Monday, August 17, 2015

Sinopsis Oh My Ghost Episode 13 Part 2


Bong Sun terbangun di tempat yang asing, dengan ayah Soon Ae dan Kyung Mo di sampingnya. Rupanya ayah menemukan Bong Sun yang pingsan saat ayah olahraga pagi. Kyung Mo memberitahu kalau ia sangat takut saat ayahnya menelpon, dan kakinya terus gemetar karena menggendongnya pulang.

 
 

Bong Sun minta maaf sudah merepotkan dan beranjak bangkit. Ayah menghentikannya, kemana kau mau pergi dalam keadaan seperti ini? Dan melihat bawaan Bong Sun, ayah tau kalau Bong Sun meninggalkan pekerjaannya. Ayah ingin Bong Sun istirahat saja dulu di sana. Bong Sun ingin menolak, ia akan ke rumah neneknya, tapi Kyung Mo langsung tanya apa neneknya akan bahagia melihatnya seperti ini? Kalaupun akan pergi, setidaknya nanti saat sudah baikan, Kyung Mo khawatir Bong Sun nanti pingsan lagi.


Ayah membenarkan, lagipula Bong Sun sudah melakukan banyak hal untuk mereka. Dan kamar ini adalah kamar putrinya, jadi Bong Sun bisa menggunakannya sementara waktu. Barulah Bong Sun mengiyakan. Ayah lalu mengajak Kyung Mo yang awalnya enggan untuk pergi agar Bong Sun bisa istirahat.


Sung Jae yang mencari keberadaan Soon Ae mendatangi restoran ayah yang saat itu sepi. Tak ada siapapun, Sung Jae lalu berbalik pergi.


Soon Ae menyapa ayahnya yang pagi-pagi sudah sibuk membuat bubur. Ia cerita kalau perasaannya tak enak karena Sung Jae, juga karena Na Bong Sun, dan itu semua bukan yang ia inginkan. Tapi melihat bubur yang dimasak ayah Soon Ae sedikit heran, apa Kyung Mo sakit? Pertanyaannya baru terjawab saat ayah membawa bubur itu ke kamarnya untuk Bong Sun.

 
 

Soon Ae kaget melihat Bong Sun ada di sana. Dan ayah bingung melihat Bong Sun seperti melihat hantu padahal ia yang datang, haha. Ayah minta Bong Sun makan lalu pergi sambil menatap arah pintu penasaran. Bong Sun tersenyum dan berterimakasih.


Soon Ae lega melihat Bong Sun di kamarnya, ia sudah khawatir tadi saat tak menemukannya. Tapi ia tak bisa menahan diri tak bertanya apa Bong Sun pergi karenanya? Bong Sun hanya diam, dan itu membuat Soon Ae merasa bersalah. Ia tak menyangka semuanya jadi sejauh ini. Bong Sun jujur kalau ia sedikit marah, tapi setelah dipikirkan lagi, setengahnya adalah salahnya. Setidaknya ia punya sedikit kenangan dengan Chef, seseorang yang bahkan tak berani ia tatap sebelumnya. Bong Sun yang begitu baik membuat Soon Ae merasa makin bersalah.


Tapi daripada terus merasa bersalah, ada sesuatu yang lebih penting. Akhirnya Soon Ae bisa memberitahu kalau mobil yang hampir menabrak Bong Sun waktu itu adalah perbuatan Sung Jae. Bong Sun kaget, kenapa Officer Choi melakukan itu? Soon Ae juga tak tau, ia harus mencari tau dulu. Dan selama itu Bong Sun tak boleh terlihat oleh Sung Jae, dan tetap tinggal di dalam. Soon Ae akan menemukan apa yang ia bisa dan kembali.


Sebelum pergi, Soon Ae berbalik dan berkata kalau ia akhirnya sadar dendamnya bukan karena mati perawan. Oh finally, we’re waiting for ages for you to realize you know, gwishinnim!


Di Sun Restoran, Sun Woo tampak lebih bersemangat dari biasanya. Tapi itu membuat semua khawatir. “Bong pergi seperti itu, tapi Chef pasti tak peduli sama sekali,” gumam Dong Chul. Ji Woong yang sudah merasa dekat dengan Bong Sun sedikit banyak merasa dikhianati.


