Da In menemani Eun Suh menonton tv dan mengelus-elus kepalanya, bertanya apa tadi Eun Suh ketakutan karena ia tak ada di dekatnya. Eun Suh diam saja (well, anak ini emang selalu diem sih, hahaa). Bel pintu Da In berbunyi. Da In kaget melihat siapa yang di depan pintu, tapi ia membukakan pintunya juga.
Ibu datang membawakan makanan.
Da In berterimakasih dan mereka minum teh sambil bicara. “Aegi omma, kau tau
aku sangat menyukaimu kan? Aku seharusnya tak mengatakan ini, tapi Kwang Soo..
aku sangat peduli padanya. Aku dengar tentang hubungan kalian, tapi segalanya
tak berjalan baik di antara kalian sebelumnya, jadi di masa depan itu juga tak
akan membaik,” ujar ibu panjang lebar.
Menurut ibu ini seperti
merekatkan piring yang pecah, mereka tak akan kembali seperti semula. Kwang Soo
memang terlambat menikah, jadi ibu ingin ia bertemu seseorang yang mirip
dengannya. Ini bukan karena ibu tak menyukai
Da In. Da In daritadi hanya mengiyakan. Ibu minta maaf dan pamit pulang.
Da In berusaha kuat, tapi air
matanya jatuh juga.
Sementara itu, Kwang Soo
tersenyum di kamarnya. Ia sudah menyiapkan sepasang cincin untuknya dan Da In.
Padahal Da In terus menangis di lantai atas.
Team Miss Piggy plus Go Eun
pergi minum bersama. Jin Gu diam-diam mengirim pesan ke Se Young kalau ia akan
mengatakannya sekarang. Se Young menawar setelah 1 gelas lagi. Jin Gu membalas
kau sudah melakukannya tadi. Se Young bersikeras setelah 1 gelas lagi. Go Eun
bertanya juga siapa ‘idiot’ yang Se Young kirimi pesan tadi pagi, apa Jae Bum?
Se Young mengalihkan pembicaraan dengan mengajak mereka bersulang.
“Jin Gu-ya, kau bilang kau
selalu naik bis bersama Se Young, kenapa kau melakukan itu?” tanya Jae Bum yang
mungkin mulai curiga. Jin Gu akan mengaku, tapi Se Young memotong dan berkata
Jin Gu mengambil kursus bahasa Cina. Terpaksa Jin Gu mengiyakan. Suasana mulai
canggung. Jin Gu berkata ia kenyang sekali sampai mau mati lalu pergi ke toilet
(well, ini kode rahasia mereka).
Se Young menghampiri Jin Gu yang
menunggunya di luar. Jin Gu tanya sampai kapan Se Young akan berhenti, kau
selalu saja menghentikanku tiap akan mengatakannya. Se Young sudah
memikirkannya, dan menurutnya hari ini tak bagus, kita lakukan besok saja. Jin
Gu tak mau, ia akan mengatakannya sekarang dan melangkah masuk. Se Young
menahannya, hitung sampai 10 sebelum masuk oke? Jin Gu menghitung super cepat
dan menyusul Se Young masuk.
Jin Gu sudah akan mengatakan
siapa si ‘idiot’ itu, tapi lagi-lagi Se Young memotong dan mengajak mereka
bersulang. Tapi Se Young belum aman, karena sekarang giliran Jae Bum yang
bertanya siapa ‘idiot’ itu? Sebelum Jin Gu sempat mengatakan apapun, Se Young
berkata ia punya sesuatu yang bagus untuk ditunjukkan. Ia mencampur soju dengan
bir sampai membentuk busa seperti whipped cream.
Jin Gu mendesah kesal, Jae Bum dan Go Eun heran dengan tingkah aneh Se Young. Jae Bum masih penasaran siapa ‘idiot’ itu, tapi Se Young makin heboh mencampur minumannya. “Idiot!” teriak Jin Gu kesal pada Se Young.
Jin Gu mendesah kesal, Jae Bum dan Go Eun heran dengan tingkah aneh Se Young. Jae Bum masih penasaran siapa ‘idiot’ itu, tapi Se Young makin heboh mencampur minumannya. “Idiot!” teriak Jin Gu kesal pada Se Young.
Mereka selesai minum dan giliran
Jin Gu yang membayar. Saat keluar, hanya ada Go Eun yang menunggunya. Jae Bum
ingin mengantar Se Young pulang dan mereka sudah pergi. Jin Gu menghela napas
kesal dan pamit pergi. Tapi Go Eun menahan tangannya, mengajak Jin Gu pergi ke
restoran lain. Jin Gu melepaskan tangan Go Eun, “Aku minta maaf, tapi aku harus
pergi, kita pergi lain kali.”
“Sunbae! Apa kau ‘idiot’ itu? Se
Young unni tak bicara padamu karena itu kan?”
























































