Wednesday, February 19, 2014

Sinopsis Let's Eat Episode 12 Part 1


Episode 12: The Taste of Love... Bitter Sweet

Soo Kyung mengajak Barassi jalan-jalan keluar apartemen. Tapi Barassi malah lari-lari nggak sabaran, Soo Kyung terpaksa ikut sedikit berlari dan minta Barassi pelan-pelan. Tiba-tiba langkah Soo Kyung terhenti, tak jauh darinya ada Dae Young yang sedang main sepeda dengan gembira dan tertawa-tawa. Soo Kyung terpana. Tapi ada suara tertawa lain milik seorang gadis.. Jin Yi.


Jin Yi terus membujuk Dae Young agar ia bisa ikut naik. Dae Young bercanda tak ada tempat untuknya dan terus berputar-putar dengan sepedanya. Soo Kyung cuma bisa memandangi mereka yang terus tertawa-tawa dengan sedih.


Ahjussi laundry datang, oh bukankah itu Go Dae Young? Melihat Dae Young dan Jin Yi, ahjussi merasa mereka benar-benar tampak indah dilihat. Soo Kyung mengiyakan dengan lesu, mereka terlihat cocok satu sama lain.


Pulang kerja, Soo Kyung menjemput Barassi di apartemen Jin Yi. Soo Kyung langsung menggendong Barassi, “Apa kau bermain dengan baik bersama Jin Yi?” Jin Yi berterimakasih, karena Barassi ia mendesain banyak baju untuk anjing. Tak perlu, sahut Soo Kyung, ia yang berterimakasih karena Jin Yi mau menjaga Barassi. Hidung Soo Kyung yang tajam mencium bau coklat. Jin Yi membenarkan, ia sedang membuat coklat, dan mengajak Soo Kyung masuk.


“Besok hari Valentine. Mimpiku adalah membuat coklat untuk orang yang kucintai,” ujar Jin Yi.

“Orang yang kau cintai?”

Jin Yi mengangguk, “Dae Young Oppa. Aku akan menyatakan padanya besok. Sepertinya aku terlalu lengah selama ini, sampai ternyata muncul saingan.” Soo Kyung kaget, saingan?


Pengacara Oh  unni, jawab Jin Yi. Ternyata sebenarnya Jin Yi minder karena Do Yeon punya pekerjaan bagus, pandai minum, dan dadanya besar. Dia diam-diam menawan. Soo Kyung tanya apa Jin Yi benar-benar berpikir seperti itu? Kau terlalu menganggap serius hal-hal sepele.

Jin Yi merasa cerita cinta pertama Dae Young itu bohong, jadi ia akan menyatakannya lagi.bagaimana menurutmu mengenai kami? Apa kami cocok? Soo Kyung ragu-ragu membenarkan, tapi jika kau menyatakan perasaanmu dan ditolak lagi, kau hanya akan terluka, tidak apa-apa? Jin Yi tak masalah, jika ia tak menerimanya maka ia akan mengungkapkan lagi, begtu terus sampai ia menerimaku. Jika ia menolakku maka hatiku akan terluka sedikit, tapi jika aku tak melakukan apa-apa dan kehilangan Dae Young Oppa, kurasa hatiku akan lebih terluka.


Soo Kyung cuma diam, sampai Jin Yi heran dan bertanya kenapa? Tak apa-apa, jawab Soo Kyung, ia hanya merasa iri. Kau bisa melakukannya karena kau masih 24 tahun. Di usia 34 tahun, ada hal-hal yang tak bisa kau lakukan. “Hal seperti apa?” tanya Jin Yi sambil mencoba menghias coklatnya. Tapi sudah sekian banyak dan gagal lagi. 


Jin Yi tersenyum dan melirik Soo Kyung, unni tulisanmu bagus kan? Aku ingin menulis Dae Young (Love) Jin Yi, bisa tolong tuliskan? Awalnya ragu, tapi Soo Kyung tersenyum dan mengiyakan.


Hak Moon menulis “Lee Soo Kyung” di kartu ucapan berbentuk hati. Hak Moon girang sendiri waktu menuliskan pesannya. “Pengacara Kim,” panggil Dae Young. Hak Moon langsung refleks menutupi kertas yang baru ditulisnya. Hak Moon kaget bisa bertemu Dae Young disini. Dae Young menjelaskan, sebagai seorang salesman ia ingin memberi coklat untuk kliennya. Klien wanita senang menerima coklat. Hak Moon mengiyakan.


