vettel sebagai pembalap termuda dengan 4 gelar juara dunia dan membuat Vettel berada di daftar pembalap F1 dengan titel terbanyak bersama Michael Shumacher (7), Juan Manuel Fangio (5), dan Alain Prost (4). Wow!

Sebenenarnya Vettel cukup finish kelima untuk memastikan gelar juaranya, tapi bukan Vettel banget kalo berpikir, “Oke, tujuanku minggu ini finish kelima”. Bagaimanapun, tujuan Vettel sebelum tiap race pasti untuk menang, his desire to win is always soooo big. Dan bener aja, Vettel tampil mendominasi di free practice, semua FP1 FP2 FP3, termasuk kualifikasi dibabat habis.

Mulai balapan dari pole position, Vettel mampu mempertahankan posisinya saat start. Di akhir lap 2, Vettel dan timnya memutuskan untuk early pitstop dan mengganti ban soft Vettel ke medium. Vettel melorot ke posisi 17 saat keluat pitlane. Tapi dengan mudah Vettel menyalip satu persatu pembalap di depannya, dan sudah ada di posisi 2 di belakang Webber saat lap 21. Vettel sudah memimpin balapan saat di lap 40 Red Bull milik Webber bermasalah dengan alternator dan terpaksa DNF. Rocky pun mengingatkan Vettel untuk berhati-hati and stop using your drink bottle. Vettel ngerti dan njawab, “i’m aware. I’m aware.” Tapinya dong dengan mobil yang berpotensi bermasalah Vettel malah ngegas penuh dan mencatat fastest lap, dan hasilnya Vettel diamuk Rocky, hahaa. Tapi untunglah semua baik-baik saja sampai Vettel menyentuh garis finish pertama kali di lap ke 60, yaayy, welcome our quadruple world champion!!!! And F1 GP India winner of course! Ini tahun ketiga F1 menyambangi Buddh International Circuit, dan selama tiga tahun ini Vettel terus-terusan mendominasi, pole position dan podium pertama jadi milik Vettel semua. Bahkan di tahun 2011, Vettel meraih Grand Chelem pertamanya di sini.

Setelah melakukan cooling down lap, bukannya masuk pit dan memarkirkan mobilnya di parc ferme sesuai instruksi Rocky, Vettel malah terus jalan sampe garis start/finish di depan main grandstand dan memberi penonton di seluruh dunia hiburan menarik. Vettel doing donuts with his car, whoaa keren banget! Puas memutar-mutar mobilnya, Vettel turun dan semacam menyembah his “Hungry Heidi” yang udah mengantarkan titel keempatnya. Vettel juga memberi tanda hormat ke seluruh penonton yang memadati main grandstand, dan akhirnya ngelempar glovesnya ke penonton. Wow, selebrasi yang okee, aku heboh sendiri nontonnya, terbawa euforia! Meskipun gara-gara ini Vettel dapet reprimand atau teguran dari FIA dan RedBull kena denda €25.000 karena nggak berhasil mengarahkan pembalapnya kembali ke parc ferme, jiaah, FIA ini party pooper abis deh..

But still, sesuatu yang sudah diprediksi sebelumnya ternyata bisa sebegini menarik. Vettel tampak sangat terharu dan speechless dengan gelar keempatnya. Musim yang mudah kelihatannya, dengan total 10 kemenangan dan masih ada 3 race tersisa, Vettel dan Red Bull tampil amat sangat mendominasi tahun ini. Dari luar tampaknya begitu, tapi Vettel justru mengaku tahun ini berat untuknya, dengan segala up and down, dan bahkan boo yang ia dapat padahal ia tak melakukan sesuatu yang salah. Buanyak sekali orang diluaran sana yang menganggap Vettel menang semata-mata karena mobilnya. Hih, orang-orang ini bikin gerigitan banget, Vettel bisa sesukses ini karena kerja keras, bukan cuma karena beruntung lho.

