Wednesday, June 3, 2015

Sinopsis Falling for Innocence Episode 16 (Final) Part 2


Min Ho pergi ke suatu tempat dengan setumpuk dokumen yang sudah ia persiapkan. Ia menghubungi seseorang, berkata ia baru saja sampai.


Joon Hee yang baru saja terpilih sebagai direktur legal Hermia langsung dirubung reporter saat ia datang ke perusahaan. Saat ditanya perasaannya, Joon Hee sadar kalau ia memegang tanggung jawab besar, dan berjanji akan melakukan yang terbaik untuk aset Hermia. Dan saat ditanya rencana lebih lanjutnya, Joon Hee hanya menjawab kalau ia akan mempertimbangkannya dengan hati-hati.


Seorang reporter bertanya rahasia kesuksesan Joon Hee yang terpilih menjadi direktur legal termuda, Joon Hee tertawa bangga dan hendak menjawab.. tapi Min Ho menginterupsinya. Min Ho bahkan menyebutnya pembunuh. Dan Min Ho-lah yang menjawab rahasia kesuksesan Joon Hee yang sangat loyal seperti anjing untuk Gold Partners, setelah membunuh teman baiknya selama 24 tahun.


Wajah Joon Hee langsung mengeras, ia mengatai Min Ho gila, apa kau ingin mendapatkan hukuman tambahan karena pembunuhan karakter? Min Ho malah tersenyum, ia suka kata-kata ‘hukuman tambahan’, lalu teriak memanggil Wendy.


Wendy datang membawa surat perintah penangkapan atas pembunuhan Detektif Ma Dong Wook. Joon Hee tentu saja berteriak ini semua tak masuk akal. Tapi Wendy benar-benar membawa surat penangkapan untuknya. Ia sudah mendapatkan keterangan dari tempat pembuangan mobil bekas dan pengakuan saksi dari Noh Young Bae. Menurut Joon Hee mereka masih tak punya bukti, dan mengancam Wendy tak akan selamat hanya dengan skors kalau terus saja menuduhnya tanpa bukti.


Min Ho senang mendengar kata ‘bukti’ dari mulut Joon Hee, dan ia menunjukkan jam itu. Soon Jung yang mengambilnya, dan sudah dikonfirmasi kalau darah Dong Wook ada di situ. Joon Hee pun ditangkap, meski ia terus teriak marah.


Ji Hyun yang sedari tadi di sana akhirnya bicara berdua dengan Min Ho. Ia dan Gold Partners tak akan merasa kehilangan seorang anjing pemburu seperti Joon Hee. Min Ho tau itu, karenanya ia akan menjadi seperti kepiting yang menarik tangan Ji Hyun dan orang-orangnya, lalu membawa mereka ke sungai.


Tepat saat itu, pertunjukan dimulai. Berita TV menyiarkan soal Min Ho yang memberikan semua dokumen soal upaya penjatuhan Hermia oleh Gold Partners. Karena Min Ho juga terlibat, ia akan diinvesigasi sebagai CEO Hermia, dan Lee Joon Hee sebagai perwakilan Gold Partners yang memegang peranan penting.


Karena upaya penjatuhan yang disengaja, Hermia melalui direktur Yoon akan menuntut Gold Partners sebagai kompensasi semua kerugian mereka. Hal ini membuat Gold Partners mendapat kritikan pedas dari banyak pihak, dan akan segera menghadapi krisis terbesar mereka.

“Apa kau gila?” tanya Ji Hyun shock. Tapi Min Ho malah fokus pada foto lamanya yang dipakai di berita dan kesal karenanya, haha.


Flashback saat Min Ho meeting dengan para direktur. Ia berkata akan menyerahkan diri, dan memberikan dokumen yang menyatakan bagaimana ia dan Gold Partners membuat Hermia dalam bahaya dan manipulasi dana. Ia akan menghancurkan diri bersama dengan Gold Partners. Saat kasusnya masuk, tim legal Hermia harus mengajukan kompensasi kerugian terhadap Gold Partners. Direktur Yoon keberatan, itu akan membuat Min Ho masuk penjara karena penyalahgunaan kepercayaan, dan semua saham Min Ho akan hangus. Tapi Min Ho berkata ia hanya bertanggungjawab atas apa yang sudah ia lakukan. Dan para direktur hanya perlu memikirkan perusahaan, bukan dirinya.


Min Ho memberitahu Ji Hyun kalau mulai sekarang siapapun direktur legal yang direkomendasikan Gold Partners akan didiskualifikasi. Dan lagi, mereka harus menyiapkan kompensasi dalam jumlah sangat besar, karena proses hukumnya akan segera dimulai. Ji Hyun teriak histeris mengatai Min Ho gila, apa yang kau lakukan sekarang?


