Sunday, January 19, 2014

Sinopsis Prime Minister and I Episode 11 Part 2


In Ho mencari ayah di sekitar Blue House dan tak menemukannya, ia akan mengecek 911 dan UGD RS terdekat untuk berjaga-jaga. In Ho mendapat telepon, sepertinya memberitahu soal ayah.


Ayah ingin menerobos masuk ke suatu gedung, penjaga memberitahu kalau ini gedung majelis nasional, bukan Blue House. Ayah bersikeras, menantunya tinggal di Blue House, apa kau tak tau PM Kwon Yul? Ayah berkali-kali mencoba menerobos masuk, dan berkali-kali pula ditahan penjaga. In Ho datang dan membawa ayah ke kediaman PM.


Da Jung menyambut ayah dan bertanya apa ayah baik-baik saja? Da Jung sangat khawatir, ayah tak bisa pergi tanpa berkata apapun. Ayah malah menatap Yul dan menyuruhnya bicara dengannya. Yul mengiyakan dan pergi bersama ayah. Da Jung berterimakasih pada In Ho, ia sangat takut tak bisa menemukan ayah, terima kasih banyak Kepala Kang.


Hye Joo lega mendapat laporan dari In Ho kalau ayah Da Jung sudah ditemukan. “Nam Da Jung-ssi, jadi seperti ini caramu dapat kembali,” gumam Hye Joo.

Seorang  asisten masuk dan memperlihatkan berita soal Hye Joo di internet, judulnya “Laporan seorang perusak rumah tangga, Seo Hye Joo.” Hye Joo tau siapa yang melakukannya, ia kesal setengah mati.


Sekretaris Bae khawatir, karena permintaan PM Kwon Yul, grup Myung Shim berada di bawah audit, apa itu akan baik-baik saja? Joon Ki yakin bahkan dengan audit tak akan ada yang terjadi, itu hanya formalitas. Joon Ki lebih khawatir soal In Ho, cari lebih dalam hubungan antara Kwon Yul dan kakak Kang In Ho. Sekretaris  Bae bertanya-tanya, jika In Ho memberatkan pikiran Anda, kenapa anda meninggalkannya? Joon Ki berkata mereka tak bisa menyentuhnya dengan mudah, karena dia sudah merekam semua pembicaraan.


Hye Joo masuk, menyerahkan berita yang tadi ia baca pada Joon Ki dan bertanya bagaimana ini bisa terjadi? Joon Ki jelas kaget.


Sementara itu, Madam Na, Madam Lee dan Madam Jang sedang minum-minum merayakan ide cemerlang mereka. Tenyata ide ini awalnya dari Madam Jang,internet adalah hal yang paling menakutkan di dunia saat ini. Mereka bersulang merayakan kerja bagus ini. Flashback: ketiganya berada di warnet dengan dandanan mencurigakan, dan mengetik beritanya dari sana. Kita melakukannya di warnet untuk menghindari pelacakan alamat ID, kata Madam Jang. Dan langsung diralat Madam Lee, IP bukan ID, hahaa.. Madam Na memastikan kalau nama suaminya tak keluar kan, target mereka adalah Seo Hye Joo. Madam Na teringat sesuatu, “Apakah kalian mendengar tentang istri PM yang meninggalkan rumah?”


Ayah marah-marah pada Yul, “Kau baru berapa lama menikah sudah berselingkuh?” Yul tentu saja menyangkal, kenapa ia harus melakukan hal seperti itu. Ayah tak percaya, kalau bukan karena wanita kenapa kau menyuruhnya keluar, dia hampir mengubur tulang-tulangnya di rumah sakitku, apa yang sebenarnya terjadi?


Da Jung mencoba meyakinkan ayah kalau mereka benar-benar tidak ada masalah dan merangkul tangan Yul. Da Jung menatap Yul dan bertanya, “Apakah Anda  sangat merindukanku selama ini, Jongri-nim?”

Yul bengong, tapi Da Jung menarik tangannya jadi Yul buru-buru mengiyakan, “Aku tidak meneleponmu, karena itu membuatku sangat merindukanmu.” Ha! He’s saying the truth :p

Yul memegang tangan Da Jung dan meyakinkan ayah kalau hubungan mereka baik-baik saja. “Itu benar, Ayah dan Ahjumma sudah berciuman”, sahut Na Ra yang mengintip di pintu bersama Man Se.