Vettel, Adrian Newey, Christian Horner, dan team RBR itu satu kesatuan, pujian nggak bisa cuma dilontarkan pada salah satu dari mereka. Om Newey dan kejeniusannya memang bisa membuat Red Bull secepat ini, tapi toh RB9 belum ada fitur autopilotnya kan? Om Horner dan strateginya memang bisa membuat Red Bull sesukses ini. Dan Vettel lah yang membuat Red Bull sesempurna ini. Great driver in a great car in a great team, kombinasi maut untuk membuat semua rival bertekuk lutut 4 tahun terakhir ini, dan mungkin tahun-tahun berikutnya.


So, congrats our Quadruple Vettel! You’re the best! Stay humble, keep the hard work, and keep winning! Let’s make 9th wins in a row like Ascari’s, wohooo!!

Note: Tulisan ini sudah mengendap di draft dari seminggu lalu, jadi memang nggak update, dan sengaja nggak diupdate :p

Thursday, October 24, 2013

Sebastian Vettel: A Fourth-world-champion-to-be


Peluang Vettel untuk jadi juara dunia keempat kalinya berturut-turut semakin besar menyusul kemenangan Vettel di Suzuka 2 minggu lalu. Sebenernya Vettel punya kans untuk mengunci gelar juara dunia di Jepang, tapi dengan syarat Vettel finish pertama dan Alonso finish nggak lebih baik dari posisi 8. Honestly, aku berfikir kalo Jepang bukan tempatnya. Dan bener aja, Vettel memang menang, tapi Alonso finish di posisi 4, belum memenuhi persyaratan. Meski selisih poin mereka sudah 90 dan hampir mustahil bagi Alonso untuk mendekat sekalipun.

Feelingku Vettel akan mengunci gelar di GP selanjutnya, di Buddh International Circuit, India. Meskipun aku nggak tau hitung-hitungannya, peluang Vettel untuk jadi juara di India katanya 91%, wow! Keunggulan poin Vettel saat ini 90 poin dari Alonso dan perlu 75 selisih poin untuk memenangkan titel di India. Syaratnya:
·         Alonso DNF atau finish ketiga atau lebih rendah, Vettel juara nggak peduli hasil yang didapatnya di race.
·         Alonso finish kedua dan Vettel finish kedelapan atau lebih tinggi, Vettel juara.
·         Vettel finish kelima atau lebih tinggi, Vettel juara tanpa peduli Alonso finish keberapa.

Honestly, aku beneran nggak ngerti itu itung-itungannya gimana, huhuu, am i that bad at math? Tapi banyak sumber menyebutkan kalo kemungkinannya seperti itu, jadi mari kita percaya saja :p *malas mikir.com*. I really can’t wait for Indian GP this weekend!

Tahun ini sepertinya jadi tahun yang menyenangkan untuk Vettel, “Hungry Heidi”nya sulit terkejar terutama setelah summer break. Vettel memenangi 5 race setelah summer break berturut-turut, Spa Belgia, Monza Italia, Marina Bay Singapura, Yeongam Korea, dan terakhir Suzuka Jepang. Di paro musim pertama pun Vettel sudah mengoleksi 4 kemenangan di Sepang Malaysia (very controversial one, Multi 21 mode :p), Sakhir Bahrain, Montreal Kanada, dan Hungaroring Jerman. Jadi 9 kemenangan di musim ini sudah di tangan Vettel dan masih sangat mungkin nambah lagi di 4 race tersisa.