“Dan pengacara Kim menyukai Soo Kyung Noona”


“Ya,” jawab Hak Moon sambil tersenyum. Tapi sedetik kemudian ia sadar, tidak! Bukan begitu! Dae Young tak percaya, terakhir kali saat Soo Kyung Noona mengundurkan diri, meski banyak yang melamar, kau sengaja mempekerjakannya kembali. Dan juga, saat di prasmanan, setelah mengatakan ada rambut jatuh di daging kau tak mengatakan apapun pada Soo Kyung Noona. Kau melakukannya untuk memberi dagingnya pada Soo Kyung Noona kan?

Hak Moon berusaha menyangkal. Tapi Dae Young terus lanjut, dan terutama dengan toko ini. Dulu aku bilang ada toko coklat yang lezat dan mempostingnya di blogku. Pengacara Kim, kau tau kalau Soo Kyung Noona adalah penggemar blogku jadi kau datang kesini.


Hak Moon tak berkutik, bagaimana kau bisa tau? Dan akhirnya membenarkan dan mengakui kehebatan Dae Young, kau mengakui perasaanku dari itu semua. 


Dae Young tertawa, ia tak sehebat itu, sebenarnya ia melihat kartu ucapan yang ditulis Hak Moon. Disini tertulis “Kepada Lee Soo Kyung” dan juga kartunya berbentuk hati. Hahahaa, Hak Moon langsung kesel setengah mati.


Pelayan memberitahu kalau pesanan Hak Moon sudah siap, dan berkata khusus hari Valentine, mereka menambahkan bunga camelia pada kemasan, warna apa yang Anda inginkan? Hak Moon bingung. Tapi Dae Young langsung menjawab putih, itu gaya yang disukai Soo Kyung Noona. Hak Moon setuju saja.


Hak Moon akhirnya jujur pada Dae Young. Ia sudah lama menyukai Soo Kyung, sampai sekarang sudah lebih dari 10 tahun. Dae Young takjub, 10 tahun? Pengacara Kim, kau romantis sekali. Kalau begitu, kau akan menyatakan perasaanmu besok? Hak Moon ingin, tapi seperti orang bodoh, ia tak memahami perasaannya dan terlalu sering mengganggu Soo Kyung selama ini. Kemungkinan besar Sekretaris Lee tak akan menganggapku. 


Dae Young memberi semangat, kau seorang pengacara dan kau tampan, wanita mana yang akan menolak pria sepertimu? Dan juga Soo Kyung Noona melihatmu berbeda setelah kau setuju menangani kasus Jin Yi dan mengatakan yang baik-baik tentangmu.


Ting! Hak Moon langsung semangat lagi, Sekretaris Lee bilang begitu? Dae Young membenarkan, jadi beranilah, pasti akan berjalan lancar. Saking senangnya Hak Moon langsung menggenggam tangan Dae Young, “terimakasih, Go Dae Young-ssi. Aku merasa malu setelah mengatakannya. Dalam waktu yang sangat lama, ada perasaan yang diam-diam kupendam.”. Dae Young balas menggenggam tangan Hak Moon, “Kau malu? Aku sangat tersentuh dengan perasaanmu. Kedepannya, tunjukkan dengan percaya diri.”


Dan, lihatlah posisi mereka ini, mencurigakan! Pasangan yang ada di meja sebelah sampe ngikik-ngikik liat mereka. Aku juga, mau berapa kalipun nonton adegan ini, pasti mau ngakak. Saking deketnya kayak mau ciuman, hahaa, mana yang bersangkutan nggak pada nyadar lagi.


Jin Yi datang ke kantor Soo Kyung. Soo Kyung baru ingat kalau hari ini Jin Yi ada janji dengan Pengacara Kim, tapi dia ada perlu keluar dan belum kembali. Tak apa-apa, jawab Jin Yi, ia memang datang cepat. Jin Yi berputar dan minta pendapat Soo Kyung soal penampilannya, ia akan bertemu Dae Young Oppa hari ini. Tanpa semangat, Soo Kyung hanya berkata Jin Yi cantik.


Pengantar barang datang dengan pesanan Do Yeon. Do Yeon buru-buru keluar menerima pesanannya. Jin Yi melirik Do Yeon sebal. Dan Do Yeon dengan sinis mengeluh, pantas di luar berisik sekali ternyata ada kau Jin Yi. 


Dengan dimanis-maniskan, Jin Yi menyapa Do Yeon, hari ini aku akan menyatakan perasaanku pada Dae Young Oppa, kurasa aku berisik karena aku sedikit bersemangat. Do Yeon shock, “Me..menyatakan perasaan?”


