Sunday, August 9, 2015

Sinopsis Oh My Ghost Episode 11 Part 2


Penasaran pada reaksi Soon Ae membuat Sun Woo tak konsentrasi di dapur. Masakannya gosong, dan saat mau membuangnya, wajan panas itu mengenai Joon yang langsung teriak kesakitan. Sun Woo minta maaf, ia tak melihat tadi, kau baik-baik saja? Tak ingin membuat khawatir, Joon berkata ia baik-baik saja.


Padahal itu sangat sakit sampai Joon diam-diam ke gudang dan mengompres lukanya dengan es. Soon Ae masuk dan khawatir melihat lukanya, harusnya Joon pergi ke rumah sakit. Joon meyakinkan kalau ia baik-baik saja. Soon Ae yang tak tega ikut membantu mengompres lukanya.


Beberapa saat kemudian di dapur, Soon Ae memberi isyarat agar Joon mengikutinya. Dan Sun Woo melihat mereka. Soon Ae tadi ternyata membeli salep luka bakar dan mengoleskannya pada luka Joon, sambil bergumam tak mengerti Joon ini pandai menahan sakit atau hanya bodoh. Bukan keduanya, jawab Joon, ia pintar. Soon Ae mengiyakan saja, yang penting besok Joon harus ke rumah sakit, jangan buat dirinya tersiksa di musim panas begini. Joon mengerti, dan ia minta Soon Ae jangan pernah memberitahu Chef atau dia akan merasa sangat bersalah.


Soon Ae mendengus, kau pasti fans beratnya, kenapa kau sangat menyukai Chef? Joon berkata kalau Che mereka punya keberanian, berbeda dari chef lain yang hanya keluar negeri untuk belajar. Soon Ae pasti tak tau kalau Chef backpackeran keliling dunia dan mendapatkan banyak pelajaran hidup, Chef bahkan membayar kuliah tapi tak hadir, bukankah itu keren?


Tiba-tiba Joon ingat soal curhatan Soon Ae waktu mabuk dulu dan bertanya apa temannya dan pacarnya baik-baik saja? Soon Ae: “Teman? Siapa?” Tapi ia lalu sadar dan berkata kalau masalahnya sekarang berganti, karena si pria yang lebih menginginkannya.

Joon hanya berkata itu lucu dan mau pergi dari sana. Soon Ae menahannya, ia mau mengoleskan salepnya lagi agar lukanya tak berbekas. Joon kesakitan dan minta Soon Ae melakukannya pelan-pelan.

 
 

Joon yang terus mengaduh minta Soon Ae berhenti membuat Sun Woo curiga dan langsung masuk, apa yang kalian lakukan? Joon berdalih ada yang ingin ia bicarakan dengan Na Bong Sun. Tentang masalah pribadi, tambah Soon Ae. Joon lalu keluar duluan, Soon Ae juga, tapi Sun Woo menahannya, “Sejak kapan kau sangat dekat dengannya sampai membicarakan masalah pribadi?” Tanpa ingin menjelaskan, Soon Ae hanya menjawab ‘mungkin minggu lalu’ dan pergi dari sana. Jelas Sun Woo kesal, ia belum selesai bicara.


Saat kembali ke dapur, Dong Chul menawari mereka es krim. Tapi ternyata di kulkas hanya sisa 1, padahal Ji Woong sudah membeli sesuai jumlah. Dan tersangkanya siapa lagi kalau bukan Min Soo. Ia pura-pura tak ingat padahal sudah makan semangka sebelumnya, dan berdalih ia Sous Chef jadi bisa makan sebanyak yang ia mau.


Joon akhirnya memberikan es yang tersisa untuk Soon Ae, dan semua langsung menggoda Joon. “Kau selalu begitu atau hanya pada urri Bong Sun?” tanya Ji Woong. Menurut mereka, Joon dan Soon Ae sangat cocok. Soon Ae santai saja mendekat pada Joon, benarkah? Min Soo mau memukul kepala Soon Ae karena kepergok pacaran, tapi ternyata mereka malah langsung bernyanyi, ‘Cong-ra-tu-la-tions! Congratulations!’


Sun Woo yang ada di sana kesal lagi, “Kalian tak mau menyiapkan makan siang?” Ji Woong berkata makan siang bukan hal yang penting sekarang karena ada pasangan baru di sini, Joon dan Bong.. JoonBong, bukankah mereka tampak cocok bersama? Mereka lalu lanjut heboh dan menyanyi ‘Congratulations’ lagi. Soon Ae bahkan ikut menari-nari bersama mereka, cuma Joon diam saja.

 
 

“Ya! Apa ini tempat untuk pacaran? Apa kalian semua di sini untuk bermain?” teriak Sun Woo kesal. Semua terdiam dan langsung pergi mengerjakan perintah Sun Woo. “Kalian bahkan tak memberiku es krim,” dumel Sun Woo lagi. Soon Ae dan Ji Woong sampai heran, ini karena ia tak kebagian es krim?


Restoran ramai saat makan siang. Soon Ae melirik Sun Woo di sela-sela cuci piringnya, tapi ia benar-benar diabaikan. Saat Sun Woo pergi ke gudang mengambil minyak, Soon Ae mengikutinya, bertanya apa Chef marah padanya? Tidak, jawab Sun Woo. Soon Ae tak percaya dan mendesak Sun Woo mengatakannya. “Apa.. karena kemarin?”

 

“Ya, aku marah. Kenapa? Karena kita sudah membicarakan ini, apa yang salah denganmu? Apa kau jual mahal?” Sun Woo kesal, Soon Ae yang minta menjalani semua pelan-pelan, tapi malah bersenang-senang dengan Joon, kau mau mulai selingkuh? Sun Woo sampai mengakui kalau Joon itu tangkapan bagus, penampilannya oke dan kompeten.

 
 

“Chef, kau tak sedang cemburu kan sekarang?” goda Soon Ae. Sun Woo jelas tak terima, “Aku Kang Sun Woo. Kau Na Bong Sun dan aku Kang Sun Woo. Kang Sun Woo.” Soon Ae berkata kalau Sun Woo salah paham, tapi ia tak bisa mengatakan alasannya karena sudah berjanji. Sun Woo jelas makin kesal, akhiri saja kalau begitu. Soon Ae merasa itu berlebihan dan berusaha membujuk, tapi Sun Woo tak mau dengar dan keluar dari sana. Soon Ae juga jadi kesal, ia tak bisa mengatakan apapun karena sudah janji pada Joon.


Soon Ae sudah mau bicara pada Sun Woo yang menunggunya sambil menahan marah di dekat tangga, tapi tak jadi dan berlalu ke dapur. Sun Woo tak percaya, Soon Ae pergi begitu saja.


Mood Sun Woo jadi buruk dan mencari-cari kesalahan Soon Ae. Katanya Soon Ae tak membersihkan kerang dengan baik, masih ada pasir di sela-selanya. Ia memarahi Soon Ae, bagaimana kalau pelanggan kehilangan gigi karena makan kerang dengan pasirnya? Ia keras begini bukan tanpa alasan, hal terpenting saat musim panas begini adalah membersihkan bahan makanan. Sun Woo tak mau menggunakan kerang itu, ganti menu spesial mereka dengan pasta udang.


“Min Soo, beritahu Na Bong untuk pergi membeli 5 kg udang,” suruh Sun Woo. Soon Ae hanya menatap kesal saat Min Soo mengulangi pesan Chef, “Ya, ya, aku pergi. Aku juga mendengarnya.” Setelah Soon Ae pergi, Ji Woong mengecek kerang yang menurutnya sudah bersih. Oho Kang Chef, your jealousy is on another level!


Soon Ae yang kesal mengomel sepanjang jalan, bagaimanapun status sosial atau kepribadiannya, pria tetap saja kekanakan. Ia lewat restoran ayahnya dan langsung masuk. Ayah yang sedang menelpon langsung menutup telponnya. Soon Ae jadi tak enak, lanjutkan saja telponnya, ia cuma mampir sebentar. Tak apa, jawab ayah, ini bukan panggilan yang bisa terjawab. Ia menelpon putrinya yang sudah meninggal, kadang ia mencoba menelpon saat merindukannya. Mungkin ini kedengaran gila, tapi ayah berpikir suatu hari putrinya akan datang entah dari mana dan menjawab telponnya, ‘Ayah, ini aku.’

 
 

Soon Ae jadi murung. Ayah tak bisa memutus langganan telponnya, meski ponselnya hilang. Soon Ae terkejut, “Ponselnya hilang? Apa mungkin.. sebuah kecelakaan?” Tapi tidak, ayah tak mengerti apa kesulitan putrinya sampai ia ingin mati, tapi ia meninggalkan dunia ini karena keinginannya sendiri. Soon Ae makin tak percaya, dirinya bunuh diri? Bagaimana mungkin ia melakukannya?


Yang ada diingatannya hanya saat dirinya terbenam di dalam air. Saat ayah keluar membeli jus, Soon Ae masuk kamarnya dan membuka diarynya. Anehnya, di sana ada 3 tiket pesawat ke Guam. 

 
 

Soon Ae ingat, ia merencanakan liburan bertiga di hari ulang tahun ayahnya yang ke 60. Ayah tak tau itu, karena meskipun berulang tahun, makan sup rumput laut sudah cukup baginya. Jadi diam-diam Soon Ae memesan paket liburan untuk mereka bertiga ke Guam. Tapi, ia bunuh diri seminggu sebelumnya?


Itu sangat mengganggunya sampai Soon Ae membawa diarynya diam-diam dan pamit saat ayah dan Kyung Mo kembali. Kyung Mo kesal sendiri karena Soon Ae pergi begitu melihatnya, ia yakin semua karena chef itu. Dari tatapan mereka ia tau itu, meski menduga Sun Woo bisa mendapatkannya karena uang. Ayah hanya tertawa.

 
 

Soon Ae menelpon seseorang dan membawa diary itu padanya.. Choi Sung Jae (andweeee, why him??). Sung Jae heran karena diary Soon Ae ada pada Bong Sun. Jadi Soon Ae beralasan mereka saling mengenal cukup lama, mereka masuk di kursus memasak yang sama. Tapi ia tak mendengar kalau Soon Ae bunuh diri, ia bahkan tak tau mereka tinggal di lingkungan yang sama. Ia baru-baru ini tau kalau Soon Ae adalah putri pemilik restoran dan menemukan diary itu.


Ia menujukkan tiket di diary itu pada Sung Jae, tiket ke Guam di bulan September, dan ayahnya juga berulang tahun di bulan September. “Bagaimana bisa seseorang yang menyiapkan liburan keluarga tiba-tiba bunuh diri? Bukankah itu aneh? Apa ada kemungkinan itu kecelakaan atau pembunuhan?”


Sung Jae yakin itu bunuh diri, ia ingat kalau Soon Ae mengirim pesan terakhir pada ayahnya. Soon Ae tetap tak mengerti, tak ada alasannya untuk bunuh diri. Sung Jae menduga itu karena depresi, tapi ia akan memeriksa filenya lagi kalau-kalau ada yang mencurigakan. Ia mengatakan itu sambil membuka-buka diary Soon Ae dan ada deretan angka aneh di sana, ‘2368’. Itu membuatnya meminta diarynya ditinggal, dengan alasan siapa tau ada yang berguna di sana. Waaait, itu angka apa? Aduh jadi berasa nonton Conan deh ada kode rahasianya, haha.


Sun Woo akhirnya tau kalau Joon terluka karenanya saat mendengar chef lain membicarakannya. Ia langsung merasa bersalah dan menanyakan keadaan Joon. Joon menenangkan itu tak begitu buruk, tapi Sun Woo tak percaya dan melihat sendiri lukanya. Makinlah Sun Woo merasa bersalah. Tapi ia jadi sadar, “Saat kau bersama Bong Sun tadi, apa dia mengoleskan salep untukmu?”


Joon membenarkan, ia minta Bong Sun tak memberitahu karena tak ingin membuat Sun Woo khawatir. Dan kali ini, Sun Woo merasa bersalah pada Soon Ae. Apalagi Soon Ae kembali dengan udangnya tanpa semangat sedikit pun. Yakinlah Sun Woo kalau Soon Ae benar-benar marah padanya.


Padahal Soon Ae hanya benar-benar tak mengerti kenapa ia sampai bunuh diri. Karena itu ia keluar dari tubuh Bong Sun, dan pergi mencari tau sesuatu. Ditinggalkan sendirian begitu, entah kenapa membuat Bong Sun merasa takut. Tapi kembali melihat Chef membuatnya merasa senang saat kembali ke tempatnya di bak cuci piring.


Sung Jae berdiri di pinggir jembatan, memikirkan kecurigaan Soon Ae tadi, dan mengeluarkan pisau lipat dari sakunya. (Yang entah kenapa pisaunya diblur)

 
 

Shaman Unni akhirnya punya pelanggan setelah sekian lama, tapi mereka malah kabur karena Soon Ae tiba-tiba muncul. Shaman Unni kesal sekaligus heran karena Soon Ae masih di sini, apa yang terjadi dengan liburannya? Menurut Soon Ae bukan itu yang penting sekarang, tapi orang-orang berkata ia bunuh diri. Bagaimanapun ia memikirkannya, rasanya itu tak mungkin. Ia sampai bertanya apa ada orang yang bunuh diri dan masih gentayangan? Shaman Unni mengiyakan, meskipun jarang, tapi mungkin mereka masih punya dendam atau urusan yang belum terselesaikan.

 
 

“Kau masih tak ingat kematianmu sendiri?” tanya Shaman Unni. Soon Ae mengangguk, tapi ini benar-benar aneh, kenapa aku melakukan hal semacam itu? Shaman Unni yakin Soon Ae punya alasan, tapi lebih baik ia cepat meninggalkan dunia, kalau ia terus berkeliaran dan waktu 3 tahun terlewati Soon Ae akan berubah menjadi roh jahat. Soon Ae mengiyakan, ia akan melakukannya, tapi ini sangat mengganggunya.


Bong Sun tak sabar menunggu privatnya dengan Chef, dan langsung kecewa saat Sun Woo mengiriminya pesan kalau tak ada pelajaran hari ini dan menyuruhnya langsung naik saja.


“Aku memaafkanmu, Na Bong Sun,” ujar Sun Woo mengagetkan Bong Sun yang melangkah tak bersemangat. Sun Woo mengaku kalau ia marah, tapi perasaan mereka makin dalam saat bertengkar, dan karena Bong Sun tak bisa hidup tanpanya, ia akan berbesar hati memaafkan Bong Sun (Are you really apologizing Chef? :p).


Ia bahkan membawa bunga yang tak ia suka (karena tak bisa dimakan), dan memberikannya. Karena Bong Sun sudah memegangnya, Sun Woo beranggapan mereka sudah tak lagi bertengkar. Dan selanjutnya couple ring yang juga tak ia suka. Tapi demi Bong Sun ia mau mengenakan miliknya, dan menaruh milik Bong Sun di kalung agar orang lain tak curiga. Ia bahkan memuji pilihannya sendiri karena Bong Sun hanya bingung menatapnya.

 
 

Tapi kemudian Bong Sun tersenyum, dan itu membuat Sun Woo refleks mengelus kepalanya (he always did that to the ‘real’ Bong Sun). Sun Woo lalu memeluknya, “Kau benar-benar membuatku gila, Na Bong Sun.”


Soon Ae yang frustasi karena tak bisa mengingat apapun kembali ke Sun Restoran. Ia tak sabar melihat Chef agar merasa enakan. Tapi yang dilihatnya adalah Sun Woo yang memeluk Bong Sun. Sun Woo yang berjanji kalau tak akan salah paham lagi. Sun Woo yang berkata ia menyukai Bong Sun lebih dari apa yang ia pikirkan. Dan Sun Woo yang akan mencium Bong Sun.

 
 

Itu membuat Soon Ae berlari mendorong Bong Sun sampai terjatuh. Bong Sun menatapnya tak percaya. Soon Ae langsung shock begitu kembali pada kesadarannya dan berlari dari sana. Ia ketakutan melihat tangannya sendiri dan terus menerus menyangkal, ia pasti sudah gila.


Ketakutannya berubah menjadi roh jahat membuat Soon Ae meminjam tubuh Bong Sun saat tidur dan menulis surat untuknya. Bong Sun terbangun, dan melihat surat itu di bantalnya.


Na Bong Sun, terimakasih untuk semuanya. Maafkan aku karena pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padamu. Tapi, aku tak bisa lagi tinggal di tubuhmu. Aku takut perasaanku akan terus berkembang dan aku ingin terus ada di sampingnya. Dan aku takut aku tak bisa memenuhi janjiku padamu. Bahkan tanpaku, segalanya akan berhasil antara kau dan dia. Dengan tulus aku ingin kau bahagia. Hal terakhir yang ingin kukatakan padamu adalah, kau harus melakukan yang terbaik untuk mencintai saat kau masih hidup. Tidak hanya pada orang lain, tapi dirimu juga.

 
 

Sadarlah Bong Sun kalau Soon Ae juga menyukai Chef. Ia mencari Soon Ae kemanapun tapi tak menemukannya, bahkan di restoran ayahnya. Karena Soon Ae ada di tempat lain, dengan Shaman Unni yang memeluknya yang menangis.


Sun Woo tiba-tiba terbangun karena mimpi buruk, dan tak bisa tidur lagi karena ‘Stalker’ anjingnya terus menggonggong. Sun Woo keluar dan mendapati pintu Bong Sun yang terbuka.


Bong Sun benar-benar tak tau apa yang harus dilakukannya sekarang. Ia masih ada di jalan besar saar Sun Woo menelponnya khawatir, “Di mana kau? Kemana kau pergi setelah meninggalkan pintumu terbuka begitu saja?” Bong Sun terbata-bata berkata ada yang harus dilakukan di dekat situ.

“Kau benar-benar gila, kau tau sekarang jam berapa? Hey, kau! Berjalan dengan kepala tertunduk seperti itu malam-malam begini, bagaimana kalau kau jatuh?”


Bong Sun heran darimana Sun Woo tau dan langsung melihat sekeliling. Dan Sun Woo-nya sudah ada di seberang jalan, melambai padanya. Bong Sun terdiam. Batinnya bergolak.


Benar. Aku tak bisa mundur di sini. Chef memanggilku. Menungguku karena ia peduli. Aku sudah menyukainya selama ini, dan betapa sulitnya untuk mendapatkan hatinya? Aku hanya akan memikirkan diriku sendiri. Hanya kali ini. Aku akan menjaganya. Aku akan melakukan apapun untuk tetap memiliki hatinya.


Bong Sun lalu berlari dan langsung memeluk Sun Woo. Jelas Sun Woo bingung tapi lalu tersenyum, “Aigoo, kau jauh cinta padaku sebegini dalamnya. Yah memang sulit untuk keluar sekali kau jatuh cinta padaku.” Sun Woo mengerti sekarang, jadi Bong Sun bisa melepaskannya. Tapi Bong Sun tak mau dan memeluk Sun Woo makin erat.


“Di tengah jalan begini? Apa kau manic lagi? Sebelumnya kau bahkan tak membiarkanku menyentuhmu. Tarik ulur memang hobimu,” keluh Sun Woo setengah hati lalu balas memeluk Bong Sun sambil tersenyum lebar.




Komentar:
Uwaa, that hug! Aku bisa replay berkali-kali dan nggak bosen. Na Bong Sun, fighting!

2 comments:

  1. So swett.. senyum2 sendiri deh...♡ poor soon ae

    ReplyDelete
  2. Mama nya chef yg jd mama nya kim hye jin ya di achiara secret, hihi, beda bgt peran nya, tp okee tetap suka..
    Makin lucu aja couple ni,, 😊

    ReplyDelete