Tapi untuk pertama kalinya, Min Soo menduga sesuatu dengan benar, menurutnya Sun Woo sama sekali tak tampak baik-baik saja. Ia sudah lama mengenal Chef, dan kebiasaannya, semakin besar masalahnya, semakin ia berpura-pura baik-baik saja. Dari matanya, terlihat kalau Chef sedih.

 
 

Dan ya, saat sendirian di gudang, kepura-puraan Sun Woo runtuh dan ia tertunduk sedih. Mereka yang mengintip dari pintu akhirnya sadar kali ini Min Soo benar, dan langsung khawatir.

 
 
Officer Kang, polisi wanita rekan Sung Jae dan Officer Han yang baru masuk kembali setelah absen sakit memaksa diri membawa kardus berat. Tak cuma lemah, ia juga ceroboh. Officer Han mau membantunya, tapi ia kembali mengambil kardus itu dan malah terjatuh. Officer Han sampai komentar bagaimana bisa seorang polisi sangat lemah seperti itu? Sung Jae ikut mengamati sambil senyum, tapi menurutnya sekarang Officer Kang sudah tampak lebih sehat, biasanya ia selalu tampak pucat karena anemia.

 
 

Soon Ae datang ingin mengawasi Sung Jae, dan melihat Officer Kang yang kelelahan setelah membawa kardus tadi membuatnya tergoda merasukinya. Officer Kang yang sudah dirasuki Soon Ae kembali masuk, dan saat Sung Jae membuka lacinya, ia melihat diarynya ada di sana.


Soon Ae langsung memberitahukan itu ke Shaman Ahjumma. Sekarang baru ia merasa aneh karena Sung Jae bersikeras menyimpan diarynya. “Berarti ada sesuatu yang penting di sana,” simpul Shaman Ahjumma. Soon Ae yang bertanya-tanya apa itu langsung dapat pukulan Shaman Unni, “Itu diarymu!”


“Benar juga,” sahut Soon Ae, haha lawak ah! Soon Ae berusaha mengingat, tapi yang muncul hanya saat ia terbenam di air, dan musik yang aneh. Shaman Unni minta Soon Ae tak memaksa diri untuk mengingat, yang penting mereka harus mendapatkan diary itu.


Selagi mereka bicara, Shaman Unni kehabisan minuman dinginnya padahal cuaca sangat panas. Soon Ae berusaha membantu dan menghembuskan udara dingin ke Shaman Unni.. berkali-kali. Haha, Shaman Unni tak mau kalah, tapi begitu dia yang menghembuskan napas, Soon Ae langsung tutup hidung. Bauu!


Selepas kerja, para chef kita yang perhatian mengajak Sun Woo minum bersama. Sun Woo berkata ia lelah dan hanya menyodorkan kartu kreditnya. Tapi mereka tak mau, Sun Woo harus ikut. Joon bahkan turun tangan, ia juga ikut hari ini. Semua terus meneriakkan nama ‘Kang Sun Woo, Kang Sun Woo!’ sampai akhirnya Sun Woo bersedia ikut.

 
 

Mereka minum bir bersama. Berusaha membesarkan hati Sun Woo, Dong Chul berkata lebih baik pria semua seperti ini, karena wanita hanya menyebabkan masalah. Ji Woong membenarkan, bahkan ada suatu pepatah dari Italia yang mengatakan, “Saat kau berhadapan dengan sapi, lihat depanmu. Dengan kuda, lihat belakangmu. Tapi dengan wanita, lihat ke semua arah.”


Haha, Min Soo tak percaya, bukannya itu pepatah dari Jeolla-do? Ji Woong tertawa, poin pentingnya adalah semua wanita itu penuh trik. Jadi mereka tak butuh wanita.. satupun! Min Soo lalu menegaskan kalau siapapun yang berkhianat dan berkencan dengan wanita, ia akan menghilangkan kejantanan mereka semua. Semua langsung tertawa, termasuk Sun Woo.


Di depan toilet, Joon akhirnya mengatakan kekhawatirannya pada Sun Woo, “Kau tak akan menyerah soal Bong Sun kan?” Joon berkata Bong Sun gadis yang baik, Bong yang ia tau.. sejak pertama kali ia datang, ia selalu menatap Sun Woo, saat mencuci piring, saat melayani pelanggan, dan bahkan saat sedang istirahat.


“Matanya selalu menatapmu, Chef. Aku menaruh hormat padamu, tapi kalau kau membiarkan Bong pergi seperti ini kurasa aku akan kecewa padamu.” Joon tau ia melewati batas, tapi ia hanya ingin dua orang yang ia sukai bahagia.


Officer Kang yang dirasuki Soon Ae mendapat kesempatan saat rekan polisinya yang lain, termasuk Sung Jae pergi keluar untuk makan. Sung Jae sempat heran karena biasanya Officer Kang takut sendirian, tapi Soon Ae berdalih ia sudah biasa sekarang, dan lagi ia seorang polisi. Sung Jae tak tampak curiga dan pergi dengan yang lainnya.


Begitu semua pergi, Soon Ae berusaha keras membuka laci Sung Jae dengan obeng, tapi seseorang mengagetkannya.. Officer Han. “Apa mungkin.. kau punya alasan untuk curiga pada Officer Choi?” selidik Officer Han.


Terpaksa Soon Ae mengarang soal uang suap dan semacamnya, dan beralasan tak bisa mengatakan detailnya karena perintah atasan. Officer Han mengangguk-angguk dan berkata jujur kalau ia juga mencurigai Sung Jae atas tindakan penyerangannya. Saat itu ia baru kembali dari menyelamatkan CCTV di tempat kecelakaan Eun Hee, tapi sebelum tak sadarkan diri, sepertinya ia melihat Sung Jae. Menurutnya, Sung Jae pasti mencoba menutupi kejahatannya.


Soon Ae tak percaya, bagaimana bisa ia melakukan itu? Officer Han juga tak mengerti, sekarang semua hanya kecurigaannya, tapi ia akan yakin begitu mendapatkan hasilnya. Ia sudah mengamankan barang bukti yang akan mengungkap pelakunya dengan tepat. Dan Officer Han hanya perlu menunggu hasilnya. Saat itu, Sung Jae tak akan bisa kabur kemanapun.

 
 

Sung Jae akhirnya makan bersama rekannya di restoran ayah. Officer Han berkata akan kembali, tapi keberadaannya masih tak tampak. Sung Jae mengawasi sekeliling, tapi tak ada siapapun. Bong Sun sebenarnya hampir keluar, tapi lalu buru-buru sembunyi saat sadar Sung Jae mencarinya.

 
 

Sun Woo masuk ke kamar Bong Sun yang kosong. Ia bersandar dinding, seperti yang biasa dilakukan Bong Sun. Tak sengaja pandangan Sun Woo tertuju pada kertas-kertas sobekan Bong Sun di bawah rak. Sun Woo mengeceknya, dan ia melihat gambar yang pernah ia lihat di Sunshine’s blog.


Itu membuat Sun Woo curiga dan kembali ke kamarnya untuk mengecek blog ‘You are my sunshine’. Di sana ada postingan soal sunshine yang pergi makan buckwheat pancake bersama seseorang yang berkata mereka yang memasak itu seperti konduktor sebuah orkestra di dapur. Sun Woo tersadar, itu persis kata-katanya pada Bong Sun saat mereka makan pancake.


Jika aku menyempurnakan pemahaman akan bahan, aku diberitahu kalau aku bisa memasak sesuai keinginanku kemanapun aku pergi. Mencoba segala jenis bumbu, dan  secangkir teh jahe akan membantu menghilangkan rasa aneh dari mulutmu.


Postingan itu mengingatkan Sun Woo saat ia menyuruh Bong Sun mencicipi berbagai macam jenis garam, juga minyak zaitun. Dan postingan resep bubur kubis dan balasan sunshine kalau ia sedang memakan bubur yang sebenarnya buatan Sun Woo membuatnya yakin, sunshine adalah Bong Sun. Sun Woo langsung mencari resume Bong Sun, dan pergi ke rumah neneknya di Kyunggi-do.


Sementara itu Bong Sun juga sedang membuka blognya, ingin berterimakasih pada semua yang sudah membacanya, tapi tulisan itu lalu dihapusnya lagi. Kyung Mo mengetuk dan membawakan es krim karena Bong Sun tak makan seharian. Bong Sun tersenyum mengembalikannya, ia sedang tak ingin makan es krim. Kyung Mo marah, kau harus makan untuk hidup! Dan ia tak suka Bong Sun bicara padanya dengan formal, seolah menciptakan batas antara mereka berdua. Ini semua karena Kang Sun Woo kan?


Menurutnya Bong Sun bodoh, jika ia diabaikan dan lebih memilih Kang Sun Woo, setidaknya Bong Sun harus bahagia. Tapi Bong Sun malah dicampakkan, keluar dari pekerjaannya, dan bahkan tak bisa makan. “Kau bodoh. Kenapa kau menyukai seseorang sepertinya?” omel Kyung Mo lalu pergi. Bong Sun bingung, tapi tampak tak memikirkan kata-kata Kyung Mo barusan. Haha, Kyung Mo marah-marah aku kok pengen ngakak ya, abisnya delulu banget anak itu...


Mobil Sun Woo bahkan belum mendekat, tapi nenek Bong Sun sudah tau kalau akan ada tamu yang datang. Sun Woo akhirnya sampai dan masuk, bertanya apa ini rumah nenek Na Bong Sun? Nenek membenarkan, sekali melihat ia tau Sun Woo dari Seoul dan seseorang yang bekerja menggunakan pisau. Sun Woo mengangguk dan mengenalkan diri sebagai senior Bong Sun di restoran.


“Oh! Kau memilih karir yang bagus. Horoskopmu menunjukkan 4 positif ‘yang’, kau seharusnya menjadi artis atau tentara yang memegang senjata. Itu tak buruk. Kau sangat cocok dengan Bong Sun-ku yang punya semua 4 ‘yin’.”


Sun Woo hanya mengiyakan dengan sopan sambil melihat sekeliling mencari keberadaan Bong Sun. Sadar Bong Sun tak ada di sana dan tak ingin nenek khawatir, Sun Woo berdalih ia kebetulan punya urusan di daerah ini, dan mampir untuk menyapa karena Bong Sun pernah memberitahunya kalau neneknya tinggal di dekat situ.

Nenek senang, dan menyuruh Sun Woo duduk. Tak enak, terpaksa Sun Woo duduk, tapi canggung harus bicara apa. Jadilah ia bilang Bong Sun baik-baik saja di sana. Nenek tau itu, ia tak pernah mengkhawatirkan Bong Sun. Ia selalu sangat dewasa bahkan di sejak kecil. Nenek cerita Bong Sun kehilangan orang tuanya saat masih kecil, dan tumbuh tanpa kedamaian karena nenek yang seorang shaman, tapi ia tak pernah mengeluh. Ia akan menyiapkan makanan setiap pagi dan malam, dan menunggu nenek pulang.

 
 

Bong Sun-nya benar-benar baik, tapi akan lebih baik kalau ia tak mewarisi darahnya. Sejak kecil Bong Sun bisa melihat hantu, ia tumbuh sangat kesepian tanpa teman satupun.  Tanpa sadar nenek menangis saat cerita itu, ia lalu bangkit dan menyuruh Sun Woo duduk saja di situ sambil ia membelikan soda. Sun Woo mau menolak, tapi nenek tetap minta Sun Woo menunggu.

 
 

Meski yang dicarinya tak ada di sana, Sun Woo bisa membayangkan bagaimana Bong Sun menyiapkan makanan untuk neneknya sendirian, dan menunggunya sambil terkantuk-kantuk. Sadarlah Sun Woo kalau Bong Sun sama kesepiannya seperti dirinya.


Sun Woo yang lesu kembali ke Sun Restoran. Kyung Mo sudah menunggunya, ia tak suka Sun Woo tampak baik-baik saja setelah mempermainkan gadis tak berdosa dan menendangnya. Sun Woo tak mengerti, tapi Kyung Mo malah menamparnya.