Jin Yi mengeluarkan coklat yang dibawanya. Ini untuk Pengacara Kim. Ini untuk Manager. Ini untuk Soo Kyung Unni. “Ah, tapi aku lupa untukmu Unni,” ujar Jin Yi pada Do Yeon sengaja. Do Yeon langsung tertawa, ia juga tak akan memakannya karena diet. 


Do Yeon menghina coklat Jin Yi, karena buatan sendiri kelihatannya agak jelek. Nggak cuma itu, Do Yeon bilang karena masih muda dan tak punya uang, memang hanya bisa berusaha sendiri dan mulai membanggakan cakenya yang mahal dan hanya satu-satunya. Jin Yi langsung meledak, punyanya juga cuma satu, meski ia minta bantuan Soo Kyung Unni mulai dari melelehkan dan membungkusnya, ia membuatnya khusus untuk Oppa.


Do Yeon kaget, seharusnya Sekretaris Lee membantuku. Jin Yi langsung merangkul tangan Soo Kyung, meyakinkan Do Yeon kalau Soo Kyung di pihaknya. Do Yeon nggak mau kalah, ikut merangkul tangan Soo Kyung dan berkata Soo Kyung juga membantunya. Tinggal Soo Kyung yang bingung denger dua orang ini berdebat, aku tak pernah melakukan itu. 


“Kau dulu melakukan itu!” ujar Jin Yi dan Do Yeon kompak. Soo Kyung sampe pusing ditarik-tarik mereka berdua.


Hak Moon dan Manajer Choi kembali ke kantor. Manajer Choi mengomentari Jin Yi yang datang lebih awal. Sementara Hak Moon yang teringat omongan Dae Young soal pandangan Soo Kyung yang berubah padanya karena mau menangani kasus Jin Yi, langsung super ramah pada Jin Yi. Bahkan waktu Jin Yi minta hot chocolate, Hak Moon langsung nyuruh Manajer Choi beli keluar.


Jin Yi merasa itu tak perlu, tapi Hak Moon bilang tak apa-apa dan mengajak Jin Yi masuk ke ruangannya, tapi sebelumnya melirik Soo Kyung ganjen dulu, haha. Soo Kyung nggak ngeh, malah terus menatap coklat buatan Jin Yi dan menghela napas panjang.


Dae Young di apartemennya tertidur di dekat tumpukan coklat dan terbangun karena ponselnya berbunyi, dari Do Yeon. Do Yeon ingin bertemu hari ini, ada sesuatu yang harus diberikan. Dae Young yang masih ngantuk langsung melek dan buru-buru menolak, jadwalnya penuh hari ini. Do Yeon mendesak, 5 menit saja? Dae Young tak bisa janji dan minta Do Yeon menitipkannya pada Soo Kyung Noona saja. Dae Young pun lanjut tidur lagi.


Pria pengantar barang mencoba memencet password apartemen Jin Yi. Dae Young yang baru keluar curiga dan mengejar si pengantar barang yang lari. Dan dalam hitungan detik, Dae Young langsung melumpuhkan si pengantar barang, siapa kau? Aku Kwang Suk, jawab si pengantar barang. Dae Young, “bukan itu! Kenapa kau membuka pintu rumah orang lain?”


Si pengantar barang menjelaskan kalau Jin Yi yang memintanya masuk ke rumahnya dan mengambil paketnya. Dae Young tetap tak percaya dan menelpon Jin Yi, tapi ternyata benar. Dae Young langsung tertawa dan membantu si pengantar barang bangun. Dae Young minta maaf, banyak sekali kejadian begini di lingkungan ini, tapi kenapa kau kabur? Si pengantar barang berkata ia kabur karena Dae Young menganggapnya orang jahat, tapi menurut Dae Young itu malah semakin mencurigakan. Si pengantar barang minta maaf, ia belum lama bekerja di bidang ini, banyak yang belum ia ketahui.


Dae Young tanya apa kau pernah mengambil paket seperti ini di Apartemen 805 juga? Atau kau salah dan menekan nomor sandi di Apartemen 805? Si pengantar barang buru-buru menyangkal, tidak pernah. Dae Young minta maaf lagi dan pergi.


Sementara si pengantar barang langsung mengubah ekspresinya innocentnya, jadi ekspresi serius dan mencurigakan. Well, dari awal si pengantar barang ini mencurigakan? Tapi apa iya dia punya maksud jahat?