Menurut Min Ho ini seperti dua mobil yang saling menabrakkan diri. Yang bisa dilakukan untuk menang adalah membuang bannya saat lawan mulai menang. Dan Min Ho tak akan berhenti. Pilihan Ji Hyun adalah jatuh karena bekerja sama dengannya, atau berputar haluan.


Malamnya, Min Ho yang baru bertemu pengacaranya memberitahu Soon Jung kalau mungkin ia akan mendapat hukuman tambahan. Ia minta maaf tak mengatakan ini sebelumnya, tapi ini harus dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan. Jika ingin melalui hari-hari tanpa hal memalukan dengan Soon Jung, Min Ho harus bertanggung jawab atas masa lalunya.


“Apa kau akan langsung dipanggil ke kantor kejaksaan besok?” tanya Soon Jung. Min Ho mengiyakan, sepertinya ia akan benar-benar jatuh, tapi akan menyenangkan kalau Soon Jung tetap di sisinya. Soon Jung memukul Min Ho pelan, tentu saja ia akan terus bersama Min Ho.


Berpikir kalau besok ia sudah tak bisa melihat Soon Jung mulai besok, membuat Min Ho merasa kehilangan. “Kalau begitu, haruskah kita bermain semalaman?” tawar Soon Jung. Mereka bisa memasak, menonton tv, bercerita, yang penting.. killing time. Min Ho tentu senang dengan ide Soon Jung, sekaligus penasaran apa yang akan mereka lakukan.

 
 

Killing time versi Soon Jung benar-benar sesuai namanya yang berarti innocent. Di rumahnya, Min Ho memasak ddukboki yang sayangnya terlalu pedas. Baru satu suapan, ddukboki yang baru matang itu langsung disingkirkan. Mereka lalu bermain mainan anak-anak dengan riang. Dan Soon Jung mengeringkan rambut Min Ho, sebelum akhirnya mereka pergi ke tempat tidur. Tentu saja untuk mengobrol dan tidur, haha.


Min Ho mengancam akan kabur dari penjara kalau Soon Jung coba-coba selingkuh darinya. Soon Jung malah lega, karena di penjara hanya ada pria. Min Ho tak yakin, bagaimana kalau ia jadi populer di antara pria karena ia tampak cantik? Soon Jung langsung berkata itu tak mungkin, sifat Min Ho sangat mengerikan. Hahaha.


Soon Jung berjanji akan menunggu dengan hati bahagia. Dan setelah Min Ho keluar, mereka akan melakukan satu per satu hal yang ada di daftar hal yang harus mereka lakukan. Min Ho membelai sayang wajah Soon Jung, saat ia keluar, ia akan menunggu Soon Jung di jalan seperti biasa. Soon Jung tersenyum menggenggam tangan Min Ho. Tangan yang di matanya tampak kebiruan, meski Soon Jung merasa itu karena ia mengantuk. Soon Jung minta maaf, ia tak tau kenapa jadi sangat mengantuk dan langsung tertidur setelahnya.


Min Ho memandangi Soon Jung yang tertidur. Ia ingin Soon Jung terus tersenyum meski ia terlambat atau membutuhkan waktu lebih lama, seperti Kim Soon Jung.

 
 

Paginya, Min Ho terbangun duluan dari Soon Jung. Dan tak lama, polisi sudah menunggunya di depan rumahnya. Min Ho sampai harus membuat wajah lucu agar Soon Jung bisa tersenyum melepas kepergiannya. Barulah Soon Jung senyum dan berpesan agar Min Ho pergi dan kembali dengan selamat. Min Ho berkata akan kembali, dan pergi.


Selagi Joon Hee diinterogasi, gangster sewaannya sudah tertangkap dan mengakui kalau Joon Hee lah yang menyuruh mereka menyerang Noh Young Bae dan Kang Min Ho. “Kau mendengarnya kan? Pembunuhan dan percobaan pembunuhan,” ujar Wendy. Belum lagi kasus bahan berbahaya yang dibuka lagi, dan penyalahgunaan kepercayaan di kantor kejaksaan. Tuntutan hukum terus datang untuk Joon Hee.


“Apa maksudnya? Penyalahgunaan kepercayaan?” tanya Joon Hee. Wendy tertawa, kau belum tau kalau Gold Partners menyalahkan semuanya padamu? Joon Hee sudah dituntut sebagai pelakunya dan investigasi telah dimulai. Dan karena Gold Partners sudah di luar jangkauan sekarang, jaksa yang membenci Joon Hee dengan senang hati berusaha menangkapnya. Dan orang yang paling Joon Hee percaya, Han Ji Hyun, akan meninggalkan negara ini hari ini. Atau secara sederhana, Joon Hee sudah diputuskan dari segala macam hubungan.