“Kau ingin tau? Kau benar-benar tak tau apa yang kubicarakan? Kenapa kau melakukan itu pada Na Bong Sun? Kenapa kau menyakiti gadis lemah itu? Aku tak pernah bertemu orang yang sangat ceria dan positif selain kakakku, tapi apa yang kau lakukan sampai ia tampak rapuh seperti itu dalam semalam? Dia bahkan tak bisa makan sesendok nasi!”


Sun Woo heran, “Bagaimana kau tau ia tak makan?” Kyung Mo teriak karena Bong Sun ada di rumahnya! Jawaban itu membuat Sun Woo langsung pergi dan berlari tanpa mengatakan apapun lagi. “Bahagialah,” pinta Kyung Mo. Aaaww, urri Kyung Mo isnt completely useless!

Bong Sun keluar restoran untuk menerima telpon neneknya, ia berkata kalau tak ada yang terjadi dan ia baik-baik saja. Nenek memberitahu kalau seseorang datang tadi. Bong Sun bingung, “Siapa? Siapa yang datang?” Dan Bong Sun langsung mendapatkan jawabannya.

 
 

“Na Bong Sun!” teriak Sun Woo kelelahan setelah berlari sepanjang jalan. Bong Sun menoleh kaget, Chef... Perlahan Sun Woo berjalan mendekat, “Jadi kau masih hidup? Kau cuma pergi sejauh ini dan sengaja tinggal di sini agar aku datang padamu, iya kan?”


Bong Sun menyangkal, tapi Sun Woo sudah menariknya ke pelukannya. Dengan suara bergetar Sun Woo minta Bong Sun tak salah paham, ia tak berlari ke sini karena ia sudah memaafkan Bong Sun yang membohonginya. Ia hanya sangat khawatir. Ia memeluk Bong Sun karena hatinya berkata begitu, jadi ia hanya akan memeluk Bong Sun dan diam seperti itu sebentar.


“Aku merindukanmu,” gumam Bong Sun. Sun Woo tak mendengar sama sekali, jangan bicara seperti nyamuk. “Kubilang aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu, Chef!” ulang Bong Sun.


Sun Woo melepas pelukannya, “Aku sudah memikirkannya dan yakin akan satu hal. Bahkan sebelumnya, jauh sebelum kau dirasuki hantu, aku sudah mengawasimu, memikirkanmu, dan mengkhawatirkanmu. Jadi, jangan menghilang dari pandanganku lagi. Aku akan gila karena khawatir.”


Bong Sun langsung memeluk Sun Woo. “Kau mengerti?” tanya Sun Woo. Bong Sun mengangguk, dan memeluknya makin erat. Sun Woo membalas pelukannya dan akhirnya bisa bernapas lega.



Komentar:
Aaaah, aku juga lega! Surprise banget mereka putus, pisah, dan baikan cuma dalam 1 episode. Kupikir aku masih bakalan nangis-nangis episode 13 ini, tapi yang ada malah senyum-senyum sendiri sama endingnya. Entah itu endingnya udah kutonton berapa puluh kali, begitu cut tvN keluar langsung donlot dan direplay mulu, pas donlot raw juga, pas subnya udah ada juga! Haha, tetep aja bikin senyum-senyum.

Gomawoo, SW-nim, you're jjang! This is beyond my expectation. Pantes aja ratingnya sampe 5%. Buat ukuran tv kabel, rating 2% aja itungannya udah bagus, apalagi sampe 5%.

3 comments:

  1. Akhir nya sinopsis nya keluar juga....♡

    ReplyDelete
  2. Admin... Kita sama... Ini drama yg paling banyak aku ulang2 nntonnya.. Gk tggung2 ulang dr eps.1... suka bgt am chef kang... Dy jjang keren coool bgt... Aku suka sufatnya...

    ReplyDelete
  3. Berkali2 nnton ni drama...ga ad bosen2ny......daebak....
    Dah tamat msh pgen nnton lg....ga ad kta abis dah buat ni drama. .

    ReplyDelete