Monday, March 10, 2014

Sinopsis Let’s Eat Episode 15 Part 1


Episode 15: Kehilanganmu


Soo Kyung mondar mandir di kamarnya sambil senyum-senyum memegang bibirnya. Soo Kyung yang super happy curhat ke Barassi, kenapa dia menciumku? Dia pasti melakukannya karena dia tertarik padaku kan? Barassi menggonggong. “Tentu saja! Dia berpikir kalau aku diculik dan datang menyelamatkanku meski tangannya jadi terluka. Itu jelas, kan?” oceh Soo Kyung pada Barassi.


Tapi yang dicurhatin malah lari keluar kandang dan duduk di pojok dekat tempat tidur. Soo Kyung jadi berpikir kalau Barassi tak setuju, dia pria yang suka bercanda seenaknya, apa maksudmu ini cuma bercanda? Barassi menggonggong dan menghampiri Soo Kyung lagi.


Di kamarnya, Dae Young berbaring sambil (juga) memegangi bibirnya. Dae Young menoleh ke kamar Soo Kyung dan tersenyum, makin lama makin lebar.


Sementara Jin Yi yang patah hati menangis dan mengguntingi hadiahnya untuk Soo Kyung.


Soo Kyung memandangi ponselnya dengan kesal dan mendekat ke tembok, tapi tak ada suara apapun di kamar sebelah. Soo Kyung mengomel sendiri, dia bahkan tidak mabuk, dia melakukannya dengan pikiran jernih dan tak mungkin dia tak mengingatnya, kenapa tiba-tiba dia tak mengatakan apapun?


Bel pintu Soo Kyung berbunyi. Soo Kyung heran siapa yang datang jam segini dan melihat interkom. Ternyata Dae Young. Soo Kyung senang sekali dan minta Dae Young menunggu, sementara Soo Kyung sibuk dandan. Dae Young di luar menunggu dengan gugup, dan tetep senyum-senyum sendiri. Soo Kyung membuka pintu. Refleks Dae Young ngomel, apa yang membuatmu begitu lama?


Begitu sadar dan melihat Soo Kyung yang sudah berdandan rapi, Dae Young heran, apa kau mau pergi? Senyum Soo Kyung hilang dan cepat-cepat berkata kalau ia punya janji.

“Janji? Dengan siapa?”

Soo Kyung kebingungan dan bertanya balik kenapa Dae Young kesini? Dae Young pun menyodorkan tempat makan yang kosong.


Soo Kyung tanya apa itu? Dae Young balik tanya apa Soo Kyung tak ingat, ini tempat kau menaruh sup tulang sapi waktu itu. Soo Kyung menerimanya enggan, apa cuma ini? Dae Young jadi salah mengerti, aku harusnya tak mengembalikan wadah kosong, baiklah aku akan mentraktirmu lain kali. Soo Kyung hanya mengiyakan dan menutup pintunya tanpa berkata apa-apa lagi.


Soo Kyung jadi kesal sendiri, di umur seperti ini, kita bahkan bukan tidur bersama, hanya satu ciuman. Pasti aneh kalau aku yang menanyakannya dulu. Soo Kyung malu melepas bando dan menghapus lipstiknya dengan kesal.

Dae Young juga menyesali ia yang tak bisa berkata apa-apa tadi dan berpikir apa aku harus memanggilnya lagi? Tidak tidak, ia punya janji. “Apakah itu janji dengan Pengacara Kim? Tapi dia menciumku dan dia juga berkencan dengan Pengacara Kim?”


Paginya, Soo Kyung menguap lebaar sekali di halte. Dae Young yang baru datang menyenggolnya. Soo Kyung langsung kaget. “Apa kau pergi bekerja sekarang?” tanya Dae Young. Soo Kyung balik tanya kenapa kau ada disini? Dimana kau meninggalkan mobilmu? Dae Young akan menemui klien, dan ia tak bisa mengemudi dengan tangan seperti ini. Dae Young mulai mengungkit kejadian semalam, tapi Soo Kyung malah berteriak busnya datang dan buru-buru pergi.


Dae Young mengira Soo Kyung ingin melupakan yang terjadi waktu itu. Padahal Soo Kyung pergi gara-gara malu menguap terus dan tak ingin lingkaran hitam di sekitar matanya dilihat Dae Young. Bisa ketahuan kalau ia tak tidur semalaman, haha. Tapi Soo Kyung mendadak kesal, lupakan saja pria yang bersikap seolah tak ada yang terjadi setelah menciumku.


Manajer Choi mengelap meja sambil terus menerus melirik Soo Kyung yang asik dengan coklatnya. Manajer Choi akhirnya bertanya juga kenapa Soo Kyung jadi seperti ini, apa ada sesuatu yang terjadi? Apa mungkin sesuatu terjadi dengan Pengacara Kim? Soo Kyung langsung tanya apa yang mungkin terjadi dengan Pengacara Kim? Manajer Choi menyimpulkan kalau Soo Kyung dan Hak Moon sudah berakhir, Pengacara Oh juga mengatakannya. Soo Kyung mengangguk, kita tak punya hubungan apapun, jadi berhenti membaca pikiranku mulai sekarang. Manajer Choi menghembuskan napas lega, kau tak tau betapa tak nyamannya aku selama ini dan menjatuhkan lap yang dipegangnya ke Soo Kyung, lap bagian lainnya. Haha, langsung berani nyuruh Soo Kyung dia.

Meski lega, Manajer Choi tetap bertanya kenapa Soo Kyung membuang keberuntungan yang datang padamu? Maksudku lihat sekitarmu, apa ada orang lain yang mengajakmu kencan seperti ini?


Soo Kyung komentar kalau sikap Manajer Choi padanya berubah 180 derajat. Manajer Choi cuma tertawa dan minta Soo Kyung mengerti, apa aku akan memujimu kalau keadaanya tak separah itu? Soo Kyung cuma senyum melihat Manajer Choi yang benar-benar lega.


Hak Moon datang membawa bungkusan dan mengeluarkan isinya di meja Soo Kyung, yang ternyata beraneka macam sandwich. Do Yeon dan Manajer Choi excited melihatnya. Do Yeon bahkan tanya bagaimana kau tau aku suka sandwich dan mulai memilih yang kalorinya rendah. Tapi Hak Moon langsung menyingkirkan tangan Do Yeon dan Manajer Choi yang siap mengambil sandwichnya, ini untuk Soo Kyung.


Hak Moon: “Soo Kyung-ssi, pilihlah. Aku baru tau kau suka sandwich. Tapi aku tak tau kesukaanmu, jadi aku beli satu tiap macamnya.” Soo Kyung bingung dan baru mau mengatakan sesuatu, tapi Hak Moon malah bilang ke yang lainnya kalau kalian pasti tau aku menyukai Soo Kyung. Soo Kyung menarik Hak Moon ke ruangannya, ingin bicara. Do Yeon membeku, saking shocknya hampir aja jatuh kalau nggak ditahan Manajer Choi.

Soo Kyung bilang ia sudah mengatakan perasaannya dengan jelas, ia sudah lama memikirkannya. “Aku juga lama memikirkannya,” potong Hak Moon, “Karena kau tak menyukaiku, apakah aku harus menyerah, namun aku masih belum bisa menghapus perasaanku padamu. Jika perasaan selama 10 tahun bisa dihapus dalam 1 hari, maka itu adalah kebohongan.”

“Pengacara Kim..”


“Aku minta maaf jika kau merasa terbebani, aku tak memintamu begitu saja menerima perasaanku. Hanya saja saat mengakhirinya, aku tak ingin menyesal nantinya. Aku ingin mencoba yang terbaik yang kubisa.”

Soo Kyung hanya diam.


Dae Young bertemu Jin Yi yang sedang termenung di dekat lift dan tanya kenapa mata Jin Yi bengkak? Apa kau tidur setelah makan ramen? Tidak, jawab Jin Yi. “Lalu kenapa? Apa kau merasa kurang sehat,” tanya Dae Young sambil memegang dahi Jin Yi. Jin Yi bilang hidup sendiri seperti ini, apa kau tau hanya kau satu-satunya yang khawatir padaku? Dae Young heran. Jin Yi senyum dan mengajak Dae Young minum teh, ada sesuatu yang ingin ia berikan.


Di cafe, Dae Young memuji browniesnya yang enak dan mengambil foto piring kosongnya. Jin Yi tanya apa kau ingin menunjukkannya pada seseorang? Dae Young menggeleng, ia hanya ingin memperbaharui blognya. Saat kau banyak pikiran, lebih baik melakukan hal-hal sepele.


“Banyak pikiran apa?” tanya Jin Yi hati-hati. Dae Young kembali menggeleng, kau bilang ada yang ingin kau berikan padaku? Jin Yi kembali riang dan menyerahkan penyangga lengannya. Dae Young berterimakasih Jin Yi sudah repot-repot, jaket dan sekarang ini. Jin Yi membantu Dae Young memasangkannya. Tapi posisi penyangga lengannya membuat tulisan Soo Kyung tak jelas terbaca.


“Tulisan ini harus terlihat jelas, Soo Kyung Noona menulisnya untukku,” ujar Dae Young sambil tersenyum. Senyum Jin Yi hilang, “Karena tulisan Soo Kyung Unni, maksudmu kau tak mau menggunakannya?” Dae Young menyangkal, ia bilang akan membuat tulisannya terlihat karena ini pengganti kartu namanya. Jin Yi berkata kalau begitu ia juga meminta hadiah. Dae Young mengangguk, kau mau apa?