Dengan 9 kemenangan dari 15 race yang sudah berlangsung, tampak kalau Vettel dan Red Bull tentunya, sangat-sangat dominan musim ini. Dan seperti sesuatu yang tak tertulis di angkasa raya ini, semakin tinggi pohon akan semakin kencang angin yang menerpa. Ya, dominasi Vettel dan Red Bull mulai mendapat tanggapan miring dari buanyak pihak. Banyak sekali yang berkomentar kalau mereka seperti kembali ke era Shumacher, F1 jadi membosankan karena pemenangnya sudah ketauan. Banyak juga yang meragukan kemampuan Vettel dan merasa kalau ini berkat Red Bullnya yang superior, dan berandai-andai kalau Vettel ditempatkan di posisi Alonso, Hamilton, atau Raikkonen apa Vettel akan sesukses ini. Well, aku sih ngakak-ngakak aja baca perdebatan orang-orang itu, karena sedari awal aku sudah menyimpulkan kalo Vettel dan Red Bull is a great driver in a great car. Vettel sesukses ini berkat Red Bull dan Red Bull sesukses ini berkat Vettel. Sebelum Vettel join di Red Bull tahun 2009, Red Bull belum pernah mengoleksi kemenangan sekalipun. Dan Adrian Newey yang diagung-agungkan sebagai jenius di balik kesuksesan Red Bull saat ini, sudah join sejak 2006, tapi ya itu Red Bull nyatanya baru bisa menang setelah Vettel masuk. So, i think they grow together, and achieved the tittle together. Driver and constructor’s championship for 2010, 2011, 2012, and 2013-to-be are the result for their hardwork.

As a person, i’m adoring his passion, his desire to win, his natural talent, his hardwork, his maturity to takes easy all the negatives. He’s not always be a protagonist, but yeah nobody’s perfect. I remember clearly how i were started liking him, semua gara-gara berita di kolom olahraga di koran Jawa Pos, tulisan Azrul Ananda. Di berita itu ditulis betapa berbakatnya Vettel, saat itu Vettel belum jadi juara dunia kayaknya, bakat alami dimana Vettel bahkan bisa mengamati bulir keringatnya yang ada di visor helmya saat race. Saat race lhoo! Keren amat yak ini orang, pikirku saat itu. Dan belum lama ini, race di Korea kalo nggak salah, setelah melintasi finish pertama kalinya Vettel malah komplain tentang selang minumnya yang nggak bekerja pas race, Christian Horner sampe terheran-heran. So i’m not liking him because he’s a triple world champion or a fourth-world-champion-to-be. He deserves it because his very hardwork.

Dear Vettel, biarin aja haters ngomong sesuka mereka, you know what you have to do. Let’s grab the fourth, fifth, sixth and many mooore titles and record breaking. Stay on fire, Seb! Really can't wait for Indian GP! 


Thursday, May 30, 2013

F1 GP Monaco 2013


Seri keenam F1 tahun ini yang dihelat akhir pekan lalu di Circuit de Monaco, Monte Carlo memunculkan Nico Rosberg sebagai juara, diikuti Sebastian Vettel, Mark Webber, Lewis Hamilton, dan Adrian Sutil di posisi 5 besar. Nico Rosberg sebagai pemegang pole position berhasil mempertahankan posisinya hingga balapan berakhir di lap ke 78. Pole di Monaco adalah yang ketiga kalinya berturut-turut bagi Rosberg, setelah Bahrain dan Catalunya. Namun baru di Monaco Rosberg keluar sebagai juara, seri sebelumnya di Catalunya Rosberg hanya mampu finish di posisi keenam.

Balapan di sirkuit sepanjang 3.340 km dan 78 lap ini berlangsung penuh drama sekaligus sangat lama, safety car keluar 2 kali dan red flag dikibarkan sekali, membuat balapan ditunda 10 menit untuk kemudian restart. Safety car pertama keluar setelah mobil Felipe Massa menghantam dinding pembatas dengan keras, sempat menjalani pemeriksaan setelah race, untungnya kondisi Massa baik-baik saja. Akhir pekan kemarin memang tampaknya buruk untuk Massa mengingat saat free practice 3 Massa juga mengalami kecelakaan yang menyebabkan kerusakan parah di mobilnya. Massa bahkan tak mengikuti sesi kualifikasi karena tim mekanik Ferrari belum selesai memperbaiki kerusakan di mobilnya sehingga Massa terpaksa start dari posisi paling buncit (Massa juga terkena penalti 5 grid start karena mengganti girboks).

