Thursday, January 9, 2014

Sinopsis Prime Minister and I Episode 8 Part 1


Da Jung yang mengejar Woo Ri tak sadar kalau lampu lalu lintas berubah merah dan sebuah truk besar mendekat ke arahnya. Da Jung shock tak dapat bergerak, dan seseorang menyelamatkannya.. Kwon Yul. Mereka berguling ke sisi jalan dan tangan Yul menahan tubuh Da Jung. Woo Ri yang ada di seberang jalan terkejut melihat kejadian barusan. Da Jung juga kaget melihat Yul dan bertanya bagaimana bisa Yul ada disini? Yul yang khawatir memarahi Da Jung, “Bagaimana bisa kau berlari seperti itu?”

Saat berusaha bangun, Yul mengaduh kesakitan karena tangannya. Da Jung cemas, “Apa kau baik-baik saja, Jongri-nim?”


Di kantor PM, Hye Joo sedang mengadakan konfrensi pers saat seseorang datang dan membisikkan tentang kecelakaan yang menimpa PM Yul. Hye Joo langsung memberitahu para reporter bahwa PM Yul ada di rumah sakit karena kecelakaan mobil, detail selanjutnya akan menyusul dan Hye Joo segera meninggalkan konferensi pers. 

Para reporter langsung heboh, termasuk dua rekan Da Jung dari Scandal News. Hee Chul mencoba menghubungi Da Jung, tapi Da Jung tak bisa menjawab telponnya. “Aah, Da Jung noona kedengarannya sangat panik, dia pasti sudah ada di RS”, kata Hee Chul. Bos Go membenarkan, bagaimana bisa ia tenang-tenang saja kalau suaminya kecelakaan dan ada di RS. Hee Chul merasa masa depan benar-benar tak dapat diprediksi, sepertinya belum lama PM menyeretnya ke kantor polisi dan menuduhnya sebagai stalker. Reporter Byun mendekat ke arah mereka dengan mencurigakan, dan bos Go yang baru sadar ada reporter Byun, tentu saja langsung menatap curiga.


Hye Joo sampai di RS yang sudah penuh dengan reporter yang menanyakan keadaan Yul. Da Jung yang ada di kamar rawat bersama In Ho mengkhawatirkan kondisi Yul. In Ho menenangkan, meski kita masih harus menunggu hasilnya, tidak akan ada yang serius. In Ho melihat Da Jung yang masih panik dan bertanya apa Da Jung khawatir. “Tentu saja, dia terluka karenaku”, jawab Da Jung.


Hye Joo tak kalah panik dan tergesa-gesa masuk kamar rawat Yul dan mencari-cari dimana Yul sekarang. In Ho berkata kalau PM sedang melakukan X-Ray dan akan segera ada disini.

Hye Joo: “Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana PM sampai terluka seperti ini?”


Yul masuk dan bertanya mengapa mereka semua ada di sini. Hye Joo langsung bertanya apa Yul baik-baik saja? Yul menjelaskan kalau kakinya sakit karena nyeri otot, aku hanya perlu istirahat dan otot jariku sedikit tertekan, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Hye Joo bertanya kenapa jari Yul bisa terluka? Yul mengingat kejadian saat ia menyelamatkan Da Jung dan hanya berkata itu terlalu panjang untuk dijelaskan, tapi matanya menuju ke Da Jung, anggap saja aku kejatuhan batu seberat 50 kg. Da Jung tak terima, aku tak seberat itu. Hye Joo akhirnya sadar, jadi anda terluka seperti ini karena menyelamatkan Nam Da Jung? Yul tak sepenuhnya membenarkan dan meminta Hye Joo untuk membereskan keributan di luar dan menyuruh In Ho menunda rapat kabinet. Keduanya keluar, setelah Hye Joo menatap kesal pada Da Jung.


Hye Joo masih penasaran, dan bertanya lagi pada In Ho. In Ho hanya berkata semua ini karena Woo Ri, dan tanyakan langsung pada PM nanti, dan meninggalkan Hye Joo yang beneran masih penasaran. Haha, kasian Hye Joo, nggak ada yang mau njelasin ke dia.


Di kamar RS, suasana sedikit awkward saat Da Jung akhirnya memberitahu kalau ia meminta Woo Ri pulang ke rumah lebih dulu. Yul hanya mengangguk-angguk dan bertanya apa Da Jung baik-baik saja? Da Jung mengiyakan, ia sudah melakukan beberapa tes dan semua baik-baik saja. Da Jung meminta maaf sungguh-sungguh, Yul terluka karenanya.

“Jadi mengapa kau datang menyelamatkanku dan jadi terluka seperti ini?”

“Lalu haruskah aku membiarkanmu tertabrak?”

Da Jung meralat, maksudku tadi pagi kau bilang aku bukan istri sungguhanmu jadi sebaiknya aku tidak ikut campur. Yul bilang meskipun ini pernikahan kontrak, aku berjanji memenuhi tugasku sebagai suami, apa kau lupa? Aku berpikir tentang mengapa kau tidak memberitahuku tentang Woo Ri, kau juga berjanji akan memenuhi tugasmu sebagai istri sebaik mungkin, ya kan?


Da Jung tampak ragu sebelum menjawab kalau itu bukan satu-satunya alasan. Yul bertanya apa maksudnya? Da Jung hanya tersenyum. Seorang perawat masuk dan memberikan tagihan RS pada Yul. Yul mengecek tagihannya dan kaget, “Apa ini? Check up kanker payudara, check up tiroid, check up kanker rahim?”. Hahaa, Da Jung berusaha merebut kertas tagihannya tapi nggak berhasil. Yul bertanya kenapa Da Jung melakukan semua tes ini? Da Jung menyangkal, dokter yang menyuruhnya, katanya pemeriksaan itu penting untuk wanita yang sudah menikah, ia tak punya pilihan. Tak mungkin aku memberitahukan soal pernikahan kontrak.

Yul kesal dan minta Da Jung berhenti bicara sebelum ia perlu mengecek tekanan darahnya dan menyuruh Da Jung segera ganti baju, hahaa.


Yul dan Da Jung keluar kamar, di luar sudah banyak reporter menunggu. Da Jung memegang lengan Yul, Yul tanya apa mereka harus keluar berpegangan seperti ini? Da Jung minta Yul menganggapnya sebagai penopang dan bersandar padanya. “Penopang? Apakah ada penopang yang tak nyaman seperti ini”, tanya Yul. Da Jung berkata kalau posisi Yul yang aneh, jadi Yul memindah tangannya ke.. bahu Da Jung. Dan Da Jung langsung membeku, waktu Yul menyuruhnya jalan lagi, Da Jung sampe telat merespon. Aw. Sementara itu, Hye Joo dan In Ho cuma bisa memperhatikan dengan muka masam.



Da Jung dan Yul pergi tanpa menjawab satupun pertanyaan reporter, termasuk Bos Go dan Hee Chul yang berteriak-teriak memanggil Da Jung. Bos Go kesal, Da Jung bahkan tak melirik sedikitpun, apa dia reporter Nam yang kita kenal? Hee Chul berpikiran positif, mungkin saja ia takmendengar kita. Dan kayaknya emang Da Jung nggak denger, orang nunduk dan buru-buru pergi.


Sementara itu reporter Byun sibuk di kantor polisi dan mengorek informasi soal Yul.


Man Se muncul dari pintu kecilnya yang super cute dan memberitahu Hyungnya kalau ayah mereka sudah pulang. Woo Ri cuma berbalik menatap Man Se, merasa terganggu. Man Se tau itu, dan buru-buru mengucapkan selamat malam. Haha.


Saat baru masuk kamar, Da Jung mengingatkan Yul untuk bicara pada Woo Ri. Yul hanya menjawab nanti. Yul melepas jasnya dan Da Jung buru-buru menawarkan bantuan. Awalnya Yul menolak, tapi Da Jung memaksa, dia penyebab Yul terluka begini. 



Da Jung membantu Yul melepas jasnya, dasinya, dan... kemejanya. Tapi Yul bener-bener menolak untuk yang terakhir, malah tarik-tarikan, sampe kancing kemeja Yul terlepas, ups. Da Jung berbalik, malu. Yul kesal, “Nam Da Jung-ssi, apa kau mesum?” Da Jung tak terima, bukannya ia mesum, kau saja yang berpikiran cabul, aku hanya membantumu tanpa perasaan pribadi. Giliran Yul yang nggak terima. “Cabul? Cepat keluar!”, usir Yul sambil menutup bagian atas kemejanya. Da Jung buru-buru keluar dan tidur di kamar Man Se.


Hye Joo minum sendirian dan menelpon In Ho untuk minum dengannya. In Ho menolak karena ia sedang bertemu seseorang yaitu... Park Joon Ki. 


Joon Ki bertanya mengapa In Ho membantunya? In Ho punya alasan pribadi untuk ini, apa Joon Ki masih tak mempercayainya? Joon Ki meminta In Ho memberi bukti kalau pernikahan Kwon Yul adalah kebohongan. In Ho tak bisa melakukan itu, tujuannya adalah Kwon Yul, bukan Da Jung. Hanya karena tanpa cinta, bukan berarti tak akan ada pernikahan kan? Joon Ki bertanya apa yang akan In Ho dapat dari memprovokasinya? In Ho, “Aku akan menutup mata PM Yul, dan anda harus mengikat tangan dan kakinya sampai ia tak bisa bergerak sampai akhir hidupnya, pada kondisi vegetatif”. Dang Kang In Ho, you’re so scary!


Madam Na sibuk di kamarnya, mencari cara agar suaminya mau memperhatikannya. Saat Joon Ki pulang, Madam Na berusaha menggoda Joon Ki, tapi tetep suaminya lempeng2 aja, haha. Kasian juga ya ahjumma satu ini. Tapi waktu Madam Na keluar kamar, Joon Ki senyum tipis lho.


Yul di ruang kerjanya sedang melihat foto ketiga anaknya, dan tampak memikirkan sesuatu. Da Jung masuk dan membeku saat melihat Yul berdiri memandang keluar jendela, terpesona. 


Da Jung baru sadar saat Yul memanggilnya. Da Jung cepet-cepat berkata kalau sarapan sudah siap dan keluar. Da Jung heran dengan jantungnya yang berdegup kencang dan bertanya-tanya mengapa ia seperti ini. Aw.



Di kamar, Da Jung kembali terpesona pada Yul yang siap-siap berangkat kerja, sampe tangannya tertusuk jarum pas jahit boneka. Di mata Da Jung, Yul amat sangat bersinar. Double aw.


Da Jung berlatih kendo sendirian di halaman sambil bergumam kalau ia harus fokus. Yul tiba-tiba muncul dan membenarkan posisi Da Jung. Yul mengajari Da Jung dan memujinya yang ingin belajar sesuatu dan menyuruh Da Jung berlatih lagi mulai besok pagi. Da Jung protes, di musim dingin seperti ini? Yul tanya balik, “mengapa kau peduli dengan musim ketika berolahraga?”. Da Jung terpaksa mengiyakan, dan heran mengapa Yul pergi kerja di hari Sabtu? Yul memberitahu kalau ia akan ke Blue House.


Yul bertemu dengan Presiden di Blue House, membahas soal pelabuhan internasional. Presiden masih tampak keberatan soal itu dan Yul meminta Presiden membuat pilihan yang bijaksana dan tepat di depan sejarah dan warga.


Yul dan Hye Joo keluar Blue House bersama. Hye Joo bertanya apa yang akan Yul lakukan kalau presiden tak setuju dengannya? Yul tak yakin, mungkin aku harus berkemas dan pergi. Hye Joo tertawa dan berkata akan mentraktir Yul makan siang. Tapi urri Jongri-nim sudah berencana untuk makan siang dengan anak-anak. Yul akan menelpon Da Jung untuk menunggunya makan, tapi Hye Joo mengingatkan kalau di hari Sabtu Da Jung pergi menjenguk ayahnya di RS. Yul baru ingat dan tampak kecewa.


Di RS, ayah Da Jung heran mengapa Da Jung dan In Ho datang bersama, apa In Ho tak mendampingi Yul? In Ho menjawab kalau ini Sabtu dan ia mengambil hari libur. Da Jung menjelaskan kalau In Ho datang untuk kakaknya dan ia pergi bersamanya. Ayah Da Jung menanyakan kondisi kaki menantunya. Da Jung meralat, bukan kaki, tapi jarinya yang terluka. Ayah Da Jung bersikeras kalau kaki dan jari itu sama, haha. Ayah bercerita kalau menantunya sangat terkenal, bahkan ada yang menanyainya bagaimana anaknya bisa bertemu dengan Yul. In Ho curiga yang bertanya itu reporter dan meminta ayah Da Jung berhati-hati. Da Jung membenarkan, jika ada yang bertanya tentangku dan Jongri-nim, jangan jawab apapun.

Ayah tiba-tiba berkomentar kalau In Ho adalah calon menantu yang sempurna, bagaimana dengan Da Jung-ku? Da Jung mengingatkan dan ayah baru sadar kalau Da Jung sudah menikah. In Ho berkata kalau ia tak berkencan dengan siapapun, tapi ada seseorang yang kusuka. Da Jung tertarik dan penasaran, tapi In Ho tak mau bilang.


Bos Go dan Hee Chul ternyata ada di dekat mereka dan mengamati Da Jung dan In Ho yang tampak akrab. Bos Go menganggap itu bukan hubungan biasa, sementara Hee Chul berpikir noonanya datang sebagai istri PM. Bos Go tetep curiga, kepala staf harus mengikuti PM, mengapa mengikuti istrinya? Apa PM mengetahui ini?

Sepertinya tidak, karena Yul makan dengan damai bersama tiga anaknya. Well, nggak damai juga sih, Yul terus-terusan melirik kursi Da Jung yang kosong. Aw, urri Jongri-nim, do you feel something lost?

Yul bertanya pada Woo Ri, “apa kau belajar keras?” Woo Ri mengiyakan. Yul bertanya subjek apa yang paling sulit. Woo Ri: “Tidak ada.” Ngeek!

Giliran Na Ra, Yul menanyakan PR bahasa Inggris yang ia berikan padanya. Tapi Na Ra malah menjawab, ahjumma mengatakan bahwa PR itu tidak penting, dan lebih penting bagi anak-anak untuk bermain. Ngeek lagi! Yul mulai ngomel, tentu saja bermain itu penting tapi kau harus memenuhi tanggung jawabmu. Na Ra cuma mengiyakan.

Yul beralih ke Man Se, “kau belajar Seribu Karakter Klasikmu kan?” Man Se bilang, Ahjumma mengatakan padaku untuk tidak melakukannya. Hahaa, ngeek once more! “Dia mengatakan bahwa anak-anak hanya perlu makan dengan baik dan menjadi kuat”

Yul kesal dan mulai menceramahi mereka untuk memakan semua lauk, jangan pilih-pilih. Da Jung komentar, “Jongri-nim, ketika makan Anda bahkan tidak seharusnya mengganggu anjing.” Da Jung merasa Yul tampak lelah dan menyuruhnya makan makanan lezat ini agar berenergi dan menawarkan Yul mencoba telur dadar. Yul mengambil telur sambil senyum ke arah Da Jung. Wait, Da Jung? Kan Da Jung nggak ada, hahaa, ternyata Yul cuma berimajinasi dan ketiga anaknya memandanginya dengan heran.


Yul salah tingkah dan bertanya apa yang harus mereka lakukan setelah makan siang dan mengajak mereka tanding kendo dengan semangat. Woo Ri menolak, ia tak merasa begitu baik dan pergi. Na Ra juga, ia harus mengerjakan PR, dan pergi. Tinggal Man Se, eh tapi Man Se malah to the point menjawab kalau ia nggak mau dan pergi. Hahaa, failed! Poor Jongri-nim. Yul makan sendirian dengan kesal sambil menatap kursi kosong Da Jung.


Da Jung bertemu dokter ayahnya yang menenangkan kalau hasil kemoterapi tidak seburuk itu, ayah mentoleransi dengan baik. Da Jung senang dan berterima kasih, ia tak bisa sering datang dan belum bisa memberikan banyak upaya untuk Ayah. Dokter berkata Da Jung takperlu berterimakasih, PM juga telahmemberikan banyak usaha, jadi jangan terlalu khawatir. Da Jung heran, Jongri-nim? Dokter memberitahu kalau Yul sering menelepon dan ia mengurus jadwal pengobatan secara keseluruhan, kupikir Anda benar-benar menikah dengan baik. Da Jung tampak terkejut dan senang.


Yul di kamar membaca buku, tapi sebentar-sebentar mengecek hpnya, bertanya-tanya kapan Da Jung pulang. Yul mau menelepon tapi menahan diri, dia juga akan pulang nanti. Aw, Da Jung buruan pulang, ada yang nungguin tuh :p


Di RS, Bos Go dan Hee Chul mengintip-intip dan heran kemana In Ho dan Da Jung pergi, dan In Ho tau-tau muncul di belakang mereka. Bukankah Scandal News harusnya tak seperti ini?, tanya In Ho. Bos Go menyangkal. “Bukankah kau mengejar Nam Da Jung dan aku di sini? Bertanya-tanya apa mungkin ada sesuatu yang terjadi di antara kami?” In Ho menganggap mereka keterlauan, ia akan berpura-pura tidak melihat mereka dan menyuruh mereka pergi diam-diam, sebelum Da Jung tau. Bos Go awalnya menolak, tapi sih pergi juga. Hee Chul berpesan jangan sampai noonanya tau soal ini. In Ho masih curiga apa reporter yang menanyai ayah Da Jung Scandal News juga.

Da Jung akan pulang, tapi In Ho tau-tau melemparinya bola salju. Da Jung kaget tapi terus bertanya soal kakak In Ho, sambil membuat bola salju pembalasan, melemparnya ke In Ho dan kabur. Dan mereka malah kejar-kejaran sambil main salju. Sementara mereka bersenang-senang, Yul masih membaca buku di kamarnya, sambil mengecek hapenya sesekali, siapa tau istrinya menelepon.


Da Jung dan In Ho yang bersenang-senang dengan salju tak sadar kalau ada reporter Byun yang mengambil gambar mereka.


Yul menjahit boneka katak Da Jung, tapi tak konsen dan jarinya tertusuk jarum. Yul tersadar dan melempar boneka kataknya, “mengapa aku duduk di sini melakukan hal ini?”. Yul melihat jam dan mulai kesal Da Jung belum juga pulang. Oow, you were bored to death waiting your wifey back home, jongri-nim.


Man Se di luar menunggu Da Jung. Yul yang baru keluar kaget melihat Man Se. Man Se bertanya apa ayah keluar karena ahjumma juga? Tentu saja Yul menyangkal, ia keluar mencari udara segar, haha. Da Jung datang dan Man Se langsung berlari memeluknya. Yul heran Da Jung datang bersama In Ho. Da Jung mau menjawab, tapi In Ho langsung menjelaskan kalau kakaknya berada di RS yang sama. Yul baru tau itu. In Ho membenarkan, lalu lintas sangat padat sehingga kami agak terlambat dan pamit pergi.

Da Jung heran, “Tapi Jongri-nim, mengapa Anda menunggu di sini?”

“Apa? Apakah kau berpikir bahwa aku mungkin telah menunggumu? Sama sekali tidak! Aku keluar mencari udara segar. Tanyakan saja pada Man Se”


Yul masuk dan mengajak Man Se yang tampak tak yakin. Da Jung tersenyum geli, “Apakah seseorang mengatakan sesuatu?”

Bersambung ke part 2

Komentar:

Omo, i can’t stand with their cuteness! I’m swooning! Hahaa. Da Jung bener-bener jatuh cinta sama Yul, sampe berkali-kali terpesona gitu. Dan Yul? Sama aja, he’s lost without his wifey. Super cute!

No comments:

Post a Comment