Joon Hee tampak tak percaya.


Dan Ji Hyun benar-benar membuat Joon Hee menanggung semuanya. Semua kontrak, dokumen, dan rencana strategi yang ditandatangani Joon Hee sudah diberikan ke kejaksaan. Ternyata Gold Partners sudah mengantisipasi dengan memberikan kekuasaan penuh pada Joon Hee, kalau-kalau sesuatu terjadi. Mereka memang gagal membuat Hermia jatuh dan harus membayar ganti rugi, tapi setidaknya mereka sudah mendapat banyak keuntungan dari saham mereka.


Di bandara, Ji Hyun tenang-tenang saja menghadapi reporter yang langsung merubungnya. Meski dicurigai karena kepergiannya yang tiba-tiba dari Korea, Ji Hyun hanya berkata itu bagian dari rencana mereka. Saat ditanya apa ada tanggung jawab moral karena tertangkap memanipulasi dana, Ji Hyun menjawab kalau Gold Partners hanya berinvestasi, dan itu adalah sudut pandang yang berbeda. Tapi saat ditanya soal rumor orang dengan jabatan lebih tinggi yang terlibat dalam memberi keuntungan untuk Gold Partners, Ji Hyun mengakhiri wawancaranya dan pergi tanpa menjelaskan lebih lanjut.


Soon Jung menemui Joon Hee di ruang interogasi, meski itu ilegal dan membuatnya stress. Tapi Soon Jung benar-benar ingin menanyakan sesuatu. “Joon Hee-ya, itu bukan sembarang orang. Itu Dong Wook. Itu bukan sembarang orang! Itu Dong Wook! Dong Wook! Orang yang berteman denganmu dan aku, Dong Wook! Bagaimana bisa kau melakukan sesuatu seperti itu?” teriak Soon Jung yang terus menangis.

“Itu karena dia Dong Wook.”


Soon Jung tak percaya, “Apa katamu?” Joon Hee berkata karena rasa keadilan Dong Wook, persahabatan mereka selama 24 tahun tak ada artinya bagi Dong Wook. Soon Jung tak mengerti, bagaimana bisa Joon Hee bersikap seperti tak terjadi apapun di hadapannya. Karena menurut Joon Hee jika ia menang dan naik ke posisi tertinggi, semua itu akan tertutupi. Nyatanya pria yang lebih buruk darinya pergi dan ia satu-satunya yang tertinggal, kenapa? Itu bukan karena ia lebih buruk, itu karena ia tak punya kekuatan.


Soon Jung benar-benar tak percaya Joon Hee jadi seperti ini, apa yang tertinggal untukmu kalau kau melakukan ini? Ayah Joon Hee sudah meninggal. Orang yang diloyali Joon Hee mencampakkannya. Hidup Joon Hee sudah kacau. “Apa yang kau harapkan dengan bertindak sejauh ini?” tanya Soon Jung histeris. Pada akhirnya, hubungan mereka yang tersisa berakhir. Joon Hee baru saja membuang hidupnya yang berharga.


Joon Hee yang tak pernah sedetik pun merasa bersalah, kali ini menitikkan air mata karena semua perkataan Soon Jung yang terus menangis di hadapannya.


Min Ho juga ada di ruang interogasi, tapi jaksa berkata kalau dokternya di Hanguk Hospital menyatakan kalau kondisi kesehatannya parah, jadi mungkin bagi Min Ho untuk mendapatkan penangguhan hukuman. Investigasi juga bisa segera berakhir, karena Min Ho sudah mengakui perbuatannya. Min Ho yang makin pucat hanya mengiyakan.


Soon Jung terdiam memandangi ruangan CEO milik Min Ho yang kosong. Dan saat keluar, Mi Ru heboh memberitahu kalau hukuman Min Ho sudah keluar hari ini, CEO mereka akan dilepaskan dengan penangguhan hukuman. Yoo Mi langsung lega, tapi Mi Ru tak senada, kesehatan yang buruk jadi alasan penangguhan hukuman itu. Soon Jung terkejut, kesehatan yang buruk?


Dan Min Ho sama sekali tak tampak baik. Ia sampai harus dituntun Woo Shik keluar pengadilan setelah mendengar vonisnya. Setelah mempertimbangkan kalau Min Ho sudah menyerahkan diri, memberikan semua asetnya untuk menyelamatkan perusahaan, dan juga bekerja keras untuk Hermia, juga penolakan sistem imun serius yang diterima setelah transplantasi jantung, pengadilan memutuskan Min Ho mendapat hukuman 2 tahun penjara dengan 3 tahun penangguhan hukuman.


Di jalan, Woo Shik kasihan pada Min Ho yang harus diinvestigasi sendirian dalam keadaan lemah begini, mereka harus segera menemui dr. Jo. Tapi Min Ho ingin pergi ke tempat lain dulu.


Soon Jung mendapat pesan dari Min Ho yang menunggunya di tangga dekat rumahnya dan langsung buru-buru pulang. Begitu sampai, Min Ho tampak senang melihat Soon Jung-nya datang. Min Ho yang tak tampak baik membuat Soon Jung sangat khawatir. “Kau sudah datang?” sapa Min Ho lemah lalu berusaha menyentuh wajah Soon Jung. Tapi pandangan Min Ho makin lama makin kabur, sampai ia tak sadarkan diri di pangkuan Soon Jung. Soon Jung panik, “Daepyo-nim! Daepyo-nim!”

 
 

Ambulance segera datang, dan Soon Jung terus menggenggam tangan Min Ho sampai mereka di UGD. Jantung Min Ho berhenti berdetak. Alat pacu jantung tak berhasil membuat mata Min Ho terbuka kembali. Soon Jung pasrah dan hanya bisa menangis.

- Tiga bulan kemudian –

 
 

Soon Jung yang tampak baik-baik saja pergi memilih gaun pengantin. Sayangnya bukan untuk dirinya, tapi untuk seseorang yang akan menikah di musim hujan. Ya, pasangan Wendy – Tinkerbell lah yang akan menikah, aww! Hari pernikahan sudah dekat, tapi wajah Wendy malah terluka karena menangkap perampok. Woo Shik melihat lukanya dan malah tertawa, bagaimana bisa Wendy begitu cantik meski terluka seperti ini? Hahaa, Soon Jung tak tahan melihat mereka dan menyuruh keduanya segera duduk.


Beres dengan gaun pengantin, mereka bertiga keluar bersama. Wendy mengeluh ia sudah sibuk dengan pekerjaannya, masih lagi harus menyiapkan banyak hal untuk pernikahan. Ia benar-benar tak akan  bisa menikah dua kali. Soon Jung tertawa, ia akan membunuhnya kalau Wendy sampai melakukannya, ia juga akan kelelahan, haha.


Woo Shik mengingatkan Soon Jung untuk datang di pernikahan mereka akhir minggu ini. Tentu saja Soon Jung datang, ia pendamping mempelai wanita. Ahjussi Ma yang tadinya tak bisa juga akan hadir. Wendy lega karena itu berarti semua yang harus datang bisa datang. Tapi Woo Shik tak setuju, masih ada orang terpenting yang membantu mereka bertemu. Sadar Min Ho yang dimaksud, Wendy langsung menghentikan ocehan Woo Shik dan mengajaknya segera pergi ke kantor real estate.


Mereka pun segera pamit, dengan Wendy yang terus memukuli Woo Shik karena kesal. Tapi tak lama ia merangkulnya sayang, aww!

Bulan-bulan berlalu seperti kedipan mata. Dan takdir orang-orang berjalan sesuai dengan keinginan mereka.


Yoo Mi mendapat kesempatan untuk bekerja di perusahaan di Rusia. Itulah kenapa akhir-akhir ini ia sangat semangat belajar bahasa Rusia.


Mi Ru menjadi ketua klub pembaca tarot. Ia sangat populer di antara wanita untuk konsultasinya terkait hubungan asmara.


Direktur Yoon rajin berolahraga untuk menjaga diabetesnya. Dan ada sesuatu yang kita tak tau, ia sangat perhatian pada istrinya.


Ahjussi Ma secara resmi dipromosikan untuk mengurus produk baru, jadi sekarang ia sangat sibuk.


Saat aku berpikir kalau kebahagiaan kami adalah sesuatu yang kau buat, aku mulai merindukanmu. Apa kau baik-baik saja? Sayang..


Di hari pernikahan Wendy, Soon Jung terlambat bangun dan buru-buru berangkat. Seperti deja vu, sebuah taksi datang di saat yang tepat, padahal ia tak memesannya. Sopir taksinya sama pun kayak yang dulu, haha.


Sampai di tempat acara, ada masalah berkaitan dengan reservasinya. Wendy otomatis kesal, tapi Woo Shik yakin ia sudah membuat reservasi. Karena kesalahan ada di pihak gedung, mereka akan membawa mereka ke tempat yang sudah disiapkan di luar.


Dan wedding venue yang disiapkan ternyata benar-benar cantik. Mereka semua kegirangan melihatnya. Tapi ada sesosok pria di ujung sana. Semua penasaran, siapa itu?

 
 
 

Dan orang itu adalah.. Kang Min Ho. “Hai!” sapanya pada semua orang yang senang melihatnya. Terutama Soon Jung.


Menirukan suara Ahjussi Ma, Min Ho bangkit dengan gelas anggurnya, dan menyuruh mereka semua menikmati makanannya. Ahjussi Ma tertawa karena Min Ho menirukan dirinya persis di hadapannya. Woo Shik senang Min Ho bisa datang, karena ia pikir Min Ho akan sibuk dengan ekspansi perusahaan di Amerika.


“Wendy dan Tinkerbell akan menikah, tentu saja Hook harus datang,” jawab Min Ho. Ahjussi Ma memuji kulit Min Ho yang tampak bagus karena sepertinya makanan yang ia buat cocok untuknya. Soon Jung tertawa, jadi makanan yang Ahjussi Ma buat waktu itu untuk Min Ho? Ahjussi Ma mengiyakan, Min Ho makan sangat banyak. Semua tertawa.


Mi Ru yakin kalau di pertemuan pemegang saham sebentar lagi, Min Ho akan terpilih kembali menjadi CEO. Semua kontan memberi selamat Min Ho dengan riang. Min Ho cuma tersenyum dan meraih tangan Soon Jung lalu menggenggamnya. Semua bahagia di hari bahagia Woo Shik dan Wendy. Omo, this kind of wedding is really intimate! Yang datang cukup sedikit, tapi suasana super hangat.


Selesai dengan acara pernikahan, Min Ho dan Soon Jung pulang bergandengan tangan. Soon Jung jujur kalau ia sangat terkejut melihat Min Ho yang bahkan tak menghubunginya kemarin. Min Ho hanya mengecup pipi Soon Jung sambil berkata, “Dessert!” Soon Jung tertawa. Min Ho sudah bilang kalau ia akan meluangkan waktu untuk cinta, bukan hanya untuk Soon Jung, tapi juga untuk mereka yang sudah membuat mereka bersama.


Karena sebagai hasilnya ia bisa melihat wajah Min Ho, tentu saja Soon Jung bahagia. Meskipun begitu setelah akhir minggu ini berakhir, Min Ho harus kembali ke Amerika untuk menyelesaikan rencana ekspansi. Tapi cukup bicara soal pekerjaan, ia masih punya 36 jam tersisa, dan ia mengajak Soon Jung untuk killing time di suatu tempat. Tentu saja Soon Jung mengiyakan.


Itulah bagaimana kau belajar bagaimana hidup berdampingan dengan orang yang kau lindungi.


Di tangga mereka, Min Ho mengajak Soon Jung bermain sebuah game. Jika seseorang lewat dari kiri, Min Ho akan mencium Soon Jung. Dan jika seseorang lewat dari arah kanan, Soon Jung yang akan menciumnya. Soon Jung yang juga makan lollipop seperti yang biasa Min Ho lakukan langsung mengiyakan.


Orang pertama, kedua, dan ketiga.. semua datang dari kiri. Jadi 3 kali juga Min Ho mencium pipi Soon Jung. Tapi saat Soon Jung heran karena semua orang datang dari kiri, tiba-tiba serombongan orang datang dari arah kanan. Bukan 1, 2, atau 3, tapi benar-benar serombongan orang yang tak berhenti lewat.

 
 

Soon Jung tertawa-tawa, dan saking excitednya Min Ho sampai melepas jas juga sepatunya untuk membuat Soon Jung nyaman. Ia sudah menyiapkan diri menerima ciuman Soon Jung, dan Soon Jung pun tersenyum lalu menciumnya.


Selama sisa hidupku, aku akan berusaha yang terbaik untuk hidup berdampingan denganmu, dan mencintaimu. Karena hidup terlalu sia-sia untuk hanya mencintai.


THE END.


Komentar:
Uwaa, happy ending for my best drama this year so far! This drama and Kang Min Ho so effortlessly make me fall in love. Yeah there’s so many plot hole here and there, but i don’t really care, as long as my Kang Min Ho is alive. And everybody get their happy ending. Awalnya kupikir yang bakalan nikah Min Ho – Soon Jung, tapi ternyata Wendy – Tinkerbell, tetep seneng lah tapinya.

Kang Min Ho, i miss you so much already. What should i do without you?

No comments:

Post a Comment