Wednesday, February 11, 2015

Sinopsis Heart to Heart Episode 9 Part 1

 

Yi Suk menemui beberapa orang dan bertanya bagian tubuh mana yang paling mereka banggakan? Ada yang menganggap semuanya, pipinya, alisnya. Dan Yi Suk malah menggambari wajah mereka, dan hasilnya.. wajah mereka malah memerah, bibir lebih besar, alis menyatu.

Episode 9.

 

Hong Do berjalan riang mendatangi Yi Suk dengan kotak makanan di tangannya. Tapi senyum itu perlahan hilang saat melihat Yi Suk memeluk mantan pacarnya, Yeon Woo, yang menangis. Hong Do terduduk lemas. Doo Soo yang baru saja datang heran dan saat sadar apa yang terjadi, ia membantu Hong Do berdiri dan menariknya keluar.

Yi Suk tak tampak bereaksi sampai Yeon Woo melepas pelukannya dan berkata ia ingin makan sesuatu yang manis.


Hong Do berusaha melepaskan tangannya dari Doo Soo, bertanya mengapa Doo Soo bisa ada di sini? Doo Soo berkata ia datang karena ada yang ingin dibicarakan dengan Yi Suk, tapi sepertinya tak ada yang perlu dibicarakan lagi. Hong Do merasa ia perlu kembali ke dalam, sepertinya itu pasien. Yi Suk tak bisa menghadapi pasien jika tak ada ia disisinya. Doo Soo meragukan itu, lalu siapa gadis di dalam? Hong Do yakin pasti ada alasan, ia akan bertanya. Doo Soo menahannya dan menarik Hong Do pergi.


“Hei Cha Hong Do, apa yang kau lakukan? Apa kau mau melindungi rumah sakit?” panggil Yi Suk yang baru saja keluar. Yeon Woo mengenali Hong Do, dan berkata sinis kalau mungkin Hong Do tak ingat karena mereka tak sempat saling menyapa. Tapi tentu saja Hong Do ingat. Yi Suk kesal melihat Doo Soo yang selalu berkeliaran di rumah sakitnya. Doo Soo malah mengatai Yi Suk bajingan dan menyuruh Hong Do cepat masuk mobilnya. Terpaksa Hong Do menurut, meski ia lalu teriak bagaimana bisa Yi Suk melakukan itu dengan mantannya?


“Lalu kenapa?” sahut Yi Suk mendekat. Doo Soo menahannya dan itu membuat Yi Suk makin kesal, ia sedang bicara dengan Hong Do. Ia kesal pada Hong Do yang sudah beranggapan bahwa dirinya bajingan dan Hong Do korbannya sebelum menanyakan sesuatu. “Baiklah. Lagipula kau hanya akan bertahan tiga bulan saja. Mari kita akhiri,” sahut Yi Suk lalu pergi ke mobilnya, sambil menyuruh Doo Soo menyingkirkan mobil bututnya.

Penuh kemarahan Yi Suk mengklakson-klakson mobil Doo Soo yang belum pergi. Doo Soo tak mau kalah dan balas mengklakson sebelum akhirnya pergi.


Yi Suk menemani Yeon Woo makan sesuatu yang manis dan mengomelinya yang tiba-tiba muncul dan membuat semua kacau. Yeon Woo hanya ingin membuat lelucon karena ingin bertemu Yi Suk, ia merasa tak nyaman dengan pernikahannya yang sebentar lagi. Yi Suk mendengus karena ternyata Yeon Woo ingin membual tentang pernikahannya, tapi ia heran kenapa juga harus memeluknya begitu erat? Yi Suk nyaris saja kebingungan untuk sesaat.