Di kantor, Manajer Choi gembira menyelamati Soo Kyung, akhirnya kau berhasil lolos dari histeria bujang tua Pengacara Kim. Soo Kyung heran, apa Pengacara Kim akan kencan buta lagi? Manajer Choi berkata Soo Kyung ini lamban sekali, ia jatuh cinta pada gadis yang tinggal di sebelah rumahmu. Tak mungkin, jawab Soo Kyung. Manajer Choi masih ngotot, kalau begitu kenapa ia mengerjakan kasus yang sudah dibuang ini tanpa bayaran? Kenapa ia menyuruhku membeli hot chocolate? Akhir-akhir ini ia selalu tersenyum dan bersikap murah hati. Itu artinya ia jatuh cinta.


Soo Kyung tak tertarik dan minta Manajer Choi berhenti, apa kau tak tau selisih usia mereka? “Kenapa memang? Bukan wanita yang lebih tua, tapi pria,” sahut Manajer Choi. Mata Soo Kyung langsung melebar dan mulai ngomel, “Manajer Choi,tidakkah kau tau apa yang kau katakan bertentangan dengan kesetaraan pria dan wanita? Bagaimana mungkin masih ada perbedaan antara pria dan wanita sekarang ini? Lihat Demi Moore, selisihnya 16 tahun.”


Manajer Choi mendebat, tapi akhirnya mereka berpisah. Soo Kyung tak mau kalah dan menyebutkan nama Han Hye Jin dan Ki Sung Yeung, Kim Yuna, Chae Sira, Baek Ji Young, Jung Sae Jin, mereka semua baik-baik saja. Gantian Manajer Choi yang minta Soo Kyung berhenti dan sadar, kenapa kau mengingat semua pasangan yang wanitanya lebih tua? Biasanya jika aku berkata soal menikah kembali, kau selalu marah-marah. Manajer Choi jadi curiga, apa kau berencana kencan dengan pria yang lebih muda?


Soo Kyung langsung menyangkal. Tapi melihat wajah Soo Kyung yang memerah, Manajer Choi semakin curiga dan minta Soo Kyung menyimpan saja rencana ini, sekarang pria menyukai wanita yang lebih muda. Soo Kyung jadi sedih dan tak bisa konsentrasi ke pekerjaannya, jadi memutuskan untuk pergi ke pengadilan saja.


Di jalan, Soo Kyung yang masih galau, nggak sadar kalau lampu jalan sudah merah lagi sebelum ia menyebrang. Soo Kyung menelpon Kyung Mi yang sedang sibuk dengan pekerjaan rumah tangganya dan berkata kalau ia merasa hampa. Kyung Mi menebak kalau Soo Kyung pasti lapar dan iri pada Soo Kyung yang sempat merasa hampa. Kyung Mi malah mengeluh kalau setelah menyiapkan sarapan, ia harus menyiapkan makan siang, dan setelah itu harus menyiapkan makan malam. Kyung Mi tak bisa bicara lama-lama, anak-anaknya sudah pulang, dan menutup telponnya.


Anak-anak Kyung Mi pulang. Si bungsu, Duk Young dapat banyak coklat dari teman perempuannya. Duk Young mengeluh, ah popularitas ini! Kyung Mi memuji Duk Young yang populer di antara anak perempuan. Duk Young menghela napas, “Apa pentingnya? Aku tak dapat apa-apa dari orang yang kuinginkan.” Kyung Mi tanya siapa tapi Duk Young tak mau memberitahu. Kyung Mi bertanya satu satu coklat ini dari siapa, tapi Hoon Young kesal dan melempar 1 kotak coklat.


Kyung Mi ngomel, tapi terus kasihan, ia pasti tak mendapat coklat dari siapapun. Kenapa ia mirip dengan ayahnya?


Hak Moon bertanya tempat yang bagus untuk menyatakan perasaan ke Siri (anggap aja begitu, aplikasi yang bisa jawab pertanyaan lah). Siri jawabnya di Santorini, Greece, muahahaa jauh amat yak? Hak Moon kesal dan meralat, tempat yang bagus di Seoul untuk menyatakan cinta. Belum sempat dijawab, Soo Kyung masuk, menyerahkan surat untuk Hak Moon.


Hak Moon memberitahu Soo Kyung kalau Jin Yi pulang saat ia pergi ke pengadilan tadi. Soo Kyung sudah tau, Jin Yi menelponnya tadi. Hak Moon bertanya dengan manis, apa ia mengatakan hal lainnya? Soo Kyung hanya berkata tidak, dan pergi.


Hak Moon khawatir dengan Soo Kyung yang tampak sedih dan menelpon Dae Young dan minta rekomendasi tempat makan, ia akan menyatakan perasaan pada Soo Kyung. Dae Young menyemangati Hak Moon. Hak Moon meralat, itu nanti malam, sekarang ia akan mengajaknya makan siang. Dae Young mengerti dan berkata akan mengirim alamat restorannya melalui sms.


Dae Young bergumam semua orang benar-benar sibuk di hari Valentine, padahal ini semua hanya taktik bisnis perusahaan coklat. Ahjussi laundry menyemprot Dae Young, kau masih muda! Harusnya kau melakukan pendekatan, menyatakan perasaan, berkencan! Lalu bagaimana denganmu, ada yang harus kau temui hari ini? Banyak,jawab Dae Young, banyak jadwal pertemuan dengan klien. Ahjussi laundry ngomel lagi, kenapa bertemu klien di hari Valentine? Berkencanlah! Yang kulihat kau cocok dengan gadis yang tinggal di sebelahmu.


“Siapa? Soo Kyung Noona?”

“Bukan, bukan ahjumma itu! Maksudku apartemen 806”

Ah Jin Yi, sahut Dae Young. Tapi ia hanya kuanggap adik. Dan aku belum memenuhi syarat untuk berkencan. Sekarang ini, hanya jika kau sudah mapan secara ekonomi, kau baru bisa berkencan, jadi sebaiknya aku mencari uang dan membayar hutangku dulu.


Hak Moon, Manajer Choi, Do Yeon dan Soo Kyung keluar bersama untuk makan siang. Manajer Choi heran, hari ini mereka pergi agak jauh. Ini agar tidak bosan dan kudengar disini ada restoran terkenal, jawab Hak Moon. Manajer Choi langsung memuji-muji, kau yang terhebat!


Do Yeon bertanya apa yang akan Soo Kyung lakukan hari ini? Kau tak ada kencan kan? Soo Kyung mengangguk. Kalau begitu setelah pulang kerja aku akan mengunjungi rumahmu, ujar Do Yeon. Soo Kyung heran, kenapa? Tentu saja karena Dae Young, jawab Do Yeon, aku ingin bertemu dan memberinya kue, tapi ia bilang ia sibuk seharian ini. Soo Kyung tak setuju, kau tak tau kapan Go Dae Young akan pulang, berikan padanya lain hari saja. Do Yeon malah merajuk, kau hanya membantu Jin Yi! Soo Kyung akhirnya terpaksa setuju.


Mereka datang ke restoran yang proses memasaknya persis di depan mereka. Manaer Choi semangat sekali, tempat seperti ini tidakkah mahal? Sekali-kali tak apa-apa, jawab Hak Moon. Mereka mulai duduk, Hak Moon berusaha duduk di sebelah Soo Kyung, tapi tak berhasil dan mereka malah duduk berjauhan. Soo Kyung tak tampak bersemangat, bahkan saat koki memasak dengan jagonya di depan mereka.


Pesanan masing-masing sudah tersaji. Semua memakannya dengan lahap dan memuji masakannya, kecuali Soo Kyung. Melihat ini, Hak Moon bertanya apa makanannya tidak enak? Soo Kyung menyangkal, masih tak semangat dan berkata akan kembali duluan ke kantor. Hak Moon mengajak lainnya pergi bersama saja. Dan saat melirik piring Soo Kyung, Hak Moon bener-bener heran, makanannya masih tersisa banyak, apa ia tak suka makanan yang dipanggang?


Saat mereka di lift, seorang pria yang membawa anjingnya yang besar ikut masuk. Manajer Choi dan Do Yeon memuji anjingnya. Soo Kyung lempeng aja. Dan Hak Moon.. teriak ketakutan, pergi pergi! Hak Moon membayangkan anjingnya menyalak dan mau menyerang, padahal mah anteng aja. Begitu lift terbuka, Hak Moon langsung lari terbirit-birit.


Soo Kyung heran, Pengacara Kim kenapa? Manajer Choi tertawa, itu karena anjing itu! Pengacara Kim trauma karena digigit anjing saat masih kecil. Dia takut anjing. Do Yeon mencibir, kenapa seorang pria takut anjing? Dan malah memuji pilihannya yang tepat. Sementara Soo Kyung bertanya-tanya, aneh sekali, dia bilang dia suka anjing.


Bersambung ke Part 2

Note:
Tadinya mau istirahat nulis sinopsis dulu, tapi entah kenapa tiba-tiba dapet wangsit buat ngelanjutin Let's Eat. Tapi langsung lompat ke episode 12, hahaa.. Episode 9, 10, 11 skip dulu deh, nggak ada daya buat bikin itu dulu.. :p

1 comment: