Thursday, May 21, 2015

Sinopsis Falling for Innocence Episode 14 Part 2


Min Ho tak mengerti, mereka sudah punya paten untuk produk baru, bagaimana bisa ada perusahaan lain yang mengklaim sudah mengajukan permohonan paten lebih dulu? Tentu ia tau ini perbuatan Joon Hee, dan yang dimaksud langsung muncul di hadapan Min Ho. Mereka saling menyindir. Orang seperti Min Ho tak akan mengerti waktu-waktu yang harus dilalui Joon Hee seperti seekor anjing. Tapi koneksi yang ia bangun saat itu sangat membantunya sekarang.

 
 

“Begitukah?” tanya Min Ho tenang. Joon Hee mengingatkan kalau mereka akan memperpanjang perkara selama mungkin, tapi jangan khawatir, Min Ho akan memenangkan gugatan.. mungkin dalam 3 tahun? Min Ho kesal, apalagi Joon Hee yakin Hermia akan bangkrut karena itu. Kali ini Min Ho tak hanya kehilangan 100.000 unit, tapi lebih dari jutaan unit. Dan dengan menyebalkan, Joon Hee mempersilakan Min Ho memanfaatkan DP 20% yang ia berikan dulu dengan baik.


Sementara itu, Soon Jung sedang melihat-lihat apartemen barunya di Hwaseong. Soon Jung langsung suka karena bersih dan harganya cocok. Apalagi apartemen itu akan siap 2  hari sebelum ia mulai kerja. Soon Jung merasa sangat beruntung, ia tak menyangka dapat apartemen secepat ini


Masalah belum cukup besar karena Min Ho juga dapat surat panggilan dari kejaksaan. Terpaksa Min Ho datang, meski ia tak tertarik sedikitpun pada ocehan si jaksa. Ia tau jaksa itu dulu sekelas dengan Lee Joon Hee, pasti Joon Hee sudah memberinya sesuatu. Setengah menyindir Min Ho berkata ia tak tau kenapa pria sepintar si jaksa bekerja untuk Lee Joon Hee. Si jaksa teriak kesal, tapi Min Ho hanya menguap dan mengeluh ia lelah.


Min Ho akhirnya bisa keluar setelah diintrogasi selama 7 jam. Woo Shik sampai kesal sendiri karena itu sangat berlebihan. Min Ho hanya tanya apa Woo Shik sudah mendapatkan informasi yang dimintanya? Woo Shik mengiyakan, sepertinya kantor jaksa ada hubungannya dengan Gold Partners. Min Ho bisa membaca kalau Gold Partners akan menyerang dengan segala cara. Ia ingin tau akhirnya, meski salah satu dari mereka akan mati pada prosesnya.


Soon Jung menemui Ahjussi Ma yang menelponnya. Ia sedikit canggung, ini pertama kalinya mereka bertemu setelah hari itu. Ahjussi Ma tertawa, “Kenapa kau yang canggung? Bukan kau yang mengambil jantung anakku.” Ia berkomentar Soon Jung tampak lebih berisi setelah keluar kerja. Soon Jung langsung menjawab kalau memberitahu seorang gadis kalau berat badannya naik itu bukan pujian. Ahjussi Ma baru sadar dan tertawa meminta maaf.

Ahjussi Ma sudah dengar kalau Soon Jung akan pindah ke Hwaseong. Soon Jung mengiyakan, ia merasa senang karena semua berjalan lancar. Ahjussi Ma ikut senang, tapi sejujurnya ia tak merasa sebaik itu, Soon Jung sudah mengalami banyak waktu sulit selama ini, karena anaknya, juga karena Kang Min Ho.

Soon Jung minta maaf atas apa yang terjadi dengan Min Ho, Ahjussi Ma sudah salah paham dan bahkan memberikan restu. Tapi Soon Jung merasa hanya membuat Ahjussi Ma bingung. Ahjussi Ma menggeleng, tak ada kebingungan di dirinya.

 
 

“Soon Jung-ah, kudengar kau memberitahu Presdir Kang kalau kau ingin melindunginya. Dong Wook adalah seseorang yang melindungimu diam-diam, tapi kupikir Presdir Kang adalah seseorang yang ingin kau lindungi. Maksudku adalah, kau mencintai keduanya dengan cara yang berbeda.”


Soon Jung terdiam, dan kata-kata Ahjussi Ma itu sangat mempengaruhinya. Sampai sebuah suara menyadarkannya dari pikirannya sendiri. Min Ho sudah menunggunya dari tadi. Begitu melihat Soon Jung, Min Ho berkomentar kalau Soon Jung tampak lebih baik, kau pasti lebih cocok jadi pengangguran. Soon Jung tak tersenyum atau tertawa, hanya bertanya kenapa Min Ho ada di sini?


“Hey, apa tangga ini semua milikmu?” keluh Min Ho. Ia hanya berjalan-jalan menikmati udara segar. Min Ho menanyakan soal kepindahan Soon Jung ke Hwaseong, apa kau sudah selesai mengemasi barangmu? Soon Jung mengiyakan, Ok Hyun akan membantunya pindahan.


“Kau sudah dapat pekerjaan baru? Bagaimana dengan tempat tinggal?” tanya Min Ho lagi. Soon Jung menjawab senang kalau semuanya berjalan lancar. Min Ho ikut senang mendengarnya, hanya hal baik yang terjadi. Soon Jung pikir ia akan mampu melupakan semuanya dan mulai hidup baru.


Selama terpisah dari Soon Jung, Min Ho terus teringat hal-hal yang tak bisa ia lakukan untuk Soon Jung. Ia hanya mengingat kata-kata kejam yang ia ucapkan untuk Soon Jung. Bagaimana ia sangat kejam pada Soon Jung. Jadi Min Ho harap saat Soon Jung pergi ke tempat baru, ia hanya akan dicintai dan hanya akan ada hal baik yang terjadi. Soon Jung tersenyum mengiyakan.

 
 

Min Ho berterimakasih karena Soon Jung sudah memperlihatkan wajahnya hari ini. Ia perlu obat yang kuat, dan Soon Jung lah obatnya. Min Ho lalu bangkit dan pamit pergi. Sementara Soon Jung diam memandangi punggung Min Ho yang menjauh.


Young Bae tertatih-tatih mendatangi Joon Hee di gedung apartemennya. Tempat dengan banyak CCTV, agar Joon Hee tak bisa melakukan apapun padanya. Joon Hee menyindir Young Bae yang pintar, tapi sangat buruk dalam matematika. Seharusnya video black box itu sudah ada padanya. Young Bae tak mau dikendalikan Joon Hee karena itu ia tak mau memberikannya.

 
 

Joon Hee berkata kalau Young Bae dulu yang melanggar kesepakatan dengan menemui Soon Jung. Young Bae jadi kesal, kau tak pernah menemukan ginjal untuk istriku kan? Joon Hee mengiyakan, ia tak pernah mencarinya. Joon Hee yakin Young Bae tak bisa melaporkannya ke polisi, karena mereka partner in crime. Ia mungkin yang membunuh, tapi Young Bae-lah yang menutupinya. Joon Hee tak takut sedikitpun, dan Young Bae harus memberikan memory cardnya sesegera mungkin. Kalau tidak bagaimana dengan biaya sekolah anak-anaknya, juga biaya pemakaman istrinya.

Joon Hee mengancam Young Bae, jangan pernah mengancamnya lagi, ia bahkan tak tau apa yang bisa ia lakukan. “Pastikan kau mendengarkanku!” ujar Joon Hee sebelum pergi.


Istri Young Bae sekarat di rumah mereka. Meski tak bisa dihemodialisis lagi, Young Bae tak tega dan ingin membawanya ke RS saja, dan berkata ia akan segera mendapatkan ginjal, meski dengan nada tak meyakinkan. Istrinya tak mau, dokter bilang peluang hidupnya sangat kecil. Ia juga punya angina pektoris (fyi, sakit jantung ya maksudnya), jadi meski suaminya mendapatkan ginjal, ia tak akan bisa dioperasi. Ia tak ingin Young Bae melakukan sesuatu yang buruk untuk menyelamatkannya. Young Bae hanya bisa menangis.


Min Ho dan Joon Hee berpapasan lagi di kantor. Joon Hee mengungkit soal pertemuan pemegang saham, dan ia berharap bukan Min Ho yang jadi CEOnya. Min Ho tak peduli siapapun yang jadi CEO, yang jelas orang itu bukan Joon Hee. Min Ho tak akan kalah dua kali. Joon Hee berkata itu akan jadi keputusannya dan Gold Partners, dan ini akan jadi kesempatan terakhir mereka.


Min Ho yakin kalau itu akan menyerang Joon Hee kembali, seperti bumerang. Semua hal buruk yang Joon Hee lakukan akan kembali dan menggigit Joon Hee. Joon Hee tak yakin, ia tak akan berubah haluan seperti seseorang yang melakukannya. Bumerang itu untuk orang-orang sentimental seperti Min Ho.


Min Ho setuju, ayo lakukan ini! Menang sepenuhnya atau kalah sepenuhnya. Salah satu dari mereka akan memiliki semuanya, dan satunya lagi akan kehilangan segalanya. Joon Hee setuju. And the battle is on!


Min Ho tau ia akan dipecat di pertemuan pemegang saham. Direktur Yoon juga tak bisa melakukan apa-apa, saham mereka semakin turun. Apalagi kalau Harian Han Joon memberitakan insiden ini di website mereka. Min Ho ingat kata-kata penyemangat Soon Jung kalau 4.500 orang bergantung padanya, jadi ia kembali semangat. Tak ada waktu bermuram durja, Min Ho memerintahkan untuk menyiapkan tim khusus dan merekrut pengacara spesialis paten.


Soon Jung menandatangani kontrak apartemen barunya di Hwaseong, dengan harga yang sangat bagus. Ahjumma penjual berkata Soon Jung sangat beruntung. Tapi ternyata itu semua bukan keberuntungan semata, saat Soon Jung kembali mengambil ponselnya yang tertingal, Soon Jung mendengar si Ahjumma berbicara lewat telpon dengan seseorang. Ia sudah memberikan harga yang diinginkan, dan akan segera memfax kontraknya. Soon Jung mendengar semuanya dan bertanya apa maksudnya?


Min Ho mendapat telpon dari nomor asing, dan ternyata itu Noh Young Bae yang meminta bertemu. Min Ho datang dan refleks kaget melihat muka Young Bae yang makin mengerikan karena luka-luka, haha. Young Bae memintanya datang karena tau hubungan Min Ho dan Joon Hee yang tak baik, dan Min Ho pernah bilang akan mengawasinya. Itu karena Min Ho tau Young Bae-lah kaki tangan di kasus bahan berbahaya dan pembunuhan Dong Wook.


Young Bae mulai mengajukan tawaran, kalau ia membantu, apa yang bisa Min Ho lakukan untuknya? Ia punya rekaman black box dari lokasi kejadian. Jika Min Ho mau membantunya, ia akan memberikan rekaman black box itu. “Apa yang kau inginkan?” tanya Min Ho.


“Uang,” jawab Young Bae. Uang yang cukup untuk anaknya hidup saat ia dipenjara. Jika ia langsung ke kantor polisi, ia akan dapat hukuman tapi tanpa uang. Young Bae berencana menyerahkan diri, dan ia minta Min Ho menjamin masa depan anak-anaknya. Rekaman black box itu juga memuat bukti tentang kasus bahan berbahaya, bukankah itu cukup untuk menjegal Gold Partners dan Lee Joon Hee?


Dari Ahjumma itu Soon Jung tau yang menelpon tadi Woo Shik atas perintah Min Ho. Ia akan membayar sisa dari harga yang diinginkan Soon Jung. Itu membuat Soon Jung curiga dan mendatangi tempat kerja barunya. Dan ya, Min Ho yang meminta agar Soon Jung diterima bekerja di sana karena Daeji Pharmaceutical berafiliasi dengan Hermia dalam penggunaan bahan farmasi untuk kosmetik.

 
 
 

Sadarlah Soon Jung kalau Min Ho diam-diam melakukan banyak hal untuknya. Payung kuning. Pria yang membantunya membawa koper. Taksi yang tiba-tiba datang. Juga Min Ho yang berjanji di tempat yang baru, hanya akan ada hal-hal baik untuk Soon Jung. Huaaa, aku juga mauu Min Ho jadi guardian angel-ku! :3


Joon Hee mengangkat telpon Young Bae dan langsung bertanya berapa yang ia inginkan untuk rekaman black box itu? Tapi Young Bae tak menginginkan uang Joon Hee. Ia di depan kantor polisi sekarang dan akan menyerahkan diri ke detektif Na Ok Hyun. “Apa kau mempermainkanku?” tanya Joon Hee. Young Bae senang mendengar nada takut dalam suara Joon Hee, dan ia punya satu kejutan lagi, rekaman black box itu sekarang ada di Kang Min Ho. Joon Hee akan segera terkenal karena Min Ho akan segera mengungkapnya ke media.


Joon Hee marah, “Apa kau gila?” Young Bae mengiyakan, istrinya hampir mati karenanya. Jika istrinya tak bisa hidup, Young Bae tak akan mengambil uang Joon Hee. Ia akan masuk penjara setelah membongkar semuanya.


Dan Young Bae benar-benar menyerahkan diri dan memberi kesaksian kalau Lee Joon Hee adalah pelaku pembunuhan dengan mobilnya. Young Bae datang sebagai saksi dan kaki tangan. Buktinya adalah rekaman black box mobilnya. Kecurigaan Wendy benar-benar terbukti, dan ia bertanya dimana rekaman black box itu?

 
 

Min Ho sampai di Harian Hanjin, siap mengungkap semuanya. Tapi telpon Soon Jung menghentikannya. Ia panik karena Soon Jung tiba-tiba menghubunginya, apalagi ternyata Soon Jung ingin datang menemuinya dan akan segera menuju tempat Min Ho sekarang. Ada sesuatu yang harus ia katakan. Soon Jung bersedia menunggu kalau Min Ho sibuk, tapi Min Ho dengan memory card di tangannya tentu saja berkata ia tak sibuk dan akan datang kemanapun Soon Jung berada sekarang. Tapi Soon Jung yang sudah di taksi berkata ia yang akan datang ke tempat Min Ho. Min Ho langsung panik mencari tempat menunggu Soon Jung-nya datang.


Kali ini Joon Hee tak bisa tenang. Ia memerintahkan orang untuk mencari seseorang dan mengambil sesuatu darinya dalam waktu 20 menit, ia akan mengirimkan lokasi GPS target.

 
 

Min Ho menunggu di pinggir jalan dengan tak sabar. Saat Soon Jung sampai di sebrang jalan, Min Ho menyuruhnya terus berjalan menuju lampu merah di dekat mereka. Mereka berjalan bersisian dipisahkan jalan. Min Ho memasang ekspresi lucu, sementara Soon Jung, entahlah ia tampak dingin meski tersenyum tipis saat melihat wajah aneh Min Ho.


Di persimpangan jalan, Min Ho memberi isyarat kalau ia yang akan menuju Soon Jung. Min Ho yang usil seolah mau menyebrang padahal lampu belum hijau. Ia langsung tertawa karena Soon Jung tertipu. Di sebrang jalan, mau tak mau Soon Jung ikut tertawa.

 
 

Saat lampu berubah hijau dan Min Ho mau menyebrang, sebuah motor melaju kencang dan pengendaranya dengan sengaja memukul kepala Min Ho dengan tongkat. Min Ho langsung terkapar dengan darah mengucur di kepalanya. Soon Jung melihat semua itu dan berteriak panik, “Presdir!”



Unreleased video:


Soon Jung pulang, dan Min Ho sudah ada di sana menunggunya.

SJ: Apa yang membawamu kemari?
MH: Kau tampak sangat menyedihkan hari ini.
SJ: Apa?
MH: Apa yang harus kulakukan padamu? Kupikir ini semua sudah berakhir. Aku khawatir kau akan terluka.

 
 

Min Ho memeluk Soon Jung yang tampak tak mengerti apa yang ia bicarakan.

MH: Berjanjilah satu hal, saat kita terluka dan lelah, kita hanya akan terluka sedikit, dan hanya lelah sedikit.
SJ: Ada apa ini?


Min Ho melepaskan pelukannya, ia cukup memperlakukan Soon Jung lebih baik, ia akan mencoba lebih keras.

MH: Kau tau kita akan pergi memancing besok kan?
SJ: *mengangguk* Iya.
MH: Kalau begitu sampai ketemu besok, aku akan menunggumu.



Komentar:
I'm crying! Ini scene sebelum rencana fishing date kan? Sebelum Soon Jung tau soal jantung Dong Wook kan? Oh dear, kayaknya Min Ho udah punya firasat deh.. *lanjut nangis*

No comments:

Post a Comment