Yeon Woo jadi tertarik, “Kau kebingungan? Apa kau merindukan aku?” Yi Suk cuma mendengus, kapan ia sempat memikirkan pengantin orang lain saat ia harus mengurus gadisnya. Menurut Yi Suk itu buang-buang waktu. Yeon Woo setuju, ia suka Yi Suk yang berpendirian seperti itu. Yi Suk menebak Yeon Woo punya masalah karena Yeon Woo menyilangkan kakinya seperti mengkhawatirkan sesuatu dan bertanya apa yang terjadi?

“Kenapa? Kau seperti seseorang yang berharap ada sesuatu yang salah dengan pernikahanku?”

Tidak, jawab Yi Suk langsung. Sebenarnya Yeon Woo datang untuk bermain, saat menikah nanti, ia harus berpura-pura sebagai istri yang baik dan setia, jadi ia ingin bermain dengan Yi Suk sekali saja. Yi Suk hanya menghela napas tak percaya.


Hong Do duduk diam di jok belakang mobil Doo Soo. Doo Soo mengomentari helm barunya, lucu dan terlihat seperti telur. Hong Do diam saja. Doo Soo menunjukkan tangannya yang diperban karena terluka saat menangkap penjahat. Hong Do akhirnya menanggapi kalau Doo Soo mendapat luka setidaknya sekali setiap tahun, kau sangat sengsara saat tulang rusukmu patah saat itu. Doo Soo tertawa senang karena Hong Do mengingat itu. Sejak Doo Soo masih kecil, ia selalu dapat gelar cucu tertua jadi ia dibesarkan dengan banyak perhatian. Bahkan saat ia sakit, aroma sup bisa tercium ke seluruh kota.


“Jika mereka tau kau terluka seperti ini, seluruh tetangga pasti sudah gempar,” sahut Hong Do. Tentu saja Doo Soo tak akan memberitahu mereka, dulu perhatian itu sangat menyebalkan dan mengganggu. Tapi menurut Hong Doo, Doo Soo tak tampak kesal karena itu karena Doo Soo yang baik hati. Doo Soo tertawa dan mengajak Hong Do ke suatu tempat.


Yeon Woo mengajak Yi Suk memilih tempat tidur. Yi Suk sampai heran, pernikahanmu sebentar lagi, apa saja yang kau lakukan selama ini? Yeon Woo sebenarnya sudah memilih satu, dengan harga yang ditambahkan nol dari harga tempat tidur yang dicobanya sekarang. Pergi kesini dengan Yi Suk membuat Yeon Woo bertanya-tanya bagaimana jika ia menikah dengan Yi Suk? Yi Suk cuma geleng-geleng sementara Yeon Woo malah ragu apa ini saat yang tepat baginya untuk menikah?


Yi Suk merasa Yeon Woo hanya mengalami marriage blues, atau depresi sebelum menikah. Itu akan hilang saat kau menikah, jadi segeralah atur tanggalnya. “Aku akan menikah dan kau bahkan tak menyesal sedikit pun? Bagaimana jika pernikahan ini tak beres?” tanya Yeon Woo. Yi Suk yang tau calon suami Yeon Woo dari keluarga kaya, bertanya apa Yeon Woo tak mencintainya?


Yeon Woo: “Tidak. Aku tidak mencintainya. Peluklah aku, Yi Suk-ssi.” Yi Suk hanya memandangi Yeon Woo heran.


Doo Soo kembali mengajak Hong Do ke restoran sushi temannya. Terbata-bata Hong Do mengatakan terima kasih. Teman Doo Soo senang melihat mereka bersama dan pamit pergi. Doo Soo mengajak Hong Do mulai makan. Tampak tak semangat, Doo Soo tau kalau Hong Do menunggu telpon Yi Suk, 

 

“Apa kau masih menyukainya meskipun dia memeluk mantan pacarnya?” Doo Soo tak peduli orang seperti apa Yi Suk, ia hanya berharap Hong Do tak terluka. Hong Do tau Doo Soo khawatir, tapi ia tak selugu itu. Ia tau beberapa hal. Doo Soo tak yakin soal itu dan menyuruh Hong Do membuka mata dan melihat dengan realistis, “Apa kau benar-benar merasa seolah-olah dia menghargai dan mencintaimu? Dia sedang mempermainkanmu.” Hong Do tau kalau ia tak cocok dengannya dan berkata ia ingin pulang. Doo Soo minta maaf dan menyuruh Hong Do makan saja.