Menjelang lap 30 para pembalap berturut-turut masuk ke pit untuk mengganti ban. Setelah pitstop, Rosberg masih tetap berada di depan, diikuti Vettel dan Webber, sementara Hamilton turun ke posisi 4. Lap 46, red flag dikibarkan karena kecelakaan yang dialami Maldonado yang menyebabkan lintasan sulit dilewati. Race dihentikan sementara sampai sirkuit kembali normal. Kira-kira 10 menit kemudian, balapan dimulai lagi. Apakah drama sudah berakhir? Sayangnya belum, kembali terjadi kecelakaan yang melibatkan Grosjean dan Ricciardo, jadi safety car keluar lagi. Posisi balapan dari lap pertama sampai hampir berakhir relatif itu-itu aja, sirkuit jalanan Monaco ini super sempit, jadi overtaking agak mustahil disini. Tapi ada yang berhasil overtaking ding, Paul Di Resta sama Adrian Sutil dari Force India nyatanya bisa, Sutil malah mengovertake Alonso. Alonso tampaknya main terlalu aman, makanya sampe bisa dilewatin Sutil, sama Button. Sergio Perez sepanjang balapan ngebet amat pengen overtake mobil lain, tapi caranya nggak smooth sama sekali, hampir senggolan sama Button di awal balapan, terus di akhir-akhir mau nyalip Kimi malah senggolan kena ban belakang Kimi. Kimi terpaksa masuk pit, dari posisi 5 besar turun keluar 10 besar. Perez yang tadinya bisa lanjut balapan ternyata malah retire. Untung Kimi bisa finish ke 10, masih zona poin, itu aja doi yang udah ngomel-ngomel ke Perez. Pas diwawancara Kimi bilang, “somebody please slap him on the face”, HAHA, Kimi banget!

Vettel yang finish di posisi 2 dan Kimi finish di posisi 10 semakin memperlebar jarak mereka di klasemen pembalap.

Btw, udah ya? Bingung ah mau nulis apalagi. Yang jelas balapannya super lama dan membosankan, masa 2 jam 17 menit baru kelar?? Makanya postingan ini lama kelarnya, udah lama, isinya aneh lagi, hahaa.. *iya nggak nyambung, so i should stop, daah!*

Wednesday, April 24, 2013

F1 GP Bahrain 2013, Same Podiums as Last Year


Hari minggu kemarin, F1 GP Bahrain berlangsung di Sirkuit Sakhir. Pole position dipegang oleh Nico Rosberg dari Mercedes, Vettel di posisi 2, dan Alonso di melengkapi grid terdepan di posisi 3. Kualifikasi berjalan seperti biasa dan minim drama, nggak seperti balapan di Shanghai kemarin. Hasil kualifikasi, ROS, VET, ALO, HAM*, WEB*, MAS, DIR, SUT, RAI, BUT, GRO. Hamilton kena penalti 5 grid karena ganti gearbox, dan Webber penalti 3 grid karena insiden di GP Shanghai kemarin.

Race start. Rosberg berhasil mempertahankan posisi 1, diikuti Alonso dan Vettel. Masih di lap pertama Vettel berhasil menyalip Alonso, dan cukup lama tertahan di belakang Rosberg sampai akhirnya merebut posisi pertama dari Rosberg di lap ketiga. Urutan di belakangnya? Aku nggak inget ;p. Yang jelas setelah Vettel ada di posisi pertama, ia seolah tak terkejar. Alonso yang biasanya jadi pesaing terberat Vettel harus menghadapi masalah DRS di mobilnya. Baru lap ke 7, Alonso sudah harus masuk pit untuk memperbaiki DRSnya, dan masuk pit lagi di lap berikutnya. Jelas Alonso jadi kehilangan banyak waktu dan kembali ke balapan di urutan belasan. Apalagi ternyata masalah DRSnya tidak teratasi, jadilah sepajang sisa balapan Alonso nggak bisa pakai DRS lagi. Dan Ferrari tampaknya lagi agak sial minggu kemarin, kalo Alonso punya masalah dengan DRS, Massa punya masalah dengan ban atau tire puncture. Apa yo tanggapan Alonso soal ini? Ia menganggap kerusakan DRS membuat balapan serba sulit, tapi ia yakin kesialan juga akan menimpa pembalap lain dan ia siap untuk memanfaatkan kesempatan saat itu terjadi. Yaelah broo, negatif amat harapannya (--,)  

Kembali ke Vettel yang memimpin balapan, jadi sejak ada di posisi terdepan di lap 3, Vettel bisa terus menambah jarak dengan pembalap lain di belakangnya dan terus ada di posisi pertama sampai menyentuh garis finish. Ini keren, mengingat balapan sebelum-sebelumnya, posisi-posisi depan pasti berubah-ubah tergantung siapa yang masuk pit duluan dan belakangan.  Lah ini, meskipun Vettel masuk pit, tetep aja dia keluar lagi di posisi pertama.

Lalu apakah ada drama di barisan-barisan belakang Vettel? Ada. Button yang salip-salipan sama teman setimnya sendiri, Perez sampe mobilnya senggolan. Button menganggap Perez terlalu agresif, tapi cerita after racenya nggak serame Vettel-Webber pas di Sepang bulan kemaren, nggak seru ah.
Hasil 10 besar GP Bahrain 2013, VET, RAI, GRO, DIR, HAM, PER, WEB, ALO, ROS, BUT. Yang menarik dari hasil GP Bahrain tahun ini itu posisi podium PERSIS sama dengan tahun kemarin. Tahun kemaren Vettel di posisi 1, Raikkonen di posisi 2, dan Grosjean di posisi 3, haha, kok bisa ya? Dan lucunya lagi, Kaltim Post sampe memuat hasil balapan tahun kemaren di berita hari Senin, 22 April 2013. Pas baca aku langsung ngerasa kalo beritanya aneh soalnya masih ada nama Schumacher, dan nyebut Hamilton yang satu tim dengan Button, jiaah, positif ngaco ini! Parah banget, kalo berita yang mirip banget sama detik sih aku masih sedikit maklum, tapi ini......

Btw, Raikkonen podium dua lagi. Dan Grosjean yang nggak crash, di posisi tiga. Padahal posisi start mereka nggak terlalu bagus lho, Raikkonen dari posisi 9, Grosjean posisi 11. Salah satu kelebihan Lotus ada di tire management, mereka bagus dalam menghemat ban, jadi kalo sebagian besar pembalap perlu 3 kali pitstop dalam 1 balapan, mereka cukup 2 kali. Makanya Raikkonen konsisten ada di posisi depan. Oke lah Raikkonen ini, dan rumornya Raikkonen tahun depan bisa masuk ke Red Bull nggantiin Webber. Tapi rumor tetaplah rumor, apalagi kayaknya Lotus nggak akan semudah itu ngelepas Kimi. But, deep in my heart, aku mengharapkan Vettel sama Kimi satu tim, pasti keren! Hohoo.

Posisi klasemen pembalap dengan perolehan tertinggi saat ini masih dipegang Vettel dengan 77 poin, secara dia udah menang 2 dari 4 balapan yang udah berlangsung. Semoga race-race selanjutnya juga Vettel podium terus. Amiiiin..

Ah yaa, race F1 sama motogp sebenernya barengan. Tapi berhubung motogp racenya di Austin, yang perbedaan waktunya jauh banget sama WITA dan baru tayang jam 3 pagi, jadilah aku nggak nonton. Apalagi masih teler baru pulang liburan, mau nggak mau lah merelakan nggak liat aksi Pedrosa kali ini. Sebenernya sih lebih ke dari awal aku udah memprediksi kalo Marquez yang bakalan berjaya di Austin, makanya nggak begitu tertarik nonton. Eeh, beneran kan Marquez yang menang, Pedrosa ada di podium dua, dan Lorenzo yang di podium tiga. Kalo di Qatar kemaren Yamaha yang berkuasa, kali ini giliran Honda. Tapi aku masih menunggu waktunya Pedrosa yang ada di podium puncak. Semoga next race. Semangat Daniiii, jangan mau kalah sama Marquez!