“Ini..” jawab Jin Yi mendekat dan mencium Dae Young. Dae Young tak bereaksi karena kaget, tapi kemudian mendorong Jin Yi, apa yang kau lakukan? Apa kau lupa yang pernah kukatakan? Dae Young memperingatkan Jin Yi, jika kau melakukannya lagi, aku tak mau bertemu denganmu lagi. Jin Yi menjawab lemah kalau ia mengerti dan minta maaf.


Di kantor, Soo Kyung dan Do Yeon tampak banyak pikiran. Do Yeon malah tampak kacau dan memandang ke luar dengan tatapan kosong. Manajer Choi penasaran dan mendekat, apa ada sesuatu di luar?

Do Yeon bergumam, “Burung bulbul yang terbang tinggi, jantan dan betina saling mencintai.” Manajer Choi makin penasaran dan menyibak tirai, apa ada burung bulbul? “Semua di dunia ini percuma menurutku, lagipula semua kembali ke tanah. Saat aku kembali, aku akan kembali sendirian,” ucap Do Yeon yang kemudian meminta coklat Soo Kyung satu. Soo Kyung memberikannya.


Do Yeon langsung memakannya, meski aku memakannya untuk pertama kali setelah sekian tahun, namun rasanya tetap sama. Manajer Choi makin heran, biasanya Do Yeon tak suka yang manis-manis. Do Yeon bilang kalau ia akan berhenti diet, aku akan hidup dan makan makanan yang kuinginkan.


Tak hanya itu, Do Yeon minta Manajer Choi membelikannya cemilan yang sangat manis dan lezat untuk menemaninya memeriksa kasus sidang besok. Manajer Choi mengiyakan, tapi dilema, kalau aku membelikannya apa dia akan mengomeliku bahwa dia harus diet? Tapi sih pergi juga.


Soo Kyung yang tak semangat membuka blog Dae Young dan ada postingan baru di sana, piring brownies yang kosong. Soo Kyung kesal, ia bahkan jadi tak semangat kerja tapi Dae Young malah pergi ke restoran terkenal dan memperbaharui blognya, kemarin tak ada artinya baginya huh? Soo Kyung memakan coklatnya dengan kesal.

Sementara itu, Kwang Suk ada di... kamar Jin Yi, membongkar laci-lacinya dan langsung bersembunyi begitu mendengar pintu terbuka. Jin Yi pulang sambil menelpon Hak Moon yang berkata kalau tanggal sidang ayahnya sudah ditetapkan. Jin Yi mengerti dan akan segera kesana. Jin Yi berkaca dan bergumam kalau ia tak boleh terlihat lebih jelek dari Soo Kyung Unni. Jin Yi berpikir apa sebaiknya ia ganti baju dan melangkah ke kamar ganti, tempat Kwang Suk bersembunyi.


Di balik pintu, Kwang Suk siap menyerang dengan gunting yang dipegangnya. Jin Yi hendak membuka pintunya saat ponselnya kembali berdering. Ibunya menelpon, Jin Yi memberitahu kabar baik dari Hak Moon sambil berjalan keluar.


Kwang Suk keluar dari kamar ganti, “Apa? Berita baik?”


Hak Moon mengiyakan dan memberitahu Jin Yi kalau ayahnya bisa mendapatkan masa percobaan. Jin Yi bertanya semangat, kalau begitu apa artinya ia akan dibebaskan? Melihat Hak Moon mengangguk, Jin Yi membungkuk berkali-kali, berterimakasih dan memuji Hak Moon. Hak Moon merendah, ia hanya melakukan yang seharusnya dilakukan seorang pengacara. Namun kau tak menerima bayaran, sahut Jin Yi, ia tau semua ini karena Soo Kyung Unni. Hak Moon jadi tak enak.


“Akhir-akhir ini, kau dan Soo Kyung Unni baik-baik saja kan?” tanya Jin Yi, ia bertanya begitu karena sepertinya akhir-akhir ini kau tak menjemputnya berangkat kerja. Hak Moon berkata ia akan menjemputnya lagi mulai besok, aku akan melakukan yang terbaik untuk Soo Kyung. Jin Yi mengacungkan jempolnya dan ia sepenuhnya mendukung Hak Moon. Hak Moon senang sekali, dan Jin Yi bilang kalau seseorang setampan dan sehebat kau menjadi kekasih Soo Kyung Unni pasti cocok sekali! Hak Moon tertawa senang. Jin Yi berjanji kalau ia akan selalu memuji Hak Moon di depan Soo Kyung.