Ayah shock, “Ci..ciuman?” Yul dan Da Jung minta anak-anak diam. Ayah memperingatkan Yul untuk lebih hati-hati di depan anak-anak, haha. Yul tertawa canggung dan mengiyakan. Ayah menyuruh mereka segera tidur, Man Se masuk dan ingin Ahjumma tidur dengannya, ia sudah bosan tidur tanpa Ahjumma. Da Jung cepat-cepat menutup mulut Man Se.

Ayah: “Tunggu, apa kalian menggunakan kamar terpisah?”


Yul dan Da Jung menyangkal, tapi Man Se malah bilang kalau ia dan Ahjumma tidur bersama-sama. Kali ini Yul yang langsung nutup mulut Man Se. Haha.


Gara-gara itu, Ayah sampe nganter Da Jung dan Yul ke depan kamar dan memarahi mereka, bahkan setelah bertengkar kalian tidak bisa menggunakan kamar terpisah. Ayah menyuruh mereka segera masuk. Meski enggan, Da Jung dan Yul mengucapkan selamat malam dan masuk kamar. Setelah ditinggal sendiri, ayah jadi bingung, ia harus tidur dimana?


Di kamar yang canggung, Da Jung berkata kalau Yul pasti malu, ia tak tau kalau ayah akan melakukan ini. Yul tak berpikir begitu, ia pikir ayah mertua akan senang jika anaknya di sekitarnya, ternyata ayah malah khawatir, ini kesalahannya. Da Jung minta maaf karena tiba-tiba kembali. Yul bilang ini sudah terjadi, biarkan ayah istirahat beberapa hari dan bicara tentang kita nanti.


“Jongri-nim, Anda mungkin tidak nyaman dan merasa terbebani melihatku, tapi aku suka berada di sini, sehingga aku bisa melihat anak-anak dan melihat Anda di sini lagi juga”

Yul hanya diam menatap Da Jung.


Joon Ki pulang dan marah pada Madam Na soal artikel yang dibuatnya. Madam Na coba menjelaskan, dan ia tak menaruh namanya di sana, ia hanya menulis nama Hye Joo. Joon Ki tanya apa Madam Na pikir ia akan membiarkannya begitu saja? Madam Na berkata akan menghapus semua postingan itu, jadi berhentilah marah. Joon Ki menghela napas, “Yoon Hee-ya, jangan pernah melakukan ini lagi di masa depan. Aku tak tahan lagi karenamu.” Madam Na benar-benar menyesal, ia hanya coba melindungi Joon Ki. Joon Ki memperingatkan kalau ia tak akan tinggal diam kalau istrinya melakukan hal macam ini lagi dan pergi.


Madam Na sedih suaminya marah padanya, tapi tersenyum haru karena Joon Ki memanggil namanya lagi setelah sekian lama.



Da Jung tak bisa tidur dan sesaat memandangi Yul yang sedang bekerja di mejanya. Yul juga memandangi Da Jung. Sayang pandangan mereka nggak bertemu.


Joon Ki sedang sibuk dengan pekerjaannya saat Sekretaris Bae terburu-buru mengabarkan kalau penyelidikan polisi pada grup Myungshim telah dimulai. Joon Ki terkejut.

Hye Joo mengabarkan pada Yul kalau Ketua Na (Ayah Madam Na) dari grup Myungshim meninggalkan negara pagi ini. In Ho merasa Yul tak akan bisa menghindari masalah dari grup Myungshim sejak penyelidikan polisi dimulai. Yul sudah tau ini akan terjadi.


Joon Ki masuk, “Aku sudah bertanya-tanya mengapa kau melepaskanku, apa ini maksudmu untuk menjatuhkanku?”


Yul berkata ia tak mencoba menjatuhkan Joon Ki, ia hanya memperbaiki hal-hal yang salah, terserah mau percaya atau tidak, tapi ini tak ada hubungannya dengan hubungan pribadi mereka. Joon Ki tak peduli dan memperingatkan kalau Yul bukan sedang bermain-main dengannya, tapi Ketua Na, ia tak akan duduk diam dengan semua ini, kau harus mempersiapkan dirimu. 


Joon Ki akan pergi, tapi saat melihat In Ho ia berpesan pada Yul untuk mengontrol lebih ketat orang-orang yang ada di dekatnya. Hye Joo tanya apa maksudnya? Joon Ki: “Aku bukanlah satu-satunya orang yang ingin menyakiti Kwon Yul.” In Ho menatap tajam Joon Ki.   

Yul tak khawatir, kita akan terus berjalan di jalan kita sendiri. Kita yang khawatir, Jongri-nim, jadi penguasa yang bersih itu banyak banget musuhnya, menakutkan! >.<


Saat keluar dari ruangan PM, Hye Joo bertanya-tanya kenapa menteri Park mengatakan hal seperti itu? Tentang orang lain yang akan menyakiti Jongri-nim, sepertinya itu bukan omong kosong, siapa orang itu?


“Itu aku,” jawab In Ho. Hye Joo kaget, tapi In Ho langsung tertawa. Hye Joo kesal, jangan buang waktu untuk bercanda, cepat periksa bagaimana penyelidikan polisi akan dilakukan.


Yul sebenarnya khawatir dan memikirkan perkataan Joon Ki tadi. Da Jung mengabari Yul lewat sms kalau ia sudah membawa Ayah dan anak-anak ke gereja. Ia mengirim sms agar Yul tidak khawatir.


Di gereja, Da Jung heran kenapa hampir tak ada orang di sini, apa karena ini hari kerja? Ayah tak tau kalau anak-anak rajin ke gereja. Da Jung berkata bukan begitu, ada alasan lain. Saat itu, Woo Ri dan teman-temannya masuk, Na Ra langsung heboh lihat gebetannya, si Suho EXO. Da Jung menoleh ke arah mereka, tapi malah melihat In Ho yang baru datang dan duduk di belakang. 


Da Jung heran kenapa In Ho ada di sini? In Ho kemari karena Yul ingin memastikan mereka pulang ke kediaman resmi. Da Jung tersenyum.


Na Ra mengintip-ngintip Oppa yang sedang bermain piano dan bergumam, ia benar-benar terlihat seperti Suho Oppa. Na Ra heran kemana Ahjumma pergi, ia bilang ia akan membantuku. Saking terpesonanya, Na Ra terlalu mendekat ke lilin sampe teriak kepanasan, haha. 


Si Oppa sadar dan menghampiri Na Ra, apa yang kau lakukan disini? Apa kau datang kesini untuk melihat seseorang? Na Ra malu-malu menjawab bukan begitu, aku ingin belajar musik juga. Si Oppa minta maaf, mereka hanya menerima orang di sekolah menengah atau lebih tua. Na Ra mulai nyerocos, “ini adalah pujian untuk Tuhan, berkata bahwa anak-anak SD tak bisa melakukannya itu tak masuk akal.”


“Kau lucu. Siapa namamu?” tanya si Oppa. “Kwon Na Ra,” sahut Na Ra memperkenalkan diri. Si Oppa sadar kalau Na Ra adik Kwon Woo Ri, senang bertemu denganmu. Si Oppa akan pergi, Na Ra cepat-cepat memanggilnya lagi, siapa namamu Oppa? Si Oppa memperkenalkan diri namanya adalah Han Tae Woong atau Michael. Na Ra benar-benar terpesona.


Da Jung berkata pada In Ho kalau ia terpikir meninggalkan kediaman resmi meski ia tak tau kemana harus pergi, tapi sepertinya ia benar-benar harus pergi. In Ho bisa memahaminya, tapi setelah kau menikah, jika kau tidak di sisi ayahmu, lebih baik untukmu ada di kediaman resmi, baik untukmu dan untuk Jongri-nim.


Yul meninggalkan kantornya dan ada pria mencurigakan yang mengawasi dari kejauhan, dengan pisau di saku jaketnya. Oh no, he’s so creepy!


Da Jung menguatkan dirinya,ia akan bicara terus terang dengan Yul tentang apa yang harus ia lakukan ke depannya. Da Jung akan mengetuk pintu ruang kerja Yul, namun terdengar suara Hye Joo yang berkata, “Apakah Anda mengatakan bahwa Anda akan menjaga Nam Da Jung di sini?” Yul menjawab jika ia tak bisa bersama ayahnya, maka ia harus berada di sini.


“Daripada itu, mengapa anda tidak menikahi Nam Da Jung dengan sebenarnya saja? Anda harus mendaftarkan pernikahan juga.”

Yul menoleh, “Sekretaris Seo, apa yang kau katakan sekarang?”

“Membuatnya pergi dari kediaman resmi, bahkan itu untuk melindunginya dari menteri Park, mengapa Jongri-nim harus melakukan itu? Itu karena anda menyukainya. Apa aku salah?”


Yul terdiam cukup lama. Da Jung di luar cemas menanti jawaban Yul.


“Kau salah. Aku tak punya perasaan khusus untuknya. Dia berakhir dalam situasi ini karenaku, tentu saja aku harus mengawasi dan melindunginya.”

Hye Joo tak percaya, anda melindunginya hanya karena Anda merasa menyesal padanya? Apa benar-benar begitu?

Yul: “Aku tak peduli apa yang kau pikirkan. Dan menikah yang sebenarnya? Itu tak akan pernah terjadi padaku, dan itu tidak mungkin.” Da Jung memutuskan pergi, saat Yul melanjutkan, “meski aku benar-benar menyukainya.” Aaak dramaa! Pasti deh giliran sampe bagian terpenting malah nggak denger.


Hye Joo keluar ruangan Yul dengan sedih, pada akhirnya ia mengatakan bahwa ia menyukainya.


Da Jung sedang merenung di halaman saat Yul datang. Yul berkata ia sudah memikirkannya, ia ingin Da Jung tetap tinggal di kediaman ini kedepannya. Da Jung senyum, “Kenapa? Karena Anda merasa buruk padaku? Itulah mengapa meskipun Anda tidak nyaman dan terbebani olehku, Anda mengatakan padaku untuk tetap di sini?


“Nam Da Jung-ssi, bukan seperti itu. Aku hanya...”

“Aku akan tetap di sini. Karena ada orang lain yang mengawasi kita dan aku tidak bisa pergi dengan ayahku. Namun, jangan merasa kasihan padaku. Alasanku ada di sini adalah aku punya alasanku sendiri. Aku baik-baik saja dengan alasanku itu.”

“Nam Da Jung-ssi, itu bukan karena aku merasa kasihan padamu. Bukan itu, tapi aku.. aku..”, Yul ingin mengatakan perasaannya tapi tak sampai.


Da Jung tersenyum, anda tak perlu merasa kasihan juga, dan pergi masuk duluan. Yul cuma bisa menghela napas panjang.


Ayah bermain Go Stop dengan gembira bersama anak-anak. Yul masuk dan mengajak sarapan, Woo Ri langsung mengajak adik-adiknya cepat sarapan dan pergi. Ayah merasa cuma dia yang bisa disalahkan, aku begitu bosan jadi aku mengajak bermain kartu saat anak-anak datang. Ayah minta maad, tapi Yul cepat-cepat berkata kalau itu tak apa-apa, aku juga belajar main kartu dari kakekku saat aku kecil juga. Ayah jadi tenang dan tertawa.


Yul berkata ayah bisa tinggal lebih lama jika ayah mau. Ayah bilang tak perlu, aku sudah melihat Da Jung-ku hidup dengan baik. Yul minta maaf tak bisa mengantar ayah kembali, ia harus bekerja. Ayah maklum dan tau dengan baik bagaimana sibuknya Yul dengan kerjaan negara dan menyuruh Yul segera pergi.


Ayah tiba-tiba memanggil Yul dan memegang tangannya, “Kwon-seobang, meskipun aku mengatakan banyak hal yang tak masuk akal, aku selalu menghargaimu. Apakah menjadi pasangan yang sudah menikah hanya muncul dari cinta? Yang penting adalah takdir yang membuat kalian bersama. Kau memegang erat tangan Da Jung ku, jangan pernah melepaskan tangannya. Kau mengerti kan?”


Di depan kantor PM terjadi demo penghentian investigasi grup Myungshim, dan pria mencurigakan yang sebelumnya mengawasi Yul ada di sana.


Da Jung berpamitan pada anak-anak, ia akan mengantar ayah dan segera kembali. Man Se bertanya kakek akan datang lagi kan? Ayah menjawab tentu saja ia akan datang lagi, dan mengajak Man Se mencoba bermain kartu nanti. Ayah akan memberikan uang pada anak-anak, tapi Man Se malah bingung. “Kakekmu memberikan ini untukmu, jadi kau bisa mengambilnya,” ujar Da Jung. Anak-anak akhirnya menerimanya dan berterimakasih. 

Ayah berpesan makan yang banyak dan tumbuhlah dengan baik pada Man Se, memuji Na Ra yang cantik dan cerdas bermain Go Stop, dan meminta Woo Ri menyanyikan satu lagu utuh untuknya saat ia datang lagi. Ayah pamit dan pergi bersama Da Jung. Anak-anak mengucapkan selamat tinggal. Sepertinya ini pertama kali mereka dapat uang dari kakek mereka. Adegan ini sumpah bikin terharu, huhuu, semoga ayah beneran bisa datang lagi yaa..


Di kantor, Yul mendapat laporan dari Hye Joo kalau grup Myungshim telah menggelar aksi protes, mereka mencoba menekan Anda dengan opini publik. In Ho ingat kata-kata Menteri Park kalau Ketua Na tidak akan mendiamkan ini. Yul tak merasa khawatir dan bertanya bagaimana reaksi Blue House? Hye Joo berkata Blue House tidak mengatakan apapun, tapi tampaknya mereka tidak senang dan tampak skeptis terhadap penyelidikan ini. Yul minta mereka tetap mengawasi pergerakan grup Myungshim.


Ayah sudah sampai RS dan minta Da Jung segera kembali, anak-anak sudah menunggu, ah urri Kwon-seobang juga menunggu bukan? Ayah berkata saat Da Jung tak ada, ayah memberitahu Yul untuk tak pernah melepaskan tanganmu, seperti ia yang memegang begitu erat di pernikahan, ia juga sudah berjanji, jadi cepatlah pergi. Da Jung mengiyakan, ia akan merapikan sebentar dan pergi, tapi Da Jung menyenggol gelas di meja sampai jatuh dan pecah. O ow, pertanda buruk!


Ayah tanya apa Da Jung terluka. Da Jung tak apa-apa dan minta ayah tetap diam di tempatnya. TV menayangkan berita tentang demo untuk pengunduran PM karena penuntutan investigasi grup Myungshim. Ayah cemas dan minta Da Jung segera pergi menemui Yul.


Yul akan meninggalkan kantor, polisi minta maaf belum bisa menghentikan demo ini dan akan segera mengerahkan kekuatan. Yul mencegahnya, apapun yang terjadi pastikan tidak ada yang terluka. Polisi mengerti dan meminta PM keluar lewat pintu belakang. Yul bilang tak perlu dan berjalan keluar. Saat itu Da Jung sampai di lokasi demo yang meminta PM Kwon turun.


Yul keluar menghadapi para pendemo, “Aku Kwon Yul. Pada hari yang dingin ini, aku minta maaf telah membuat kalian semua datang ke sini. Tentang isu ini, baik orang-orang yang menentang atau mendukung keputusan pemerintah, semua orang peduli dan mencintai negara ini. kita semua adalah satu. Apakah kalian peduli atau menentang, kita semua perhatian tentang masa depan negara kita. Negara seperti apa yang akan kita wariskan pada anak-anak kita? Pilihan kita sekarang, menentukan negara kita besok dan akan menentukan masa depan anak-anak kita. Ini adalah momen penting. Aku juga gugup dan takut, namun aku bisa mempercayai kalian di sini. Aku tidak akan memaksa persetujuan kalian, aku juga tak akan menyembunyikan prosesnya. Dan untuk korupsi, aku tak akan pernah memaafkan itu. Yeorobun, tolong bantu aku! Tolong percayakan padaku! Harap menunggu. Ini yang bisa kukatakan pada kalian.”



Beberapa pendemo mulai bertepuk tangan dan menyalami Yul, sementara pria creepy mulai mendekat. Yul melihat kehadiran Da Jung yang tersenyum padanya. Tapi tiba-tiba pria creepy itu menusuk Yul dan lari. Yul terkapar. Semua orang panik, Da Jung langsung berlari mendekati Yul. Tangan Da Jung bersimbah darah dan berteriak panik, “Jongri-nim! Jongri-nim!”


Yul tak kuat lagi dan kehilangan kesadarannya.

Komentar:
What, gimana bisa perdana menteri ditusuk di hadapan para pengawal dan polisi?? Nggak masuk akal. Tapi ya namanya juga drama, kalo ini bisa mendekatkan Yul dengan Da Jung lagi dimaafkan deh.


My favorite part, semua momen yang ada ayah Da Jung, mengharukan semua. Apalagi pas ayah pesen sama Yul jangan pernah melepaskan tangan Da Jung. Huhuu, kayak pesan terakhir. Semoga ayah bisa bertahan lebih lama. Tapi di soompi ada yang menghitung ini udah hampir 6 bulan, 2 bulan sampai Da Jung akhirnya menikah, 100 hari sudah Da Jung menikah, dan 15 hari Da Jung pergi dari rumah. Ahh, Da Jung appa, fighting!!

No comments:

Post a Comment