Di rumahnya, Yi Suk kesal karena Hong Do tak menjawab telponnya. Ia meletakkan ponselnya di meja sambil terus mencoba menghubungi Hong Do. Se Ro masuk dan bertanya soal Doo Soo yang bekerja di kepolisian Gangnam. Ia penasaran bagaimana kakaknya bisa mengenal Doo Soo. Yi Suk berkata itu karena kasusnya yang sedang mabuk. Se Ro berkata ia juga menuntut detektif itu. Yi Suk kesal dan menyuruh adiknya tak berurusan dengan Doo Soo. Se Ro menebak kalau kalian pasti dalam situasi yang buruk. Se Ro melihat noda merah di baju Yi Suk.. noda lipstik. Yi Suk tak sadar dan melihat kerah bajunya.


Hong Do baru sampai rumah dan langsung mengangkat telpon Yi Suk yang ternyata masih tersambung. Dan yang ia dengar adalah pembicaraan Se Ro dan Yi Suk soal lipstik. Yi Suk heran, kapan ia dapat noda ini? Apa terjadi di tempat tidur? Se Ro mengatai kakaknya tak tau malu dan penasaran siapa wanita yang tak berhati-hati itu, “Apa seorang penyiar? Apa kau mendaparkan yang baru lagi?” Yi Suk jadi kesal dan menyuruh adiknya pergi.

“Halo?” jawab Hong Do pada akhirnya. Yi Suk mengambil ponselnya dan bertanya dimana Hong Do sekarang? “Apa alasanmu pergi bersama detektif Jang di depanku?”

“Kau bilang kita berakhir?”

“Jadi begitu akhirnya? Benar-benar berakhir?” sahut Yi Suk tak percaya. Ia tanya apa Hong Do dengar saat ia bicara soal kemeja dan lipstik dengan adiknya. Hong Do mengiyakan, ia dengar semuanya.


“Apa kau bersikap seolah-olah tak mendengar? Atau kau memang tak tertarik padaku?” tanya Yi Suk. Hong Do tak mau kalah dengan Yi Suk yang bersenang-senang, setidaknya ia makan sesuatu yang lezat dengan Detektif Jang. Yi Suk mendengus, “Jadi kau menyukainya?” Hong Do mengiyakan, tapi ia sedih dan marah. Ia sudah memutuskan untuk tak terluka lagi, tapi ini menyedihkan. Hong Do menutup telponnya duluan, membuat Yi Suk kesal, siapa yang seharusnya marah? Yi Suk sampai membanting ponselnya saking kesalnya dengan situasi terbalik ini.


Doo Soo minum dengan temannya yang berkomentar soal setiap kali Hong Do datang ia bahkan tidak makan dan melarikan diri, tampaknya ia tak tertarik padamu. Doo Soo menyangkal, ia yang bersalah. Ia melakukan semua yang bisa dilakukan sampai tak tau harus melakukan apa lagi. Temannya memberi saran agar Doo Soo lebih berani, seperti pergi dan ambil pergelangan tangannya, atau katakan “Jadilah gadisku!” Menurutnya selama ini Doo Soo terlalu baik. Doo Soo  hanya berharap ia bisa memutar waktu kembali.


Nenek Oh yang akan pulang bertemu Ahjumma penjaga rumah yang mengingatkannya agar berhati-hati dalam bertindak agar tak timbul salah paham. Nenek Oh bingung, salah paham apa? Ahjumma berterus terang dengan semua yang Nenek Oh lakukan pada kakek, keluarga ini akan berpikir Nenek Oh mencoba merayu kakek. Nenek Oh buru-buru menyangkal. Ahjumma minta Nenek Oh lebih hati-hati dalam bertindak. Nenek Oh mengerti dan pamit pergi, meninggalkan Ahjumma yang masih kesal.


Yi Suk melihat Nenek Oh akan pulang dan menawarkan tumpangan. Tentu saja Nenek Oh tak mau. Yi Suk tak mengerti, ia sedikit sakit hati karena Nenek Oh selalu menghindarinya dan membujuk agar menganggapnya sebagai cucu dan santai saja. ”Seorang pria tak seharusnya bersikap murahan. Bahkan jika kau baik untuk seseorang, kau bisa disalahpahami. Seorang pria harus tetap berpegang pada satu orang,” semprot Nenek Oh masih kesal soal kemarin. Yi Suk bingung, “Memangnya Anda ini orang lain? Anda teman kakekku!”


Nenek Oh hanya mendengus sebal dan melangkah pergi. Tapi Doo Soo yang menunggu di luar membuat Nenek Oh panik, Yi Suk akan segera keluar. Dan benar saja, mobil Yi Suk berhenti saat melihat mereka. Ia turun dan menantang Doo Soo berkelahi. Melihat Nenek Oh yang sembunyi di belakang punggung Doo Soo, Yi Suk heran dari mana Nenek Oh mengenal bajingan ini? Doo Soo tentu tak mau menjawab dan itu membuat Yi Suk kesal, “Kau bahkan menyeret Cha Hong Do di depanku. Apa menyeret wanita adalah hobimu?”


“Lalu bagaimana denganmu? Apa membuat wanita menangis itu hobimu?” tanya Doo Soo tak mau kalah. Nenek Oh akhirnya berteriak kalau mereka bertetangga dan mengajak Doo Soo segera pergi. Yi Suk menyindir Doo Soo yang mengurus semua orang di kotanya dan lagi-lagi menyuruh Doo Soo cepat menyingkirkan mobilnya agar ia bisa pergi. Sebelum pergi, Yi Suk sempat memandangi Nenek Oh dari mobilnya.


Di mobil, Nenek Oh minta maaf berkali-kali dan itu membuat Doo Soo kesal, “Kenapa kau meminta maaf padahal aku yang berbuat salah? Akulah yang menempatkamu dalam kesulitan karena aku datang dan menunggu tanpa memberitahumu sebelumnya.” Doo Soo tau ia tak berhak untuk ini, tapi ia benci dengan Hong Do yang terlibat dengan semua tentang Go Yi Suk. Rumah Go Yi Suk, rumah sakit Go Yi Suk, keluarga Go Yi Suk. Nenek Oh berkata ia sadar telah berbohong pada orang-orang hanya untuk kepentingannya sendiri. Orang itu, kakeknya, dan keluarganya. Mereka pasti akan merasa dikhianati saat tau dirinya bukan seorang nenek, tapi Cha Hong Do. Hong Do sadar ia sudah melakukan sesuatu yang sangat buruk. Hong Do berkata ia ingin naik bis, kebaikan Doo Soo membuatnya tak nyaman. Doo Soo akan diam dan minta Hong Do menyamankan dirinya.


Yi Suk cerita soal Yeon Woo yang memintanya menyembuhkan mariage blues-nya pada Professor Uhm. Ia tau para gadis itu egois, tapi bukankah itu sangat tak tau malu? Professor Uhm malah menggoda Yi Suk yang tersenyum lebar. Yi Suk tertawa, karena dia akan menikah dia baru menyadari betapa jantannya Go Yi Suk, “dia ingin bermain, tak ada alasan untuk menolak kan?”


Professor Uhm geleng-geleng dan menyuruh Yi Suk mengirim Yeon Woo padanya, kau bahkan bukan anak kecil, apa yang kau maksud dengan bermain? Professor Uhm lalu memberitahu kalau penglihatan Eun Ho sudah kembali, dia pasti merasa jauh lebih baik setelah meluapkan kemarahannya. Yi Suk senang, si kembar berjuang demi perhatian ibu mereka, mereka sudah tumbuh dengan cepat.


“Tapi apa kau melakukan konsultasi pada penyiar itu sendiri?” tanya Prof. Uhm. Yi Suk mengiyakan, kenapa? “Kau baik-baik saja tanpa Cha Hong Do? Apa ketakutanmu pada pasien mereda” tanya Prof. Uhm lagi. Yi Suk baru sadar dan bingung sendiri, apa karena ia tak menganggap Yeon Woo sebagai pasien?


Detektif Yang membujuk Doo Soo untuk mau menemui teman wanitanya untuk kencan ganda jam 7 nanti. Tapi Doo Soo sama sekali tak tertarik.


Yi Suk masuk ke ruangannya dan sudah ada Hong Do di situ. Ia sedang menelpon Yeon Woo dan menyuruhnya datang ke rumah sakit setelah bekerja untuk konseling. Yi Suk berdehem dan mengajak Hong Do memulai sesi konseling mereka. Hong Do duduk di hadapan Yi Suk. “Kau melakukannya dengan baik,” puji Yi Suk. Hong Do bingung, melakukan apa? Yi Suk tak suka dengan Hong Do yang pergi ke restoran dengan Doo Soo, tapi menyelamatinya yang berani pergi ke restoran publik

 

Hong Do malah bertanya soal Yeo Woo, ia gadis yang sebelumnya ada di apartemen kan? Yi Suk membenarkan, ia memeluknya di sini dan punya tanda lipstik juga. “Kenapa dia datang?” tanya Hong Do. Yi Suk tau Hong Do sudah mendengarnya, tapi menjawab juga kalau Yeon Woo datang untuk menerima konseling. Hong Do tau, tapi kenapa di sini? Yeon Woo orang terkenal yang semua orang kenal, apa dia bisa pergi ke psikiater lain? Jadi Yi Suk harus melakukannya dan menyuruh Hong Do pulang sebelum Yeon Woo datang.

“Kenapa pulang? Kau bilang dia datang untuk mendapatkan konseling. Aku.. apa baik-baik saja tanpa aku?”

Yi Suk mengajak Hong Do ke suatu tempat dan setelah itu Hong Do bisa langsung pulang dari sana. Hong Do bingung tapi pergi mengikuti Yi Suk juga.


Detektif Yang belum menyerah, gadis itu seperti Miss Korea, masih 23 tahun dan di  perguruan tinggi. Doo Soo tetap tak tertarik dan lanjut tidur. Detektif Yang terus membujuk, kapan lagi bisa kencan dengan mahasiswi. Doo Soo malah bertanya apa yang harus ia lakukan, menunggu tetap di sisinya atau bagaimana? Menurut Detektif Yang, Doo Soo hanya perlu jadi bayangannya. Entah itu hujan, salju, atau angin kencang kau tak akan pernah terpengaruh dan kau hanya perlu tetap di sisinya. Doo Soo mendengarkan, tapi saat Detektif Yang mengingatkannya soal kencan pukul 7, Doo Soo berbalik dan tidur lagi.


Yi Suk dan Hong Do di supermarket. Misi Hong Do kali ini adalah mendatangi stand cicip makanan. Hong Do tak mau, ia tak bisa. Yi Suk yakin Hong Do bisa dan menunjukkan caranya. Kau hanya berjalan ke sana, terus berjalan tanpa berpikir, mengerti? Hong Do takut dan menghentikan langkahnya. Yi Suk sampai harus mendorong Hong Do untuk terus berjalan. Hong Do tak mau, itu mudah untuk Yi Suk atau orang lain, tapi tidak untuknya. Yi Suk bertanya apa Hong Do tak ingin sembuh?


“Kenapa penyiar itu butuh konseling? Dia cantik, cerdas dan tak punya kelainan seperti aku,” tanya Hong Do balik. Yi Suk tau Hong Do pasti heran ia memilihnya ketika seorang gadis seperti Woo Yeon Woo yang paling cocok untuknya. Yi Suk menyemangati Hong Do agar bisa terus berkencan dengannya dan menunjukkan caranya lebih dulu. Tentu saja Yi Suk melakukannya dengan mudah. Sementara Hong Do berkali-kali menghela napas sebelum akhirnya melangkah perlahan.


Yi Suk yang melihat dari kejauhan jadi khawatir, apa ini terlalu cepat? Tapi dia harus melakukan ini sebanyak mungkin. Yi Suk masih mengamati Hong Do saat ponselnya berbunyi, Yeon Woo minta Yi Suk membawanya pergi. Tanpa pikir panjang Yi Suk langsung berbalik pergi. Ia menelpon Hong Do dan menyuruhnya pulang sendiri naik taksi karena sesuatu terjadi pada Yeon Woo. Yi Suk menyemangati Hong Do pasti bisa melakukannya dan menutup telponnya. “Halo? Halo? Halo?” sahut Hong Do panik.


Ia makin panik saat ibu-ibu berlarian melewatinya karena ada promo daging super murah. Ia pun berlari meninggalkan keramaian.


Yeon Woo terengah-engah masuk ke mobil Yi Suk. Saking frustasinya, ia tak bisa mendengar bunyi ponsel Yi Suk dan langsung mencabut baterai ponselnya. Ia ingin pergi ke tempat di mana tak ada seorang pun.


Rupanya Hong Do berlari ke gudang supermarket, dan sialnya ia terkunci di dalam sana. Yi Suk tak bisa dihubungi, ponselnya tak aktif. Yi Suk bersama Yeon Woo menonton rekaman siarannya. Yeon Woo yang menyiarkan berita soal dinosaurus tak bisa menahan tawa, dan tiba-tiba ia mengeluarkan sepotong roti prancis dari balik punggungnya dan langsung menggigitnya sambil tertawa frustasi.


Yeon Woo tak ingat soal kejadian itu. Ia sangat malu, apa yang terjadi padanya? Kenapa ia jadi seperti ini? Yi Suk menyuruh Yeon Woo istirahat dulu, ia tak bisa memeriksa dalam kondisinya yang seperti sekarang. “Bagaimana bisa aku beristirahat ketika internet dan stasiun penyiaran semua akan gila? Ini semua karena kau,” teriak Yeon Woo.Yi Suk selalu menyakiti harga dirinya, jadi ia ingin bertemu seseorang yang lebih baik, menikah, dan berpura-pura bangga. Tapi semua pria sama saja, calon suami Yeon Woo keluar dari hotel dengan wanita lain, dan dia bahkan tak memberikan alasan.


“Batalkan pernikahan. Apa yang menahanmu?”


“Setelah kubilang aku akan menikah dengan keluarga kaya, ayah dan ibuku sangat senang. Aku tak tau apa yang harus dilakukan. Aku tak bisa menjalani pernikahan ini,” ujar Yeon Woo yang terus menangis. Yi Suk hanya bisa memandang Yeon Woo simpati.


Bersambung ke Part 2


Note:
Ada gitu yang bikin sinopsis mulai dari episode 9? Ada, ya aku ini, hahahaa. Kangen banget nulis, tapi nggak bisa jamin bakal namatin drama ini juga sih :p. Pengen nulis dari pas masih episode awal, tapi halang rintangnya banyak banget. Nggak sanggup kalo harus ngejar nulis semuanya. Jadi, sinopsis episode sebelumnya baca di dramabeans aja ya..

2 comments:

  1. ga apa apa lah nulis dari episode 9 juga .. hehe

    seneng deh bisa baca tulisan di blog ini .. semoga dilanjut sampai tamat .. makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiiin.. Makasih juga sudah mampir :)

      Delete