Wednesday, August 20, 2014

Sinopsis Marriage Not Dating Episode 13 Part 2


Jang Mi dan Yeo Reum mulai menjalankan rencananya membantu Ki Tae. Tapi Yeo Reum bahkan belum tau apa yang harus ia lakukan pada wanita itu nanti. Jang Mi kesal, kau belum punya rencana? Yeo Reum menenangkan, ia ahlinya membuat wanita berubah pikiran. Jang Mi merasa tak enak merepotkan Yeo Reum, tapi Yeo Reum berkata bukan Jang Mi satu-satunya yang menyukai Ki Tae, ia juga sangat menyukainya. Tapi kalau Jang Mi benar-benar merasa tak nyaman, Yeo Reum memintanya setuju jadi partner bisnisnya. Jang Mi bersikeras, tidak. Yeo Reum terus membujuk, dan Jang Mi pun terus menolak.


Yeo Reum meyakinkan kalau ia tak punya niat lain, ini hanya untuk bisnis. ”Benarkah?” tanya Jang Mi. Tadinya Yeo Reum mengiyakan, tapi saat Jang Mi menanyakan hal yang sama lagi, Yeo Reum jadi tak yakin. Jang Mi langsung menolak lagi. Yeo Reum tertawa, benar-benar tak ada yang lain, ia serius. Jang Mi minta Yeo Reum lupakan saja dan bangkit akan pergi, wanita itu tak akan datang. Tapi persis saat itu, wanita itu datang. Jang Mi mengajak Yeo Reum mendekat, tapi sudah ada orang lain yang menghampiri wanita itu.. Kang Se Ah.


Se Ah menyodorkan sebuah amplop. Wanita itu tertawa kesal, ia melakukannya bukan karena uang, ia tak ingin orang lain mengalami penderitaan di rumah sakit yang sama. “Lalu haruskah kami menuntutmu?” ancam Se Ah. Jang Mi merasa tak ada gunanya mereka di sini dan mengajak Yeo Reum pergi. Yeo Reum setuju, Kang Se Ah lebih tau apa yang dilakukannya. Mereka pun beranjak pergi.


“Siapa kau? Kau pengacara atau semacamnya?” tanya wanita itu. Se Ah berkata ia juga dokter bedah plastik, wajahmu hampir rusak karena operasi berulang, kau harusnya menyerah pada operasi kecantikan. Se Ah merekomendasikan untuk operasi rekonstruktif dan mengerti kenapa Ki Tae tak mengatakan yang sebenarnya, itu sangat kasihan. Wanita itu tampak shock, aku kasihan? Se Ah menggeleng, bukan kau, tapi wajahmu yang harus menderita karena pemilik yang buruk.


Wanita itu marah, Se Ah tak tau apa-apa karena ia cantik. Se Ah mengakui kalau wajahnya hasil operasi juga, namun ia melakukannya karena ia mencintai dirinya sendiri. Sementara kau melakukannya karena tak seorang pun mencintaimu. Kau melakukannya agar mirip ini itu, tapi berakhir dengan tak mirip siapa-siapa. Wanita itu marah dan hendak memukul Se Ah, tapi Se Ah berhasil menahan tangannya, bertanya berapa lama kau akan puas dengan komentar internet itu? Haruskah aku komentar kalau kau orang gila yang ketagihan operasi plastik? Wanita itu melepas tangannya marah dan menyiram Se Ah dengan kopi.


Wanita itu melemparkan amplop dari Se Ah tadi dan mengancam semua orang akan tau kalau kau mencoba menyogokku, lalu pergi. Jang Mi dan Yeo Reum yang ternyata belum pergi menghampiri Se Ah khawatir. Se Ah berkata ia baik-baik saja dan minta mereka mengejar wanita itu. Yeo Reum tinggal menemani Se Ah, dan Jang Mi buru-buru mengejar wanita itu. Sayang, wanita itu sudah melaju dengan mobilnya. Jang Mi pun mengejar dengan sepedanya. (Ada yang sadar nggak kalo di bagian ini yang nyanyi OSTnya itu Jang Mi a.k.a Han Groo? Hohoo, sayang sampe sekarang belum rilis.)


Setelah bersusah payah mengejar, mobil itu akhirnya berhenti juga. Bukan karena teriakan Jang Mi, tapi karena ada orang yang menyebrang. Jang Mi yang kelelahan masuk ke mobil wanita itu, tapi ternyata wanita itu sedang menangis tersedu sampai maskaranya luntur. “Siapa kau?” tanya wanita itu saat Jang Mi menyodorkan tisu untuknya. Jang Mi tak menjawab, hanya mengajak wanita itu minum bersama.


Ibu Ki Tae rupanya terganggu juga dengan berita negatif soal anaknya dan menelpon rumah sakitnya. Asistennya berkata Ki Tae tak ada di tempat, ia hanya sesekali mampir membawa berdus-dus ayam goreng. “Ayam?” tanya ibu Ki Tae, teringat obrolan bibi dan nenek soal Ki Tae yang belum bisa melupakan Jang Mi saat asyik makan ayam waktu itu.


Jang Mi yang minum bersama wanita itu setuju kalau Ki Tae yang bersalah, dia harusnya cukup berkata ‘kau sudah cantik’, dia memang benci memberi pujian. Wanita itu jadi bingung, kenapa kau membiarkannya? Jang Mi berkata ia punya kekhawatiran sendiri sekarang, hidupnya kacau tapi tetap saja ia khawatir padanya, ia tak bisa meninggalkannya sendirian saat Ki Tae perlu banyak dukungan.


“Kau.. mencintainya kan?” tanya wanita itu. Jang Mi hanya tersenyum mengangguk. Wanita itu jadi kasihan pada Jang Mi, bagaimana bisa kau jatuh cinta padanya? Jang Mi tak menjawab, dan minta wanita itu memaafkan Ki Tae untuk dirinya. Wanita itu pesimis, memangnya ia akan mengapresiasi bentuk cintamu ini? Jang Mi tertawa, dia hanya akan berkata aku membuat kekacauan lagi. Wanita itu merasa pantas saja kita cocok, lebih dari penyihir cantik itu (Se Ah maksudnya).


Ibu Ki Tae datang tepat saat Jang Mi mengatai anaknya arogan, dia pantas mendapatkannya! Wanita itu akan pergi, tapi Jang Mi mencegahnya dan menyodorkan segelas alkohol lagi. Wanita itu akhirnya duduk lagi, tapi ia sadar ada seseorang di pintu. Jang Mi menoleh dan kaget. Ibu Ki Tae salah duga kalau Jang Mi yang melakukannya.



Jang Mi mengejarnya. Ibu Ki Tae jadi merasa bersalah sudah mempermalukan Jang Mi di depan ibunya, itu karena ia sangat kecewa karena berharap besar pada Jang Mi. Ia datang untuk meminta Jang Mi membantu Ki Tae melupakannya, tapi Jang Mi malah merencanakan balas dendam. Jang Mi bingung, balas dendam?


“Atau itu karena uang?” tanya ibu Ki Tae. Mungkin ia harus mengakhirinya dengan memberi Jang Mi uang. Ibu Ki Tae makin kecewa dengan Jang Mi yang bertindak serendah ini dan pergi. Jang Mi terdiam. Teringat semua orang yang menduganya hanya mengincar uang. Ki Tae, Yeo Reum, dan juga ibu Ki Tae. Jang Mi sadar, saat ia selalu bersama Ki Tae, hal itulah yang terpikir secara natural.


Ibu Ki Tae datang dan berkata Ki Tae sangat menyedihkan, duduk termenung dengan berbox-box ayam di hadapannya. Ibu memarahi Ki Tae, “Kubilang kau bisa hidup sendirian seperti yang kau inginkan. Lalu apa ini yang kau inginkan? Kau tertangkap di perangkapmu sendiri.” Ki Tae hanya mengiyakan, ia yang membuat Jang Mi terlibat untuk membohongi ibu, lalu ia jatuh cinta dan tak bisa apa-apa sekarang.


Ibu minta Ki Tae melupakannya, Jang Mi juga sudah membohongimu. Ibu berkata kalau Jang Mi terlibat dengan wanita yang membuat nama rumah sakit Ki Tae buruk. Ki Tae tak percaya, Jang Mi? Ibu melihatnya dengan mata kepala sendiri saat kedua wanita itu berkonspirasi. Ki Tae makin tak percaya.


Jang Mi memasukkan wanita yang sudah super mabuk itu ke mobil. Yeo Reum yang akan mengantarnya heran, wanita itu mabuk berat tapi Jang Mi super sadar, apa ada sesuatu yang membangunkanmu? Jang Mi tak menjawab, jadi Yeo Reum mengambil kesimpulan sendiri kalau alkohol tak mampu mengalahkan Jang Mi.


“Haruskah kita membuka bar?” tanya Yeo Reum sambil lalu. Tapi Jang Mi menanggapinya serius, ia setuju jika itu menghasilkan uang. Yeo Reum tak percaya. Jang Mi berkata tak semangat kalau mereka harus mendapatkan uang banyak. Yeo Reum tertawa senang, minta Jang Mi berjanji dan jangan berubah pikiran.


Ki Tae pergi ke restoran ayam keluarga Jang Mi, tapi gelap dan ada tulisan ‘tutup sementara’ di pintu. Jang Mi pergi mencari pria gendut yang selalu memesan ayamnya dan senang saat menemukannya. Jang Mi memberikan ayam untuknya dan memberitahu kalau mereka akan tutup sementara waktu. Jang Mi berterimakasih atas bantuan pria gendut itu. Pria itu ragu, sebenarnya ia tak boleh mengatakan ini, tapi bukan ia yang memesan ayam-ayam itu. Jang Mi bingung, ha?


Jang Mi akhirnya tau, dan Ki Tae menelponnya. Jang Mi kesal, “Kau masih suka mempermainkan orang ya?” Ki Tae tak mau kalah, “Dan kau masih suka menyebabkan masalah ya?” Ki Tae tanya dimana Jang Mi sekarang, ia akan segera kesana, jangan kemana-mana.


Saat bertemu Jang Mi, tanpa basa basi Ki Tae langsung tanya apa yang ibunya katakan benar? Kenapa kau tak mengatakannya padaku? Jang Mi pesimis kalau Ki Tae akan percaya padanya, jika seorang gadis miskin peduli pada pria kaya, pasti ada niat tertentu di baliknya. Ki Tae terdiam, ia pernah menduga Jang Mi mengincar uang Hoon Dong sebelumnya.


“Kau juga tak percaya padaku sejak awal,” ujar Jang Mi. Ki Tae beralasan itu karena Jang Mi bodoh. Jang Mi mengakui kalau Ki Tae sangat keren dan ia sangat kurang untuk bisa bersamanya. “Kaulah yang mendorongku ke gadis lain,” timpal Ki Tae. Jang Mi minta Ki Tae tak memesan ayam lagi, ia tak perlu belas kasihan Ki Tae.


Ki Tae: “Dan kau mencampuri urusan bisnisku? Akting kita.. semua sudah berakhir. Kau sudah menjauh dariku, pergilah seperti yang kau mau. Kenapa malah terlibat lagi dan ibuku salah paham? Kau dipecat dari pekerjaanmu? Dan orang tuamu bercerai? Kau lupa bagaimana aku menghinamu? Apa itu tak cukup?”

Jang Mi menangis. Ki Tae berkata Jang Mi hanya akan terluka lagi karenanya. Jang Mi hanya akan menangis lagi karenanya. “Kenapa aku harus melihat gadis yang kusukai terluka seperti itu? Aku menyukaimu, gadis bodoh!” Ki Tae akhirnya meneriakkan perasaannya.


Jang Mi shock. Saking shocknya ia malah lari. Ki Tae mengejar dan berhasil menghentikannya, “Kenapa kau malah lari?”


“Aku tak ingin bersamamu,” gumam Jang Mi. Saat aku bersamamu, aku tak menyukai diriku sendiri. Meskipun aku miskin, aku tak pernah malu karenanya, tapi aku merasakannya saat di dekatmu dan aku tak suka itu.

“Kau pikir hanya kau? Aku juga merasakan hal yang sama. Aku tak pernah goyah akan keyakinanku tentang diriku. Aku bahkan membenci diriku sendiri karenamu, tapi aku tetap ingin bersamamu.”


Tidak, gumam Jang Mi sedih, ini sudah berakhir. Ki Tae berkata hubungan palsu mereka sudah berakhir, dan mengajak Jang Mi memulai hubungan yang sebenarnya. Hening sesaat, Ki Tae memeluk Jang Mi yang hanya diam. Perlahan Jang Mi membalas pelukan Ki Tae, seakan mengiyakan. Ki Tae tersenyum lega.


Ki Tae melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Jang Mi, lalu menciumnya.


Mereka berjalan pulang bersisian. Daritadi Ki Tae ingin menggenggam tangan Jang Mi, tapi tak berhasil dan bertanya canggung bagaimana bisa Jang Mi tak datang sekali pun?

“Pernahkah kau menyambutku dengan senyum sekali saja?” tanya Jang Mi. Kau biasa masuk begitu saja sepanjang waktu, jawab Ki Tae. Jang Mi tersenyum senang karena Ki Tae menunggunya, sebenarnya ia datang sekali dan hampir memencet bel pintu Ki Tae.


Ki Tae langsung senang dan menggoda Jang Mi yang tak bisa meninggalkannya. “Kau juga, bukankah kau berlari saat berpikir itu suara langkahku?” goda Jang Mi balik. Ki Tae akhirnya memegang tangan Jang Mi dan menggenggamnya. Jang Mi menyambutnya dan mereka berjalan pulang dengan tangan saling bertautan. Aiiiiiiih, mereka sweet amat siih, mana backsoundnya perfect lagi! Rasanya nggak masalah liat mereka berdua jalan gandengan sepanjang episode.


Masih bergandengan tangan, Jang Mi shock saat masuk rumah Ki Tae yang super berantakan tak seperti biasanya, bukannya kau gila bersih? Ki Tae panik dan menutup mata Jang Mi, menyuruhnya keluar dulu sebentar. Tapi Jang Mi malah menggoda Ki Tae, kau jadi gila karenaku dan kau jadi menyedihkan tanpaku kan? Ki Tae beralasan ia hanya benar-benar sibuk. Tapi Jang Mi mencium bau aneh dari badan Ki Tae dan bertanya curiga, apa kau juga tak mandi? Hahaa, Ki Tae lagi-lagi beralasan kalau ia sibuk.


Jang Mi menyuruhnya mandi sekarang dan mendorongnya ke kamar mandi. Jang Mi bahkan memberi kecupan di pipi kanan dan kiri Ki Tae, dan menyuruhnya membersihkan setiap sudut dan celah. Ki Tae langsung girang dan secepat kilat segera mandi, dengan membersihkan setiap sudut dan celah, seperti keinginan Jang Mi. Habis mandi, Ki Tae malah sibuk mencoba berbagai macam gaya rambut, dan baru keluar saat Jang Mi memanggilnya.


Ki Tae malu-malu keluar dari kamar mandi dengan handuk mandinya. Jang Mi melihatnya heran, ada apa dengan rambutmu? Mau pergi kemana? Jang Mi mengomelinya, jangan berpikir untuk pergi, ada banyak hal yang harus dilakukan, bahkan semalaman pun tak akan cukup.


Ki Tae yang salah paham plus ge-er mendorong Jang Mi ke sofa, siap nyosor. Jang Mi tertawa, dasar otak mesum dan menyodorkan vacuum cleaner, huahahaa Gong Ki Taeeee! Barulah Ki Tae ganti baju dan membersihkan lantai, sedikit tak ikhlas. Saat selesai membersihkan lantai atas, Jang Mi terus memberinya instruksi untuk membersihkan bagian lain.


Tapi Ki Tae mulai menikmati tugas bersih-bersihnya bersama Jang Mi, mereka bahkan saling piggy back sambil membersihkan lantai. Mereka juga mengelap aquarium Nemo bersama.


“Aah, akhirnya tampak seperti rumah Gong Ki Tae,” gumam Jang Mi senang saat akhirnya selesai. Ki Tae merangkulnya, mengajak Jang Mi istirahat sekarang. Jang Mi setuju. Ki Tae menawarkan minuman, bagaimana kalau wine? Jang Mi setuju lagi. Ki Tae pun secepat kilat mengambil wine-nya.


Selagi Ki Tae berusaha membuka botol wine, Jang Mi ingin mengatakan sesuatu dulu. Ki Tae mempersilahkan. “Tapi jangan tertawa, aku serius,” sahut Jang Mi. Ki Tae mengiyakan, ia juga serius. Ki Tae terus berkonsentrasi pada botol wine-nya, dan saat lega botolnya akhirnya terbuka.. Jang Mi mengatakan sesuatu yang mengagetkan.


“Bagaimana dengan hubungan yang ‘cool’? Kita berkencan saja, bukan menikah.”



Ki Tae terdiam, shock.


Komentar:
Whatt, Ki Tae belom mandi? Omoo!! Btw finally, cute moments is coming! Hohoo.. 

7 comments:

  1. Eps 14 tmbah seru...cpt mbk nulis sinopsis nya..mskipun q sdh lht eps14 tp jg nunggu in sinopsis dr mbk..

    ReplyDelete
  2. Walau dah nntn, tp tetep aja buka2 blognya difa buat baca. Hahaha... :D
    Lanjut ep.14 ya... Hwaiting!!! ;)

    ReplyDelete
  3. Kekar jg tu Jang Mi bs nge-piggy back Ki tae...
    Love Nemo couple ��...Akhirnya kebersamaan yg indah...jd tmbh penasaran hehehe...
    Thx sinopsisx sist...

    ReplyDelete
  4. Sweet Nemo Couple..♥♡♥♡♥
    Lagi,,lagi dan lagii Ibu Ki Tae salah paham,,, -_-#
    ditunggu eps 14 nya eonnie...:-) Thanks sinopsisnya...:-)

    ReplyDelete