Hak Moon memegang tangan Jin Yi dan berterimakasih, ia merasa yakin karena Jin Yi ada di pihaknya. Tepat saat itu, Soo Kyung masuk mengantarkan teh. Hak Moon langsung melepaskan tangannya dan kembali ke kursinya. Hak Moon menjelaskan kalau tak terjadi apa-apa, hanya antara pengacara dan klien.


Soo Kyung mengiyakan, tapi Hak Moon masih khawatir, kau tak salah paham kan? Kubilang aku menyukaimu tapi tiba-tiba memegang tangan wanita lain, kau tak menganggapku pria semacam itu kan?


Hak Moon memberi isyarat pada Jin Yi untuk membantunya menjelaskan. “Apa mungkin Soo Kyung Unni salah paham hanya karena berpegangan tangan? Bukan seperti kita berciuman,” ujar Jin Yi sinis. Mata Soo Kyung melebar, tapi Jin Yi berubah riang dan mengajak Soo Kyung makan siang bersama. Hak Moon setuju dan mengajak mereka semua pergi, ia yang akan mentraktir.


Di restoran, semua memandangi buku menu. Manajer Choi menanyai Soo Kyung ingin memesan apa?  Tapi yang menjawab malah Do Yeon, ia pesan carbonara dan seafood cream gratin, grilled mushroom chopped steak, bacon basil lasagna.. Hak Moon menghentikan Do Yeon, kami akan pesan apa yang kami inginkan. Do Yeon mengangguk dan berkata ia sudah selesai dengan pesanannya. Semua kaget. Manajer Choi tanya Do Yeon akan memakan semuanya sendirian?


“Kenapa? Ini tak ada artinya bagiku. Sudah kubilang aku akan berhenti diet,” jawab Do Yeon. Tapi meski tidak diet, Hak Moon merasa kalau itu berlebihan. Do Yeon bilang ia biasa makan seperti itu, ia hanya menahannya selama ini, dulu, beratku lebih dari 100 kg. Manajer Choi kaget. Hak Moon juga. “Setelah berkurang, semua bilang aku lebih cantik, jadi kupikir itu benar. Tapi melihat semua pria tak menyukaiku, kurasa itu semua bohong,” jelas Do Yeon lalu tertawa sendiri.


Manajer Choi benar-benar prihatin, tadi dia merasa sedih berbicara tentang burung bulbul, tapi sekarang dia tertawa seperti itu, menakutkan sekali. Hahaa.


Pesanan mereka pun siap. Jin Yi hanya memesan salad, tapi entah kenapa salad Jin Yi tampak menarik sekali. Melihat Jin Yi yang hanya makan salad, Manajer Choi menawarkan spaghetti miliknya, yang juga kelihatan lezat. Hak Moon juga asik dengan makannya, sampe merem melek gitu. Dan Soo Kyung memesan lasagna, tapi belum makan sesuap pun, Do Yeon minta dan memakannya lebih dulu. Enak sekali, kata Do Yeon yang menyuap lagi, lagi, dan lagi. Do Yeon memakan pesanannya bergantian. Semua bengong lihat Do Yeon yang makan tanpa jeda. Manajer Choi minta Do Yeon makan pelan-pelan saja.


Saat makan, Soo Kyung melihat tatapan Jin Yi yang lain terhadapnya dan agak takut. Soo Kyung ingin minum, tapi air di gelasnya habis. Hak Moon tanggap dan langsung menuangkan air ke gelas Soo Kyung. Jin Yi komentar kalau Pengacara Kim dan Soo Kyung Unni cocok sekali, benar kan Manajer Choi? Manajer Choi segera mengiyakan, “Tentu saja! Di suatu drama ada cinta yang menunggu selama 400 tahun (huahahaa, maksudnya si Do Min Joon!), kau tak bisa mengalahkan itu Pengacara Kim.” Hak Moon jadi senyum-senyum ke arah Soo Kyung.


Jin Yi melanjutkan, mencintai seseorang selama 10 tahun bukan hal mudah. Wanita yang mengabaikan pria seperti itu dan mencari pria lain, tidak punya mata yang tajam, ujar Jin Yi sambil melihat ke arah Soo Kyung. Soo Kyung jadi tak enak.


Jin Yi tanya ke Hak Moon apa ia boleh minum teh dengan Soo Kyung Unni sebelum kembali? Hak Moon tentu membolehkan dan mengajak yang lain kembali ke kantor. Tapi Do Yeon tak bergerak, masih sibuk dengan makanannya dan berkata ia akan menghabiskannya dulu, baru kembali. Semua pun akhirnya pergi. Sementara Do Yeon malah makan sambil menangis, “Enak sekali! Kenapa aku berusaha keras tidak makan?” Haaah, jadi Do Yeon nangis gara-gara nyesel udah diet selama ini??


Bersambung ke Part 2

1 comment: